travel

10 Destinasi Wisata Favorit Saat Liburan ke Palangkaraya

By  | 

Meskipun bukanlah kota yang memiliki ragam kontur daratan, Kota Palangkaraya nyatanya masih punya deretan destinasi wisata yang siap untuk meregangkan otak kamu setelah penat seminggu beraktivitas.

Singgah di Palangkaraya kamu akan diajak mengenal lebih dekat dengan kehidupan masyarakat Palangkaraya yang sebagian daerahnya ini masih banyak ditumbuhi hutan. Di sinilah kamu juga bisa bercengkrama lebh jauh dengan kehidupan orang utan.

Meskipun belum dikenal sebagai kota pariwisata, Palangkaraya kini terus bertumbuh dan memantaskan diri untuk memanjakan para penikmat wisata dengan ciri khas pariwisatanya tersendiri, dari kota yang merupakan ibukota provinsi dari Kalimantan Tengah ini.

Jika kamu sedang berada di Palangkaraya, pastikan untuk tidak melewatkan 10 destinasi wisata seru dan berkesan yang ada di Palangkaraya berikut ini.

Baca juga: Intip Indahnya 10 Destinasi Wisata Papua, Surganya Wisata Kelas Dunia

1. Menengok kisah sejarah di Taman Kota Palangkaraya

Taman Kota Palangkaraya

(foto: instagram/alifmahsun)

Palangkaraya punya taman kota yang menarik untuk kamu kunjungi. Karena, di sini kamu tidak hanya sekadar dapat bersantai layaknya di taman kota pada umumnya. Taman Kota Palangkaraya atau yang disebut juga sebagai Taman Perjuangan ini, juga menawarkan destinasi sejarah di Palangkaraya.

Taman ini, hampir setengahnya dibatasi oleh benteng, dengan hiasan relief di dalamnya, yang isinya menceritakan mengenai bagaimana perjuangan-perjuangan masyarakat Palangkaraya dalam memperjuangkan Kemerdekaan RI.

Lokasi Taman Kota Palangkaraya ini, berdekatan dengan kantor Gubernur Kalimantan Tengah. Selain relief mengenai perjuangan masyarakat Palangkaraya, di sini juga terdapat relief berupa para pemuda yang melambangkan sumpah pemuda dengan menggambarkan lima pemuda yang berasal dari suku di Indonesia yang berbeda-beda, serta saling berpegangan tangan. Dahulunya, Kota Palangkaraya ini memang disiapkan oleh Soekarno sebagai Ibu Kota Indonesia.

Beberapa jenis komunitas seru juga dapat kamu temui, ketika kamu sedang menikmati bersantai di taman ini. Antara lain seperti komunitas sepeda, maupun sebagai tempat untuk belajar bagi para pelajar maupun mahasiswanya. Taman Kota Palangkaraya, dirancang langsung penampilannya ini, oleh Ir. Soekarno.

2. Berkenalan dengan keunikan budaya SukuDayak di Museum Balanga

Museum Balanga Palangkaraya

(foto: instagram/museumbalanga)

Mengunjungi Museum Balanga, kamu akan diajak merasakan suasana kebudayaan Suku Dayak. Berbagai benda kebudayaan Kalimantan yang didokumentasikan. Koleksi yang terdapat di sini disusun berdasarkan alur hidup manusia.

Mulai dari tahap kelahiran, menikah, hingga kematian. Adapun tujuan dari di adakannya museum ini bagi wisatawan antara lain agar kamu dapat melihatt koleksi berbagai artefak budaya Kalimantan Tengah, seperti yang berasal dari sumber daya alam.

Beberapa ko yang dapat kamu lihat di sini antara lain, beberapa jenis senjata khas Kalimantan. Senjata tradisional di sini seperti Duhung,Mandau Sumpit, serta Rabayang dan tombak. Senjata ini memiliki fungsing yang beragam. Ada yang digunakan untuk berburu, bercocok tanam, membela diri, hingga untuk keperluan upacara adat.

Nama Balanga pada museum ini sendiri, diambil dari  koleksi guci yang juga menjadi koleksi unggulan museum ini. Melalui Museum Balanga inil kamu akan diperkenalkan lebih jauh dengan kebudayaan suku dayak.

Museum Balanga, dapat kamu kunjungi di Jl. Cilik Riwut KM. 2,5, Palangka, Jekan Raya, Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah. Berbagai koleksi yang ada di museum ini, berasal dari berbagai bidang di antaranya, etnografi, historika, arkeologi, keramologika, numismatikda dan heraldika.

Koleks—koleksi museum tersebut, dipajang di dua gedung yang dijadikan tempat pameran tetap. Sementara itu, sisany di simpan di gudang koleksi.

Koleksi istimewa lainnya yang dapat kamu temukan seperti miniature rumah panjang, ada juga alat pengundang ikan disebut Mihing, aneka barang kuninga, hingga beragam tempayan asal Cina, dan masih banyak lainnya.

3. Menikmati indahnya Sungai Kahayan dari Taman Wisata Kum-kum

Taman Wisata Kum-kum Palangkaraya

(foto: instagram/ferdyapriady)

Salah objek wisata yang paling sering dikunjungi di Palangkaraya, adalah Taman Wisata Kum-kum. Lokasi objek wisata satu ini, tidak begitu jauh dari pusat Kota Palangkaraya. Tepatnya berada di tepian  Sungai Kahayan, sehingga juga tidak terlalu jauh dari jemnatan ikonik Palangkaraya, yakni Jembatan Kahayan.

Keberadaan objek wisata ini, menjadi sebuah oase di tengah kota. Layaknya sebuah taman wisata berupa kebun binatang yang ukurannya lebih mini. Di sini kamu, dapat berjumpa dengan beberapa binatang yang menghuninya, seperti beruang madu, burung rangkong, buaya, hingga monyet.

Serunya, di sini juga dipenuhi dengan banyak-banyak gazebo kayu dengan atap jeramin yang unik-unik. Gubuk ini, dapat kamu gunakan untuk menikmati alam kebun binatang, ditemani suara gemericik air yang berasal dari Sungai Kahayan di sampingmu.

Rindangnya pepohonan karet yang mengitari gubuk ini, menabah kesan alami yang menyempurnakan, saat kamu bersantai di dalamnya. Tak perlu khawatir, di sini juga disediakan fasilitas free wifi, yang membuat suasan bersantaimu semakin menyenangkan.

Selain itu, sesekali ketika kamu berkunjung ke sini, kamu juga akan disuguhkan dengan pertunjukkan live music. Beberapa aktivitas nelayan yang melewati Sungai Kahayan, juga menjadi tontonan yang tak kalah menarik. Jangan lupa, nikmati juga beberapa kuliner khas Palangka Raya, yang juga banyak dijual di kantin taman ini.

4. Berkunjung ke masjid rupawan, Masjid Raya Darussalam

Masjid Raya Darussalam Palangkaraya

(foto: instagram/kasirudin24)

Palangka Raya juga punya masjid megah yang memasukan unsur budaya di dalam arsitektur bangunannya. Namanya, Masjid Raya Darussalam. Masjid yang telah berdiri sejak tahun 1984 ini, memiliki bangunan seluas 5 hektar.

Saat memasuki area masjid ini, kamu akan melewati gerbang masjid yang terdiri dari dua jalur. Kedua jalur ini, dipisah oleh hiasan kaligrafi berupa kalimat tauhid yang didesain dengan model Khath Khafi. Yang melambangkan symbol berupa ketauhidan untuk Islam dan merah putih untuk Indonesia.

Masjidnya yang letaknya berada di Jl. George Obos Kawasan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palangkaraya ini, memiliki gaya arsitektur yang merupakan perpaduan antara etnik lokal, dengan Timur Tengah. Model kubahnya sendiri, punya kekhasan berupa bentuknya yang tajam serta terdiri dari tiga lapisan.

Pada bagian pojok paling atas, terdapat symbol berupa tulisan ‘Allah’ dengan berbingkai segilima. Pintu dari masjid ini, juga memiliki tampilan yang unik, yakni berbentuk tajam serta lantai di bawahnya yang berwarna merah putih.

Warna merah putih ini tidak terlepas dari masjid ini yang merupakan bagian dari 999 masjid yang dibangun oleh Yaysan Amal Bakti Muslim Pancasila (YAMP).

Sementara itu, nuansa Kalimantan Tengah dapat kamu lihat dari terdapatnya tameng atau perisai khas Dayak, yang dibangun dalam ukuran raksasa, serta berada di bagian luar masjid. Sehingga, perpaduan arsitektur timur serta lokal dalam masjid, terlihat begitu kental.

Perisah unik inilah yang menambah kemenawanan bangunan masjid yang terdiri dari tiga laintai ini. Jumlah jamaah yang boisa ditampung masjid ini sendiri, sekitar 5000 jamaah.  Selain kubah unik dengan diameter 32, masjid ini juga dihiasi dengan keberadaan menara setinggi 118 meter.

5. Menikmati alam Palangkaraya melalui jembatan di atas Danau Tahai

Danau Tahai Palangkaraya

(foto: instagram/feyrie)

Danau Tahai merupakan, destinasi wisata danau di Palangkaraya, yang lokasinya berada di Desa Tahai, Kelurahan Tumbang Tahai, Kecamatan Bukit Batu. Danau yang ukurannya kecil ini, berjarak sekitar 29 meter dari pusay Kota Palangkaraya.

Danau ini menjai spot foto yang indah, apalagi dengan keberadaan jembatan-jembatan kayu yang menghiasi area danau.  Jenid air pada danau ini, adalah air gambut.

Keistimewaan lainnya dari danau ini, adalah warna airnya yang memiliki warna merah. Warna tersebut diperoleh dari akar-akar pohin yang berada di lahan gambut di sekitarnya.

Selagi berjalan menyusuri jembatan kayu, kamu juga dapat menemukan pemandangan menariknya lainnya. Seperti keberadaan rumah-rumah warga yang terapung. Penduduk setempat, biasa menyebutnya dengan sebutan Rumah Lanting.

Danau Tahai, terbentuk akibat galian pasir yangsudah dibiarkan sejak lama, kemudian digenangi air. Namun, adapula yang mengatakan terbentuk dari bekas aliran sungai yang alurnya mengalami perubahan.

Apapun latar belakang terbentuknya, danau ini tetap dapat menjadi destinasi wisata mengasyikan untuk kamu kunjungi, ketika berlibur ke Palamgka Raya.

Di area jembatan kayu, juga dihisi dengan beberapa gubuk-gubuk kayu yang dapat kamu manfaatkan sebagai tempat bersantai di atas danau.

Pepohonan disekitar danau yang masih asri, membuat udara di kawasan ini masih terasa sejuk. Tak heran, jika ketika akhir pekan tiba, Danau Tahai semakin ramai dikunjungi oleh para wisatawan.

Baca juga: Pesona 10 Objek Wisata Buton, Tawarkan Panorama Alam dan Budaya

6. Menjelajahi ragam satwa Palangkaraya di taman nasional ala Amazon, Taman Nasional Tanjung Puting

Taman Nasional Tanjung Puting Palangkaraya

(foto: instagram/istigfarin)

Taman Nasional Tanjung Putting, merupakan tempat konservasi orang utan terbesar di Indonesia, bahkan dunia. Di taman nasional ini, dihuni oleh sekitar 30.000 hingga 40.000 orangutan yang tersebar di dalamnya, hingga bagian luar taman nasioanl.

Kemenarikan wisata habitat orangutan di sini, adalah alam tempat tingga mereka yang masih sangat alami. Bukan habitat alam buatan, seperti yang terspat di beberapa tempat di Kalimantan lainnya.

Dengan begitu, kamu dapat melihat langsung aktivitas hewan yang disebut-sebut memilki banyak kemiripan DNA dengan manusia ini, bekeliaran bebad di antara pepohonan di dalam taman nasional ini.

Luas taman nasional ini, diperkirakan seluas Pulau Bali. Berbagai jenis ekosistem hidup didalamnya. Seperti hutan hujan tropis, dataran rendah, hutan rawa air tawar, hutan mangrove, hutan pantai, hutan tanah kering, hingga hutan sekunder.

Letak Taman Nasional Tanjung Putting yang berada di ketinggian, membuatnya dihuni oleh hewan-hewan endemic, seperti orangutan, beruang lutung merah, bekantan, kancil, serta kucing hutan.

Jumlah burung yang adi taman nasional ini pun, diperkirakan mencapi 200 jenis, sementara itu hewan mamalianya berjumlah sekitar 38 jenis.

Sebagai pusat rehabilitasi orangutan pertama di Indonesia, kawasan taman nasional ini seringkali jadi sasaran wisata para wisatawan. Bahkam yang datang dari mancanegara. Untuk mencapai Taman Nasional Tanjung Putting, kamu harus menaikki klotok. Pelayanan di kapal ini, juga terbilang memuaskan.

Kamu akan disambut dengan guide serta kapten kapal yang ramah. Saat malam tiba, kamu bisa tidur di kapal yang ditutupi kelambu, sehingga tidak ada serangga yang masuk.

Menaiki kapal menyusuri Sungai Sekonyer, memang menjadi aktivitas wisat andalan yang bisa kamu rasakan ketiki berkunjung ke sini. di sepanjang jalan ini, kamu akan disambut dengan monyet-monyet yang bergelantungan, melompat, dari satu pohon ohon lainnya. Kapal tradisional ini, disebut dengan Klotok.

7. Menjelajahi rumah orangutan di Arboretum Nyaru Menteng Palangkaraya

Arboretum Nyaru Menteng Palangkaraya

(foto: instagram/aprianderi)

Selain habitat rumah orangutan di taman nasional, Palangkaraya juga punya sekolah orangutan. Sah orangutan ini, dapat kamu kunjungi di Nyaru Menteng, Kalimantan Tengah. Di sekolah ini, orangutan dilatih  untuk dapat memanjat pohon, hingga belajar mengenali mana yang kawan dan mana yang lawan.

Orangutan yang dilatih di sini, nantinya akan dilepas liar ke hutan. Letak nyaru menten ini, sekitar 28 meter dari Kota Palangkaraya. Yakni, di Desa Tumbang Tahai, Bukit Batu, Palangkaraya, Kalimantan Tengah.

Dikelola langsung oleh Borneo Orngutan Survival Foundation (BOSF), pusat rehabilitasi orangutan ini berda di dalam kawasan Arboterum Nyaru Menteng. Pepohonan tinggi yang lebat dan rindang, akan menyambutmu, sesampainya kam di sini.

Sesekali kamu akan bertemu dengan kera berwarna abu-abu yang bergelayutan di atas pepohonan tersebut. Selnjutnya, kamu bisa melihat sekumpulan orangutan yang asedang asyik bermain dengan sesamanya, maupun dengan nmanusi, di sebuah lapangan terbuka.

Namun, tentu saja demi keselamatan pengunjung tidak diperkenankan untuk berinteraksi langsung dengan orangutan. Pengunjung bisa menyaksikan aksi orangutan tersebut, dibalik tali pembatas merah.

Jumlah orangutan di pusat rehabilitasi yang sudah dibangun sejak tahun 1997 ini, diperkirakan berjumlah 448 orangutan, yang berada di atas lahan seluas 300 hektare.

Tidak hanya berasal dari Kalimantan, orangutan di Nyaru Menteng juga ada yang berasal dari luar pulau jawa. Seperti yang berasal dari Bogor, bahkan Kuwait.

8. Menjejakkan kaki di ikon Kota Palangkaraya, Jembatan Kahayan

Jembatan Kahayan Palangkaraya

(foto: instagram/ariefgendes)

Memiliki panjang 640 meter dengan lebar 9 meter, Jembatan Kahayan telah sejak lama menjadi ikon tersendiri dari keindahan Palangkaraya, yang kotanya dikelilingi dengan banyak sungai.

Tak hanya berfungsi sebagai jembatan untuk lalu lintas transportasi, area jembatan ini juga memiliki banyak fasilitas, yang membuatnya juga sering dikunjungi oleh wisatawan yang datang silih berganti.

Berada di atas Sungai Kahayan, jembatan ini menghubungkan pusat Kota Palangkaraya, dengan beberapa kabupaten di perbatasan Palangkaraya.

Daya tarik wisata Jembatan Kahayan, salah satunya dengan keberadaan taman kota yang tepat berada di bawah jembatannya, namanya Taman Pasuk Kameloh. Beberapa fasilitas di taman mulai dari gazebo, kawan kuliner, dermaga, hingga hutan mangrove, dapat kamu temukan di sini.

Tak hanya itu, dinding di taman kota ini, juga dihiasi oleh ragam gambar mural. Seperti gambar bertema naga, serta budaya Dayak. Nah, jika kamu ingin menyusuri Sungai Kahayan, kamu bisa menggunakan kapal wisata berwarna coklat, yang bentuknya lumayan besar.

Menaikki kapal dan menyisir Sungai Kahayan, kamu akan mendapatkan sensasi seperti sedang berada di hutan amazon.

Ketika malam hari tiba, penampilan kapal akan semakin cantik dengan hiasan lampu yang dipasang.  Menikmati senja dibawah jembatan ini, juga menjadi aktivitas wisata yang saying jika kamu lewatkan.

Taman kota dibawah jembatan Kahayan ini, memang sudah menjadi destinasi pilihan, terutama bagi para masyarakat setempat, khususnya muda-mudi yang berburu spot foto dengan latar mural, maupun langit senja yang memesona.

9. Indahnya Palangkaraya dari ketinggian bukit kramat, Bukit Tangkiling

Bukit Tangkiling Palangkaraya

(foto: instagram/ctiannugraha)

Bukit Tangkiling, hanya berjarak 34 km dari pusat Kota Palangkaraya. Di sini, kamu tak hanya ditawarkan wisata alam perbukitan denga udara yang sejuk saja, tetapi sekaligusw wisata sejarah. Tinggi bukit ini, kurang lebih 500 meter. Area perbukitan ini merupakan area bukit batu.

Banyak terdapat batu besar yang tersebar di atas bukit ini. Letaknya berada dekat perbatasan Ibukota Kabupaten  Katingan, yang tepatnya berada di Kelurahan Banturung-Tangkiling, Kecamatan Bukit  Batu, Palangkaraya.

Terdapat batu berbentuk unik di area perbukitan ini. Yakni, batu berbentuk perahu yang memiliki cerita legenda, bernama Batu Banama. Isi legenda itu menyebutan, bahwa dahulu batu tersebut memang sebuah perahu. Namun, karena membuat suatu kesalahan, maka dikutuklah menjadi batu.

Bukit Tangkiling memang banyak memiliki cerita legenda, magis, serta unsur sejarah yang cukup kental. Di bukit ini, kamu juga dapat menemukan beberapa tempat peribataan tua. Seperti Biara Pertapaan Karmel dan Pura Hindu Kaharingan.

Di beberapa titik, kamu dapat menemukan persebaran miniature rumah adat, yang jaraknya bereektan. Rumah-rumah berukuran kecil ini, digunakan warga setempat untuk menyimpan sesajen. Pada tahun 2007, di kawasan ini kembalid didirikan sebuah pura bernama Pura Sali Paseban.

Maka dari itu, tmepat ini menurut warga setempat dianggap keramat. Di area Bukit Tangkiling ini, juga terdapat wisata kebun binatang mini. Beberapa jenis satwa seperti landak, binturong dan kera dapat kamu jumpai di sini.

Jika kamu ingin melihat bintang di atas ketinggian, maka nikmatilah pemandangan di atas Bukit Tangkiling yang dapat ditemani dengan beberapa jajanan pilihan yang dijual di atas bukitnya.

10. Uniknya air berwarna kemerahan dari pantai buatan, di Taman Wisata Fantasi Beach

Taman Wisata Fantasy Beach Palangkaraya

(foto: instagram/akang_hendra07)

Jika berlibur ke Palangkaraya, jangan lupa untuk datang ke Taman Wisata Fantasi Beach. Objek wisata andalan Palangkaraya satu ini, benar-benar jangan sampai kamu lewatkan. Di sinilah, kamu akan mendapatkan pengalaman berekreasi di waterpark, yang dilatari dengan pemandangan alam alami yang ada di sekitarnya.

Hanya berjarak 21 km dari Pusat Kota Palangkaraya, kamu sudah dapat sampai di Taman Wisata Fantasi Beach, yang tak pernah sepi oleh pengunjung ini.

Seperti namanya, perairan yang menyerupai pantai ini bukanlah pantai sungguhan. Melainkan, tadinya adalah sebuah danau buatan, yang kemudian disulap menjadi sebuah pantai yang tetap kelihat cukup menyenangkan, meskipun buatan tangan manusia.

Berbagai wahana air mengasyikan, juga dapat kamu nikmati di sini. Mulai dari berenang, memancing, hingga mencoba fasilitas outbond berupa flying fox, yang tepat berseluncur di atas danau yang dikelilinginya dihiasi hamparan pasir buatan.

Di bibir danau buatan ini juga disediaka beberapa gazebo kecil, yang cocok digunakan untuk menikmati wisata pantai fantasi yang menyenangkan.

Fasilitas outbond lainnya yang tak boleh kamu lewatkan seperti sepeda air. Sesekali juga kamu akan dihibur dengan penampilan music dari panggungnya. Beberapa wahan seperti jet-ski hingga waterboom juga menambah keseruan kamu berlibur di objek wisata Fantasi Beach ini.

Berlibur ke Palangkaraya, kamu memang akan disambut dengan wisata jelajah hutannya ang masih asri dan menjadi andalan pariwisata. Ragam keunikan flora hingga fauna di sini, menjadi keistimewaan tersendiri yang membuatmu tak akan menyesal berlibur ke sini.

Tapi, jangan melupakan wisata sejarahnya juga! Karena, seorang yang hebat adalah seseorang yang tak pernah lupa akan sejarahnya serta akan selalu menghargai perjuangan pahlawannya.

Jadi tidak usah pusing lagi mencari tempat wisata di Kota Palangkaraya, Selamat berwisata!