travel

10 Destinasi Wisata yang Wajib Dikunjungi Saat Pelesiran ke Jambi

By  | 

Jambi merupakan sebuah provinsi di Indonesia, tepatnya di tengah Pulau Sumatera. Letaknya yang berada ditengah pulau, membuat Jambi lebih dikenal sebagai wilayah perkotaan.

Meskipun Jambi dalam perkembangannya pernah menjadi bagian dari kerajaan Sriwijaya, namun corak melayu Islam lebih kuat di provinsi ini.

Berbagai nilai sejarah tersimpan pada provinsi yang nama provinsinya ini sama dengan nama ibukotanya. Namun, kekayaan alamnya pun menyimpan pesona tersendiri.

Mulai dari sungai, danau, air terjun, hingga gunung bahkan pantai, Jambi punya daya tarik tak terkira meskipun tak punya banyak pantai seperti wilayah pesisir lainnya.

Berikut ini beberapa objek wisata di Jambi yang bisa kamu kunjungi.

Baca juga: 10 Destinasi Wisata Kepulauan Riau yang Punya Alam Indah

1. Menengok sejarah Melayu Islam di Jambi, ,melalui Museum Gentala Arasy

Museum Gentala Arasy Jambi

(foto: instagram/kodc98)

Jika kamu ingin mengenali lebih banyak mengenai sejarah Islam berkembang di Jambi, kamu bisa berkunjung ke Museum Gentala Arasy, yang juga menjadi ikon dari provinsi ini. Di sini juga kamu akan melihat perkembangan melayu islam.

Nama Gentala Arasy, awalnya berasal dari nama menara yang berada di kawasan museum ini. Menara Gentala Arasy sendiri, menjadi perlambangan dari Islam di Jambi. Istilah “Gentala Arasy” memiliki pengertian filosofis, yakni sebuah menara yang gunanya untuk Mengingat tempat tertinggi atau bunyi panduan yang menyeleraskan ketentuan waktu untuk sholat 5 waktu, menghadap Allah SWT.

Gentala Arasy, awalnya hanya dibangun menaranya saja, pada tahun 2012 silam. Menara ini dibangun bertepian dengan Sungai Batanghari dan memiliki ketinggian mencapai 80 meter. Kini, Gentala Arasy menjelma menjadi museum budaya dengan gaya arsitektur bangunan bernuansa islam.

Beragam koleksi yang dihadirkan di sini, dikelompokkan secara tematis, meliputi naskah dan foto para ulama, seni dan budaya islam, arsitektur, dan budaya islam. Di dalam museum kamu bisa melihat benda-benda bersejarah yang usianya sudah sangat tua. Contohnya seperti mimbar dengan usia 100 tahun.

Salah satu area dalam museum,  juga terdapat jembatan khusus yang menghubungkan museum dengan menara, jembatan ini bernama “Titian Arasy”.

Di menara yang dilengkapi lift tersebut, kamu bisa merasakan sensasi melihat pemandangan Kota Jambi yang memukau. Titian Arasy ini, dapat kamu akses setelah berkeliling area museum, dan memasuki Taman Tanggo Rajo, yang akan membawa kamu ke lantai dasar menara.

Selanjutnya, dengan menaiki lift yang disediakan di menara, kamu bisa menuju puncaknya, lalu merasakan sensasi menikmati pemandangan Kota Jambi dari ketinggian, yang memukau.

2. Menikmati surga wisata rekreasi Jambi di Jambi Paradise

Jambi Paradise Jambi

(foto: instagram/withaprawira)

Di Provinsi Jambi, juga ada destinasi wisata yang menyajikan paket wisata yang lengkap. Namanya, Jambi Paradise. Selain itu, Jambi Paradise juga menyuguhkan berbagai spot wisata foto yang patut jadi incaran kamu.

Tak heran deh, jika kawasan wisata ini diberi nama Jambi Paradise, karena memang surga dari berbagai macam jenis fasilitas hingga wahana wisata yang seru, sekaligus mengasyikan.

Jambi Paradise ini, sebenarnya adalah objek wisata air, pusat dari objek wisata ini sendiri, adalah sebuah danau kecil yang mengelilingi daratan yang ada di tengahnya. Namun, berbagai spot-spot menarik dibangun di sini.

Karena termasuk objek wisata yang tergolong masih baru, Jambi Paradise masih sangat ramaii dikunjungi oleh para pelancong.

Beberapa pilihan wahana yang bisa kamu jajal di sini, antara lain jembatan gantung, flying fox, perahu, balon, sepeda air, serta ATV. Kamu juga bisa bermain di labirin yang memiliki penampilan unik, yaitu dibangun dari batu-batu yang di cat berwarna tosca.

Hiasan-hiasan unik juga banyak melengkapi keindahan Jambi Paradise ini. Seperti saat kamu memasuki gerbang masuknya, kamu akan menemukan gerbang yang dihiasi tanaman plastik menjuntai.

Spot menarik lainnya untuk latar foto, seperti pinggiran sungai yang dihiasi dengan papan blok berwarna-warni, ada juga hamparan bunga besi yang dengan warna cerah yang beranekaragam.

Jika kamu ingin bersantai, kawasan ini juga menawarkan penyewaan saung. Saung  berukuran kecil ini, memiliki bentuk yang eksotis, berbentuk tabung dengan warna abu dengan atap yang terbuat dari jerami. Jajaran saung ini, juga terlihat artistik untuk dimasukkan ke daftar spot foto instagramable kamu!

3. Berburu keindahan Air Terjun Telun Berasap

Air Terjun Telun Berasap jambi

(foto: instagram/pahridi_joni)

Air Terjun Telun berasap, menawarkan pesona akan kemegahan dari kenampakkan air terjunnya yang tinggi menjulang, serta debit airnya yang mengalir deras.

Oleh karenanya, air terjun ini membahkan kata “berasap” di namanya, karena aliran air yang deras tersebut, mampu menciptakan percikan air taka da hentinya, yang kemudian terlempar ke udara hingga menyerupai asap.

Keistimewaan lainny yang akan kamu temukan ketika menjamah air terjun ini, adalah keberadaan goa yang tepat berada di belakang air terjunnya.

Namun, karena goa inii berada di balik air terjun yang tingginya hampir mencapi 50 meter tersebut, membuatnya belum pernah tersentuh para wisatawan sekalipun. Lokasi air terjun ini, berada di Desa Telun Berasap.

Namun, perjalanan menuju air terjun dengan panorama menakjubkan ini, benar-benar perlu eksta sabar sekaligus ekstra kerja keras.  Kamu harus siap menyisihkan waktu tempauh hingga 10 jam perjalanan dari Kota Jambi. Yang baru bisa mencapai Kota Sungai Penuh.

Selanjutnya, kamu harus kembali menyiapkan banyak amunisi, karena masih harus menempuh jarak hingga lebih dari 60 km menuju Desa Telun Berasap.

Setelah sampai di desa tersebut, perjalanan berlanjut dengan berjalan kaki menuju air terjun, sejauh 300 meter. Hmm, benar-benar menantang bukan?

4. Menantang pendakian Gunung Kerinci

Gunung Kerinci

(foto: instagram/yudakharsana)

Provinsi Jambi juga menyimpan lokasi gunung tertinggi di Sumatera, yaitu Gunung Kerinci. Gunung Kerinci ini sendir, terletak di perbatasan antara Sumatera Barat dan Provinsi. Karena area pendakiannya yang cukup menantang, gunung ini lebih cocok ditakhlukkan untuk kamu yang sudah terbiasa mendaki.

Jalur menuju puncak gunung ini pun, hanya terdapat satu. Dimana bisa kamu akses melalui Desa Kresik Tuo, Kecamatan Kayu Aro, Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi.

Dengan kondisi pendakian yang ekstrem tersebut, kamu harus menyiapkam beragam perbekalan dari mulai fisik, mental hingga makan dan minum yang cukup. Karena, akan membutuhkan waktu hingga dua hari untuk akhirnya bisa sampai ke puncak gunung yang memiliki ketinggian hingga 3.805 mdpl ini.

Namun, tentunya kamu akan dipertontonkan dengan pemandangan hingga kenampakan alam nan rupawan yang siap menemani selama perjalanan panjang kamu menjelajahi gunung ini.

Beberapa satwa juga akan menyapa kamu sesekali, seperti monyet ekor panjang, tapir, kus-kus, beragam jenis burung, hingga gajah. Gunung yang masih dinyatakan aktif ini, akan lebih baik dikunjungi saat musim kemarau, karena medan pendakian menjadi lebih ramah.

Namun, di musim kemarau kamu juga tetap harus siap dengan sistem kekebalan tubuh yang kuat, karena terkadang ada angin kencang yang menerpa. Sesampainya di puncak gunung, tentu saja rasa lelahmu akan terbayar lunas, ketika malam hari, langit berbintang akan menyapa.

Sementara pagi hari, udara sejuk yang segar serta pemandangan matahari terbit akan terlihat napak menawan disaksikan dari sini.

5. Menelusuri sisa-sisa kejayaan Hindu-Budha di Jambi lewat Candi Gedong I

Candi Gedong I Jambi

(foto: instagram/oriletsa_osa)

Destinasi selanjutnya yang tak kalah berkesan untuk kamu kunjungi ketika betandang ke Provinsi Jambi, adalah wisata situs bersejarah. Di provinsi ini banyak meninggalkan bukti-bukti bangunan sisa kejayaan kerajaan di masa lampau.

Meskipun candi-candi di siini tidak semegah candi Borobudur maupun Prambanan, namun keartistik bentuk bangunan sisa candi nampak menarik untuk dijadikan latar foto.

Salah satunya, Candi Gedong. Candi Gedong ini terbagi ke dalam dua kelompok bangunan, antara lain Candi Gedung I dan Candi Gedong II. Letaknya, berada di Desa Muaro Jambi, Kecamatan Muarasebo, Kabupaten Muara Jambi.

Bangunan pertama, yaitu Candi Gedong 1 yang dikelilingi tembok pagi yang memiliki ukuran 65×85. Di tengahnya, terdapat reruntuhan bangunan candi yang berdenah bujursangkar. Beberapa bagian candi nampak sudah rusak, seperti pada gapura dan sisa tangga candi.

Pada bagian tangga ini, ditemukan hiasan berbentuk salib, juga beberapa hiasan bingkai. Salah satu yang masih dalam kondisi cukup baik, adalah pagar dari candi ini.

Di halaman candi, kamu juga akan menemukan ptongan-potongan bangunan lainnya, seperti satu kepala arca Budha, enam umpak batuan dengan lubang empat persegi, pecahan-pecahan keramik yang berasal dari berbagai periode, hingga pecahan bata-bata yang terdapat gambar hingga tulisan.

Berkunjung ke sini akan membuat kamu ikut larut dalam bangunan yang memiliki untaian kisah sejarah yang pernah terjadi di masa lampau.

Baca juga: Wisata Ke Lampung, Jangan Lupa Kunjungi 10 Objek Wisata Ini

6. Eksotiknya mutiara biru di tengah hutan rimba, Danau Kaco

Danau Kaco Jambi

(foto: instagram/rikasharsa)

Mutiara biru yang menyembul di antara rindangan pepohonan hijau yang mengelilinya. Mungkin itulah julukan paling pas untuk disematkan, pada danau yang memiliki warna biru pekat nan jernih, bernama Danau Kaco. Letaknya yang tersembunyi dibalik hutan lebat ini, menjadikannya nampak begitu bercahaya.

Apalagi ketika pantulan cahaya matahari mengenai permukaan airnya yang bening. Namuun, ternyata diibalik keindahan airnya yang jernih tersebut, Danau Kaco menyimpan sebuah cerita legenda yang cukup memilukan.

Diceritakan dahulu kala ada seorang putri yang amat cantic jelita bernama Napal Melintang. Karena kecantikannya tersebut, banyak pemuda yang terpikat dan berbaris untuk melamarnya. Para pemuda tersebut menitipkan intan-intan untuk diberikan pada sang putri melalui ayahnya.

Namun,  karena kecantikan putri tersebut, sang ayahpun bahkan terpikat dan tak bisa memberikan intan tersebut pada anaknya. Alhasil, sang ayah yang merupakan Raja Gagak, meninggalkan intan di dasar danau. Hingga jadilah sekarang Danau Kaco yang airnya sejernih intan.

Daya tarik lainnya, yang dapat kamu temukan di danau ini adalah keberadaan batang pohon yang jatuh ke tengah danau namun tidak tenggelam ke dasar. Para wisatwan biasanya, menjadikan batang pohon tersebut sebagai spot foto dengan menaikkinya.

Sementara itu, latar belakang danau biru jernih terlihat apik berada di belakangnya. Kamu bisa mengunjungi Danau Kaco di kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat, Desa Lembur, Kecamatan Gunung Raya.

Petualangan yang akan kamu tempuh meunuju danau ini, akan begitu berkesan. Karena, kamu harus melewati sungai, hingga memasuki daerah Desa Lumpur yang berdekatan dengan kawasan hutan lebat.

7. Melihat sisa sejarah bangunan bercorak Melayu Islam di Cagar Budaya Rumah Batu

Rumah Batu Jambi

(foto: instagram/rahm_ts)

Jambi memang terkenal akan perpaduan budaya beragam etnis hingga corak keagamaan yang ada di dalamnya. Selain kebudayaan islam, di provinsi ini juga terdapat sisa-sisa peninggalan kebudayan Cina hingga Eropa.

Jejak keislaman di Jambi, yang dapat kamu lihat salah satunya pada sisa-sisa bangunan yang disebut dengn Rumah Batu. Rumah Batu tepatnya terletak di Desa Olak Kemang, Kecamatan Danau Teluk, Kota Seberang.

Rumah Batu yang terlihat cukup mencolok di antara rumah-ru,ah warga ini, konon merupakan peninggalan dari seorang tokoh penyebar agama islam di Kota Seberang  pada abad ke18, yang bernama Sayyid Idrus Hasan Al Jufri yang memliki julukan Pangeran Wiro Kusumo.

Rumah Batu ini didirikan dengan fungsi sebagai rumah adat islam. Dari bangunan Rumah Batu ini, kamu bisa melihat pengaruh beragam kebudayaan memadukan arsitekturnya, di antaranya berupa paduan bangunan lokal Cina, Arab, hingga Eropa.

Memasuki bangunan Rumah Batu, kamu dapat melihat bagian dinding bercat putihnya yang terdapat relief naga, di sisi kana terdapat batu yang diukir gambar singa dan bunga. Sementara itu, di pilar-pilar luar bangunan ini, relief bertuliskan huruf arab nampak menonjol.

Sedangkan di pilar bagian dalam,  kamu akan melihat gaya eropa pada bagian tangga, bentuk teras, hingga tiang penyangganya.

Bangunan ini pun tak melupakan kebudayaan asal muasalnya, yakni Jambi. Terlihat dari lantai dua bangunan yang memperlihatkan bangunan khas lokal berbahan kayu.

8. Mengenang perjuangan rakyat Jambi mempertahankan RI di Museum Perjuangan Rakyat Jambi

Museum Perjuangan Rakyat Jambi

(foto: instagram/jjs_nusantara)

Setelah menyusuri corak perkembangan sejarah Islam di Jambi, selanjutnya kamu juga bisa menjejakki sejarah dari perjuangan rakyat Jambi dalam melawah bangsa kolonial. Yakni. Di Museum Perjuangan Rakyat Jambi.

Museum yang berlokasi di Jl. Sultan Agung dan Jl. Slamet Riyadi ini, dibangun atas usulan dari Dewan Harian Daerah Angkatan ’45 (DHD-’45) dan berdiskusi dengan Pemerintahan Provinsi Jambi.

Tujuannya sebagai fungsi dari monumen yang dibangun untuk memperingati perjuangan rakyat Jambi dalam upaya mencapai kemerdekaan Indonesia.

Beberapa koleksi yang dapat kamu temui di museum ini, antara lain nampak sebuah pesawat, yang merupakan replika dari Pesawat Terbang Catalina RI 005 dipajang di sini.

Pesawat ini merupakan pesawat yang digunakan oleh seorang tokoh dari Australia yang membantu mempertahkan NKRI, lalu pesawatnya terjatuh di Sungai Batanghari.

Selain koleksi pesawat, pada sisi kanan museum, kamu juga akan menemukan koleksi persenjataan modern yang digunakan rakyat jambi dalm perang melawan penjajah.

Sementara itu, bagian kiri museum berisi koleksi senjata tradisional, pakaian perang, alat komunikasi dan sebagainya.

Di lantai dua museum, kamu akan melihat diorama-diorama yang menggambarkan berbagai peristiwa sejarah yang pernah terjadi di Jambi selama memperjuangkan kemerdekaan. Diorama tersebut, berjumlah 17.

Lalu, di lantai tiga museum ini terdapat meja kerja yang digunakan oleh salah seorang pejuang kemerdekaan. Di sini juga, kamu bisa membaca beberap peninggaln tertulis, seperti berkas-berkas penting terkait perjuangan rakyat jambi dahuku kala.

9. Berkunjung ke pulau nan indah dan kaya sejarah, Pulau Berhala

Pulau Berhala Jambi

(foto: instagram/nurullatikahh)

Pulau Berhala dapat dijadikan destinasi wisata Jambi selanjutnya, bagi kamu yang ingin menikmati keindahan alam bahari dari Jambi. Di pulau ini, kamu juga bisa menyapa penyu-penyu yang memang ditangkar di sini, yang membuat Pulau Berhala juga dikenal dengan Pulau Penyu.

Tak hanya itu, berkunjung ke Pulau Berhala, kamu juga bisa menikmati wisata sejarah. Karena terdapat beberapa benda peninggalan kolonial seperti meriam serta mercusuar.

Panorama Pulau Berhala, nampak eksotis dengan pandangan pantaninya yang khas berupa banyaknya bebatuan yang nampak artistik. Wilayah hutan di sekitarnya yang lebat, dilengkapi pasir putih yang menawan, tentu akan sangat memanjakan mata kamu.

Sementara itu nama Pulau Berhala disematkan karena di pulau ini juga disebut terdapat makam Raja Jambi di masa lalu yang bernama Datuk Paduke Berhala

Jika kamu ingin menyapa penyu, waktu kunjungan di akhir dan awal tahun adalah yang terbaik, dikarenakan penyu-penyu tersebut akan berdatangan ke pantai Pulau Berhala ini untuk bertelur. Tak perlu khawatir dengan fasilitas di area pulau yang minim, karena pulau ini merupakan pulau berpenghuni.

Selain itu, ada juga TNI AL yang bertugas menjaga perbatasan Indonesia dari pulau ini. Sehingga, sudah banyak fasilitas tersedia.

Beberapa penginapan sederhana, juga sudah cukup banyak didirikan.  Kamu juga bisa mencoba sensasi berkemah di sekitar pantai yang ombaknya ini tergolong aman.

10. Menikmati agrowisata di perkebunan karet yang instagenic di Taman Seribu Payung

Taman Seribu Payung Jambi

(foto: instagram/

Akhir-akhir ini, beberapa wilayah di Indonesia seakan kompak menyajikan wisata selfi yang menggunakan payung yang didekorasi sedemikian rupa, untuk dijadikan latar spot foto yang instagrammable.

Salah satunya, Jambi. Di provinsi Jambi, juga terdapat taman yang dihiasi banyak payung warna-warni, hingga yang bercorak-corak.

Ya, nama taman ini disebut dengan Taman Seribu Payung. Uniknya. Lokasi Taman Seribu Payung di Jambi ini, berada di sebuah desa dengan nam Desa Pemayung.

Desa Pemayung, tepatnya terletak di Km 32, Muaro Bulian, Pulau Betung, Kabupaten Batanghari. Seementara itu, Taman Seribu Payung berada di dalam area Rumah Makan Reza.

Namun, daya tarik lainnya dari kawasan wisata ini adalah berada dekat perkebunan karet. Sehingga, payung-payung tersebut menghias lahan hutan karet yang membentang di lahan seluas 6 hektare. Oleh karenanya, lokasi ini juga dikenal dengan tujuan agrowisatanya.

Jika pada umumnya kamu melihat taman payung berada di hutan pinus, di Jambi justru perkebunan karet lah yang dijadikan latarnya.

Beberapa wahana rekreasi juga disediakan di sini. Contohnya, arena bermain di jarring laba-laba.Menariknya, jarring laba-laba yang merupakan wahana favorit pengunjung ini, tak hanya berada di atas tanah. Kamu juga harus siap, melewati jarring laba-lab yang berada di atas kolam air.

Untuk kamu yang datang ke sini untuk berburu spot foto, selain di antara payung-payung yang tersebar acak dari mulai yang rendah hingga di ketinggian, kamu juga bisa berbfoto ala vintage dengan menggunakan motor antik atau mobil jip yang juga tersedia di sana.

Itulah destinasi wisata Jambi yang wajib sekali kamu datangi ketika berpelisir ke provinsi ini. Terbuktikan, meskipun Jambil terkenal ramai akan hiruk-pikuk perkotaanya, namun pesona alamnya juga tak kalah memukaunya dengan wilayah lain di Indonesia.

Apalagi, Jambi juga masih kaya akan budaya serta banyak meyimpan cerita sejarah di masa lalu, yang begitu berharga dan bisa menjadi pembelajaran tersendiri bagi kita di masa sekarang.