travel

Ini dia 10 Destinasi Wisata di Makassar yang Wajib Dikunjungi

By  | 

Dikenal dengan nama lain Ujung Pandang, di masa lalu. Makassar menjelma menjadi salah satu kota di Indonesia yang memiliki pusat pertumbuhan yang tertinggi. Kota ini juga disebut sebagai kota metropolitan terbesar yang ada di kawasan Indonesia Timur.

Kota yang letaknya berada di pesisir barat daya Pulau Sulawesi ini, memiliki topografi dataran tinggi dan dataran rendah yang cukup seimbang. Membuatnya, menawarkan banyak ragam wisata indah dan menakjubkan.

Tak hanya itu, topografi dari kebudayaan hingga nilai sejarah yang melekat ddi kota ini pun terbilang unik. Apalagi, Makassar juga pernah mencicipi menjadi Ibukota dari Indonesia pada masa silam. I

nilah, yang membuat Makassar memliki daya tarik yang tak boleh dilupakan dan pantas dijelajahi oleh kamu para pelancong yang senang bercengkrama dengan alam maupun menggali kekayaan budaya dan sejarah yang ada di Indonesia.

Berikut pilihan 10 objek wisata Makassar yang siap menyuguhkanmu dengan pengalaman wisata yang tak terlupakan.

Baca juga: Kaya Sejarah dan Keindahan Alam, Ini 10 Wisata di Bukittinggi

1. Melihat jejak Kerajaan Gowa Tallo dan kekuasaan Belanda di Makassar melalui Fort Rotterdam

Fort Rotterdam Makassar

(foto: instagram/fikarani)

Kesultanan yang di masa silam pernah berkuasa di Makassar adalah Kesultanan Gowa. Kesultanan ini berkuasa pada abad ke-17 dan banyak membangun benteng-benteng yang mengelilingi Makassar. Namun, benteng yang paling besar dan megah adalah Benteng Fort Rotterdam.

Berada tak jauh dari Pantai Losari yang menjadi destinasi wisata favorit warga Makassar, membuat bentek tak sulit untuk dijamah.

Arsitektur benteng yang dibuat begitu indah, dengan dinding yang nampak tebal dan kokoh, halaman depan yang luas, membuatnya nampak menjadi pusat perhatian dari bangunan lain yang berdiri di sekitarnya.

Tembok dari benteng menjulang tinggi hingga ketinggian lima meter. Pintu utama benteng dibuat dengan ukuran yang kecil. Benteng Fort Rotterdam awalnya dibangun oleh Raja Gowa ke-10, dengan berbahan dasar dari campuran batu serta tanah liat yang dibakar hingga mengering.

Untuk menambah kekohannya, oleh Raja Gowa selanjutnya, tembok benteng ini diganti dengan batu padas berwarna hitam. Namun, Benteng Fort Rotterdam pernah hancur sebagian ketika Kerajaan Gowa kalah melawan Belanda.

Yang kemudian membuay benteng ini, kini bergaya eropa dengan tambah beberapa menara untuk menyimpan meriam di beberapa sudutnya. Itulah, yang membuatnya hingga sekarang bernama Belanda, yaitu Benteng Fort Rotterdam.

Mengunjungi Benteng Fort Rotterdam, suasannya tidak mencekam ataupun terkesan angker seperti benteng-benteng peninggalan Belanda lainnya yang kamu tahu.

Karena, meskipun pengunjung bebas menyusuri benteng, namun benteng tidak dibiarkab kosong, tetapi difungsikan sebagai bangunan pusat kebudayaan Makassar serta perkantoran, yang membuatnya tampak terawatt dengan rapi.

Objek menarik, yang dapat kamu kunjungi di sini diantaranya seperti Museum La Galigo dan ruangan sempit tempat dimana Pangeran Diponegoro pernah disekap pleh Pemerintahan Hindia-Belanda.

2. Menjajal berbagai wahana Seru di taman bermain modern Trans Studio Makassar

Trans Studio Makassar

(foto: instagram/nasikng)

Destinasi wisata yang satu ini, menjadi wisata keluarga favorit warga Makassar, karena kelengkapan berbagai wahan modern yang ditawarkannya, selain itu cocok untuk berbagai kalangan usia.

Meskipun berada di dalam ruangan, atau disebut dengan istilah indoor park, Trans Studio Makassar tetap membuat para pengunjungnya betah dengan unggulan berbagai jenis wahana modernnya, yang cocok sekali kamu jelajahi jika kamu mengajak keluarag tercinta ataupun kamu yang memang pencinta wahana permainan yang memacu adrenalin.

Berada di atas yang lahannya begitu luas, yaitu sekitar 12.7 hektare, objek wisata ini menawarkan beragam wahana permainan yang dibagi ke dalam empat zona dengan tema yang berbeda-beda.

Zona pertama yaitu ada Studio Central,  yaitu area yang menawarkan wisata dengan suasana seperti berada di Hollywood. Seperti pengalaman melewati Wallk of Flame.

Nah, area ini cocok dikunjungi untuk anak-anak karena menawarkan permainan seperti bom-bom car hingga tempat pemutaran film, yang juga dapat dinikmati oleh berbagai kalangan usia.

Selanjutnya ada zona yang cocok dicoba oleh kamu yang senang berpetualang seru ala alam liar. Yakni, zona Lost City. Pada area ini, kamu akan disajikan pengalaman berwahana memasuki hutan rimba yang penuh petualangan menantang.

Untuk anak-anak dibawah usia lima tahun, Trans studio Makassar juga menawarkan area berwarna-warna yang sesuai, yaitu Cartoon City. Lalu, masih ada zona seru lainnya yang membuat kamu merasakan sensasi seperti berada di dunia Harry Potter, yaitu Magic Corner.

3. Menikmati indahnya panorama pantai berair bening di Pulau Samalona

Pulau Samalona Makassar

(foto: instagram/antonsiswomiharjo)

Pulau Samalona,  merupakan salah satu pulau yang masih masuk ke dalam wilayah administrasi Kota Makassar, yang menawarkan pesona pantai yang memanjakan.

Laut birunya yang jernih bagaikan Kristal, membuat pulau ini semakin lama semakin difavoritkan oleh para pelancong baik dari dalam negeri maupun luar negeri.

Tak perlu khawatir sulit untuk dapat menikmati panorama di pulau ini. Kamu hanya perlu menempuh jarak 2 km saja dari dermaga di Kota Makassar, yaitu dari Pantai Losari.

Berwisata ke pulau, tentunya membuat kamu akan merasakan sensasi menjelajahi air laut dengan perahu yang akan menjadi pengalaman yang menyenangkan.

Ditambah lagi, selagi berlayar kamu akan disajikan dengan pemandangan alam bawah laut Makassar yang jernih hingga pandanganmu dapat menembus dasar lautnya.

Melihat indahnya kehidupan di alam bahari berupa karang-karang eksotis disertai makhluk-makhluk kecil yang mengitarinya.

Meskipun luas Pulau Samaloa terbilang kecil, namun fasilitas berwisata yang disediakan di sini sudah cukup lengkap. Kamu, bahkan sudah dapat memilih beberapa penginapan dari berbagai tipe dan fasilitas yang bisa disesuakan dengan budget kamu.

Berbagai olahraga air seperti snorkeling, diving, hingga berenang di tepiannya tentu menjadi aktivitas andalan yang perlu kamu coba di sini. Ombaknya yang masih tenang, juga akan membuatmu tetap merasa aman saat bermain air. Selain itu, ecantikan pulau ini pun, patut kamu abadikan di dalam kamera pribadimu.

4. Mengagumi keunikan arsitektur Masjid 99 Kubah

Masjid 99 Kubah Makassar

(foto: instagram/adekurniafs)

Kota Makassar, kini tengah menyiapkan ikon barunya. Yaitu, Masjid 99 Kubah. Keunikan arsitekturnya yang amat berbeda dengan masjid-masjid pada umumnya, membuat masjid ini sudah menjadi daya tarik wisata tersendiri, meskipun belum sepenuhnya rampung dan masih belum bisa digunakan untuk beribadah.

Lokasinya yang berada di tepian pantai, tepatnya berada di Center Pont of Indonesia (CPI) ini juga menjadikan masjid ini nampak menawan dengan latar matahari terbenam maupun terbit nampak megah melengkapi lukisan tuhan di belakangnya.

Keistimewaan masjid ini terlihat dari jumlah kubahnya yang berjumlah 99 serta dibuat berumpa-umpak. Masjid yang desainnya dibuat oleh Gubernur Jawa Barat yakni Ridwan Kamil ini, juga akan membangun area pelataran suci serupa dengam yang berada di Masjidil Harram Makkah.

Area ini diperkirakan akan mampu menampung 10.000 jemaah. Masjid 99 Kubah dibangun di atas lahan reklamasi Pantai Losari dan akan semakin indah jika kamu mengagumi panoramanya dari Anjungan Pantai Losari.

Perpaduan warna merah, jingga, dan kuning yanga da pada warna dinding masjid ini, membuatnya semakin akan membuatmu berdecak kagum.

Berkat keunikan desainnya tersebut, masjid ini disebut-sebut sudah termasuk  ke dalam 30 jenis masjid  terunik di dunia danb 10 masjid terbaik di Indonesia. Jadi, ketika berkunjung ke Pantai Losari, jangan lupa juga berkunjung ke sini ya.

5. Beriwisata religi ke vihara yang memiliki pagoda, Vihara Girinaga

Vihara Girinaga Makassar

(foto: instagram/pj_pete)

Ke Kota Makassar, kamu juga bisa menikmati wisata religi lainnya dengan bangunan peribatan yang banyak meninggalkan nilai sejarah, seperti Vihara Girinaga. Selain bernilai sejarah, rumah peribadatan umat Budha ini, juga memiliki bangunan yang terbilang cukup megah.

Dimana, bangunannya sendiri terdiri dari 9 lantai yang setiap lantainya memiliki fungsi-fungsi tersendiri. Vihara Girinaga juga memiliki pagoda yang membuatnya menjadi daya tarik wisata foto yang menarik.

Lantai satu dan empat merupakan area tempat beribadah, sementara lantai lima hingga lantai sembilan adalah bangunan pagoda. Inilah, yang menjadikan Vihara Girinaga unik, karena merupakan satu-satunya bangunan pagoda yang berada di atas vihara.

Memasuki area vihara, kamu akan ditakjubkan dengan pohon besar berusia 70 tahun yang konon didatangkan langsung dahulu dari India. Sementara, di dalam vihara kamu juga akan menemukan patung The Sleeping Budha yang dikatakan didatangkan dari Kamboja.

Lantai kedua vihara ini merupakan ruang peribadatan yang juga lokasi Sunday School. Selanjutnya, lantai tiga juga digunakan sebagai area beribadah, yang dilengkapi dengan lima patung. Untuk di lantai empat biasanya dijadikan area murid-murid untuk berlatih menari dan lainnya untuk perayaan hari besar umat Budha.

Nah, jika kamu berwisata ke sini, kamu bisa menikmati area lantai 6 yang di desain menyerupai wisata Angkor Watt di Kamboja dan dikhususkan untuk para wisatawan. Meskipun begitu, kamu tetap bisa bebas berkeliling dan mengunjungi tiap lantai yang dibuka untuk umum dengan menggunakan lift.

Baca juga: 10 Objek Wisata di Pulau Nias, Pesona Bahari Hingga Budaya yang Memikat

6. Berziarah ke pemakaman tua, Makam Raja Tallo

Makam Raja Tallo Makassar

(foto: instagram/novana29)

Jika kamu juga senang berwisata sejarah, kamu bisa coba berkunjung ke Makam Raja Tallo. Pemakaman ini olehe pemerintahan, sudah ditetapkan sebagai cagar budaya.

Di area pemakaman, kamu dapat menemukan makam tokoh-tokoh terkenal di masa lalu. Lokasi pemakaman ini berada di Kompleks Pemakaman Islam Kuno, yang tepatnya terletak di Jl. Sultan Abdullah Raya, Kecamatan Tallo. Di sini lah kamu dapat menemukan makam raja hingga keluarga dari Kerajaan Tallo tersebut.

Area pemakaman ini, terbagi ke dalam tiga tipe makam yang di antaranya adalah kubang, papan batu, serta kubah. Tipe p papan batu bentuknya bermodel bangunan kayu yang bebrbentuk empat persegi panjang.

Sementara itu, pada nentuk pada tipe kubang, berupa susunan balok  batu yang bentuknya perseg menyerupai bentuk candi Jawa. Tipe ini, ditujukan untuk makam-makam para raja, pejabat. Atau tokoh besar di istana. Lalu, ada tipe kubah yang dimana kubah ini fungsinya menaungi makam-makan yang ada di bawahnya.

Pemakaman yang diperkiran sudah ada sejak abad ke-15 ini, bangunan awalnya dibuat dari bahan batu andesit dan sebagian lainnya menggunakan batu bata. Selama iitu, bangunan makan ini telah dua kali mengalami perbaikan yang terus-menerus dilakukan hingga akhir mampu mendekati bangunan aslinya.

Makam-makam raja Tallo ini juga, areanya dibuat senyaman mungkin bagi pengunjug, seperti menambahkan  area taman yang ditumbuhi banyak pepohonan yang membuat area pemakaman ini sedikit demi sedikit terlihat asri.

Salah satu makam yang paling banyak mengundang wiatawan untuk menghampiri, adalah makam Macang Kebo atau yang bernama asli Sultan Mudaffar dan merupakan Raja Tallo pertama yang menganut agama Islam.

7. Menyusuri jembatan kayu yang dikelilingi indahnya hutan bakau, di Hutan Mangrove Lantebung

Hutan Mangrove Lantebung Makassar

(foto: instagram/ben_paran)

Destinasi wisata lainnya di Makassar yang juga menjadi favorit masyarakat setempatnya adalah Hutan Mangrove Lantebung. Hutang mangrove yang berlokasi di Kampung Lantebung, Kelurahan Bira, Kecamatan Tamalanrea ini, memanjang hingga 2 kilometer, menghadap kea rah Selat Makassar.

Rindangnya pepohonan mangrove yang membentang di tepian sungai yang menuju ke laut lepas ini nampak memukau dan memberikan kesejukan.

Kamu bisa memilih menaiki perahu untuk berkeliling menikmati udara segar dari hutannya, ataupun mencoba menyusuri jembatan cantic berwarna-warni yang juga memanjang hingga ke dermaga di dekat laut.

Panjang jembatan ini mencapai 250 meter. Beberapa tempat istirahat juga disediakan di sekitarnya, untuk dapat kamu gunakan sejenak saat lelah berjalan atau sekadar untuk duduk santai menikmati alam sekitar.

Beberapa anak juga senang menjadikan area perairan di hutan mangrove ini sebagai tempat berenang. Kedalamannya yang rendah, membuat sungainya masih aman digunakan untuk berenang.

Aktivitas favorit lainnya yang bisa kamu lakukan di hutan bakau ini, adalah menikmati sunset yang memnyembul bersemburat oranye di antara pepohonan mangrove yang hijau. Menjadi panorama tak terlupakan.

Tak hanya sebagai tujuan wisata, Hutan Mangrove Lantebung juga memberikan cukup banyak manfaat terutama bagi masyarakat yang hidup di sekitarnya.

Salah satunya, menjadi pengangkal akan terjadinya ombak pasang akibat angina barat, yang sebelum dibuatnya ekowisata ini seringkali membuat warga resah karena takut akan merobohkan rumah mereka yang kebanyakan berbentuk panggung.

Selain itu, hutan mangrove juga memberikan manfaat lain seperti menahan abrasi pantai hingga mencegah masuknya limbah. Hutan mangrove ini juga, menjadi habitat kepiting di dalamnya. Sehingga, banyak warga yang memanfaatkan berburu kepiting untuk dijual sebagai mata pencaharian mereka.

Setelah mendatangkan banyak berkah bagi warga setempat, Hutan Mangrove Lantebung juga terus membenahi diri untuk terus dapat menjadi tujuan wisata yang menarik, dengan merencanakan mendirikan kafe maupun spot-spot unik untuk kamu berfoto ria di sini.

8. Menapakki jejak sisa-sisa permukiman etnis Tionghoa di Chinatown Makassar

Chinatown Makassar

(foto: instagram/ piyoalexandra1713official)

Bagi kamu para pencinta fotografi atau pemburu spot foto instagenic, berwisata sambil mencari spot foto menarik nan artistic tentuny menjadi kesenangan tersendiri. Jika sedang berjalan-jalan ke Makassar, jangan lupa untuk sambangi Chinatown Makassar.

Yakni, sebuah area di Kota Makassar yang diisi oleh bangunan-bangunan sisa permukiman etnis tionghoa yang dahulu menempatinya. Beberapa bangunan terlihat sudah rusak bahkan tak terawat. Namun, justru inilah pesona rustic yang ditawarkan oleh jajaran gedung tua yang masih berdiri di sini.

Keistimewaan bangunan-bangunan yang ada di sini juga dapat dilihat karena gaya-gaya arsitekturnya yang diadopsi dari gaya Belanda. Beberapa klenteng tua juga masih berdiri di sini. salah satunya, adalah Klenteng Xian Ma atau yang juga dikenal dengan sebutan Istana Naga Sakti. Kamu bisa mengunjungi klenteng ini di Jl. Sulawesi no 112.

Bangunan tua klenteng yang sudah berdiri sejak tahun 1864 ini, menjadikannya menarik banyak minat pengunjung untuk menjejakkan kaki masuk ke area klenteng ini. Bahkan, tak hanya umat Tionghoanya saja yang datang, beberapa pengunjung yang bukan keturunan Tionghoa seringkala datang hanya untuk berfoto ria di area klenteng ini.

Jika di beberapa daerah di Indonesia, kamu sudah banyak menjumpai wisata Chinatown yang sengaja dibuat sebagai objek wisata, maka di kawasan wisata ini kamu akan disuguhkan wisata ala Chinatown yang sesungguhnya.

Karena di sinilah, masyarakat Tionghoa makassar yang diperkirakan sudah sejak abad ke-14 memasuki kota yang terkenal akan olahan pisangnya ini, banyak bermukim di area ini.

Kamu juga masih bisa melihat ramainya masyarakat Tionghoa di area ini dengan berbagai dekorasi khas Tionghoa serta pertunjukan barongsai yang mengasyikan,  ketika imlek tiba.

9. Memanjakan hobi fotografi di antara Kapal Pinisi di Pelabuhan Paotere

Pelabuhan Paotere Makassar

(foto: instagram/noidstedja)

Bagi kamu pencinta fotografi, berwisata melihat kapal-kapal phinisi yang masih dipenuhi dengan aktivitaslokal di sekitarnya, tentu menjadi pemandangan artistik yang akan sangat menarik untuk diabadikan dalam foto. Kamu, bisa berburu foto tersebut di Pelabuhan Paotere.

Di masa lalu, Pelabuahan Paotere menjadi saksi bisu akan berkuasanya kerajaan maritim yang ada di Makassar, yaitu Kerajaan Gowa Tallo. Di kawasan ini, kamu akan melihat jajaran kapal-kapal phinisi yang terparkir di tepi pelabuhan.

Pemandangan menarik yang dapat kamu saksikan di sini seperti aktivitas yang dilakukan warga setempatnya. Pelabuhan Paotere memang sudah tidak lagi berfungsi sebagai pelabuhan masyarakat, kini pelabuhan ini dijadikan sebagai pelabuhan tempat aktivitas perdagangan berlangsung di sini.

Perahu-perahu hilir mudik mengantarkan maupun menerima barang dagangan. Di pelabuhan ini juga, kamu akan menemukan pusat perniagaan dari para nelayan di Makassar.

Selagi sekadar becengkrama dengan alam dan menikmati menyapa aktivitas warga sekitar, kamu juga bisa mengunjungi pusat pelelangan ikan yang ada di sini. Ikan-ikan segar yang dijual di sini, berharga murah sehingga cocok sekali untuk kamu yang berburu ikan segar dengan harga miring.

Sebagai kawasan lalu lintas perdagangan laut, pelabuhan ini nampak ramai dengan berbagai aktivitas terkait seperti orang-orang yang sibuk memasukkan dan mengeluarkan barang dari truk-truk yang bersiap menaikki kapal.

Pelabuhan Paotere, menjadi bukti sejarah yang bernilai dari Kerajaan Gowa Tallo di sekitar abad ke-14. Dahulunya, 200 kapal phinisi terparkir di sini.

Lalu hingga kini beberapa sisa phinisi tersebut nampak artirtik masih terpakir di area yang sama menjadikannya aset bernilai tinggi dari Kerajaan Gowa Tallo yang berkuasa di Makassar pada masa silam tersebut.

10. Menggali kekayaan budaya serta sejarah Makassar, melalui Museum Kota Makassar

Museum Kota Makassar

(foto: instagram/abditravelindo)

Jika kamu belum cukup puas menggali sejarah mengenai Kota Makassar, kamu masih bisa mencoba bertandang ke Museum Kota Makassar. Di museum ini, terdapat ragam koleksi sejarah dari mulai zaman Kerajaan Gowa Tallo, era kolonial, hingga kondisi Makassar pasca kemerdekaan RI.

Menepmpati bangunan Belanda, yang dahulunya difungsikan sebagai balai kota pemerintahan Belanda, bangunan ini nampak menarik karena gaya arsitekturnya yang berupa gaya eropa tua.

Salah satu spot menarik yang dapat kamu jajal untuk latar berfotomu adalah sebuah meriam tua yang diperkirakan usianya sudah mencapai 300 tahun.

Beberapa koleksi museum yang dapat kamu nikmati di sini di antaranya seperti peta bumi, peta inilah yang digunakan oleh pemerintahan Hindia-Belanda dalam menandai berbaga daerah yang menyimpan beragam kekayaan alam yang ada di Indonesia untuk dikeruk habis. Khususnya, di Makassar yang saat itu dikuasai oleh Kerajaan Gowa-Tallo yang tengah berkembang pesat perekonomiannya.

Selain itu, kamu juga bisa melihat peta Benteng Somba Opu yang dibuat sebagai bentuk perlawanan dari Kerajaan Gowa terhadap tentara Belanda. Di dalam museum, terdapa relief dari ratu Belanda yaitu Ratu Wilhelmina dan anaknya yang bernama Juliana yang terus berusaha mempertahankan jajahan negaranya Belanda, di Indonesia.

Koleksi lainnya yang juga menarik meliputi koleksi keramik Cina dan Jepang, foto pelayaran rakyat Makassar yang terkenal akan keahlian menakhlukan laut, foto-foto masjid hingga gereja bernilai sejarah, serta adapula koleksi berupa dokumen perjanjian Kerajaan Gowa Tallo dengan Belanda, yang dikenal dengan Perjanjian Bungaya.

Berada di Kota Makassar, kamu akan dimanjakan dengan destinasi wisatanya yang sarat akan budaya serta sejarah, sekaligus kekayaan destinasi wisata alamnya yang tak ada habisnya.

Kota Metropolitan di bagian timur Indonesia ini, ternyata menyimpan segudang objek wisata yang belum banyak dikenal oleh seantero negeri.

Maka dari itu, Yuk! Kunjungi Makassar dan buktikan sendiri keseruan pelesiran di ibukota Sulawesi Selatan ini.