travel

Nih 10 Destinasi Wisata Ikonik di Kota Pontianak

By  | 

Apa yang teringat di kepala kamu ketika, mendengar nama Kota Pontianak? Beberapa wisatawan mungkin hanya mengenalnya sebagai Kota Khatulistiwa. Namun, Pontianak sebagai tujuan wisata memang belum dikenal. Padahal, kota ini sangat menarik untuk dijelajahi.

Beragam hal unik, serta keistiewaan budaya akan kamu temukan ketika menjelajahi Pontianak. Meskipun alamnya tidak banyak dilatari keindahan banyak topografi alam, Pontianak tetap memiliki daya tarik wisata tersendiri, yang akan harus coba berlibur ke Ibukota Kalimantan Barat ini.

Yuk, jalan-jalan ke sini sambil menyambangi spot menarik lainnya, yang dapat kamu temukan melalui 10 destinasi wisata berikut ini.

Baca juga: Pesona 7 Objek Wisata Kendari, Ibukota Sulawesi Tenggara yang Menyimpan Banyak Potensi Wisata

1. Menikmati panorama sungai terpanajang di Indonesia, di Taman Alun-alun Kapuas

Taman Alun-alun Kapuas Pontianak

(foto: instagram/sndey_)

Taman Alun-alun Kapuas sebagai ikon Kota Pontianak, menawarkan wisata spot-spot foto unik yang harus kamu kunjungi. Selain memiliki air mancur nan cantik, yang ketika malam tiba memancarkan lampu berwarna-warni.

Taman Alun-alun Kapuas kini semakin bersolek setelah tempat ini dijadikan venue Lomba Tilwalatil Qur’an  (STQ) Nasional. Beberapa sisa venue yang unik, menjadikannya memiliki daya tarik wisata baru yang mengundang banyak pengunjung.

Salah satu objek unik yang dapat kamu temukan adalah “Tanjak”. Tanjak merupakan mimbar yang digunakan untuk tempat bertilawah para peserta lomba. Mimbar ini memilki bentuk yang unik. Yakni, berbentuk penutup kepal khas etnis Melayu Pontianak yang disebut tanjak tersebut.

Menariknya lagi, mimbar ini tepat didirikan di atas sungai terpanjang di Indonesi itu, yaitu Sungai Kapuas. Bangunan Tanjak yang berwarna kuninh ini, terlihat begitu menonjol keberadaanya di Taman Alun-alun Kapuas. Menjadikannya ikon baru alun-alun Pontianak, dengan ciri khas keetnisannnya yang kental.

Selanjutnya, di alun-alun ini dibuat sebuah jembatan penghubung yang juga berearna kuning. Jembatan ini sendiri, memanjang menghubungkan Jl. Rahadi Usman menuju Pasar Siantan Pontianak. Objek wisata foto khas Pontianak lainnya yang dapat kamu jadikan latar foto menarik adalah Miniatur Tugu Khatulistiwa serta Kapan Bandong.

Keberadaan miniature tugu ini, mencirikan Kota Pontianak sebagai kota di Indonesia yang dilewati titik 0 derajat atau khatulistiwa. Letaknya yang berada di tepian Sungai Kapuan, seakan menambah ke ikonik-annya tersendiri. Jika kamu ingin menyisiri sunga terpanjang di Indonesia ini, kamu bisa coba menaikki Kapal Bandong.

Jangan lupa, berfoto juga di tulisan besar bertuliskan “Sungai Kapuan” yang tak kalah ikonik dengan objek foto lainnya di sini.

2. Melihat ragam flora dan fauna Kalimantan Barat, di Hutan Kota Untan

Hutan Kota Untan Pontianak

(foto: instagram/winaoktvia)

Berbagai koleksi tumbuhan khas Kalimantan Barat dapat banyak kamu jumpai di Hutan Kota Untan atau yang juga memiliki nama lain Arboretum Sylva Untan. Di sinilah beragam jenis hayati khas Kalimantan Barat (Kalbar) dipelihara dan terus dikembangkan.

Tak hanya sebagai tempat rekreasi yang menyenangkan, hutan kota ini juga menjadi pusat edukasi mengenai kekayaak hayati Kalbar tersebut. Lebih tepatnya, di sinilah pelestariasn plasma nutfah dilakukan. Taman kota ini terletak di kawsan Universita Tanjungpura, Jl. Jenderal Ahmad Yani, Pontianak.

Jumlah koleksi tumbuhan yang tersimpan di dalam hutan kota yang memiliki luas 3,2 hektar ini terdiri dari berbagai jenis. Di antaranya 190 jenis pohon, 176 perdu, 86 anggrek, serta jenis tumbuhan bawah. T

ak hanya itu, hutan ini juga dihuni oleh beberapa jenis satwa, antara lain 32 jenis burung. 12 jenis mamalia, 35 jenis serangga, hingga 14 jenis hertofauna.

Hutan lebat nan rimbun yang memayungi alam kawasan ini, menjadikan kamu betah berlama-lama menikmati alam segar dan sejuk yang disajikannya. Sejenak membersihkan paru-parumu dari polusi udara perkotaan yang menyesakkan.

Keindahan alam hutan kota ini, menjadikannya seringkali menjadi lokasi syuting film maupun jenis video lainnya. Selain ekowisata, menikmati wisata di sini dengan melakukan joggimg, cycling hingga mencob outbond juga menjadi seru untuk dilakukan.

Kini, demi menjadikan objek ekowisata ini dikenal di dunia Internasional juga, Abroretum Sylva Untan tengah terus mempercantik kawasannya. Seperti dengan membangun Homestay hingga menyediakan fasilitas peminjaman Meeting Room.

Untuk mempermudah pengunjung agar dapat berkeliling hutan dengan nyaman, pengelola juga membuat rail yang dapat digunakan pengunjung nantinya. Tak jarang beberapa pengunjung muda, sengaja membawa hammock ataupun tenda, untuk dapat lebih santai menikmati alam Hutan Kota Untan.

3. Mengunjungi megahnya Keraton Kesultanan Kadriah

Keraton Kesultanan Kadriah Pontianak

(foto: instagram/sq.esqiu)

Keraton Kesultanan Kadriah menjadi saksi bisu atas kejayaan Kesultan Kadriah yang pernah berjalan pada bertahun-tahun silam di Pontianak. Usia bangunan ini, bahkan sudah diperkirakan 300 tahun. Warna kuning keemasan yang mendominasi keratin ini, membuat kemegahan bangunannya terlihat semakin menonjol.

Letaknya yang juga bertepian dengan Sungai Kapuas, menjadikannya semakin terlihat menawan. Bangunan keratonan ini, disebut sebagai bangunan istana terbesar yang ada di Kalimantan Barat.

Memiliki luas bangunan 30×50 meter serta terdiri dari tiga tingkat, membuat bangunan ini sangat besar. Di dalamnya, dipajang koleksi berbagai benda peninggalan sejarah dari Kesultan kadriah, yang antara lain berupa kursi singgasana, keri pusaka, tombak penobatan, tempayan, pedang, cermin seribu, baju kesultanan Al-Qur’an serta masih banyak koleksi lainnya.

Menariknya, Al-Qur’an yang disimpan di sini, merupa Al’Qur’an yang dahulunya langsung ditulis tangan oleh Sultan Abdurahman, yakni salah satu sultan yang bertahta di Kesultanan Kadriah ini. Usia Al-Qur’an ini pun, diperkirakan sudah mencapai 2 abad.

Benda bersejarah lain yang memiliki keistimewaan tersendiri adalah Cermin Seribu. Cermin unik ini, diberikan oleh seorang Perancis pada tahun 1823. Disebut cermin seribu, karena bayangan yang dipantulkan ketika kamu bercermin dihadapannya, diperkirakan mampu dipantulkan hingga ribuan kali.

Beberapa tradisi adat juga masih dapat kamu saksikan di sini.  seperti acara perkawinan, gunting rambut bayi, serta tepong dan tawar. Pasangan yang diperkenankan melangsungkan pernikahan di sini harus yang memiliki keturunan kesultanan, yang berasal dari luar keratin tak diperkenankan.

4. Berfoto di rumah adat terbesar di Indonesia, Rumah Betang Redakng

Rumah Betang Redakng Pontianak

(foto: instagram/mael_roslan)

Jika kamu ingin berkunjung ke rumah adat terbesar di Indonesia, Rumah Betang Redakng di Kota Pontianak adalah tempatnya. Rumah adat ini merupakan rumah adat dari Suku Dayak Kanayatn, yang berada di Kalimantan Barat. Jenis rumah adat ini, termasuk ke dalam Rumah Panjang.

Ciri khas dari bangunan rumah adat ini, adalah terdapatnya kolong-kolomg di bagian pondasi rumah. Bangunan utamanya yang sengaja dibuat tinggi serta menyisakan ruang di bagian pondasinya tersebut, berfungsi sebagai bentuk pertahanan atau perlindungan dari binatang buas maupun musuh.

Sebagaimana bangunannya yang besa dan luas, rumah panjang ini diperuntukkan untuk mampu menampung 100 orang di dalamnya. Ruangan di dalamnya, umumnya berbentuk bili-bilik yang memisahkan beberapa keluarga yang menghuninya.

Keberadaan Rumah Betang Redankg dengan ukuran yang lebih besar daripada aslinya ini, merupakan upaya pemerintah agar masyarakat Pontian tetap dapat terus menghargai keberadaan warisan budaya ini, yang saat ini sudah hampir punah di kampung asli adat Dayak.

Kamu  bisa mengunjungi Rumah Betang Redakng yang nampak megah dan unik ini, di Jl. Sultan Syahrir, Kota Pontianak. Miniatur rumah adat yang dibuat dalam frekuansi yang lebih besar ini, juga telah mengalami modifikasi. Modifikasi ini antara lain pada bahan bangunannya yang dibuat dari beton.

Lalu banyak tambahan arsitektur pahatan di dindingnya, serta bentuk atapnya yang dibuat lebih modern. Keberadaan rumah adat ini, menjadi magnet wisata tersendiri bagi para pelancong yang datang. Beberapa spot foto unik yang menunjukkan keetnisan dapat banyak kamu coba di sini.

5. Berwisata ke kampunng warna-warni di tepi Sungai Kapuas, Kampung Wisata Kuantan

Kampung Wisata Kuantan Pontianak

(foto: instagram/genbikalbar)

Pontianak juga menawarkan destinasi wisata berupa kampung warna-warni. Namanya, Kampung Wisata Kuantan. Menariknya, kampung ini berada di tepian sungai Kapuas. Lokasi perkampuangan wisata ini, berada di Jl. Imam Bonjol, Kelurahan Benua Melayu Laut, Kecamatan Pontianak Selatan.

Keberadaan kampung ini, menjadiobjek wisata instagrammable yang menjadi incaran para wisatawan, khususnya masyarakat Pontianak itu sendiri.

Kampun Kuantan diresmikan menjadi kampung warna-warni sejak tahun 2015 lalu. Tujuannya, sebenarnya serupa dengan kampung-kampung warna-warni lainnya di Indonesia.

Yakni mengubah perkampungan kumuh menjadi lebih bersih dan cantik dengan mencat pagar rumah, dinding rumah, tembok, jalan, tempat pembuangan sampah, kafe, pot bunga dan lainnya. Berkat proses tersebutlah, Kampung Kuantan menjadi unik dan menarik untuk dikunjungi.

Penggagas untuk mempercantik Kampung Kuantan ini, berasal dari Kelompok Sadar Wisata Benua Melayu Laut, yang bekerja sama dengan Coorporate Social Responbility (CSR) dari Bank Indonesia yang bercabang di Kalimantan Barat.

Tak hanya itu, selain tampilannya yang instagrammable, Kampung Kuantan juga menyajikan pemandangan indah di sekitarnya, seperti menjadi jalur yang dilewati oleh Kapal Wisat yang melintas di Sungai Kapuas.

Kapal wisata ini juga tampil denga dekorasi menarik, dengan berbagai dekorasi serta lampu warna-warni yang menghiasinya. Ketika malam takbiran, kamu juga dapat menemukan tradisi unik masyarakat kampung ini, berupa lomba meriam karbit.

Baca juga: Menilik Geliat 10 Pesona Wisata Palu yang Tengah Bersolek Kembali

6. Menelusuri kekayaan lidah buaya di Pontianak melalui Aloe Vera Center

Aloe Vera Center Pontianak

(foto: instagram/multisiahaan)

Pontianak juga punya objek wisa agrowisata yang menarik. Yakni, tempat pengembangan tanaman lidah buaya, atau yang disebut Aloe Vera Center. Tanaman khas satu ini, memang semakin banyak digandrungi kini, seperti untuk bahan kosmetik hingga tanaman obat yang sudah lama dikenal akan khasiatnya.

Ada beberapa jenis tanaman Aloe Vera. Namun, di Indonesia jenis terbanyaknya adalah jenis Aloe Chinensis Baker yang berasal dari tanah Tionghoa.  Nah, pusat penanaman aloe terbesar di Indonesia ini, berada di Kalimantan Barat. Di Pontianak, masyarakat kemudian mengenalnya dengan nama Lidah Buaya Pontianak.

Terdapat ciri-ciri tersendiri dari Lidah Buaya Pontianak ini. Yakni, bunganya yang memiliki warna oranye, lalu pelepahnya yang berwarna hijau muda, dan pelepah bagian atasnya yang memilki bitnik putih serta berbentuk cekung, pada tanaman aloe vera yang masih muda.

Kondisi tanah di Pontianak yang banyak memiliki tanah gambut, membuat Ibukota Kalimantan Barat ini, banyak ditumbuhi berbagai tanaman serta mudah untuk dibudidayakannya. Seperti Lidah Buaya Pontianak ini. Aloe Vera Center Pontianak ini, berada di Jl. Budi Utomo No 29, Siantan Hilir, Pontianak Utara, Kota Pontianak.

Jajaran Lidah Budaya yang ditanam di Aloe Vera Center ini, termasuk ke dalam jenis Aloe Vera Chinensis. Yaiti jenis yang sudah dapat mulai dipanen mulai dari umur 12 hingga 13 tahun. Kualiatas lahan baik yag ada di sini, membuat lidah buaya terus tumbuh sebur.

Di objek wisata ini kamu juga bisa mencoba olahan lidah buaya yang dibuat menjadi berbagai penganan yang menarik. Mulai dari dodol, cokelat, serta jelly.

Tak hanya itu, kamu juga dapat melihat langsung bagaima proses pengolahan aloe vera tersebut, yang dilakuan sehigienis mungkin. Objek wisata satu ini, juga sangat cocok untuk menjadi tujuan wisata industry atau edukasi.

7. Menikmati ragam wahana air dari Paradise Q Waterpark

Paradise Q Water Park Pontianak

(foto: instagram/sndey_)

Selanjutnya, menjajal wisata wahana air di Pontianak juga akan menyenangkan. Untuk dapat menikmatinya, kamu bisa berkunjung ke Paradise Q Waterpark. Taman wisata air ini terletak di kawasan Qubu Resort, yang berada di Jl. Arteri Supadio.

Tak hanya sebagai objek wisata rekreasi air saja, Paradise Q Waterpark juga membangun objek wisatanya dengan nuansa alam tropis yang kental. Berbagai jenis kolam serta wahana permaianan menyenangkan banyak disediakan di sini. Tentunya, akan membuat liburanmu jauh dari kata bosan.

Beberapa wahana andalan yang harus kamu coba di sini, antara lain Kolam Ombak.  Kolam Ombak, cocok untuk dinikmati beragam usia kalangan pengunjung, wahana satu ini, menyediakan ombak buatan yang akan membuatmu seakan berada di pantai sungguhan.

Beberapa ornament pelengkap di wahana ini seperti bebatuan, pasir pantai, hingga pepohonan kelapa di sekitar kolam, menambah keseruan kamu menerjang ombak di wahana ini. Wahana lain yang tak tak boleh ketinggalan untuk dicoba, adalah Kolam Arus.

Di sini, kamu akan diajak menelusuri area kolam yang airnya mengalir seperti arus sungai. Membawamu berkeliling Paradise Q Park. Memandangai berbagai kawasan wahana air, hinga pemandangan hutan alami sungguhan yang menyenangkan.

Jangan lupa juga, coba berbagai wahana perosotan airnya yang menantang. Dua yang paling wajib kamu coba adalah water slide dan race slide. Pada wahana water side, kamu akan dihadirkan dua pilihan perosotan yakni slide lurus atau slide spiral.

Serunya, kedua perosotan ini akan kamu jajal dari atas ketinggian 12 meter. Sementara itu, seperti namanya Race Slide seringkali dijadikan arena seru untuk berlomba bersama kerabat.

Pasalnya, di sini terdapat 4 jenis perosotan yang berada dari ketinggian 10 meter, dengan jalur bergelombang yang menegangkan saat kamu lewati.

8. Singgah di masjid bergaya arsitektur Kalimantan Barat,  Masjid Raya Mujahidin

Masjid Raya Mujahidin Pontianak

(foto: instagram/dinaarl_)

Berkunjung ke Pontianak, jangan lupa juga untuk mengunjungi masjid terbesar di Kalimantan Barat, yakni Masjid Raya Mujahidin. Masjid yang sudah diresmikan sejak tahu 1978 ini, menawarkan bangunan masjid dengan gaya arsitektur khas Kalimantan Barat.

Kekhasan tersebut, dapat kamu lihat dari kehadiran banyaknya tiang-tiang yang menyangga masjid. Jumlah jamaah yang diperkirakan dapat ditampung oleh masjid ini sendiri, sekitar 9.000 jamaah. Letaknya yang berada di tengah Kota Pontianak, menjadikannya sebagai pusat dakwah di Kota Khatulistiwa tersebut.

Masjid Raya Mujahidin, menjadi masjid terbesar di Kalimantan Barat, salah satunya setelah diperluas pada tahun 2011, dan rampung dikerjakan pada tahun 2015 lalu. Total lahan yang ditempati masji ini, kurang lebih seluas 4 hektare. Dimana masjid memilki dua lantai.

Bangunannya, dibagi menjadi tiga bagian. Dimana pada bagian utama, luasnya adalah 60×60 meter. Sementara pada bangunana menara utama, letaknya ini terpisah dari bangunan utama serta berjarak cukup jauh dari bangunan utama.

Masjid ini juga memiliki pelataran.plaza yang letaknya di depas masjid dan berbentuk segi empat dan dikitari oleh koridor panjang.

Selain arsitektur khas Kalimantan Barat, masjid ini juga banyak dipengaruhi oleh ragam arsitektur dari wilayah lainnya, seperti terdapatnya seni bina bangunan Islam, lalu bebrbagai peradaban Islam di Timur Tengah, juga beberapa aksen hiasan khas Pontianak.

Kecantikan lainnya dari masjid ini juga dapat terlihat dari bentuk kubahnya yang besar serta berwarna keemasan. Disertai desain berupa mozaik khas Kalimantan, yakni motof-motif menarik yang menambah keistimewaanya.

Di bagian ujung kubah ini, terdapat ornament sederhana yang bentuknya runcing serta melambangkan tegakmya pendirian islam layaknya huruf alif.

9. Wisata religi ke makam kesultanan, Makam Kesultanan Batu Layang

Makam Kesultanan Batu Layang Pontianak

(foto: instagram/dewimysrh_)

Destinasi wisata religi lainnya, yang dapat kamu kunjungi ketika berada di Pontianak adalah destinasi Makam Batu Layang.  Di kompleks pemakaman ini, beberapa tokoh penting dari pendirian Kota Pontianak dimakamkan di sini.

Di antaranya seperti makan dari cikal bakal pendiri Kota Pontianak, yakni Sultan Syarif Abdurrahman Alkadri. Tradisi ziarah makam ke pemakaman tua ini, semakin banyak dilakukan, terutama di peringatan hari jadi Kota Pontianak, yang memang menjadi agenda rutin, bagi pemerintahannya.

Makam Kesultanan Batu Layang ini, juga menajadi aset sebagai cagar budaya. Konon, lokasi dari pemakaman ini, mempunya mempunya tiga garis lurus yang sama dengan Keraton Kesultanan Kadriah serta Masjid Sultan Abdurrahman, yakni dari arah timur ke barat.

Makam ini letaknya bersisian dengan Sungai Kapuas. Makam Sultam Abdurrahman tersebut,  terbuan dari bahan kayu belian yang memiliki tingkat dua.  Makamnya, memiliki ukiran serta motif berupa tumbuhan bersulur yang ditutupi dengan sebuah kelambu berwarna terang. Kompleks pemakaman ini, diperkirakan berusia 200 tahun.

Makam Sultan Abdurrahman ini, bersebelahan dengan makan istri serta anaknya, dengan pagar khusus yang mengelilinginya.

Area pemakaman ini juga memiliki tanda-tanda khusus yang membedakan antara makam sultan dan makam keluarga perempuan. Makam lelaki biasanya memiliki bentuk nisan berupa gada. Sementara itu, nisan keluarga perempuan biasanya berbentuk pipih.

10. Menelusuri kekayaan budaya serta sejarah Kalimantan Barat, di Museum Kalimantan Barat

Museum Kalimantan Barat Pontianak

(foto: instagram/bary_borneo)

Berlokasi di Jl. Jenderal Ahmad Yani, Kota Pontianak, Museum Kalimantan Barat menawarkan berbabagi koleksi lengkap dari benda-benda persejarah dalam peradaban di Kalimantan Barat. Koleksi peninggalan sejarah yang tersimpan di sini meliputi dari berbagai budaya, di Kalbar.

Seperti Melayu, Dayak, dan Tionghoa. Begitu kamu memasuki area musim, kamu bisa menjelajahi tiga ruangan yang dikelompokkan berdasarkan jenis koleksi yang dipajangnya. Koleksi tersebut di antaranya geografika, arkeologika, historika, geologika, biologika, numismatikan dan heraldika.

Pada lantai pertama, beberapa pakaian resmi kesultanan dipajang. Beberapa jenis mata uang juga disimpan di sini, seperti logam Asia dan Eropa, serta uang kertas Jerman. Memasuki lantai dua, kamu akan menamukan ruangan budaya.

Di sinilah kamu akan diperlihatkan ragam kebudayaan khas Kalimantan Barat. Ragam budaya ini, ,eliputi berbagain unsur yakni religi dan upacara keagamaan, mata pencaharian hidup, organisasi kemasyarakatan, teknologi dan peralatan, serta pengatahuan dan bahasa. Di lantai ini juga terdapat ruangan yang menyimpan lukisan mengenai kondisi berburu masyarakat zaman dahulu.

Selain itu msih ada koleksi peralatan perdukunan, alat tenun tradisional dan hasil karya tenunnya, alat permainan tradisional,juga koleksi pelaminan tradisional, hingga beberapa jenis pakaian adat. Pada ruangan terakhir, adalah ruangan khusus koleksi keramik. Berbagai jenis kerajinan keramik dengan berbagai bentuk, dikoleksi di sini.

Mulai dari piring, sendok, mangkuk, tempayan,  serta benda lainnya yang berasal dari Vietnam, Jepang, Cina, Eropa dan keramik lokal, asal Singkawang. Jumlah keseluruhan koleksi yang disimpan di sini kurang lebih sebanyak 4000.

Banyak hal menarik yang ada di Pontianak. Terbukti, bahwa Pontianak adalah daerah yang wajib dituju bagi kamu yang hobi berlibur, berpertualang, sembari menggali sejarah, bukan? Menyelami sejarah sendiri, memang tak pernah ada habisnya.

Ternyata, kota yang dijuluki sebagi Kota Khatulistiwa ini, dapat menjelma menjadi kota wisata yang sangat cocok untuk liburan keluarga. Nyaman, aman, dan sarat akan edukasi. Yuk Siap-siap pergi ke sini dan nikmati segala hal yang ditawarkan di dalamnya!