travel

10 Destinasi Wisata Kepulauan Riau yang Punya Alam Indah

By  | 

Perpaduan wisata Kepulauan Riau berupa pantai, hutan, danau, hingga gurun pasir, menjadikan provinsi yang memiliki banyak gugusan pulau kecil ini, cocok untuk dikunjungi bagi kamu para pencinta alam.

Pesona tak terbantahkan dari salah satu provinsi di pulau Sumatera ini adalah kekayaan baharinya. Berlibur ke sini, dijamin bakal buat kamu betah!

Berikut rekomendasi destinasi wisata di Kepulauan Riau yang buat kamu betah berlama-lama di sini.

Baca juga: Wisata Ke Lampung, Jangan Lupa Kunjungi 10 Objek Wisata Ini

1. Menikmati snorkeling di Pulau Petong 

Pulau Petong Kepulauan Riau

(foto: instagram/julianloh03)

Jika sebelumnya Kota Batam yang berada di Kepulauan Riau sudah dikenal karena keindahan Pulau Bintan, ternyata selain itu Batam masih mempunyai destinasi wisata bahari lainnya yang tak kalah menakjubkan. Sebut saja Pulau Petong.

Pulau yang terletak di Abang Island, Galang, Kota Batam ini menawarkan pesona keindahan bawah laut dari kejernihan airnya yang nampak berwarna tosca.

Menariknya, selain dapat coba menjajal beberapa olahraga air, kamu juga bisa menikmati keindahan panorama bawah lautnya dari atas jembatan kayu yang panjang membentang dari tepian hingga ke tengah sungai.

Olahraga seperti snorkeling maupun diving, menjadi aktivitas yang tak boleh kamu lewatkan di sini. Dengan menyelami airnya yang sebening kristal, kamu dapat dimanjakan dengan aneka biota laut yang hidup di dalamnya, berkeliaran di antara bebatuan karang yang terlihat begitu artistik.

Meskipun ketenarannya baru terdengar mulaisekitar tahun 2015, namun kini Pulau Petong mulai semakin memiliki tempat dihati para penggemar wisata bahari tersendiri.

Airnya yang tenang dengan deburan ombak yang lembut, membuat kamu akan betah berlama-lama menikmati panorama maupun menyelam di dalam airnya. Akses menuju Pulau Petong, jika kamu mulai dari pusat Kota Botam, harus ditempuh selama 3 jam.

Namun, lelahmu akan segera terbayar lunas, begitu samapi di pulau ini. Perpaduan pasir putih, pepohonan rindang, serta bebatuang karang di sekitar pantai menjadi pelengkap keindahan Pulau Petong.

Kamu juga bisa, memilih untuk menginap di area penginapan di sini, selain itu juga, kini banyak yang menyediakan paket berwisata di Pulau Petong.

2. Mega Wisata Ocarina, serunya menjajal taman bermain di pinggir pantai

Mega Wisata Ocarina Kepulauan Riau

(foto: instagram/lingweiix)

Jika Jakarta punya Dufan, nah Kepulauan Riau, punya Mega Wisata Ocarina. Mega Wisata Ocarina merupakan taman bermain  di pinggir pantai yang diresmikan oleh mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, pada tahun 2009 silam.

Taman bermain ini menawarkan berbagai wahana seru yang sangat seru untuk kamu jajal. Selain itu, taman bermain modern ini, menyajikan berbagai spot foto yang ciamik. Salah satu yang paling favorit, adalah foto dengan latar kincir angin raksasa ditambah latar laut yang memukau.

Beberapa wahana bermain yang dapat kamu naikki di sini, antara lain Giant Wheel, Aerorail yaitu wahana bersepeda di udara dengan kawat penyangga, dari ketinggian 3 meter, adapula Spin Tower, Robot Rail, 360 Madness, atau kamu juga bisa  coba lari menggunakan Sky Runner.

Anak-anak juga bisa bermain di wahana seperti Merry Go Round atau Playing Elephant. Selain berbagai wahana, taman bermain yang luas lahannya 40 hektare ini, juga menyediakan area bersantai  seperti gazebo. Kamu juga bisa berolahraga lari-lari kecil sembari menikmati angin sepoi-sepoi di area jogging yang juga disediakan.

Memasuki area taman bermain ini, kamu akan disambut dengan jajaran patung Shio. Di antaranya Patung Kelinci, Naga, Kambing, Ular, Harimau dan lainnya.

Tak hanya itu, di patung-patung shio ini, kamu bisa membaca penjabaran mengenai filosofi dari masing-masing shio tersebut, yang disampaikan dalam Bahasa Inggris, Mandarin dan Bahasa Indonesia.

Untuk dapat berkunjung ke sini, kamu dapat menemukan taman wisata ini di Sadai, Bekong, Kota Batam, Kepulauan Riau.

3. Menengok bekas pulau pengungsian penduduk Vietnam di Indonesia melalui Kampung Vietnam

Kampung Vietnam Kepulauan Riau

(foto: instagram/brerisandro)

Selanjutnya destinasi wisata sejarah di Pulau Galang, yaitu Kampung Vietnam. Kampung Vietnam merupakan saksi bisu tempat pelarian para penduduk Vietnam yang kabur dari tentara-tentara komunis kejam yang siap menindas yang tidak sepaham dengan mereka.

Peristiwa mengungsinya masyarakat Vietnaam ke Pulau Galang ini, menggunakan sebuah kapal kayu yang menampung 40-100 orang. Di pulau ini, kamu juga bisa menemukan bukti berupa keberadaan 3 kapal yang digunakan mengungsi, yang kini dijadikan monumen.

Meskipun saat itu masyarakat Vietnam hidup terasing di Pulau Galang, dikarenakan berbagai penyakit bawaan mereka. Namun, masyarakat yang tinggal di sana tetap hidup damai seperti berada di negara sendiri. Mereka kemudian membuat rumah ibadah, museum, hingga penjara.

Saat ini, Pulau Galang sudah sama sekali tak berpenghuni, namun dijadikan salah  satu objek wisata sejarah yang cukup ramai dikunjung para pelancong. Bertandang ke sini, kamu akan menjejakki berbagai kisah untaian sejarah melalui bangunan-bangunan peninggalannya.

Kamu juga akan melihat foto-foto kehidupan pengungsi, hingga foto seribu wajah dari para masyarakat Vietnam yang dulu mengungsi ke sini.

Peristiwa sejarah yang dikenal dengan peristiwa “Manusia Kapal” ini, juga meninggalkan sebuah area pemakaman, tempat para korban masyarakat Vietnam yang meninggal karena sakit atau usia tua, bernama Ngha Trang Grave.

Ketika masuk ke area perkampungan, kamu akan disambut dengan Patung Kemanusiaan atau Taman Humanity, sebagai perlambang mengenang kejadian naas, berupa pemerkosaan yang dilakukan sesama pengungsi yang pernah terjadi di sini.

Beberapa bangunan peribadatan yang dibangun pengungsi Vietnama seperti Vihara, Gereja, hingga Mushola juga masih dapat kamu lihat di sini.

4. Melihat sisa rumah tinggal Habibie selama di Batam melalui Taman Habibie Tangga Seribu

Taman Habibie Tangga Seribu Kepulauan Riau

(foto: instagram/ninodarmokoputra)

Wisata Taman Habibie Tangga seribu, merupakan wisata napak tilas wilayah yang konon dahulunya, dibangun tempat tinggal BJ Habibie, selama menetap di Batam. Namun, kini bangunan tersebut hanya tersisa pung-puingnya saja.

Masyarakat setempat, kemudian berinisiatif untuk menjadikan kawasan ini sebagai destinasi wisata, dengan membangun area spot foto yang dibuat berada di ketinggian, di atas pepohonan.

Kawasan bekas tempat tingga BJ Habibie ini, berada di dekat pantai. Sehingga, ketika kamu berada di puncak spot foto yang dapat difungsikan sebagai gardu pandang, kamu juga dapat menikmati pemandangan laut dari Pantai Dangas yang asri nan eksotis.

Pemilihan nama untuk kawasan ini sendiri, berasal dari tangga yang digunakan pengunjung jika ingin mencapai gardu pandang tersebut. Selain itu, tangga lainnya juga akan kamu temukan ketika mengakses jalan turun menuju Pantai Dangas.

Panorama Pantai Dangas juga dilengkapi dengan terdapatnya pulau kecil di tengah lautnya, yang bernama Pulau Putra. Kamu juga sudah bisa melihat pemandangan gedung-gedung pencakar langit di Singapura dari sini.

Jika kamu ingin berkelana ke Pulau Putra tersebut, juga bisa. Pengelola sudah menyediakan banana boat yang dapat digunakan untuk menyebrangi pantai menuju Pulau Putra.

5. Sensasi liburan ala Timur Tengah di Gurun Pasir Busung

Gurun pasir Busung Kepulauan Riau

(foto: instagram/19_kellytan)

Kepulaun Riau juga punya destinasi wisata nan eksotis. Kamu dapat merasakannya di Gurun Pasir Busung. Gundukan pasir yang terbentuk setelah dilakukannya penambangan pasir pada tahun 2013 silam ini, ditinggal setelah selesai dilakukan penambangan.

Masyarakat setempat, kemudian secara swadaya menjadikannya destinasi wisata yang kerap kali mendatangkan banyak wisatawan, bahkan yang berasal dari mancanegara.

Lokasinya yang terlihat memukau, menjadikan Gurun Pasir Busung ini, ketika dilihat dari kejauhan, nampak sepert gurun pasir yang berada di timur tengah.

Masih di area gurun pasir, kamu juga dapat menemukan telaga biru yang rupawan. Perpaduan telaga biru dengan gurun pasir berwarna putih kecoklatannya membuatnya begitu asyik dipandang mata. Telaga biru ini, lagi-lagi terbentuk karena genangan air yang terus diguyur hujan yang menjadikannya danau berwarrna biru.

Air di telaga biru ini, juga mengalir dari Hutan Mangrove yang berada tak jauh dari telaga biru, bersebrangan dengan gurun pasir.

Kamu juga bisa menikmati pemandangan di tengah telaga biru tersebut, dengan berjalan menyebrangi jembatan kayu kecil yang panjangnya di mulai dari area gurun pasir hingga ke tengah telaga.

Jika kamu juga ingin menikmati udara sejuk di hutan mangrovenya, kamu tinggal berjalan di jembatan kayu di sisi kanan, yang menghubungkan gurun pasir dengan telaga biru.

Setelah lelah berfoto ria di area gurun pasir yang terik akan sinar matahari ini, kamu bisa mencicipi es kelapa muda atau minuman lainnya yang dijajakan di kedai sekitar kawasan ini.

Baca juga: Berburu 10 Objek Wisata Eksotis Bengkulu yang Mengagumkan

6. Berkunjung ke Masjid Raya Sultan Riau, daya tarik bangunan berbahan dasar putih telur

Masjid Raya Sultan Riau Kepulauan Riau

(foto: instagram/saputranandazn)

Kepulauan Riau juga banyak menawarkan destinasi religi. Di provinsi ini, banyak terdapat masjid-masjid megah nan menawan yang seringkali mengundang banyak wisatawan untuk berdatangan. Salah satunya, adalah Masjid Raya Sultan Riau.

Masjid yang terletak di Pulau Penyengat, Kepulauan Riau ini menawarkan wisata religi yang juga sarat akan sejarah di dalamnya. Bangunan masjid ini, merupakan bukti peninggalan dari kesultanan yang pernah berkuasa di Kepulauan Riau.

Berada di pulau seluas 240 hektar, masjid ini nampak begitu menyita perhatian, karena warnanya yang kuning mencolok. Keistimewaan dari masjid ini salah satunya terletak pada terdapatnya 13 kubah dan 4 menara yang mendominasi bangunan masjid tersebut.

Masjid ini, tepatnya dibangun oleh Raja Haji Fisabilillah, yang dahulu memutuskan membuat kubah masjid setinggi 18 meter, agar dapat digunakan muadzin mengumandangkan adzan, di Pulau Penyengat.

Masjid Raya Sultan Riau juga memiliki keunikan-keunikan tersendiri, salah satunya penggunaan bahan dasar bangunan berupa putih telur, yang dicampur dengan tanah liat, kapur, serta pasir. Kamu juga dapat melihat kitab suci di masa lampau, yang begitu istimewa karena ditulis langsung dengan tangan, oleh Abdurrahman Stambul.

Di sini juga, terdapat bukti awal mula perkembangan sastra melayu, yakni Gurindam Dua Belas. Kamu juga dapat melihat pajangan-pajangan yang berasal dari negara lain, yang sengaja disimpan di sini. Antara lain seperti pasir tanah mekkah, karpet permadani turki, hingga lampu kristal dari Kerajaan Prusia.

7. Menikmati kebun binatang di dalam hutan rimba, di Hutan Wisata Mata Kucing

Hutan Wisata Mata Kucing Kepulauan Riau

(foto: instagram/muliana29_)

Selain wisata sejarah, Kepualauan Riau juga menyimpan kekayaan alam, berupa fauna dan flora yang beranekaragam. Kamu bisa menjumpai flora sekaligus satwa-satwa endemik maupun umum, yang berada di sini tersebut dengan mengunjungi Hutan Wisata Kucing.

Keberadaan kebun binatang ini, menjadi berbeda dengan kebun binatanga pada umumnya. Dikarenakan, letaknya yang masih benar-benar alami, yaitu di dalam hutan rimba. Tepatnya, di kawasan Setapang.

Berwisata ke sini selain menikmati udaranya yang sejuk disertai perhutanan yang asri, kamu juga dapat banyak mempelajari ragam jenis satwa di dalamnya. Beberapa koleksi hewan yang dapat kamu liat di sini, antara lain seperti ular, kura-kura, buaya, serta beberapa hewan primata.

Selain itu, di sini juga terdapat beberapa spesies burung.Wisata kolam ikan di sini juga, menjadi daya tarik tersendiri.

Karena, di kawasan kolam ikan ini, kamu dapat menemukan berbagai jenis ikan berukuran besar. Seperti ikan Arwana Gold dengan panjang 1 meter, serta ikan Arapaima Gigas, yang panjangnya hingga 2 meter serta lele jumbo.

Nama Hutan Mata Kucing sendiri, ditentukan oleh penduduk sekitar hutan yang seringkali melihat cahaya-cahaya berbentuk dua lingkaran kecil, layaknya dua pasang mata di hutan ini. Penduduk percaya, bahwa dua pasang cahaya tersebut merupakan mata milik harimau yang  di hutan, yang selalu menatap tajam ke arah permukiman penduduk.

Di kebun binatang ala mini, kamu juga disuguhkan fasilitas kolam renang air panas yang di desain serupa dengan pemandian alam, dengan bebatuan kecoklatan yang saling bertumpuk di tepiannya dan warna air kehijauan dikelilingi  hutan rindang di sekitarnya.

8. Menyapa patung-patung berwajah ekspresif, di Vihara Patung Seribu

Vihara Patung Seribu Kepulaua Riau

(foto: instagram: edimeliala)

Di bKepulauan Riau, tepatnya di Jl. Nusantara, Kilometer 14 Tanjungpinang, juga menawarkan destinasi wisata religi yang sekaligus menjadi wisata selfi yang unik, yakni Wisata Vihara Patung Seribu.

Disebut patung seribu, karena di kawasan vihara ini dibangun banyak patung. Meskipun, sebenarnya tidak benar-benar dalam jumlah seribu. Uniknya, patung-patung berwajah ini, dibuat dengan susunan berbaris.

Untuk dapat menyelesaikan pembangunan vihara seutuhnya, dibutuhkan waktu hingga 14 tahun. Apalagi, jumlah patung-patung tersebut sangat banyak. Di sini, terdapat 500 patung lohan dengan berbagai wajah serta patung dewa-dewa kepercayaan Budha yang berjumlah 40 buah.

Patung-patung tersebut, bahkan khusus dibuat oleh seniman asal Tiongkok. Oleh karenanya, vihara ini juga dinyatakan sebagai yang terbesar se-Asia Tenggara, menyaingi vihara besar lainnya di Cina.

Keunikan lainnya, yang membuat ini cocok kamu sambangi untuk berfoto ria, adalah ekspresi-ekspresi wajah pada setiap patung yang berbeda-beda.

Patung di sini ada yang tersenyum, marah, sedih, tertawa riang, cemberut, bahkan seakan wajah mengejek. Kamu seakan-akan sedang diajak berkomunikasi dengan benda mati tersebut.

9. Menjelajahi pesona indah Telaga Bidadari

Telaga Bidadari Kepulauan Riau

(foto: instagram/abdulazis.96)

Wisata alam favorit di Kepulauan Riau satu ini, juga sangat tidak boleh dilewatkan. Yakni, wisata Telaga bidadari. Lokasi tempat wisata yang tersembunyi di dalam hutan, membuatnya masih nampak alami, menunjukkan karya Tuhan yang mahadasyat yang belum tersentuh tangan-tangan manusia.

Letak telaga bidadari ini, terdapat di dalam Hutan Lindung, Hutan Muara Kuning atau yang juga dikenal sebagai Hutan Pancur.

Terletak di kawasan Simpang Dam, Muka Kuning, Kota Batam, air terjun dari telaga bidadari mengalir deras dari akar pohon yang unik. Ketinggiannya pun  bahkan kurang dari 3 meter. Untuk itu, tebing di air terjun telaga bidadari ini, cocok untuk kamu yang tidak begitu berani melompat dari ketinggian.

Air telaganya yang segar dan masih bersih alami, juga akan membuah kamu betah bersanta-santai di sini. Kamu juga bisa coba sensasi ber-snorkeling, di area telaga ini.

Tak hanya itu, kamu juga diperbolehkan untuk membangun perkemahan di area telaga ini. Ya, meskipun letaknya yang jauh dari pusat kota, namun kamu tetap akan banyak menemui para pelancong yang berwisata ke sini.

Wilayahya yang berada di pegunungan, membuat kamu jika berjalan sedikit dari kawasan air terjun, akan menemui jurang di ujung tebing. Di sini, kamu juga dapat mengangumi indahnya pemandang pepohonan rindang berwarna hijau asri yang berada di seberangnya.

10. Melihat keunikam ragam tumbuhan dunia di Kebun Raya Batam

Kebun Raya Batam Kepulauan Riau

(foto: instagram/msydindaputri23)

Kota Batam yang merupakan kota terbesar di Kepulauan Riau, merupakan kota perindustrian. Namun, pemerintahannya tetap berusaha memelihara kelestarian alamnya, dengan membangun kawasan konservasi, yakni Kebun Raya Batam. Wisata kebun raya ini terletak di Sambau, Nongsa, Kota Batam, Kepulauan Riau.

Koleksi tanaman yang ada di kebun ini, merupakan tanaman konservasi, yang dibagi berdasarkan wilayah persebaran tumbuhan tersebut. Di antaranya koleksi kepulauan Wilayah Sundaland, wilayah Wallacea, wilayah New Guinea, wilayah Oceanea, serta wilayah lainnya.

Di kebun ini juga terdapat taman-taman tematik, yang cocok kamu kunjungi bersama keluarga, seperti children garden, flower garden, dan maze garden.

Untuk semakin menunjanf para wisatan yang datang ke sini, menjadi semakin betah untuk berkunjung, pengelola kebun raya juga sedang mempersiapkan sensasi menikmati koleksi tumbuhan konservasi tersebutm dari ketinggian, yang disebut dengan botanical skyway.

Kawasan kebun raya yang baru diresmikan pada bulan Maret tahun 2018 lalu ini, memiliki lahan seluas 86 ha serta hanya membutuhkan waktu kurang lebih 10 menit dari Bandara Hang Nadim, atau sekitar 15 km jarak tempuhnya.

Serunya, Kebun Raya Bata mini, berada di kawasan pariwisata. Sehingga, berlibur ke Batam, setibanya di bandara, sebelum menjelajahi area kebun raya, kamu juga bisa memilih tempat penginapan dari beberapa yang tersedia dekat kawan kebun raya. Seperti Palm Springs Golf, Beach Resort, hingga Terring Bay Golf.