inspirasi

8 Gambaran Surga dalam Islam, Indah dan Penuh Kenikmatan

Penulis:   | 

Gambaran Surga dalam Islam – Surga merupakan tempat terindah yang diciptakan oleh Allah khusus untuk orang-orang yang beriman dan senantiasa bertaqwa kepada-Nya.

Di dalam surga terdapat kenikmatan yang tiada tara. Tidak ada yang bisa menandingi keindahan dan kenikmatannya, termasuk bumi dan seisinya.

Semua orang, baik yang beriman ataupun yang kerap melakukan perbuatan maksiat, pasti ingin menikmati keindahan surga. Namun, tidak semua orang bisa menempati tempat tersebut.

Tidak sedikit orang membayangkan bagaimana gambaran keindahan dan kenikmatan yang adala di dalam surga.

Mereka menggambarkan di dalam surga terdapat sungai-sungai jernih yang airnya terasa begitu segar dengan pasir yang terbuat dari emas dan batu permata.

Akan tetapi, gambaran keindahan surga dalam Islam tidak hanya itu saja. Ada beberapa gambaran lainnya yang wajib kamu ketahui, diantaranya:

Baca juga: Mengenal Alam Barzah dan 5 Golongan Penghuninya

Gambaran Surga dalam Islam, Indah dan Penuh Kenikmatan

1. Terdapat istana megah dan sungai mengalir

8 Gambaran Surga dalam Islam. Indah dan Penuh Kenikmatan

(foto: istockphoto)

Gambaran surga yang pertama adalah terdapat Istana megah dan sungai mengalir di dalamnya. Istana tersebut diciptakan oleh Allah untuk penghuninya yang di dalamnya terdapat semua yang diinginkan.

Gambaran surga ini tertulis dalam surat At Taubah ayat 72 yang isinya:

وَعَدَ اللّٰهُ الْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنٰتِ جَنّٰتٍ تَجْرِيْ مِنْ تَحْتِهَا الْاَنْهٰرُ خٰلِدِيْنَ فِيْهَا وَمَسٰكِنَ طَيِّبَةً فِيْ جَنّٰتِ عَدْنٍ ۗوَرِضْوَانٌ مِّنَ اللّٰهِ اَكْبَرُ ۗذٰلِكَ هُوَ الْفَوْزُ الْعَظِيْمُ ࣖ

Yang artinya:

“Allah menjanjikan kepada orang-orang mukmin laki-laki dan perempuan, (akan mendapat) surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya, dan (mendapat) tempat yang baik di surga ‘Adn. Dan keridaan Allah lebih besar. Itulah kemenangan yang agung”.

2. Terdapat pasar surga

8 Gambaran Surga dalam Islam. Indah dan Penuh Kenikmatan

(foto: istockphoto)

Tidak hanya di dunia, di surga juga terdapat pasar yang disebut dengan pasar surga. Bedanya, tidak ada penjual dan pembeli dalam pasar ini.

Yang ada hanya gambar-gambar orang yang nantinya akan dipilih oleh penghuni surga kemudian masuk ke dalamnya.

Pasar surga telah tertulis dalam sabda nabi Muhammad Saw yang diriwayatkan oleh Sayyidina Ali RA yang isinya:

“Sesungguhnya di dalam surga terdapat pasar yang di dalamnya tidak ada pembeli dan penjual, kecuali beberapa bentuk (gambar-gambar) dari laki-laki dan perempuan. Ketika seseorang menginginkan bentuk (seseorang untuk dirinya), maka ia masuk di dalam pasar itu”.

3. Terdapat perhiasan yang melimpah

perhiasan yang melimpah

(foto: istockphoto)

Di dalam surga juga terdapat perhiasan yang sangat melimpah. Perhiasan tersebut diberikan Allah kepada orang-orang yang dicintainya, yakni penghuni surga.

Gambaran tersebut telah tertuang dalam surat Al Kahfi ayat 31-40 yang isinya:

مِنْ اَسَاوِرَ مِنْ ذَهَبٍ وَّيَلْبَسُوْنَ ثِيَابًا خُضْرًا مِّنْ سُنْدُسٍ وَّاِسْتَبْرَقٍ مُّتَّكِىِٕيْنَ فِيْهَا عَلَى الْاَرَاۤىِٕكِۗ نِعْمَ الثَّوَابُۗ وَحَسُنَتْ مُرْتَفَقًا

Yang artinya:

“Mereka itulah yang memperoleh Surga ‘Adn, yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; (dalam surga itu) mereka diberi hiasan gelang emas dan mereka memakai pakaian hijau dari sutera halus dan sutera tebal, sedang mereka duduk sambil bersandar di atas dipan-dipan yang indah. (Itulah) sebaik-baik pahala dan tempat istirahat yang indah”.

4. Terdapat banyak pelayan

banyak Pelayan

(foto: istockphoto)

Penghuni surga akan diperlakukan sangat istimewa. Mereka tidak akan melakukan segala sesuatu sendiri. Sebab, Allah telah menyiapkan banyak pelayan yang siap melayani kapanpun dan dimanapun.

Adapun gambaran tentang adanya pelayan di surga terdapat dalam surat Al Waqi’ah ayat 17-18, yang berbunyi:

يَطُوفُ عَلَيْهِمْ وِلْدَانٌ مُخَلَّدُونَ

(Mereka dikelilingi oleh anak-anak muda yang tetap muda)

بِأَكْوَابٍ وَأَبَارِيقَ وَكَأْسٍ مِنْ مَعِينٍ

(dengan membawa gelas, cerek dan sloki (piala) berisi minuman yang diambil dari air yang mengalir)

Baca juga: 8 Amalan di Bulan Ramadhan, Penuh Berkah dan Dosa Terampuni

5. Makanan dan minuman berlimpah

8 Gambaran Surga dalam Islam. Indah dan Penuh Kenikmatan

(foto: istockphoto)

Terkadang saat di dunia kita tidak bisa memakan ataupun meminum semua jenis makanan dan minuman.

Namun, jika kamu nanti menjadi calon penghuni surga, maka kamu tidak akan kekurangan makanan dan minuman, termasuk yang tidak ada di bumi.

Hal ini dikarenakan terdapat makanan dan minuman lezat di dalam surga. Seperti yang sudah tertuang dalam surat Al-Waqi’ah ayat 20-23, yang berbunyi:

وَفَاكِهَةٍ مِمَّا يَتَخَيَّرُونَ () وَلَحْمِ طَيْرٍ مِمَّا يَشْتَهُونَ () وَحُورٌ عِينٌ () كَأَمْثَالِ اللُّؤْلُؤِ الْمَكْنُونِ

Artinya:

“Dan buah-buahan dari apa yang mereka pilih. Dan daging burung dari apa yang mereka inginkan. Dan ada bidadari-bidadari bermata jeli. Laksana mutiara yang tersimpan baik.” (QS: Al-Waqi’ah ayat 20-23)

6. Bidadari surga

Bidadari

(foto: istockphoto)

Saat kita melihat orang cantik di dunia, pasti kita akan merasa kagum dan memuji kecantikannya. Namun, tahukah kamu bahwa kecantikan wanita di dunia tidak sebanding dengan kecantikan bidadari di surga?

Allah menciptakan bidadari surga tidak melalui proses melahirkan, melainkan secara langsung. Bidadari-bidadari tersebut nantinya akan menemani hamba-hamba Allah yang menjadi penghuni surga.

Hal ini sudah tertulis dalam surat Ar-Rahman ayat 70, yang isinya:

فِيْهِنَّ خَيْرٰتٌ حِسَانٌۚ

Artinya:

“Di dalam surga-surga itu ada bidadari-bidadari yang baik-baik dan jelita”.

Bidadari surga memiliki rupa yang teramat cantik jelita. Kulitnya putih, rambutnya berkilau seperti sayap burung nasar, serta matanya jeli dan lebar.

Kecantikan bidadari surga tidak ada yang menyamai, bahkan wanita tercantik di dunia sekalipun.

Selain memiliki rupa cantik jelita, bidadari surga juga memiliki tubuh wangi yang semerbak. Diibaratkan bahwa jika mereka turun ke bumi, maka wanginya akan memenuhi langit dan bumi.

7. Ada kuda surga

8 Gambaran Surga dalam Islam. Indah dan Penuh Kenikmatan

(foto: istockphoto)

Di dalam surga, terdapat beberapa hewan yang digunakan oleh penghuninya sebagai kendaraan, salah satunya adalah kuda.

Kuda surga diciptakan oleh Allah dengan memiliki kedua sayap disisi tubuhnya yang digunakan untuk terbang saat membawa penghuninya.

Keberadaan kuda surga tertuang dalam sabda nabi Muhammad Saw ketika sang sahabat Abdurrahman bin Sa’idah Radhiyallahu Anhu bertanya kepada beliau, “Aku sangat menyukai Kuda, Wahai Rasulullah, ‘Apakah di Surga Ada Binatang Kuda?”

Kemudian, Rasulullah menjawab: “Wahai Abdurrahman, ‘Jika Allah memasukkan engkau ke dalam surga, maka engkau akan menunggangi KUDA dari yakut (Mutiara), Memiliki dua Sayap. Ia akan terbang membawa engkau ke mana saja engkau suka.” (Hadits Hasan, HR Thabrani di Mu’jam Al-Kabir, dishahihkan oleh Imam Al-Haitsami, Al-Mundziri. dan di hasankan oleh Al-Albani. (Shahih Targhib Wat-Tarhib: 3755)).

8. Selalu damai sebab tidak ada permusuhan

8 Gambaran Surga dalam Islam. Indah dan Penuh Kenikmatan

(foto: istockphoto)

Di dunia, terdapat banyak sekali permusuhan, baik dengan orang lain maupun dengan keluarga sendiri. Permusuhan tersebut seringkali menjadi penyebab perpecahan sehingga hidup terasa tidak damai.

Berbeda dengan dunia, surga selalu menjadi tempat nyaman dan damai karena tidak ada permusuhan. Tidak rasa iri dengki atau penyakit hati lainnya yang menjadi penyebab permusuhan.

Hal ini sudah tertulis dalam surat Al-A’raf ayat 43 yang berbunyi:

وَنَزَعْنَا مَا فِيْ صُدُوْرِهِمْ مِّنْ غِلٍّ تَجْرِيْ مِنْ تَحْتِهِمُ الْاَنْهٰرُۚ وَقَالُوا الْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ هَدٰىنَا لِهٰذَاۗ وَمَا كُنَّا لِنَهْتَدِيَ لَوْلَآ اَنْ هَدٰىنَا اللّٰهُ ۚ لَقَدْ جَاۤءَتْ رُسُلُ رَبِّنَا بِالْحَقِّۗ وَنُوْدُوْٓا اَنْ تِلْكُمُ الْجَنَّةُ اُوْرِثْتُمُوْهَا بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ

Artinya:

“dan Kami mencabut rasa dendam dari dalam dada mereka, di bawahnya mengalir sungai-sungai. Mereka berkata, “Segala puji bagi Allah yang telah menunjukkan kami ke (surga) ini. Kami tidak akan mendapat petunjuk sekiranya Allah tidak menunjukkan kami. Sesungguhnya rasul-rasul Tuhan kami telah datang membawa kebenaran.” Diserukan kepada mereka, “Itulah surga yang telah diwariskan kepadamu, karena apa yang telah kamu kerjakan.”

Cara masuk surga

Melihat betapa indahnya surga dan segala  isinya, membuat semua orang di dunia ingin masuk dan hidup abadi disana.

Namun, tidak semua orang bisa masuk surga dengan mudah. Pasalnya, hanya orang terpilih sajalah yang bisa masuk dan menikmati segala kehindahannya.

Akan tetapi, ada banyak cara agar kita bisa masuk surge dengan mudah. Beberapa cara tersebut diantaranya:

1. Mengenal Allah SWT

Cara agar bisa masuk surga adalah mengenal Allah sebagai pencipta dunia dan segala isinya, tidak terkecuali surga yang semua orang dambakan, ialah ciptaan Allah.

Hanya Allah, Dzat yang dapat menghidupkan dan mematikan seluruh makhluk yang ada di dunia.

Allah juga yang memberi kita rizki, sebab Ia adalah maha pemberi rizki. Seluruh umat manusia, bergantung pada-Nya.

Sebagai umat muslim yang memiliki iman, kita harus percaya akan keberadaannya. Kita juga harus senantiasa percaya akan kekuasaannya. Sebab, ketika Allah sudah berkehandak, yang terjadi maka terjadilah.

Tidak hanya itu, semua keinginan manusia di muka bumi ini akan dikabulkan, sebab Allah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

2. Mengerjakan shalat

Shalat merupakan rukun islam yang kedua, artinya sebagai orang islam wajib melaksanakan shalat. Ada dua macam shalat, yakni sahalat wajib dan shalat sunnah.

Shalat wajib yang harus kita laksanakan ada 5 waktu, yakni subuh, dzuhur, ashar, maghrib, dan isya’.

Karena hukumnya wajib, maka setiap umat muslim yang tidak mengerjakannnya akan mendapatkan dosa. Sebaliknya, jika dikerjakan maka akan mendapatkan pahala untuk bekal masuk surge.

Nabi Muhammad pernah bersabda, bahwa shalat merupakan tiang utama bagi setiap umat muslim. Dengan mengerjakan shalat, maka mereka akan terhindar dari perbuatan keji, dan mungkar, serta dapat menjadi penghibur diri ketika sedang gundah.

Berdasarkan ayat tentang sholat dalam Quran Surat Al-Ankabuut ayat 45, Allah SWT berfirman

اُتْلُ مَآ اُوْحِيَ اِلَيْكَ مِنَ الْكِتٰبِ وَاَقِمِ الصَّلٰوةَۗ اِنَّ الصَّلٰوةَ تَنْهٰى عَنِ الْفَحْشَاۤءِ وَالْمُنْكَرِ ۗوَلَذِكْرُ اللّٰهِ اَكْبَرُ ۗوَاللّٰهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُوْنَ

Artinya: bacalah Kitab (Al-Qur’an) yang telah diwahyukan kepadamu (Muhammad) dan laksanakanlah sholat. Sesungguhnya sholat itu mencegah dari (perbuatan) keji dan mungkar. Dan (ketahuilah) mengingat Allah (sholat) itu lebih besar (keutamaannya dari ibadah yang lain). Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.
Tidak hanya itu, shalat juga bisa menjadi penggugur dosa sehingga bisa masuk surge dengan mudah.

Berdasarkan hadits riwayat Bukhari, diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, beliau mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

أَرَأَيْتُمْ لَوْ أَنَّ نَهْرًا بِبَابِ أَحَدِكُمْ يَغْتَسِلُ مِنْهُ كُلَّ يَوْمٍ خَمْسَ مَرَّاتٍ، هَلْ يَبْقَى مِنْ دَرَنِهِ شَيْءٌ؟

Artinya: bagaimana pendapatmu jika di depan pintu rumahmu ada sungai, lalu Engkau mandi sehari lima kali? Apakah tersisa kotoran di badannya?

Para sahabat menjawab,

لَا يَبْقَى مِنْ دَرَنِهِ شَيْءٌ

Artinya: tidak akan tersisa kotoran sedikit pun di badannya

Para sahabat menjawab,

لَا يَبْقَى مِنْ دَرَنِهِ شَيْءٌ

Artinya: tidak akan tersisa kotoran sedikit pun di badannya

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pun bersabda,

 فَذَلِكَ مَثَلُ الصَّلَوَاتِ الْخَمْسِ، يَمْحُو اللهُ بِهِنَّ الْخَطَايَا

Artinya: itu adalah permisalan untuk shalat lima waktu. Dengan sholat lima waktu, Allah Ta’ala menghapus dosa-dosa (kecil).

3. Mengerjakan puasa

Sama seperti shalat, puasa juga dibagi menjadi dua jenis, yakni puasa wajib dan puasa sunnah.

Puasa wajib hanya dilaksanakan pada bulan Ramadhan, dimana seluruh umat muslim diwajibkan berpuasa selama satu bulan penuh.

Perintah tersebut terlah terluang dalam Alquran surah Al-Baqarah ayat 185, yang isinya:

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِيْٓ اُنْزِلَ فِيْهِ الْقُرْاٰنُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنٰتٍ مِّنَ الْهُدٰى وَالْفُرْقَانِۚ فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ ۗ وَمَنْ كَانَ مَرِيْضًا اَوْ عَلٰى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ اَيَّامٍ اُخَرَ ۗ يُرِيْدُ اللّٰهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلَا يُرِيْدُ بِكُمُ الْعُسْرَ ۖ وَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللّٰهَ عَلٰى مَا هَدٰىكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ

Artinya: “Bulan Ramadan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Alquran, sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang benar dan yang batil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu ada di bulan itu, maka berpuasalah.

Dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (dia tidak berpuasa), maka (wajib menggantinya), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, agar kamu bersyukur.” (QS. Al Baqarah: 185)

Dengan demikian, mengerjakan puasa wajib dan sunnah merupakan salah stu cara mudah untuk bisa masuk dan menikmati keindahan surge.

4. Menghindari zina

Zina merupakan perbuatan keji yang sangat dibenci oleh Allah. Orang yang berzina dikatakan sama dengan binatang, karena melakukan hubungan intim bukan dengan pasangan halalnya.

Tidak hanya dengan berhubungan badan, zina juga bisa melalui mata. Contohnya, ketika seorang pria melihat wanita cantik, muncul di dalam dirinya nafsu birahi dan keinginan untuk menyentuh wanita tersebut, maka itu juga termasuk zina.

Seperti friman Allah dalam surat A-Isra’ ayat 32, yang isinya:

وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنَا ۖ إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلًا

Artinya: “Dan janganlah kamu mendekati zina, sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan jalan yang buruk.” (QS Al-Isra’: 32)

Allah telah melarang keras perbuatan tersebut, dan barang siapa yang melakukannya, makai a tidak akan bisa mencium bau surga

الزَّانِيَةُ وَالزَّانِي فَاجْلِدُوا كُلَّ وَاحِدٍ مِنْهُمَا مِائَةَ جَلْدَةٍ ۖ وَلَا تَأْخُذْكُمْ بِهِمَا رَأْفَةٌ فِي دِينِ اللَّهِ إِنْ كُنْتُمْ تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ ۖ وَلْيَشْهَدْ عَذَابَهُمَا طَائِفَةٌ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ

Artinya: “Perempuan yang berzina dan laki-laki yang berzina, maka deralah tiap-tiap satu dari keduanya dengan seratus kali deraan. Dan janganlah kamu belas kasihan kepada keduanya didalam menjalankan (ketentuan) agama Allah yaitu jika kamu beriman kepada Allah dan hari akhir. Dan hendaklah (dalam melaksanakan) hukuman mereka disaksikan oleh sekumpulan orang-orang yang beriman.” (QS An-Nur: 2)

Oleh sebab itu, jika kita ingin masuk surge maka sebaiknya jauhi zina.

5. Menjaga perilaku terhadap suami

Bagi wanita muslim yang sudah menikah, surga mereka bukan berada di telapak kaki ibu, melainkan suami halalnya.

Perbuatannya akan diridhoi oleh Allah jika suaminya juga meridhoinya.

Oleh sebab itu, seorang istri harus senantiasa menghormati dan mematuhi perintah suami. Sebab, segala tanggung jawab orang tua istri untuk menyayangi dan mendidik, kini berpindah pada suami.

Untuk mencium wangi surga dan hidup abadi di dalamnya, maka serorang istri harus bisa menjaga perilaku yang baik terhada suami.

Diharamkan bagi seorang istri membuka aurat kecuali hanya untuk suaminya. Selain itu, istri yang baik juga harus bisa melayani suami dengan baik, sabar, dan ikhlas.

Sebagaimana Allah telah berfirman dalam surat An Nisa ayat 34:

ٱلرِّجَالُ قَوَّٰمُونَ عَلَى ٱلنِّسَآءِ بِمَا فَضَّلَ ٱللَّهُ بَعْضَهُمْ عَلَىٰ بَعْضٍ وَبِمَآ أَنفَقُوا۟ مِنْ أَمْوَٰلِهِمْ ۚ فَٱلصَّٰلِحَٰتُ قَٰنِتَٰتٌ حَٰفِظَٰتٌ لِّلْغَيْبِ بِمَا حَفِظَ ٱللَّهُ ۚ وَٱلَّٰتِى تَخَافُونَ نُشُوزَهُنَّ فَعِظُوهُنَّ وَٱهْجُرُوهُنَّ فِى ٱلْمَضَاجِعِ وَٱضْرِبُوهُنَّ ۖ فَإِنْ أَطَعْنَكُمْ فَلَا تَبْغُوا۟ عَلَيْهِنَّ سَبِيلًا ۗ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ عَلِيًّا كَبِيرًا

Artinya: “Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. Sebab itu maka wanita yang saleh, ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka). Wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusyuznya, maka nasehatilah mereka dan pisahkanlah mereka di tempat tidur mereka, dan pukullah mereka. Kemudian jika mereka mentaatimu, maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya. Sesungguhnya Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.”

Demikianlah gambaran surga dalam Islam yang memiliki kenikmatan tiada tara. Jika ingin merasakan kenikmatan surga, maka jadilah hamba Allah yang senantiasa bertaqwa kepada-Nya. Niscaya, Allah akan membalas semua dengan kenikmatan.

TULIS KOMENTAR

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.