inspirasi

Mengenal Alam Barzah dan 5 Golongan Penghuninya

Penulis:   | 

Mengenal Alam Barzah – Semua makhluk hidup yang ada di dunia akan mati. Karena, sejatinya kehidupan di dunia tidaklah kekal abadi. Ada kehidupan selanjutnya yang menanti, yakni kehidupan di akhirat.

Dalam tubuh manusia, terdapat ruh yang diciptakan oleh Allah sebagai penyebab adanya hidup. Ruh ini bersifat tidak terlihat, namun memiliki energi yang luar biasa.

Ketika seseorang meninggal, maka ruh dan jasadnya akan terpisah. Jasad akan dikuburkan, sedangkan ruh akan bertolak ke alam barzah dimana semua manusia yang telah meninggal berkumpul disana menunggu hingga hari kiamat tiba.

Lantas, apa sebenarnya alam barzah? Dan siapa saja yang menempatinya? Untuk lebih jelasnya, perhatikan penjelasannya di berikut ini.

Baca juga: 8 Amalan di Bulan Ramadhan, Penuh Berkah dan Dosa Terampuni

Pengertian alam barzah

Pengertian Alam Barzah, serta 5 Jenis Ruh Penghuninya

(foto: istockphoto)

Alam barzah merupakan tempat manusia yang sudah meninggal untuk menunggu hari kebangkitan, juga menjadi pemisah antara alam dunia dan alam akhirat. Alam ini juga disebut sebagai alam kubur yang menjadi pintu masuk menuju alam akhirat.

Di dalam alam barzah, seluruh manusia berkumpul menunggu hari kebangkitan bagi seseorang yang telah meninggal dunia. Hal ini telah tertuang dalam surat Ar-Rum ayat 55 dan 56, yang bunyinya:

وَقَالَ الَّذِيْنَ اُوْتُوا الْعِلْمَ وَالْاِيْمَانَ لَقَدْ لَبِثْتُمْ فِيْ كِتٰبِ اللّٰهِ اِلٰى يَوْمِ الْبَعْثِۖ فَهٰذَا يَوْمُ الْبَعْثِ وَلٰكِنَّكُمْ كُنْتُمْ لَا تَعْلَمُوْنَ

Artinya:

Dan orang-orang yang diberi ilmu dan keimanan berkata (kepada orang-orang kafir), “Sungguh, kamu telah berdiam (dalam kubur) menurut ketetapan Allah, sampai hari kebangkitan. Maka inilah hari kebangkitan itu, tetapi (dahulu) kamu tidak meyakini(nya).”

Selain sebagai alam pemisah antara dunia dan akhirat, alam barzah juga tempat manusia yang sudah meninggal bertemu dengan malaikat Munkar Nakir untuk ditanya mengenai segala perbuatan yang mereka lakukan di dunia.

Jika seseorang selalu melakukan perbuatan keji dan tidak beramal saleh selama hidup di dunia, maka di alam barzah ia akan mendapat siksaan, yang biasa disebut dengan siksa kubur.

Namun, jika selama hidup di dunia selalu mengerjakan perbuatan baik dan selalu bertaqwa kepada Allah, maka ia akan lolos dari siksa kubur hingga hari kebangkitan tiba.

Baca juga: 12 Hal yang Membatalkan Puasa, Wajib Dihindari

Ruh serta tingkatannya di alam barzah

Pengertian Alam Barzah, serta 5 Jenis Ruh Penghuninya

(foto: istockphoto)

Di alam barzah, terdapat beberapa jenis ruh yang berada di tingkatan berbeda, mulai dari ruh para nabi, hingga ruh orang kafir. Berikut adalah beberapa jenis ruh di alam barzah.

1. Ruh para nabi

Ruh para nabi menempati tingkatan pertama di tempat paling tinggi, yang disebut dengan ‘illiyyin.

Suatu ketika, di detik-detik terakhir kehidupan rasulullah, Siti Aisyah mendengar beliau berdoa kepada Allah untuk ditempatkan di tempat paling tinggi. Hal tersebut diceritakan dala hadist Siti Aisyah yang berbunyi:

نَزَلَ بِرَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- وَرَأْسُهُ عَلَى فَخِذِى غُشِىَ عَلَيْهِ سَاعَةً ثُمَّ أَفَاقَ فَأَشْخَصَ بَصَرَهُ إِلَى السَّقْفِ ثُمَّ قَالَ: اللَّهُمَّ الرَّفِيقَ الأَعْلَى

Artinya:

Ketika Rasulullah mendekati ajal, saat kepala beliau ada di pahaku, belia pingsan sasaat. Kemudian beliau sadar kembali, dan menatapkan wajahnya ke atap rumah. Kemudian beliau mengucapkan, ‘Allahumma ar-Rafiq al-A’la.” (HR. Bukhari 6509 & Muslim 6450)

2. Ruh para syuhada

Ketika seseorang yang hidup di dunia selalu melakukan amal baik dan menjalankan semua perintah Allah, maka saat setelah meninggal ia akan mendapatkan tempat indah di sisi-Nya.

Seseorang yang mati dijalan Allah disebut sebagai syuhada alias mati syahid. Biasanya mereka meninggal saat perang, melahirkan, bekerja, dan tenggelam.

Sesungguhnya, ketika para syuhada mati di jalan Allah, maka sebenarnya ia masih tetap hidup dengan penuh rezeki dan kenikmatan. Hal ini tertuang dalam surat Al – Imran ayat 169-171, yang berbunyi:

وَلَا تَحْسَبَنَّ الَّذِيْنَ قُتِلُوْا فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ اَمْوَاتًا ۗ بَلْ اَحْيَاۤءٌ عِنْدَ رَبِّهِمْ يُرْزَقُوْنَۙ

Artinya:

Dan jangan sekali-kali kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati; sebenarnya mereka itu hidup di sisi Tuhannya mendapat rezeki.

Walaupun kehidupan mereka dikatakan teramat nikmat di alam barzah, namun tidak seorangpun tahu seperti apa kenikmatan itu sesungguhnya.

Dalam hadis yang diriwayatkan Ibnu Abbas, Nabi saw bersabda:

اَلشُّهَدَاءُ عَلَى بَارِقِ نَهْرٍ بِبَابِ الْجَنَّةِ فِي قُبَّةٍ خَضْرَاءَ يَخْرُجُ اِلَيْهِمْ رِزْقُهُمْ مِنَ الْجَنَّةِ بُكْرَةً وَ عَشِيًّا (رواه الحاكم واحمد والطبراني عن ابن عبّاس)

Artinya:

Para syuhada berada di tepi sungai dekat pintu surga, mereka berada dalam sebuah kubah yang hijau. Hidangan mereka keluar dari surga itu setiap pagi dan sore. (Riwayat al-Hakim, Ahmad dan at-Tabrani dari Ibnu ‘Abbas).

Namun, bagaimana jika seseorang mati di jalan Allah tapi masih meninggalkan hutang? Maka ruh tersebut akan tertahan sebelum hutang tersebut terlunaskan.

Dari Abdullah ibn Jahsy diceritakan bahwa seorang laki-laki datang kepada Nabi SAW dan bertanya, “Ya Rasulullah, apa yang terjadi padaku jika aku terbunuh di jalan Allah?” Beliau menjawab, “Surga.” Ketika orang itu berpaling, beliau bersabda, “Kecuali ada hutang. Baru saja Jibril memberi tahu aku.”

3. Ruh mukmin yang soleh

Dikatakan mukmin yang salah adalah seorang umat muslim yang selama hidupnya selalu berbuat kebaikan dan beramal salah. Saat ia mati dan berada di alam barzah, maka ruhnya akan bergelantungan di atas pohon.

Kemudian, ia akan didatangi oleh malaikat Munkar dan Nakir yang akan memberikan pertanyaan untuk menguji keimanannya. Orang mukmin ya soleh akan menjawab semua pertanyaan tersebut dengan tenang dan penuh keyakinan.

Dalam hadist yang diriwayatkan oleh Al Bara bin Azib radhiyallahu ‘anhu, bahwasanya Rasulullah bersabda:

إِذَا أُقْعِدَ المُؤْمِنُ في قَبْرِهِ أُتِيَ، ثُمَّ شَهِدَ أنْ لا إلَهَ إلَّا اللَّهُ وأنَّ مُحَمَّدًا رَسولُ اللَّهِ، فَذلكَ قَوْلُهُ: {يُثَبِّتُ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا بالقَوْلِ الثَّابِتِ

“Jika mayit seorang Mukmin telah diletakkan di dalam kubur maka dia akan didatangi malaikat. Lalu dia akan bersaksi bahwasanya tidak ada ilah yang berhak diibadahi kecuali Allah, dan Muhammad adalah utusan-Nya.

Di alam barzah, seorang mukmin yang soleh akan diperlihatkan surga oleh Allah. Kemudian ia akan meminta untuk disegerakan kiamat karena tidak sabar untuk merasakan kenikmatan surga.

4. Ruh tukang maksiat

Maksiat merupakan perbuatan yang melanggar norma agama dan dibenci oleh Allah. Seseorang yang berbuat maksiat ialah yang suka melakukan melanggar perintah Allah dan selalu melakukan perbuatan yang dilarang oleh-Nya.

Ketika tukang maksiat mati dan berada di alam barzah, maka ia akan mendapat siksa kubur yang teramat pedih.

Orang pendusta alias suka berbohong dalam setiap ucapan dan perbuatannya, maka saat di alam barzah ia akan mendapatkan siksaan berupa dimasukkannya besi panas pada mulutnya hingga menembus tengkuknya.

Sementara, orang yang lalai dan meninggalkan sholat akibat tidur dan alasan lain, maka kepalanya akan dihantap oleh batu hingga hancur.

Tidak hanya itu, orang yang suka makan yang riba maka ia akan diletakkan di dalam lautan penuh darah, kemudian ada yang melemparinya dengan batu.

5. Ruh orang kafir

Saat orang kafir mati dan ditempatkan di alam barzah, maka ia akan mendapatkan balasan atas segala perbuatannya di dunia. Ia akan dikumpulkan bersama orang-orang kafir lainnya.

Jika orang mukmin yang soleh sangat tenang menunggu malaikat Munkar dan Nakir tiba, maka orang kafir sebaliknya. Mereka akan merasa takut karena tidak bisa menjawab segala pertanyaan yang diberikan.

Orang mukmin yang soleh akan menjawab pertanyaan malaikat dengan penuh keyakinan, sementara orang kafir akan menjawabnya dengan penuh keragu-raguan. Sebab, selama hidup di dunia ia tidak pernah sekalipun beriman kepada Allah.

Saat di alam barzah, Allah akan menunjukkan kepadanya bagaimana pedihnya siksaan neraka. Kemudian, ia akan memohon kepada Allah untuk tidak mendatangkan hari kiamat karena mereka takut akan siksaan tersebut.

Cara agar terhindar dari siksa kubur

Setelah kita mengetahui apa itu alam barzah dan macam-macam ruh yang menempatinya, pasti timbul keinginan untuk berkumpul Bersama orang-orang mukmin ketika meninggal nanti.

Orang mukmin yang bertakwa kepada Allah akan terhindar dari siksa kubur. Sementara, bagi para pendosa akan mendapatkan siksa kubur yang amat pedih hingga tiba hari kiamat nanti.

Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra bahwa Rasulullah SAW telah bersabda:

أَبُو هُرَيْرَةَ يَقُولُ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا فَرَغَ أَحَدُكُمْ مِنْ التَّشَهُّدِ الْأَخِيرِ فَلْيَتَعَوَّذْ بِاللَّهِ مِنْ أَرْبَعٍ مِنْ عَذَابِ جَهَنَّمَ وَمِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَسِيحِ الدَّجَّالِ

Artinya: Abu Hurairah berkata; Rasulullah shallallahu `alaihi wasallam bersabda: “Jika salah seorang dari kalian selesai membaca tasyahud akhir hendaklah berlindung kepada Allah dari empat perkara; dari siksa neraka jahannam, siksa kubur, fitnah kehidupan dan fitnah setelah mati serta dari fitnah Al Masih Dajjal. ” (HR. Ibnu Majah) [No. 909 Maktabatu Al Ma`arif Riyadh] Shahih.

Adapun amalan yang bisa dilakukan agar terhindar dari pedihnya siksa kubur adalah sebagai berikut:

1. Mengerjakan shalat wajib

Sebagai seorang muslim yang beriman kepada Allah SWT, kita pasti tahu akan pentingnya shalat. Shalat merupakan tiang utama bagi seluruh umat muslim di muka bumi ini, sehingga wajib untuk dikerjakan.

Sebagaimana firman Allah yang tertuang di dalam surat Al-Baqarah ayat 110, Allah berfirman:

وَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ وَآتُوا الزَّكَاةَ ۚ وَمَا تُقَدِّمُوا لِأَنْفُسِكُمْ مِنْ خَيْرٍ تَجِدُوهُ عِنْدَ اللَّهِ ۗ إِنَّ اللَّهَ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ

Artinya: “Dan dirikanlah shalat dan tunaikanlah zakat. Dan kebaikan apa saja yang kamu usahakan bagi dirimu, tentu kamu akan mendapat pahala nya pada sisi Allah. Sesungguhnya Allah Maha Melihat apa-apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al Baqarah: 110)

dengan melaksanakan shalat wajib 5 waktu, maka kita akan terhindar dari perbuatan keji dan mungkar. Selain itu, shalat juga akan menjadi penolong kita dari siksa kubur.

Hal tersebut sudah tetuang dalam surat Al-Hajj ayat 78, yang berisi:

فَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ وَآتُوا الزَّكَاةَ وَاعْتَصِمُوا بِاللَّهِ هُوَ مَوْلَاكُمْ ۖ فَنِعْمَ الْمَوْلَىٰ وَنِعْمَ النَّصِيرُ

Artinya: “maka dirikanlah sembahyang, tunaikanlah zakat dan berpeganglah kamu pada tali Allah. Dia adalah Pelindungmu, maka Dialah sebaik-baik Pelindung dan sebaik-baik Penolong.” (QS. Al Hajj: 78)
dan juga tertuang dalam sabda Rasulullah, beliau bersabda:

مَنْ حَافَظَ عَلَيْهَا كَانَتْ لَهُ نُوراً وَبُرْهَاناً وَنَجَاةً يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَمَنْ لَمْ يُحَافِظْ عَلَيْهَا لَمْ يَكُنْ لَهُ نُورٌ وَلاَ بُرْهَانٌ وَلاَ نَجَاةٌ وَكَانَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مَعَ قَارُونَ وَفِرْعَوْنَ وَهَامَانَ وَأُبَىِّ بْنِ خَلَفٍ

Artinya: “Siapa yang menjaga sholat lima waktu, baginya cahaya, bukti dan keselamatan pada hari kiamat. Siapa yang tidak menjaganya, maka ia tidak mendapatkan cahaya, bukti, dan juga tidak mendapat keselamatan. Pada hari kiamat, ia akan bersama Qorun, Fir’aun, Haman, dan Ubay bin Kholaf.” (HR. Ahmad)

2. Perbanyak sedekah

Sedekah bisa menjadi penerang di dalam kubur sehingga dapat terhindar dari siksa kubur.

Sedekah merupakan suatu tindakan terpuji dengan memberikan sebagian harta kepada orang lain yang membutuhkan.

Dengan bersedekah, tidak perlu bahwa harta kita akan habis. Sebab, Allah akan menggantinya berkali lipat.

وَمَا أَنْفَقْتُمْ مِنْ نَفَقَةٍ أَوْ نَذَرْتُمْ مِنْ نَذْرٍ فَإِنَّ اللَّهَ يَعْلَمُهُ وَمَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ أَنْصَارٍ (270) إِنْ تُبْدُوا الصَّدَقَاتِ فَنِعِمَّا هِيَ وَإِنْ تُخْفُوهَا وَتُؤْتُوهَا الْفُقَرَاءَ فَهُوَ خَيْرٌ لَكُمْ وَيُكَفِّرُ عَنْكُمْ مِنْ سَيِّئَاتِكُمْ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ }

Artinya: Apa saja yang kalian nafkahkan atau apa saja yang kalian nazarkan, maka sesungguhnya Allah mengetahuinya. Orang-orang yang berbuat zalim, tidak ada seorang pelindung pun baginya. Jika kalian menampakkan sedekah (kalian), maka itu adalah baik sekali. Dan jika kalian menyembunyikannya dan kalian berikan kepada orang-orang fakir, maka menyembunyikan itu lebih baik bagi kalian. Dan Allah akan menghapuskan dari kalian sebagian kesalahan-kesalahan kalian; dan Allah mengetahui apa yang kalian kerjakan. (QS. Al Baqarah: 270-271).

Memperbanyak sedekah juga bisa membuat kita meraih pahala yang teramat banyak. Pahala tersebut untuk bekal kita nanti menuju surga.

dalam hadits riwayat Ath-Thabrani diterangkan “Sedekah akan memadamkan api siksaan didalam kubur”.

إذا مات ابن آدم انقطع عمله إلا من ثلاث: صدقة جارية، وعلم ينتفع به، وولد صالح يدعو له. رواه مسلم    

Artinya; jika anak cucu adam mati maka semua amal perbuatannya terputus kecuali tiga hal. Sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat dan anak saleh yang mendoakan orangtunya. (HR. Muslim).

3. Membaca Alquran

Alquran merupakan pedoman hidup umat muslim di seluruh dunia. Di dalamnya, terdapat perintah dan larangan Allah.

Dengan mempelajari dan mendalami Alquran, umat muslim akan melakukan perbuatan sesuai dengan apa yang diperintahkan oleh allah.

عن أَبي أُمامَةَ رضي اللَّه عنهُ قال : سمِعتُ رسولَ اللَّهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم يقولُ : « اقْرَؤُا القُرْآنَ فإِنَّهُ يَأْتي يَوْم القيامةِ شَفِيعاً لأصْحابِهِ » رواه مسلم

Dari Abu Amamah ra, aku mendengar Rasulullah saw. bersabda, “Bacalah Al-Qur’an, karena sesungguhnya ia akan menjadi syafaat bagi para pembacanya di hari kiamat.” (HR. Muslim); 

عن عائشة رضي اللَّه عنها قالتْ : قال رسولُ اللَّهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : « الَّذِي يَقرَأُ القُرْآنَ وَهُو ماهِرٌ بِهِ معَ السَّفَرةِ الكرَامِ البررَةِ » متفقٌ عليه .

Dari Aisyah ra, berkata; bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Orang yang membaca Al-Qur’an dan ia mahir membacanya, maka kelak ia akan bersama para malaikat yang mulia lagi taat kepada Allah.” (HR. Bukhari Muslim);

4. Membaca surat Al-Mulk

Salah satu surat yang menjadi amalan untuk mencegah dan menyelamatkan seseorang dari siksa kubur adalah surat Al-Mulk.

Rasullullah SAW pernah bersabda dan diriwayatkan dari Ibnu Abbas, Rasulullah bersabda:

«سُورَةٌ فِي الْقُرْآنِ خَاصَمَتْ عَنْ صَاحِبِهَا حَتَّى أَدْخَلَتْهُ الْجَنَّةَ: تَبارَكَ الَّذِي بِيَدِهِ الْمُلْكُ»

Artinya: Ada suatu surat yang membela pembacanya hingga memasukkannya ke dalam surga, yaitu Tabarakal Lazi Biyadihil Mulku.

Oleh sebab itu, perbanyaklah membaca surat tersebut agar kita bisa mendapatkan manfaatnya kelak.

Walaupun demikian, hadits dari Ibnu Abbas tersebut dinilai Hasan Gharib oleh Imam Tirmidzi, atau bisa disebut hadits tersebut memiliki tingkatan di antara shahih dan dhaif.

5. Membaca surat Al-Ikhlas sebanyak 40 kali

Selain surat Al-Mulk, amalan untuk bisa terhindar dari siksa kubur adalah membaca surat Al-Ikhlas sebanyak 40 kali. Surat tersebut bisa dibaca pada saat menjelang sakaratul maut.

Seperti yang sudah dijelaskan dalam hadist Busyrol Karim, Syekh Sa’id bin Muhammad Ba’asyin, “Seorang muslim yang membaca surat Al-Ikhlas sebanyak 40 kali menjelang kematian maka akan terhindar dari siksa kubur, ia juga aman dari himpitan kubur dan malaikat dengan telapak tangan nya akan membawanya menyeberangi jembatan hingga ke surge”.

Adapun bacaan surat Al-Ikhlas adalah sebagai berikut:

قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ

Arab-latin: qul huwallāhu aḥad

Artinya: Katakanlah (Muhammad), “Dialah Allah, Yang Maha Esa.

اَللّٰهُ الصَّمَدُۚ

Arab-latin: allāhuṣ-ṣamad

Artinya: Allah tempat meminta segala sesuatu.

لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُوْلَدْۙ

Arab-latin: lam yalid wa lam yụlad

Artinya: (Allah) tidak beranak dan tidak pula diperanakkan.

وَلَمْ يَكُنْ لَّهٗ كُفُوًا اَحَدٌ

Arab-latin: wa lam yakul lahụ kufuwan aḥad

Artinya: Dan tidak ada sesuatu yang setara dengan Dia.”

6. Membaca Tasbih

Amalan yang bisa dikerjakan agar terhindar dari siksa kubur adalah membaca dua kalimat pendek namun berat dalam timbangan amal, ialah tasbih.

Berikut bacaan zikir Subhanallah Wabihamdihi

سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ سُبْحَانَ اللَّهِ العَظِيْمِ

Subhanallah Wabihamdihi Subhanallahil Adzim

Artinya: “Maha Suci Allah dengan segala puji bagi-Nya, Maha Suci Allah yang Maha Agung”.

Dengan membaca tasbih sesering mungkin, maka dapat menambah rasa cinta kita kepada Allah SWT.

Seperti hadits yang diriwayatkan Abu Hurairah bahwa Rasulullah SAW telah bersabda:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ كَلِمَتَانِ خَفِيفَتَانِ عَلَى اللِّسَانِ ثَقِيلَتَانِ فِي الْمِيزَانِ حَبِيبَتَانِ إِلَى الرَّحْمَنِ سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ سُبْحَانَ اللَّهِ العَظِيْمِ

Artinya: “Dua kalimat ringan dilisan, berat ditimbangan, dan disukai yang Maha Pengasih (Ar Rahman) yaitu Subhanallah wabihamdihi dan Subhaanallahulazhiim.” (HR. Bukhari) [No. 6406 Fathul Bari] Shahih.

7. Membaca doa selamat siksa kubur dan neraka

Ada salah satu doa yang bisa diamalkan agar terhindar dari siksa kubur. Doa tersebui ialah sebagai berikut:

رَبَّنَآ اِنَّكَ مَنْ تُدْخِلِ النَّارَ فَقَدْ اَخْزَيْتَهٗۗ وَمَا لِلظّٰلِمِيْنَ مِنْ اَنْصَارٍ

Artinya: Ya Rabb kami, sesungguhnya barangsiapa yang Engkau masukkan ke dalam neraka, maka sungguh telah Engkau hinakan ia, dan tidak ada bagi orang-orang yang zalim seorang penolong pun. (QS. Ali Imran: 192)

Amalkan doa tersebut setiap hari, terutama ketika setelah melaksanakan shalat.

8. Membaca doa sapu jagat

Doa sapu jagat biasanya dibaca setelah kita selesai memanjatkan doa permohonan ampun kepada Allah SWT.

Doa ini bisa menjadi amalan agar selamat dari siksa kubur. Adapun isinya adalah sebagai berikut:

رَبَّنَآ اٰتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَّفِى الْاٰخِرَةِ حَسَنَةً وَّقِنَا عَذَابَ النَّارِ

Artinya: “Ya Rabb kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka”. (QS. Al Baqarah: 201).

9. Membaca doa tak dihinakan di hari kiamat

Agar terhindar dari pedihnya siksa kubur dan neraka, sebaiknya kita membaca doa tak dihinakan di hari kiamat.

رَبَّنَا وَاٰتِنَا مَا وَعَدْتَّنَا عَلٰى رُسُلِكَ وَلَا تُخْزِنَا يَوْمَ الْقِيٰمَةِۗ اِنَّكَ لَا تُخْلِفُ الْمِيْعَادَ

Artinya: Ya Rabb kami, berilah kami apa yang telah Engkau janjikan kepada kami dengan perantaraan rasul-rasul Engkau. Dan janganlah Engkau hinakan kami di hari kiamat. Sesungguhnya Engkau tidak menyalahi janji”. (QS. Ali Imran: 194).

10. Doa diiwafatkan bersama orang-orang baik

Setiap orang pasti menginginkan meninggal dalam keadaan baik, atau yang biasa disebut dengan husnul khotimah.

Seseorang yang meninggal dengan cara baik, maka bisa dipatikan ia akan masuk surge dan menjadi penghuni paling Bahagia disana.

Tidak hanya itu, meninggal bersama dengan orang-orang baik juga bisa membanty kita terhindar dari siksa kubur.

Oleh sebab itu, agar kita bisa meninggal disamping orang-orang baik, kita bisa membaca salah satu doa, yakni sebagai berikut.

رَبَّنَآ اِنَّنَا سَمِعْنَا مُنَادِيًا يُّنَادِيْ لِلْاِيْمَانِ اَنْ اٰمِنُوْا بِرَبِّكُمْ فَاٰمَنَّاۙ رَبَّنَا فَاغْفِرْ لَنَا ذُنُوْبَنَا وَكَفِّرْ عَنَّا سَيِّاٰتِنَا وَتَوَفَّنَا مَعَ الْاَبْرَارِۚ

Artinya: Ya Rabb kami, sesungguhnya kami mendengar (seruan) yang menyeru kepada iman, (yaitu):”Berimanlah kamu kepada Rabbmu”; maka kamipun beriman. Ya Rabb kami, ampunilah bagi kami dosa-dosa kami dan hapuskanlah dari kami kesalahan-kesalahan kami, dan wafatkanlah kami beserta orang-orang yang berbakti. (QS. Ali Imran: 193).

11. Membaca doa saat tahiyat akhir

Saat melaksanakan shalat, kita pasti akan melakukan gerakan akhir yakni tahiyat akhir, yang menjadi penanda bahwa shalat yang sedang kita lakukan akan segera berakhir.

Pada saat tahiyat akhir tersebut, kita bisa membaca sebuah doa selamat di alam kubur yang bertujuan agar terhindar dari siksa kubur

Adapun isi dari doa tersebut, adalah:

اَللَّهُمَّ إِنِّى اَعُوْذُبِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَمِنْ عَذَابِ النَّارِ وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَسِيْحِ الدَّجَّالِ

Latin: Allahumma Innii a’uudzubika min ‘adzaabil qabri wa min ‘adzaabin naari wa min fitnatil mahyaa wal mamaati wa min fitnatil masiihi dajjaal.

Artinya: Yaa Allah aku berlindung kepada Engkau dari adzab (siksa) kubur, dan dari siksa neraka dan fitnah kehidupan, fitnah setelah kematian dan fitnah dari al Masih Ad Dajjal.

12. Doa anak saleh

Salah satu tujuan manusia menikah adalah untuk mendapatkan keturunan, yakni seorang anak.

Saat memiliki seorang anak. Orang tua harus bisa mendidiknya agar menjadi anak yang saleh dan salehah.

Yang dimaksud dengan anak saleh disini adalah anak Muslim yang menjalankan kewajiban agama dan menjauhi dosa besar dan menjadi sumber pahal bagi orang tuanya ketika sudah meninggal.

Anak saleh bisa menjadi penyelamat orang tuanya kelak di alam kubur. Doa anak tersebut bisa menjadi penerang dan penolong agar terhindar dari siksa kubur.

Sebagaimana sabda Rasulullah yang diriwayatkan dalam hadis HR. Muslim, beliau bersabda:

 “Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara (yaitu): sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan doa anak yang saleh.” (HR. Muslim)

13. Melaksanakan haji dan umrah

Haji merupakan rukun islam yang ke lima dan wajib dilaksanakan, namun bagi yang mampu saja.

Sebagaimana telah disebutkan dalam surat Al-Baqarah ayat 158, Allah berfirman:

إِنَّ الصَّفَا وَالْمَرْوَةَ مِنْ شَعَائِرِ اللَّهِ ۖ فَمَنْ حَجَّ الْبَيْتَ أَوِ اعْتَمَرَ فَلَا جُنَاحَ عَلَيْهِ أَنْ يَطَّوَّفَ بِهِمَا ۚ وَمَنْ تَطَوَّعَ خَيْرًا فَإِنَّ اللَّهَ شَاكِرٌ عَلِيمٌ

Artinya: “Sesungguhnya Shafaa dan Marwa adalah sebagian dari syi’ar Allah. Maka barangsiapa yang beribadah haji ke Baitullah atau ber’umrah, maka tidak ada dosa baginya mengerjakan sa’i antara keduanya. Dan barangsiapa yang mengerjakan suatu kebajikan dengan kerelaan hati, maka sesungguhnya Allah Maha Mensyukuri kebaikan lagi Maha Mengetahui.”

Melaksanakan haji dan umrah menjadi salah satu amalan agar terhindar dari siksa kubur. Seperti yang sudah hadits yang diterangkan oleh Ibnu Katsir, Al-Qurthubi yang dikomentari oleh Ibnu Taimiyah bahwa salah satu penyebab terangnya alam kubur seseorang yakni dengan melaksanakan ibadah haji ataupun umrah, dalil tersebut sudah menguatkan keshahihannya.

Akhir kata

Demikianlah gambara alam barzah beserta jenis ruh yang menghuninya. Setiap perbuatan yang kita lakukan di dunia akan menjadi penentu bagaimana nasib kita di akhirat nanti.

Tak hanya di neraka, di alam barzahpun kita akan mendapatkan siksaan jika selalu melakukan perbuatan yang dibenci oleh Allah

Oleh sebab itu, mari selalu bertaqwa kepada Allah dengan cara selalu melakukan perintah Allah dan menjauhinya larangannya.

TULIS KOMENTAR

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.