inspirasi

13 Amalan di Bulan Ramadhan, Penuh Berkah dan Dosa Terampuni

Penulis:   | 

Bulan Ramadhan merupakan bulan paling istimewa bagi umat muslim. Tak heran, jika seluruh umat muslim di dunia menyambutnya dengan penuh suka cita. Sebab, bulan ini dikatakan sebagai bulan suci penuh ampunan.

Segala perbuatan buruk dan dosa-dosa yang telah dilakukan, akan mendapatkan ampunan dari Allah pada bulan ini.

Tidak hanya itu, ramadhan juga menjadi bulan penuh berkah. Allah akan memberikan pahala berlipat ganda bagi umat muslim yang senantiasa melakukan amalan-amalan baik di bulan ini.

Oleh sebab itu, banyak umat muslim berlomba-lomba mengerjakan perbuatan baik demi mendapatkan pahala berlimpah dan ampunan dari Allah SWT.

Hal ini juga dibuktikan dengan dalil hadits Nabi Rasulullah SAW, beliau bersabda::

قَدْ جَاءَكُمْ رَمَضَانُ شَهْرٌمُبَارَكٌ افْتَرَضَ اللهُ عَلَيْكُمْ صِيَامَهُ تُفْتَحُ فَيْهِ أبْوَابُ الْجَنَّةِ وَيُغْلَقُ فَيْهِ أبْوَابُ الْجَحِيْمِ وَتُغَلًّ فَيْهَ الشَّيَاطَيْنُ فَيْهِ لَيْلَةٌ خَيْرٌ مِنْ ألْفِ شَهْرٍ

Artinya:

“Telah datang Bulan Ramadhan, bulan penuh berkah, maka Allah mewajibkan kalian untuk berpuasa pada bulan itu, saat itu pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup, para setan diikat dan pada bulan itu pula terdapat satu malam yang nilainya lebih baik dari seribu bulan.” (HR. Ahmad)

Berikut adalah amalan-amalan yang bisa dilakukan saat bulan ramadhan agar mendapatkan keberkahan dari Allah SWT.

Baca juga: 12 Hal yang Membatalkan Puasa, Wajib Dihindari

1. Sahur

Sahur

(foto: istockphoto)

Saat berpuasa, kita harus bisa menahan diri untuk tidak makan dan minum mulai terbitnya fajar hingga terbenamnya matahari.

Akan tetapi, bukan berarti kita tidak diperbolehkan untuk makan dan minum sama sekali selama 24 jam, melainkan ada waktu untuk mengonsumsi makanan sebelum berpuasa di siang hari, yang disebut dengan sahur.

Sahur dilakukan saat sebelum terbitnya fajar. Kita diperbolehkan mengonsumsi makanan dan minuman agar kuat menjalankan puasa nanti.

Di dalam sahur terdapat banyak kenikmatan dan keberkahan. Oleh sebab itu, kita sebagai umat muslim wajib melaksanakannya.

Seperti sabda Rasulullah Saw: Dari Anas ra bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Makan sahurlah, karena sahur itu barakah”. (HR. Bukhari dan Muslim).

Selain itu, Dari Abi Said Al-Khudri radhiyallahuanhu bahwa Rasulullah SAW bersabda,”Sahur itu barakah, maka janganlah kalian tinggalkan meski hanya dengan seteguk air. Sesungguhnya Allah dan malaikat-Nya bershalawat kepada orang-orang yang sahur.” (HR. Ahmad).

Oleh sebab itu, janganlah meninggalkan sahur sebab itu merupakan ajaran nabi Muhammad SAW.

2. Segera berbuka

Segera berbuka

(foto: istockphoto)

Jika waktu makan saat sebelum terbitnya fajar disebut dengan sahur, maka waktu makan setelah terbitnya matahari disebut dengan berbuka.

Saat berbuka puasa, umat muslim yang menjalankan puasa diperbolehkan untuk makan dan minum.

Hal ini didasari oleh hadist Nabi SAW yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah Ra.

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: “يَقُولُ اللَّهُ، عَزَّ وَجَلَّ: إِنَّ أَحَبَّ عِبَادِي إِلِيَّ أعجلُهم فِطْرًا”.

Dari Abu Hurairah, dari Nabi Saw. yang bersabda: Allah SWT berfirman, “Sesungguhnya orang yang paling Aku cintai di antara hamba-hamba-Ku ialah orang yang paling segera berbuka.”

Namun, perlu diingat bahwa Rasulullah tidak mengajarkan umatnya untuk makan berlebihan saat berbuka puasa. Beliau menyarankan untuk berbuka dengan makanan atau minuman manis.

Saat adzan berkumandang, Rasulullah segera berbuka puasa dengan meminum air putih dan makan dua butir kurma. Setelah itu, beliau bersiap untuk menunaikan ibadah sholat Maghrib.

3. Sholat tarawih dan witir

Sholat tarawih dan witir

(foto: istockphoto)

Sholat tarawih dan witir merupakan sholat sunnah yang tidak wajib dikerjakan. Akan tetapi, ke dua sholat tersebut rupanya memiliki banyak keutamaan.

Saat umat muslim menjalankan sholat tarawih dan witir selama satu bulan penuh saat Ramadhan, maka Allah akan memberikan ganjaran yakni diampuni segala dosa-dosanya yang telah lalu.

Diriwayatkan Abu Hurairah, bahwa Rasulullah bersabda:

مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

“Barangsiapa melakukan qiyam Ramadhan karena iman dan mencari pahala, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.” (HR. Bukhari dan Muslim).

4. Perbanyak membaca Al Qur’an (tadarus)

Amalan di Bulan Ramadhan, penuh Berkah dan Dosa Terampuni

(foto: istockphoto)

Selain penuh berkah, ramadhan juga disebut sebagai bulan Al Qur’an, sebab di bulan inilah Al Qur’an pertama kali diturunkan.

Memperbanyak membaca Al Qur’an merupakan salah satu amalan yang bisa dilakukan saat bulan ramadhan. Kegiatan ini juga menjadi kebiasaan nabi Muhammad SAW.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

اقْرَءُوا الْقُرْآنَ فَإِنَّهُ يَأْتِى يَوْمَ الْقِيَامَةِ شَفِيعًا لأَصْحَابِهِ

“Rajinlah membaca al-Quran, karena dia akan menjadi syafaat bagi penghafalnya di hari kiamat.” [HR. Muslim 1910]

Membaca Al Qur’an di bulan yang suci ini, maka Allah akan memberikan pahala berlipat ganda. Selain itu, juga bisa meningkatkan ketaqwaan kita terhadap Allah SWT.

Baca juga: Kisah Nabi Sulaiman, Kaya Raya dan Bisa Bicara dengan Hewan

5. Perbanyak sedekah

Amalan di Bulan Ramadhan, penuh Berkah dan Dosa Terampuni

(foto: istockphoto)

Sedekah merupakan perbuatan mulia yang ditandai dengan berbagi kepada fakir dan miskin. Perbuatan ini menjadi salah satu jalan untuk meraih keuntungan berupa keberkahan di bulan ramadhan.

Allah sangat memuliakan orang-orang yang gemar bersedekah. Untuk itu, Ia menjanjikan banyak kenikmatan kepada mereka, seperti dihapuskan dosa-dosa yang telah lalu, mendapatkan keselamatan di hari kiamat, memberikan keberkahan pada harta, mendapatkan pahala, dan terbukanya pintu surga.

Seperti Rasulullah yang gemar bersedekah, dan paling sering melakukannya di bulan ramadhan untuk mendapatkan keberkahan dari Allah SWT.

6. Menjaga lidah

Amalan di Bulan Ramadhan, penuh Berkah dan Dosa Terampuni

(foto: istockphoto)

Maksud dari menjaga lidah adalah menahan diri untuk tidak mengeluarkan kata-kata keji dan melakukan perbuatan tercela seperti fitnah.

Sebab, selama berpuasa kita tidak hanya diwajibkan menahan diri dari nafsu makan, melainkan segala nafsu yang ada seperti nafsu birahi, nafsu mengucapkan kata-kata kotor, serta nafsu amarah.

Menjaga lidah selama bulan Ramadhan merupakan salah satu amalan untuk mendapatkan keberkahan dari Allah selama bulan Ramadhan.

Jika kita tidak bisa menjaganya, maka kita tidak akan mendapatkan apa-apa dari puasa yang telah kita jalankan, alias puasa kita menjadi sia-sia.

7. Menahan diri dari perbuatan buruk

Amalan di Bulan Ramadhan, penuh Berkah dan Dosa Terampuni

(foto: istockphoto)

Tidak hanya menjaga lidah berupa ucapan, tapi kita juga harus bisa menahan diri dari perbuatan buruk selama bulan ramadhan.

Perbuatan buruk seperti mencuri, minum minuman beralkohol, berzina, dan perbuatan tercela lainnya, akan membuat puasa kita tidak berarti.

Rasulullah SAW bersabda, “Betapa banyak orang berpuasa yang tidak mendapatkan apa-apa dari puasanya kecuali hanya lapar saja.” (HR. Ahmad).

8. Memperbanyak doa

Amalan di Bulan Ramadhan, penuh Berkah dan Dosa Terampuni

(foto: istockphoto)

Memperbanyak doa di bulan ramadhan merupakan salah satu amalan baik di bulan ramadhan. Pada bulan ini, segala doa-doa baik yang diucapkan oleh umat muslim akan dikabulkan oleh Allah.

Seperti hadist nabi dari Abu Hurairah, Beliau bersabda:

عن أبي هريرة رضي الله عنه قال، قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: ثلاث لا تُردّ دعوتهم: الصائم حتى يُفطر، والإمام العادل، ودعوة المظلوم

Dari Abu Hurairah Radhiallahu anhu ia berkata, Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda, “Ada tiga golongan yang tidak ditolak doanya, orang berpuasa sampai berbuka, pemimpin yang adil dan orang yang dizalimi.” (Riwayat Ahmad, Tirmidzi dan Ibnu Majah)

Namun, perlu diingat bahwa sebagai manusia kita hanya bisa berdoa dan berikhtiar saja. Untuk hasilnya, hanya Allah yang tahu.

9. Mengurangi tidur dan perbanyak istighfar

Doa Sebelum dan Bangun Tidur, Beserta Artinya

(foto: pexels/andreapiacquadio)

Tidur di waktu berpuasa, khususnya siang hari dianggap sebagai ibadah. Sebab, dengan tidur kita tidak akan melakukan perbuatan yang dapat mengurangi pahala ataupun membatalkan puasa.

Akan tetapi, tidur yang dimaksud adalah tidak dalam waktu yang berlebihan. Pasalnya, salah satu amalan dalam bulan Ramadhan adalah kurangi tidur.

Tidak hanya di siang hari, mengurangi tidur juga sebaiknya dilakukan di malam hari.

Sebagai gantinya, sebaiknya perbanyak istighfar untuk mendapatkan lebih banyak pahala dan diampuni segala dosa-dosa. Sebagaimana firman Allah dalam Al-Qur’an surat ad-Dzariat ayat 17-18, yang isinya:

كَانُوْا قَلِيْلاً مِّنَ اللَّيْلِ مَا يَهْجَعُوْنَ وَبِالْأَسْحَارِ هُمْ يَسْتَغْفِرُوْنَ

Artinya: “Mereka sedikit tidur di malam hari. Di waktu sahur mereka beristighfar.” (QS Ad Dzariyat 17-18)

10. Berusaha berpuasa walau dalam perjalanan

Kerap Sembunyikan Kesedihan, Ketahui 5 Tanda-tanda Eccedentesiast

(foto: detik travel)

Musafir atau seseorang yang sedang melakukan perjalan jauh diperbolehkan untuk tidak berpuasa, namun wajib menggantinya.

Akan tetapi, untuk mendapatkan pahala yang lebih besar, sebaiknya untuk berusaha berpuasa dan tidak membatalkannya walau sedang bepergian jauh sekalipun.

عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا: أَنَّ حَمْزَةَ بْنَ عَمْرٍو الأَسْلَمِيَّ قَالَ لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: أَأَصُومُ فِي السَّفَرِ؟ وَكَانَ كَثِيرَ الصِّيَامِ، فَقَالَ: إِنْ شِئْتَ فَصُمْ وَإِنْ شِئْتَ فَأَفْطِرْ

Dari Aisyah ra, Hamzah bin Amru al-Aslami bertanya pada Nabi SAW: “Apakah sebaiknya aku berpuasa dalam safar?” Hamzah adalah seorang yang hobi berpuasa. Nabi Saw menjawab: “Kalau mau silakan berpuasa, kalau mau silakan tidak berpuasa.” (HR Bukhari 1943)

11.

Doa Sebelum dan Sesudah Makan

(foto: pexels/monstera)

Memberi hidangan berbuka pada orang berpuasa

Selain bersedekah, memberi hidangan makanan pada orang yang sedang berpuasa juga merupakan amalan di bulan Ramadhan, yang artinya orang yang mealkukan hal tersebut akan mendapatkan pahala yang melimpah.

عَنْ زَيْدِ بْنِ خَالِدٍ الجُهَنِيِّ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: مَنْ فَطَّرَ صَائِمًا كَانَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِهِ غَيْرَ أَنَّهُ لَا يَنْقُصُ مِنْ أَجْرِ الصَّائِمِ شَيْئًا

Dari Zaid bin Khalid al-Juhani, dia berkata:

“Rasulullah SAW bersabda, “Siapa yang membukakan (memberikan perbukaan) orang yang berpuasa maka dia akan mendapatkan pahala puasanya tanpa mengurangi pahala orang itu sedikitpun.” (HR Tirimidzi 807)

12. Melakukan qiyam ramadhan

Mencontoh Amalan Nabi Muhammad yang Sering Dilakukan Saat Ramadan

(foto: unsplash.com/rumanamin)

Qiyam merupakan ibadah yang dilakukan selama satu malam tanpa tertidur, baik dalma bentuk shalat maupun zikir.

Kegiatan ini termasuk amalan di bulan Ramadhan untuk mencari pahala dan ridha Allah SWT.

إِنَّهُ مَنْ قَامَ مَعَ الإِمَامِ حَتَّى يَنْصَرِفَ كُتِبَ لَهُ قِيَامُ لَيْلَةٍ

“Sesungguhnya orang yang qiyam bersama imam sampai imam pulang maka itu ditulis seolah-olah qiyam semalam penuh.” (HR Tirmidzi)

Ini yang disabdakan Nabi SAW untuk umatnya. Adapun untuk beliau sendiri sebagai berikut:

كان إذا انتهى من الصلاة نام قبل أن يصلي الوتر، فتسأله عائشة رضي الله عنها : يا رسول الله أتنام قبل أن توتر؟ قال: يا عائشة إن عيني تنامان ولا ينام قلبي

Nabi SAW kalau selesai sholat tarawih beliau tidur sebelum sholat witir. Aisyah bertanya: “Ya Rasulullah, engkau tidur sebelum mengerjakan witir?” Beliau menjawab, “Wahai Aisyah, sesungguhnya kedua mataku tidur, tapi hatiku tak pernah tidur.”

13. Perbanyak ibadah di sepuluh hari terakhir

Salat dengan Bahasa Indonesia, Yusman Roy Sampai Jadi Tersangka

(foto: pinterest)

Sepuluh hari terakhir di dalam bulan Ramadhan dianggap sebagai hari yang istimewa. Pasalnya, ada banyak rahmat yang diberikan oleh Allah SWT pada umatnya di malam tersebut, salah satunya adalah malam Lailatul Qadar.

Selain itu, memperbanyak ibadah di sepuluh malam terakhir pada bulan Ramadhan juga termasuk amalan guna mendapatkan pahala sebanyak-banyaknya.

قَالَتْ عَائِشَةُ رَضِيَ اللهُ عَنْهَا: كَانَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَجْتَهِدُ فِي الْعَشْرِ الْأَوَاخِرِ مَا لَا يَجْتَهِدُ فِي غَيْرِهِ

Aisyah ra berkata, “Rasulullah SAW bersungguh-sungguh melakukan ibadah di sepuluh terakhir melebihi malam-malam lainnya.” (HR Muslim)

وقَالَتْ: كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا دَخَلَ العَشْرُ شَدَّ مِئْزَرَهُ وَأَحْيَا لَيْلَهُ وَأَيْقَظَ أَهْلَهُ

Aisyah juga berkata, “Ketika masuk sepuluh terakir, Nabi SAW mengencangkan sarungnya, menghidupkan seluruh malamnya dan membangunkan keluarganya.” (HR Bukhari 2024)

Demikianlah amalan-amalan yang bisa dilakukan di bulan ramadhan untuk mendapatkan keberkahan oleh Allah SWT.

Jadikanlah bulan ramadhan sebagai bulan untuk bertaubat dengan senantiasa memohon ampun kepada Allah dan mengharapkan pahalanya.

TULIS KOMENTAR

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.