. 10 Tempat Wisata Uzbekistan, Bangunan Kuno Hingga Pesona Alam Tiada Tara

travel

10 Tempat Wisata Uzbekistan, Bangunan Kuno Hingga Pesona Alam Tiada Tara

By  | 

Seperti negara tetangganya, yakni Kazakhstan. Uzbekistan juga merupa negara lintas benua yang sebagia besar wilayah termasuk ke dalam Asia Tengah sementara sebagian lainnya termasuk Eropa Timur.

Negara ini menjelma seperti negeri kuno di masa lalu. Bagaimana tidak, Uzbekistan memiliki banyak bangunan peninggalan sejarah yang bentuk menyerupai kastil-kasti besar dengan gaya necropolis. Hampir di setiap kotanya, kamu akan menemukan banyak bangunan kuno yang menghiasi kota-kotanya tersebut.

Keindahan deretan bangunan ini, tak luput dari perhatian wisatawan yang banyak datang dari mancangera, bik untuk berburu photoshoot, hingga fotografer andal yang terpikat dengan nilai-nilai magis dari bangunan-bangunan kuno dengan banyak ukiran indahnya ini.

Namun, tak melulu soal bangunan megah nan indah saja, Uzbekistan juga punya bentangan alam indah sekaligus unik, yang juga harus kamu coba untuk dijadikan destinasi wisata kamu, ketika berkunjung ke negara yang disebut sebagai negara terkunci ini.

Mulai dari danau di atas gurun, hingga danau yang warna airnya berubah-ubah setiap waktu, tentunya menjadi daya tarik lain yang membuat Uzbekistan semakin menggodamu untuk segera dikunjungi.

Baca juga: 10 Destinasi Wisata Kazakhstan, Negara yang Dijuluki “Virgin Lands”

1. Menelusuri bangunan makam artistik, Shah-i-Zinda

Shah i Zinda Uzbekistan

(foto: instagram/tobikontrastreich)

Uzbekistan punya banyak bangunan-bangunan bersejarah yang begitu megah dengan gaya kuno yang sangat menarik untuk dikunjugi. Salah satunya, adalah Shah i Zinda. Bangunan ini merupakan sebuah kompleks pemakaman di Samarkand pada abad pertengahan.

Selain itu di sin juga banyak terdapat makam lainnya, yang oleh penduduk Uzbekistan disebut sebagai ‘pemakaman jalanan’. Lokasi Shah i Zida ini, berada di dekat bangunan megah lainnya yaitu Masjid Bibi Khanym.

Tepatnya, Samarkand kuno, Afrasiab. Shah i Zinda juga termasuk ke dalam warisan dunia menurut UNESCO. Situs umat islam, menjadi salah satu wisata religi islam yang “wajib” dikunjungi.

Diperkirakan, bangunan paling awal dari situs ini berasal dari abad 11-12 masehi. Diberi nama Shah i Zinda yang berarti ‘raja yang masih hidup’. Nama tersebut merujuk dari salah seoramg sepupu Nabi Muhammad SAW bernama Kusam bin Abbas yang datang dari Mekkah ke Samarkand untuk menyebarkan islam pada abad ke-7.

Saat masa penyebaran tersebut, disebutkan bahwa ia diserang oleh kaum kafir setempat. Cerita tersebut kemudian berakhir dengan berbagai versi. Ada yang mengatakan beliau masih hidup. Namun, ada juga yang mengatakan sudah mati namun disembunyikan di suatu tempat.

Pada nisan Kusam bin Abbas di sini tertulis “Siapapun yang berjuangdan mati  di jalan Allah, tidak pernah pernah dihitung mati. Tidak, mereka masih hidup,”.

Pintu banguna Shah i Zinda berbahan kayu yang sudah tua. Pintunya ini dihiasi oleh ukiran rumit yang sebelumnya dihiasi dengan inlay gading. Gaya dekorasi yang digunakan pada bangunan ini menampilkan ubin di mihrab (sebuah ceruk yang menunjukkan arah mekah) serta juga pada langit-langit di ruang depan, tempat para peziarah berdoa.

Karya sarang lebah, atau karya stalaktit; perangkat hiasan kubah atau lonceng dalam arsitektur Islam dan Persia tradisional, mengingatkan pada stalaktit, berupa relung runcing kecil, ditumpuk di tangga- seperti tingkatan).

Bangunan ini juga memiliki cenotaph yang dihiasi dengan ubin biru, kuning, putih, hijau, dengan tulisal emas serta Al Qur’an. Bangunan ini bergaya khas Necropolis namun juga dengan pengaruh dekorasi Cina.

2. Menelisik sejarah Uzbekistan melalui Ark of Bukhara

Ark Of Bukhara Uzbekistan

(foto: instagram/whereistheworld)

Sebagai kota yang disebut sebagi kotanya para ulama islam, Bukhara banyak menyimpan situs islam yang sarat akan sejarah islam. Seperti halnya bangunan Ark of Bukhara. Bukhara berdiri dengan bentuk bangunannya yang megah sekaligus unik. Bagian dalam bangunan ini dikelilingi oleh dinding tinggi menjulang.

Setelah kamu memasuki gerbang depan bangunan ini, kamu akan melihat banyak jeruji besi yang menjadi rumah bagi para narapidana. Letaknya berada di sisi kanan dan kiri.  Dahululanya, bangunan yang disebut sebagai Istana Khan ini, ditinggali oleh para pejabat negara serta beberapa pelayan yang menetap di dalam istana.

Ark sebenarnya adalah sebuah benteng dengan ukuran yang besar. Namun, selain berfungsi sebagai bangunan militer, benteng ini juga banyak ditempati oleh pasukan kerajaan. Ark dibangun pada sekitar abad ke-5 masehi.

Di kompleks Ark of Bukhara terdapat beberapa bangunan yang memiliki fungsi masing-masing, seperti sebagai masjid, kamar ritual, toko pakaian, peralatan, gudang karpet, penginapan tamu, gudang senjata, serta lain sebagainya. Di sini juga tedapat paviliun dibangunsejak abad ke-17.

Selain itu, di benteng ini juga teradap ruangan yang disebut-sebut sebagai ruag penyiksaan tahanan. Letaknya berada di bagian bawah tanah. Euangan bawah tanah ini memiliki gerbang melengkung dengan 12 relung di sisinya.

Loading...

Namun, jika kamu menelusuri jalan menuju ruangan bawah tanah yang nampak angker tersebut, di sebelah selatan kamu akan menemukan tahta kamar dari Emir Bukhara yang dimasukinya melalui sebuha balkon. Dimana disini terdapat sebuah halaman yang dikelilingi dengan lapisan kayu yang dicat dengan warna cokelat.

Ruangan kamar Emir Bukhara ini digunakan sebagai ruangan untuk upacara dan fetival keluarga kerajaan, ruangan ini diperkirakan cukup untuk menampung ribuan tamu.

Bangunan benteng yang juga istana ini, konon dibangun oleh seorang pahlahan epic Sivayush yang jatuh cinta pada putri  kerajaan. Dimana sang puti mensyarakat untuk dapat menikahinya, Sivayush harus mampu membangun istana pada kulit benteng.

3. Mengagumi kekayaan dan keunikan fauna di dunia, di Tashkent Botanical Garden

Tashkent Botanical Garden Uzbekistan

(foto: instagram/_shirin_me)

Selain gedung-gedung kuno, Uzbekistan juga menyimpan wisata berupa kekayaan flora yang indah. Semua itu dapat kamu lihat di Taskent Botanical Garden. Puluhan ribu tanaman yang adi taman botani ini, tak hanya berasal dari Uzbekistan saja, tetapi dari seluruh penjuru dunia.

Sebagaimana akibat dari Perang Dunia II dimana banyak masyarakat yang mengungsi dari berbagai negara, lalu taman ini pun dibuka, sehingga banyak jenis tanaman luar Uzbekistan yang sengaja dikumpulkan di sini.

Kini, jumlah koleksi tumbuhan dari berbagai jenis seprti pohon, bunga, dan lain  sebagainya tersimpan sebanyak 4500 di sini.

Karena tumbuhan-tumbuhan ini berasal dari berbagai daerah, pembagian wilayah di kebun raya ini pun di bagi menjadi lima bagian berdasarkan asal wilayahnya. Meliputi Asia Timur, Amerika Utara, Asia Tengah, Eropa, juga termasuk zona Kaukasus, Timur Jauh, dan Kirmea.

Iklim Uzbekistan yang cocok untuk ditanami berbagai tanaman, membuat tanaman-tanaman ini dapat tetap tumbuh baik di sini. salah satu kecantikan tumbuhan yang dapat kamu lihat di sni adalah keberadaan bunga teratai merah muda banyak bermekaran  saat musim semi di atas kolam kecil.

Di sini, ada beberapa jalan setapak kecil yang akan mengantarkanmu pada bagian tengah taman. Tumbuhan langka di Uzbekistan pohon runjung knifer, serta bunga cantic seperti magnolia juga tak kalah menarik untuk dilihat.

Menjelajahi kebun ini, kamu bisa memulainya dari taman wilayah apapun. Namun, cobalah rute terbaik yang di mulai dari bukit harapan.

Menariknya, ketika menaikki bukit ini ada sebuah tradisi unik yang biasa dilakukan para pengunjung. Untuk mencapai bukit ini, kamu harus melalui beberap anak tangga. Setiap langkah yang kamu buat ketika menaikki anak tangga, setiap itu juga kamun bisa coba membuat harapan.

Terus-menerus pada setiap langkah kamu mengulang keinginan kamu tersebut. Sesampainya di atas bukit, ikatlah sebuah pita di pohon. Ketika pita yang kamu ikatkan tersebut rusak terkoyak, maka tandanya harapanmu terkabul.

Selain tanaman di alam terbuka, kebun raya ini juga memiliki rumah kaca, ruang pembibitan khusus, hingga ruang pembudidayaan tanaman obat.

4. Mencari kisah istana yang tenggelam, di Ayaz Kala

Ayaz Kala Uzbekistan

(foto: instagram/wetraveltheworld)

Ayaz Kala merupakan sebuah tebing berwarna-warni, yang di atasnya terdapat reruntuhan istana terbesar di Uzbekistan yaitu Khorezm Kuno-Ayaz Kala. Letaknya, di Gurun Kyzyl. Tebing warna-warni ini merupakan salah satu tebing warna-warni dari salah satu taji timur Sultauizdag.

Istana ini juga berfungsi sebagai benteng. Dimana penamaanya sendiri merujuk dari legenda rakyat Uzbekistan terkait nama prajurit legendaris, yaitu budak Ayaz. Ayaz ini merupakan seorang pahlawan Turki Asia Tengah, yang diceritakan melemparkan dirinya ke seorang putri Amazon yang tinggal di benteng Kirk-Kiz.

Menurut penelitian para arkeolog, benteng Ayaz Kala ini merupakan bangunan peninggalan mas kejayaan Kushan, yaitu pada abad ke-2 masehi.  Benteng ini membentang dari arah Timur ke Barat yang berfungsi sebagai suatu sistem perbatasan. Selain itu juga dibangun untuk melindungi oasis di sisi gurun.

Benteng ini tersebar pada beberapa titik, namun jaraknya masih bisa dilihat sejauh mata memandang. Seperti sebagai suatu upaya untuk satu sama lain yang mendiami benteng tetap dapat mengirimkan sinyal. Tidak seperti benteng-benteng lainnya, Ayaz-Kala nampak menarik karena letaknya yang berada di dekat permukiman desa.

Di sini juga terdapa satu kompleks rumah tinggal serta masing-masing halaman besar yang diduga dahulunya adalah taman.

Rumah-rumah disini adalah rumah pertanian yang belum difortifikasi. Di antaranya ketiga benteng terlihat menonjol karena ukurannya yang besar. Ketiganya ini disebut sebagai Ayaz-3. Yaitu, benteng raksasa yang dikelilingi oleh tembok kokoh dengan halaman yang ada di dalamnya.

Benteng ini juga memiliki menara dan labirin yang berada di dekat gerbangnya. Sementara itu, di anatar sebelah utara hingga timur serta barat lautnya, terdapat 40 kamar yang bersilangan dengan lorong.

Ayaz Kala ini merupakan kompleks benteng. Yang sebelumnya telah terkubur selama ratusan tahun, namun setelah banyak pemggalian arkeologi, bisa dimunculkan lagi.

5. Melihat mata air suci di  Chashma-Ayub Mausoleum

Chashma-Ayub Mausoleum

(foto: instagram/elya_appazova_)

Masih di wilayah Bukhara, bangunan kuno lainnya yang juga punya darit wisata adalah Chsma-Ayub Mausoleum. Bangunan ini di dalamnya terdiri dari makam serta terdapat juga mata air suci. Dimana, mata air suc tersebut kini termasuk kedalam bagian dari Museum of Water.

Dibangun pada abad ke-12, bangunan makam ini dibangun dibawah perintah dari Karakhanid. Kemudiian dibangun kembali beberapa kali pada abad ke 14 hingga abad 19. Bangunan rampung dibuat pada mas pemerintahan Tamarlene.

Chashma-Ayub mausoleum memiliki empat kamar di dalamnya. Kamar-amar ini terletak di bagian timur-barat. Dalam setiap kamar di bangunan ini, dilengkapi dengan sebuah kubah

Bangunan pertama yang dibuat sebagai menara makam adalah Ruang Barat. Selain itu, di ruang barat juga terdapat kamar kecil.

Sementara itu nama mausoleum yaitu Chasma-Ayum Mausoleum, tidak terlepas dari kisah Nabi Ayub, yang dahulu disebutkan pernah membantu penduduk Bukhara yang sedang kekeringan, dengan memukul tanah dengan tonkatnya yang kemudian tanah itu mengeluarkan air dari permukiman.

Sehingga diberilah nama bangunan ini Chasma-Ayub Mausoleum, yang artinya ‘musim semi Ayub suci.  Ini sebagaimana musim semi yang datang saat Nabi Ayub memukulkan tongkatnya tersebut telah membawa berkah pada kondisi alam mereka yang tandys saar itu.

Tongkat yang diketuk ke tanah dan mengeluarkan air tersebut, konon memancar sangat banyak, hingga membuatnya menjadi sumur. Air sumur ini hingga sekarang masih murni serta dianggap mampu menyembuhkan penyakit.

Bangunan Chasma-Ayub sendiri memiliki keunikan dalam bentuk kubahnya yang bergaya Khwarazm. Dimana, kubah jenis ini jarang di bangunan Bukhara lainnya. Chasma-Ayub memang terlihat tak semegah bangunan kuno bersejarah lainnya di Bukhara.

Bangunannya berdiri di tengah-tengah dikelilingi kompleks pemakaman kecil. Di sekitarnya banyak terdapat pohon-pohon hijau yang menghiasi halaman menjadi pemanis bagunan ini.

Beberapa bagian bangunan memang telah mengalami kehancuran, sebenarnya luas bangunan lebih dari ini. Namun, masih ada sisa-sisa tembok bangungan yang bisa kamu lihat.

Baca juga: 10 Destinasi Wisata Ikonic Mamuju yang Buat Liburanmu Semakin Berkesan

6. Mengunjungi danau yang dikelilingi tebing bebatuan eksotis, Danau Badak 

Badak Lake Uzbekistan

(foto: instagram/asalina.123)

Terletak di Taman Nasional Ugam-Chatkal, Danau Badak layaknya sebuah perata biru tersembunyi yang tersembunyi di antara kekayaan alam dari Uzbekistan. Nama Badak pada danau ini berasal dari bahasa Turki yang memiliki arti ‘luas’.

Lokasi Danau Badak berada di ketinggian yakni, 1.700 meter di atas permukaan laut. Danau ini memanjang dari Timur ke Barat dengan panajangnya melbihi 1 kilometer.

Lebar danau adalah 200 meter, sementara itu wilayah paling dalamnnya mencapai 23,2 m. Danau ini juga memiliki kenampakkan yang unik. Dimana, warna permukaan airnya berubah-ubah tergantung waktu.

Pada pagi hari, warna air danau ini adalah biru-hijau, lalu pada siang hari warna birunya semakin pekat, sementara saat malm tiba warna air dana terlihat berwarna keperakan.

Di sekitar danau ini, kamu bisa menemukan anak sungai kecil yang indah. Tempat-tempat teduh mengeliling kawasan ini, membuat kamu akan betah bersantai menikmati panorama di sini.

Perjalanan menuju Danau Badak juga menjadi wisata alam liar yang seru dan menantang. Kamu akan melewati air terjun, gunung, lembah, dengan pemandangan yang menakjubkan.

Letaknya dikelilingi dengan tebing bebatuan tinggi yang eksotis. Beberapa pengunjung juga biasa berenang di danau ini, meskipun airnya memang sedikit dingin. Akses jalan yang baisanya digunakan oleh para wisatawan melalui Desa Dzhauzhurek.

Pengalaman seru akan kamu rasakan juga saat melewati jembatan kayu gantung yang berada di atas Sungai Psakem. Perjalan dari desa ini, kamu haru siap-siap menempuh waktu selama 6 jam.

Namun, kamu penaorama danau yang memukai sudah siap menanti kamu. Mendaki lebih tinggi di kawasan danau ini, kamu juga sudah dapat melihat indanya puncak salku hingga air  terjun.

7. Menyaksikan pertunjukan musikal Uzbekistan di Navoi Theater

Navoi Theater Uzbekistan

(foto: instagram/ silkatours)

Navoi theater merupakan sebuah gedung pertunjukan bersejarah yang berada di jantung kota dai ibukota Uzbekistan, yakni Taskent. Letaknya, berada di sebelah Central Departement Store dan Hotel Tertua yang ada di Taskent. Sejarah teater, di Taskent sendiri sudah di mulai sejak tahun 1920.

Gedung pertunjukkan ini didirikan untuk kelompok ensemble music serta penari balleh profesional yang ada di Taskent. Keberadaan kelompok teater serta pertunjukan yang didakan di gedung telah terus membawa nama besar Taskent.

Teater ini mempertunjukkan bagaimana warisan global maupun nasional melalui keunikan karya-karya unik dari pertunjukkan musikalnya yang memukau.

Gedung teater dengan desain kuno asli ini, di desain oleh seorang arsitek soviet, yakni Akademisi Alexei Schusev, yang juga merupakan penulis makam Lenin di Lapangan Merah Moskow.

Sementara iyu, berabgai dekorasi yang menghiasi bangunan ini adalah hasil karya tangan-tangan para seniman rakyat Uzbekistan, seperti Sh. Muradov, A. Khudaybergenov, Kh. Boltayev dan lainnya. Sedangkan konstruksi akhir dari bangunan ini, melibatkan tahanan perang Jepang.

Gaya arsitektur yang banyak dipakai di gedung ini banyak menonjolkan arsitektur Eropa dengan sentuhan elemen-elemen oriental. Terdapat sebuah lengkungan yang tinggi serta nampak indah,  terletak di atas abutment yang kokoh dan menyerupai penampilan Iwan yang ada di bangunan madrasah Uzbekistan.

Selain itu ada unsur gaya bangunan yang juga menyerupai menaraa Arc Bukhara, yakni portal tinggi yang dihiasi cornice stlagkit di bagian atasnya. Bagian galeri yang dihiasi dengan lamgit-langit melengkung juga ukiran ornamen dari marmer yang dipoles juga menambah keindahan arsitektur bagian dalam gedung teater ini.

Keseluruhan gedung ini sendiri, memang sengaja banyak mengambil gaya-gaya aristektur dari setiap gedung khas di kota-kota yang ada di Uzbekistan.

Di bagian alun-alun gedung teater ini, yang berada di seberang teater kamu akan melihat sebuah air mancur yang bentuknya menyerupai bola kapas. Air mancur ini sudah di modifikasi menjadi semakin indah dengan penerangan serta iringan musik.

8. Berkunjung ke danau di tengah gurun, Danau Aydarkul 

Aydarkul Lake Uzbekistan

(foto: instagram/wankelmood)

Ketika kamu melihat danau di tengah gurun, seringkali itu disebut sebagai fatamorgana. Namun, berbeda dengang Danau Aydarkul yang ada di Uzbekistan, tepatnya di Gurun Kyzylkum. Gurun sangat luas yang merupakan terluas ke-11 di dunia ini, benar-benar memilik danau di tengah gurunnya.

Meskipun ada penjelasan ilmiah mengenai kemunculan danau ini, namun menurut banyak orang kemunculan danau tetaplah dianggap sebagai sesuatu yang misterius di gurun ini.

Danau Aydrkul ini memiliki luas 3000 m2 dengan panjang hampir 250 km dan lebarnya 8 sampai 15 km. area di sekitar danau juga nampak indah. Pada musim semi dan musim panas, pada rumpun alpine dilimpahi dengan bunga tulip berwarna merah cerah juga bunga akasia putih salju.

Sementara itu di Pegunungan Pistalitau tak jauh dari kawasan danau ini, kamu bisa melihat beberapa kawanan bangau hitam, yang biasanya terbang untuk membangun sarang di pegunungan tersebut. Saat musim semi tiba, air danau ini bertambah banyak.

Membuat banyak hewan berdatangan. Seperti ribuan bebek, angsa, pelikan, dan burung bangau berkumpul di danau ini. Kamu bisa memancing, berenang, hingga berjemur juga di danau. Tak jauh dari danau ini, juga terdapat penginapan yang disebut Yurt Camp.

Yurt adalah tenda portable yang digunakan masyarakat Asia Tengah di masa lampau yang saat itu masih hidup nomaden. Tenda ini memiliki tampilan unik, dengan bahan yang terbuat dari kulit atau bahan flannel, serta berwarna putih.

Kamu juga bisa coba aktivitas wisata dengan menaikki kuda atau unta di sini. lokasi danau yang jauh dri permukiman pendududk, akan membuat liburanmu di sini lebih tenang. Yurt Camp banyak menarik perhatian wisatawan yang datang ke sini.

Yurt Camp di sini sudah dimodifikasi menjadi lebih modern. Bahkan, di dalamnya disediaka fasilitas pemanas otomatis. Menikmati api unggun dengan diiringi musik lokal Akyn, menjadi aktivitas seru yang dapat kamu lakukan untuk menghabiskan sepanjang malam di sini.

9. Menjelajahi alam liar Uzbekistan di Zaamin National Park

Zaamin National Park Uzbekistan

(foto: instagram/ruztamo)

Zaamin National Park merupakan taman nasional pertama yang ada di Asia Tengah. Taman ini dikelola oleh Departemen Perburuan, Cadangan, dan Taman Nasional dan Administrasi Pusat Kehutanan di bawah Kementerian Pertanian dan Sumber Daya Air Republik Uzbekistan.

Taman Zaamin National Park merupakan salah satu tempat rekrasi favorit Uzbekistan. Bercengkrama dengan alam menjadi aktivitas wisata yang dapat dinikmati di sini. udara di kawasan taman nasional yang masih asri dan sejuk, memang sangat cocok dijadikan tempat pelarian diri dari udara penuh polusi udara di perkotaan.

Tak hanya dikunjungi oleh penduduk Uzbekistan saja, Taman National Zaamin juga seringkali dikunjungi oleh tamu-tamu negara yang datang ke Uzbekistan.

Taman nasional yang letaknya di Provinsi Jizzakh ini, pada tahun 1926 dibuat sebagai Cagar Alam Guralash. Yaitu di daerah lereng utara bagian barat Pegunungan Turkestan, serta di lembah sungai Kulsoy, Guralash, Baikungur, dan Aldashmanso.

Area taman nasional ini memiliki luas mencapai 156 km2, serta ketinggiannya mulai dari 1700 m sampai dengan 3571 m. Zamin Nationa Park ini berad di kawasan pegunungan yang masih asri dengan tampila alam yang masih sangat alami.

Di taman ini juga terdapat kompleks tanaman juniper yang dilindungi. Sementara itu spesies tumbuhan lainnya yang ada di taman ini seperti abu gunung, maple, honeysuckle, mawar anjing, barberry, hogweed, Hypericum, Eremurus, dan lainnya.

Beberapa satwa yang dapat kamu temui di sini seperti kelinci tolai, babi hutan, Turkestan lynx, landak, rubah, serigala, macan tutul saljun beruang cokelat Himalaya, serta masih banyak hewan unik lainnya yang terlindungi di taman nasional ini.

Tak hanya menawarkan wisata alam liar dengan koleksi flora dan faunanya saja, serta lanskap alam perbukitan, pegunungan, hingga hutan yang memanjakan, Taman Nasional Zaamin juga punya tempat rekreasi, dimana di sini kamu dapat beraktivitas wisata seperti hiking, mendaki gunung, bermain ski dan lain-lain.

10. Menemukan kecantikan tersembunyi Uzbekistan, di Gulkam Canyon

Gulkam Canyon Uzbekistan

(foto: instagram/aitydjuita)

Terletak di Pegunungan Chimgan, Gulkam Canyon adalah sebuah keindahan alam yang tersembunyi di Uzbekistan. Gulkam Canyon atau Ngarai Gulkam ini, terbentuk kurang lebih satu juta tahun yang lalu. Bebatuannya nampak terukr sempi dan memanjang dengan tebing yang menghimpitnya berwarna putih kecoklatan.

Dinding tebing yang mengelilingi ngarai sangat tinggi, membuat cahaya matahari hanya akan sampai ke permukaannya saat siang hari. Bagi pencinta wisata petualangan alam, ngarai ini sangat cocok untuk dijadikan tempat singgah.

Selain itu, kamu juga akan disuguhkan pemandangan elok di sepanjang perjalanan menuju ke ngarai. Mulai dari rangkaian Pegunungan Chimgan hingga akhirnya turun ke ngarai dari Sungai Gulkamsay. Jika kamu ingin mencoba rut eke sini, pastikan staminamu terisi penuh, karena akan menghabiskan waktu hingga dua jam.

Memang, jika dilihat dari pintu masuknya, Gulkam Canyon tidak tampak begitu menarik. Hanya terlihat seperti sungai kecil yang mengalir di antara tebing.

Namun, saat kamu melihat lebih dekat, kamu akan menemukan kenampakan air terjun yang mengalir dari ketinggian 10 meter dengan pesona yang indah. Air terjun ini, mengalir dari batu-batu besar yang ada di belakangnya.

Namun, kamu hanya bisa mencapai bagian bawah air terjun saja. Jika kamu ingin sampai ke atas tebingnya, kamu harus mempersiapkan tali untuk memanjat. Sehigga, butuh keterampilan panjat tebing untuk bisa mencapainya. Setelah itu kamu akan menuruni lereng yang vertikal.

Di sini, kamu akan menemukan beberapa kolam renang alam. Namun, jika kamu tidak inginn basah, kamu bisa jalan di tepianya sajam dengan pagar pengaman yang melindungi kamu dari basah.

Namun, mengunjungi Gulkam Canyon ini tidak dianjurkan saat sedang terjadi cuaca ekstrem seperti hujan lebat. Oleh karenanya, kamu juga akan menemukan batu peringatan yang berisi himbauan agar pengunjung berhati-hati.

Sebelum tebing menyimpang, Gulkan Canyon masih akan membentang cukup jauh beberapa ratus meter. Kamu akan menemuia area perbukitan kecil, dengan Charvak Reservoir yang jadi latar panoramanya.

Berkunjung ke Ngarai Gulkam memang seru bagi yang senang memacu adrenalin. Namun, jika kamu kurang senang dengan perjalanan yang terlalu menantang, masih ada rute lain yang lebih nyaman untuk dilewati.

Melalui ke-10 destinasi wisata Uzbekistan di atas kamu sudah bisa mengira, bukan? Bahwa negara satu ini menyimpan banyak potensi wisata yang unik dan punya kesan berbeda dengan kawasan tujuan wisata lainnya. Yuk, segera lihat tanggal merah di kalender serta siapkan kopermu!