. 10 Tempat Wisata Bangladesh, Negara dengan Sejarah Keagamaan Kuat

travel

10 Tempat Wisata Bangladesh, Negara dengan Sejarah Keagamaan Kuat

By  | 

Bangladesh merupakan sebuah negara yang bersebalahan langsung dengan India barat, utara, dan timur. Negara ini terletak di Delta Sungai Gangga-Brahmaputra. Di kawasan ini juga terdapat beberapa anak-anak sungai dari Himalaya. Negara ini beriklim tropis.

Salah satu hal unik dan menarik yang bisa kamu nikmati dalam paket liburan ke Bangladesh adalah sejarah keagamaannya.

Negara yang juga berbatasan dengan Pakistan ini, punya banyak deretan bangunan peninggalan sejarah keagamaan. Wisata religi pun tak luput menjadi daya tarik wisata bagi para pelancong yang datang ke sini.

Tak hanya itu, negara satu ini juga menawarkan berbagai pilihan wisata alam. Bagi yang ingin merasakan suasana pantai, Bangladesh punya jajaran pantai yang indah.

Terlebih lagi, negara ini punya garis pantai yang amat panjang. Selain pantai, masih banyak wisata alam yang bisa dikunjungi, mulai dari lembah, danau, sungai, dan bermacam-macam lainnya.

Berikut ini pilihan 10 objek wisata Bamgladesh yang memikat karena pesona yang dimilikinya.

Baca juga: 10 Destinasi Wisata India yang Punya Alam Indah dan Kaya Sejarah

1. Mengunjungi Benteng Lalbagh bangunan istana setengah jadi yang rupawan

Benteng Lalbagh Bangladesh

(foto: instagram/ maisha__ )

Benteng Lalbagh dibangun oleh Shaista Khan dalam keadaan setengah jadi. Ia tidak menyelesaikannya dikarenakan percaya bahwa benteng ini telah dikutuk. Meskipun belum sepenuhnya selsai, bangunan benteng ini tetap indah hingga dijadikan tujuan wisata.

Tiga bangunan benteng ini sudah dibangun lengkap. Di antaranya Mausoleum Pari Bibi, Diwan-i-Aam (aula audiensi), dan Masjid Quilla.

Mausoleum Pari Bibi menjadi salah satu bangunan tercantik di kompleks benteng ini. Bangunannya terdiri dari marmer putih dengan makam yang ada di tengahnya. Namun, akses untuk masuk ke dalam kamar dibatasi.

Sementara itu bangunan yang tadinya ditujukan sebagai kediaman Gubernur Mughal, kini difungsikan sebagai museum yang memamerkan barang-barang Mughal seperti koin, lukisan, karpet, dan senjata. Bangunan ini memiliki dua lantai.

Ketiga bangunan utaman ini, dikelilingi oleh area taman yang masih terus terawat sampai saat ini. Taman juga banyak memajang tumbuhan-tumbuhan yang tumbuh di air, pada pot-pot berisi air yang bentuknya menyerupai bak mandi.

Bagian bangunan lainnya yang sudah selesai dari benteng ini adalah sebuah terowongan yang letaknya di bawah tanah. Terowongan ini memiliki alur yang rumit. Konon diceritakan bahwa dahulu ada dua tentara yang berkelana ke dalam terowongan dan tak pernah keluar lagi.

Oleh karena itu bagian terowongan ini disebut berhantu. Benteng Lalbagh terletak dekat Sungai Buriganya yang ada di sebelah barat daya dari Dhaka. Sebagai monumen paling penting di Mughal, Benteng Lalbagh awalnya dirancang untuk menjadi benteng-istana.

Keindahan benteng ini sudah dapat kamu temukan ketika memasukki area gebangnya yang memiliki bentuk yang unik.

2. Berburu foto instagenic di Pink Palace-nya Bangladesh, Ahsan Manzil

Ahsan Manzil Bangladesh

(foto: instagram/ maishafarzi)

Berlibur ke Bangladesh jangan lupa kunjungi Pink Palace yang instagrammable. Ya, Bangladesh punya bangunan istana megah dengan warna merah muda yang indah, nama aslinya adalah Ahsan Manzil. Dahulunya, istana ini menjadi tempat tinggal dari Keluarga Dhaka Nawab.

Bangunannya amat megah dan berwarna merah muda yang lembut. Bangunan berdiri de tepi Sungai Buriganga. Ini menjadikan bagunan ini menjadi incaran wisata instagrammable di Bangladesh. Istana ini sudah berdiri sejak tahun 1859.

Pendirinya adalah seorang syeikh terkenal sebagai seseorang yang menawan, bernama Sheikh Enayet Ullah. Dia hidup di era Mughal, dimana dahulunya tempat ini adalah lahan kebun miliknya. Area tersebut berada di Kurmatoli, Dhaka.

Setelah membuat kebun di lahan ini, ia pun akhirnya membuat istana menawan denga ciri khas bangunannya yang berwarna merah muda. Ia menyebutnya sebagai Istana Rongmohol. Di dalam bangunan istana itu kini juga terdapat makam dari sheikh Enayet Ullah.

Letaknya di sudut timur laut halaman istana. Namun, desain istana yang dapat kamu lihat saat ini bukan desain asli. Larena setelah sempat mengalami kerusakan parah karena tornado, bangunan kemudian dibuat dengan desain baru oleh seorang insinyur Inggris yang berasal dari Kolkata.

Loading...

Bangunan pun hampir seluruhnya dibangun dengai desain baru di bawah pengawasan dari insinyur lokal bernama Gobinda Chandra Roy.

Seiring dengan bangunan yang pernah dipakai oleh pedagang Perancis dalam sejarahnya, maka aristekturnya pun nampak sedikit bergaya Perancis. Namun, bangunan juga dibuat kembali dengan tingkat dua dan dibuat mirip Rangmahal.

Terdapat sebuah gang dengan gaya ristekturnya yang indah yang menjadi penghubung ke lantai dua. Kubah pada istana juga menjadi salah satu daya tarik yang membuat tampilan bangunan ini lebih memesona. Kini, bangunan difungsikan sebagai Museum Nasional Dhaka.

3. Menikmati alam di pulau dengan garis pantai terpanjang di dunia, Pulau Santa Martin

Pulau St Martin Bangladesh

(foto: instagram/ prantomuqtadir)

Pulau St Martin merupakan nama pulau yang memiliki pantai dengan hamparan pasir terpanjang di dunia bernama Cox’sBazar. Tak heran jika objek wisata ini merupakan salah satu primadona wisata di Bangladesh. Menariknya, pantai ini hanya dapat kamu kunjungi saat musim dingin di Bangladesh.

Saat melakukan tur wisata ke sini, hal menarik lainnya yang dapat kamu nikmati adalah mengunjungi pelabuhan nelayan di Cox’s Bazar. Di sini kamu bisa lebih menyelami bagaimana budaya kehidupan dari masyarakat Bangladesh melakui kegiatan maritim mereka ini.

Kamu akan diberi kesempatan untuk bercengkrama dengan para nelayan dan keluargnya, hingga kesempatan untuk berfoto dengan mereka.

Lebih dari 3000 orang di Pulau StMartin setiap pagi dan pulang pukul 3 pada sore harinya. Aktivitas wisata seperti berjemur di siang hari menyenangkan untuk dilakukan di sini. Wilayahnya yang berada di pulau, membuatnya tetap terasa terasing meskipun banyak yang berlalu lalang.

Kamu akan dikelilingi dengan bebatuan karang yang eksotis di tengah biru air lautnya. Listrik di wilayah ini juga belum sepenuhnya masuk pemasokannya.

Berada di pulau ini kamu seakan menikmati kehidupan orang pesisir yang berada di tengah laut. Saat malam tiba, keadaan lingkungan bisa menjadi gelap gulita tanpa penerangan.

Menikmati panorama malam berbintang juga jadi aktivitas yang seru. Dengan pandangan jangkauan mata yang luas. Langit noktunal, bulan dan bintang benderang. Kamu bisa memilih berbaring di atas pasirnya yang lembut atau di atas kursi pantai yang nyaman untuk menatap langit.

Kamu bisa menjadi pulau ini dari wilayah Teknaf. Selanjutnya perjalanan menuju pulau dilakukan dengan berlayar menggunakan Kapal Keari Sindbad selama kurang lebih 2 jam.

Tentunya kamu akan sekaligus disuguhkan dengan pemandangan spektakuler selama perjalanan tersebut. Ada Bukit Teknaf di satu sisi. Sementara di sisi lainnya kamu bisa melihat Myanmar di kejauhan.

4. Menjelajahi satu-satunya hutan rawa di Bangladesh, Hutan Rawa Ratargul

Hutan Rawa Ratargul

(foto: instagram/ : aniqafarabee )

Di Distrik Sylhet, di wilayah Gowainghat Upazila, dekat Sungai Goain, terdapat hutan rawa air tawar yang indah. Di beberapa musim hutan ini akan tenggelam di air tawarnya. Sementara saat musim hujan hutan menjadi banjir. Namun, hutan terus memiliki dedaunan yang hijau.

Bermacam satwa khas juga tinggal di dalamnya. Di perairannya hidup ikan-ikan endemic. Hewan-hewan yang dapat kamu temui di sini seperti ular, monyet, kadal, serangga, dan burung. Jenis burung yang dapat kamu temui adalah Nasar dan Elang.

Bagian hutan ini ada yang sempit sehingga agak sulit dilalui dengan perahu. Meskipun begitu kamu tetap patutuntuk coba wisata ke sini. karena hutan ini juga menjadi satu-satuya hutan rawa air tawar yang ada di Bangladesh.

Sementara di dunia, hutan jenis ini juga jarang ditemui. Untuk dapat tetap menjaga kelestaraiannya, hutan dilindungi dan dijaga langsung oleh Departemen Kehutanan Pemerintahan Bangladesh.

Letaknya yang dekat dengan Sungai Goain tersebut, membuat hutan ini juga dapat menghubungkan kamu dengan kanal yang disebut Chengir Kal. Sementara itu hutan paling banya ditumbuhi dengan jenis pohon bernama Pongamia pinnata ( pohon Koroch ).

Saat musim hujan tiba, hutan bisa berada 20-30 kaki di bawah air. Kuranf lebih, hutan ini berjarak 18,7 km dari Sylhet. Kamu bisa mengakses Hutan Ratargul ini menggunakan bis, kereta apai, ataupun lewat jalur udara. Sebenarnya jenis hutan ini dapat ditemui di beberap iklim seperti boreal, subtropics, hingga tropis.

Air yang membanjiri hutan banyak yang datang dari bukit-bukit India. Air pada hutan rawa ini sangatlah jernih, hingga kamu bisa melihat dasar airnya. Hutan Rawa Ratargul memiliki luas lahan 3325,61 hektar.  504 hektar di antaranya di tetapkan sebagai suaka margasatwa sejak tahun 1973.

Selain ada Pohon Korooch dengan bentunya yang zigzag, di sini juga terdapat Pohon Hizal.  Saat musim hujan, menyenangkan berpetualang mengelilingi hutan dengan perahu. Sementara saat kering, berjalan kaki menyusurinya bisa jadi pilihan.

5. Menelusuri jejak pesona alam Bangladesh yang menakjubkan di Jaflong

Jaflong Bangladesh

(foto: instagram/ rakib.shamim)

Jaflong merupakan lanskap alam indah dari Bangladesh. Letak tepatnya berada di perbatasan Bangladesh-India. Area ini dipenuhi area perbukitan serta taman yang rupawan. Terletak di sebelah sungai Peain di sekeliling Bukit Khashia. Ada juga Sungai Mari yang aliran airnya bersumber dari pegunungan Himalaya.

Sungai ini membawa berton-ton batu dengan aliran airnya yang jernih. Hutan hijau yang asri dan masih alami mengelilingi perbukitan ini. Membuat kawasan ini sering kali menjadi tujuan utam apara wisatawan yang datang ke Bangladesh.

Wilayahnya, masih berada di Gowainghat Upazila. Latar alamnya dipenuhi dengan pegunungan subtropics dan hutan hujan.

Area perbukitan ini juga terkenal karena koleksi bebatuan yang dimilikinya. Kawasan ini juga menjadi rumah tinggal asal dari suku Khasi (juga dikenal sebagai suku Khasia). Letak Jaflong  hanya sekitar 60 meter dari Distrik Sylhet. Butuh 2 jam untuk dapat sampai ke lokasi wisata ini.

Selain banyak batu yang tersebar di perbukitannya, kawasan ini juga memiliki hamparan perbukitan teh. Wilayah ini disebut Megalaya. Daya tarik lain yang bisa kamu temukan disinia adalah deretan air terjun cantiknya yang banyak tersimpan di sini.

Menariknya, batu-batu yang terbawa dari aliran sungainya seringkali dipungut oleh orang-orang Bangladesh. Menjadi sebuah pemandangan unik yang instagenic untuk ditangkap gambar bagi seorang fotografer.

Kegiatan orang-orang ini membuatnya menjadi penuh. Biasanya batu-batu ini akan mereka bawa ke penghancur untuk kemudian menjadi pasokan untuk bahab konstruksi. Pemandangan spektakuler yang dapat kamu lihat ini adalah arah dari datangnya sumber air di Sungai Piain.

Beberapa meter di depannya, di sisi India terdapat sebuah jembatan yang menghubungkan antara dua bukit. Jembatab ini seakan menjadi pemandangan ikonik. Saat airnya rendah, kamu bisa mengakses tempat ini dengan berjalan kaki.

Namun, saat musim hujan airnya meningkat dan menjadi lebih tinggi, sehingga kamyu perlu menggunakan perahu yang dinaikki drai Bolla Ghat. Tenang saja, saat musum hujan, puluhan perahu wisata sudah siap untuk membantu perjalananmu.

Baca juga: Rekomendasi 10 Wisata Tajikistan yang Belum Banyak Diketahui

6. Menjadi saksi sejarah dari peradaban tua di Somapura Mahavihara

Vihara Somapura

(foto: instagram/ sany_r_sriti)

Berwisata religi ke Bangladesh memang menjadi suatu hal yang tak boleh kamu lewatkan. Bagaimana tidak, negara ini punya banyak situs bersejarah yang sangat menarik untuk dikunjungi. Salah satunya adalah keberadaan Somapura Mahavira.

Situs ini menjadi situs Budha ke-8 yang membuatnya menjadi situs penting yang terletak di Paharpur, Bangladesh. Vihara ini diperkirakan dibangun pada masa periode Pala. Didirkan di Bengal kuno dengan ukurannya yang luas dan besar.

Menjadikannya Mahavihara. Vihara ini juga menjadi salah satu biara Budha yang paling terkenal di anak benua India. Luas kompleksnya lebih dari 20 hektar atau 85.000 meter persegi.

Arsitektur desain pada vihara ini sederhana namum seimbang dan banyak memiliki dekorasi ukiran. Gaya arsitekturnya ini mampu mempengaruhi gaya bangunan Budha di tempat lainnya. Seperti contohnya di Kamboja.

Tidak hanya sebagai situs Budha, Somapura Mahavihara ini juga penting bagi beberapa agama lainnya. Seperti pusat bagi agama Jain dan Hindu. Sturktur kompleks berbentuk segiempat, vihara ini memiliki desain pada pintu masuk yang nampak rumit.

Letak pintu masuknya berada di kompleks bagian utara. Masing-masing dari keempat sisinya memiliki panjang 922 kaki atau sama dengan 281 meter, dibangun di atas lahan luas yang juga masih menyisakan halaman.

Di halamannya ini terdapat sejumlah besar kuil dan stupa dengan berbagai bentuk dan ukuran. Selain itu di sini juga ada plak terakota, prasasti, keramik, koin, dan patung batu.

Pada setiap sisi bihara ini juga terdiri dari beberapa ruang-ruangan untuk biksu. Kurang lebih jumlah ruangan serupa kamar atau sel tersebut sebanyak 170 dan juga terdiri dari 92 altar ibadah.

Beberapa bukti keberadaan benda suci dan tenpat suci lainnya ditemukan hampir di seluruh tempat, termasuk pada bangunan yang disebut Jain chaturmukhar. D

i bangunan ini, kamu dapat melihat bangaimana pengaruh aristektur dari ketiga agama penting dari vihara ini diterapkan pada ruangan. Seperti gambar dari Dewa Jain yang banyak pada dinding utamanya, karya seni terra-cotta Budha, dan patung-patung sakral milik umat Hindu.

7. Bertandang ke danau paling indah di Bangladesh, Danau Boga

Danau Boga Bangladesh

(foto: instagram/ md.humayunkabirjony)

Terletak 18 km dari Rumah Sadar Upazilla di Bandarban. Danau Boga disebut sebagai danau alami di Bangladesh dengan kenampakkan paling indah. Danau ini memiliki luas mencapai 15 hektar atau sama saja dengan 1800 kaki di atas permukaan laut. Air danau memiliki warna yang sangat biru.

Keunikan yang dapat dikagumi di sini adalah keberadaan batu-batu besar yang bisa keluar masuk di Danau Boga.

Salah satu aktivitas wisata paling seru yang bisa kamu lakukan di sini adalah menyalakan api unggun dan mengililinginya, kemudian saling bercerita. Kondisi lingkungan yang ada di sekitar danau tak kalah akan membuatmu berdecak kagum.

Danau ini dibatasi tiga sisi oleh puncak gunung yang ditutupi oleh semak bambu yang lebat. Dalam proses terbentuknya danau ini, diketahui banyak kisah mitologis yang melatarbelakanginya. Wisatawan banyak juga yang datang saat musim dingin.

Jika kamu senang wisata menantang, kamu bisa coba berpetualang dalam perjalanan menuju danau ini dengan memilih alur pendakian dengan berjalan kaki yang akan menghabiskan waktu selama kurang lebih lima jam.

Namun, saat ini sudah ada akses-akses berupa jalan yang dengan kondisi yang lebih baik yang akan mempermudahmu untuk sampai ke lokasi danau. cerita mitologi yang beredar tentang danau ini adalah danau yang disebut sebagai rumah naga.

Danau Boga dikelilingi jajaran hutan-hutan indah dengan beberapa pohon bambu yang seakan membuatnya dipeluk langsung oleh rimbunnya pepohonan ini. Gunung yang mengelilinginya merupakan yang tertinggi di Bangladesh.

Gunung paking dekat dengannya bernama Keorkaradong. Yang merupakan tertingi kedua di Bangladesh. Air dari danau ini selain dari hujan juga berasal dari mata air didekatnya. Tak jauh dari danau juga terdapat desa penduduk.

Orang-orang desa ini akan degan senang hati menemanimu untuk bercerita mengenai kisah legenda dari danau di masa lampau. Seperti soal pembentukkan danau, bagaimana dewa dibunuh, dan dimakan oleh anggota Desa Khumi.

8. Meneropong pesona Bangladesh dari ketinggian di Lembah Sajek

Lembah Sajek Bangladesh

(foto: instagram/ skhaled124)

Lembah Sajek akan menawarkanmu dengan pesona lembah di suasana alam yang tenang dan eksotis. Lembah ini terletak di perbukitan hijau pegunungan Kasalong. Di kawasan ini gunung-gunung menjulang tinggi, padang rumput terhampar luas, dan juga area perbukitan.

Perjalanan menuju Lembah Sajek juga layaknya menjadi tur wisata yang memanjakan. Kamu akan melewati barisan Mayni, Sungai Mayni, dan Sungai Kasalong, perpaduan berbagai topografi alam yang meliputi, warna hijau, biru, menyatu bagai sebuah keharmonisan.

Serunya lagi kamu akan di bawa naik turun melintasi jalan yang curam maupun landai. Membuat kamu merasa terkadang langit begitu dekat, namu terkadang begitu jauh.

Kamu bisa mendatangangi objek satu ini kapanpun dan dalam kondisia apapun. Letaknya di sebelah paling utara dari Chittagong Hill Tract. Sajek ada di Distrik Rangamati yakni berada di bawah Baghaichhari Upazila.

Kamu harus menempuh perjalanan sejauh 67 km ke sebelah timur laut untuk samapai ke sini jika kamu memulainya dari Kota Khagrachhari.

Sementara dari Kota Rangamati kamu akan menempuh 95 km ke arah barat laut. Lokasinya sangat dekat dengan perbatasan India yang hanya berjarak 8 km ke arah timur Mizoram.

Keindahan Sajek yang spektakuler, membuatnya tak hanya dikenal oleh wisatawan lokal, tetapi juga wisatawan yang berasal dari luar negeri.

Sebenarnya Sajek ini adalah sebuah nama sungai yang membelah antara Bangladesh dengan India. Sungai ini mengalir ke arah Sungai Karnafuli di Chittagong Hill Tracts. Lembah Sajek berada di ketinggian 1800 kaki di atas permukaan laut.

Keindahan alam lainnya nampak pada banyaknya sungai kecil mengalir melalui bukit-bukit dimana ada Kachalon dan Machalong yang terkenal. Beberapa etnis minoritas tinggal di tempat ini. Di antaranya Chakma, Marma, Tripura, Pankua, Lushai dan Sagma.

Kawasan lembah ini juga dijuluki sebagai Ratu Bukit dan Atap Rangamati karena pesona indahnya. Tak jaug dari lembah ini, jangan lupa kamu kunjungi kebun yang banyak ditumbuhi jeruk-jeruk segar.

9. Wisata Religi sekaligus wisata foto di Kuil Dhakeshwari

Kuil Dhakeswari Bangladesh

(foto: instagram/ roysontherun)

Bangladesh juga punya kuil dengan bentuk yang unik. Kuil ini mungkin tidak semegah kuil-kuil di Bangladesh lainnya. Namun, ciri khas bentuk bangunan dan warnanya yang cantik membuat kuil ini sering kali dijadikan latar foto yang instagenic.

Nama ‘Dhakeshwari’ sendiri memiliki arti ‘Dewi Shaka’. Kuil ini diklaim sebagai tempa ibadah umat Hindu yang paling penting di Bangladesh. Kuil ini dibangun pada abad ke-12, oleh Ballal Sen.

Ia merupakan seorang raja dari Dinasti Sena. Banyak sejarah yang mengatakan bahwa kota tempat kuil ini berada dinamai setelah berdirinya kuil Dhakeshwari.

Kuil Dhakeshwari juga disebut sebagai bagian penting dari budaya Dhaka. Beberapa ahli sejarah menuturkan bahwa candi ini termasuk ke dalam salah satu Shakti Pheetas, yakni tempat permata dari mahkota Dewi Satihad yang jatuh.

Di dalam bangunan kuil ini kamu akan menemukan terdapat beberapa kuil-kuil lainnya yang memiliki dua jenia arsitektur yang berbeda-beda. Di dalamnya ada patung Dewi Durga Poncharotna.

Kuil yang sudah berkali-kali mengalami renovasi ini, kini sudah berusia sekitar 200 tahun. Dalam pemugaran terakhirnya kuil ini diperbaiki oleh East Indoa Company.

Salah satu sudut kuil yang paling banyak menimbulkan daya tarik adalah keberadaan empat Kuil Shib atau disebut juga Shib Lingas. Shib Lingas ini kabarnya didirikan oleh Raja Mansing pada abad ke-16. Kuil Dhakeshwari memiliki perpaduan antara Bangla chowchala dan kuil shikor.

Sementara itu, ada juga yang menyebut arsitektur kuil memiliki unsur Budha Buddhist. Ada juga yang berpendapat, bahwa kuil ini mungkin sebenarnya pagoda bodhis yang kemudian diubah menjadi kuil Hindu. Kuil Dhaskewri letaknya berada di Kota Old Dhaka.

Dimana jaraknya hanya 0.1 meter dari Benteng Lalbagh. Bagian kuil lain yang mengisyaratkan arsitektur budha adalah keberadaan patung dewa kembar. Empat bangun Linggas di kompleks kuil ini dibangun berjajar, dari timur ke barat. Di dalamnya, masing-masing terdapat Lingga Siwa.

Di sebelah utara nat mandir berdiri candi utama yang menghadap ke selatan. Bangunan ini memiliki pintu kayu yang indah dan lengkungan moitif yang unik.

10. Berkunjung ke pantai unik dengan bukit hijau di tepiannya, Pantai Guliakhali

Pantai Guliakhali Bangladesh

(foto: instagram/ rafi_al_mahmud7)

Pantai Guliakhali terletak 5 kilometer dari Sitakunda Bazar dari Distrik Chittagong. Masyarakat setempat menyebut pantai ini dengan nama Pantai Muradpur. Keunikan tampilan pantai ini membuatnya menjai daya tarik wisata populer di Bangladesh.

Pantai ini tidak memiliki hamparan pasir dengan garis yang panjang. Sebagai gantinya bukit-bukit hijau yang dipenuhi rerumputan menjadi keistimewaan tersendiri, yang membuatnya seperti berada di negeri dongeng.

Di kejauhan kamu bisa melihat air laut, di sisi lain hutan pinus pohon (kewra) nampak indah. Pohon pinus (kewra) ini hidup di sekitar kanal yang mengalir melalui hutan yang terus mengarah sampai ke laut.

Bukit-bukit di pantai ini serupa karpet hijau yang membentang di atas air dangkal laut.. Di tengah setiap bukit ini terdapat lubang. Lubang-lubang ini dipenuhi oleh air laut tersebut. Saat pasang aliran air di dalamnya menjadi penuh. Panorama unik dari burung yang berterbangan, ombak, dan pasangan angina lain terihat di pantai ini.

Dari Sitakunda, kamu akan mennghabiskan waktu selama 50 menit untuk dapat sampai ke pantai ini. Kamu juga bisa memilih berjalan kaki menuju ke sini, dengan melewati jalan Beri bari, dengan jarak 10 km dari Sitakunda.

Sekilas, melihat pantai ini seperti berada di taman hijau. Sayangnya, di sini warung yang terlihat hanya ada satu kedai minuman saja.

Pantai laut ini juga dekat dengan hutan bakau. Selama perjalanan ke pantai ini, kamu bisa disuguhkan dengan pemandangan jajaran hutan yang memukau.

Jika kamu beruntung, penduduk sekitar bilang kamu bisa saja berpapasan dengan rusa. Angin sepoi-sepoi di pantai membuat udara di sekitar pantai menjadi lebih segar.

Itulah beberapa objek wisata di Negara Bangladesh yang menawarkan wisata sejarah hingga wisata alam yang instagrammable. Masih banyak lagi objek wisata lain yang bisa dikunjungi oleh kamu di sini. Jadi, tidak perlu ragu-ragu lagi untuk menyusun perjalanan ke Bangladesh.