. 10 Tempat Wisata Menarik di Mongolia, Keindahannya Buat Lupa Diri

travel

10 Tempat Wisata Menarik di Mongolia, Keindahannya Buat Lupa Diri

By  | 

Mongolia merupakan negara yang diapit oleh dua negara besar. Yaitu Rusia dan Cina. Letak negara ini sama seperti Korea dan Jepang.

Berada di Asia Timur, namun kepopulerannya sebagai tujuan pariwisata belum mampu menyaingi kedua negara tetangganya tersebut.

Padahal, lebih dari itu, Mongolia punya bentangan alam yang memukau. Selain itu, kekayaan alam berupa flora dan fauna yang melimpah. Terbukti, dari begitu banyak wisata taman nasional yang ditawarkan di negara yang beribukota di Ulan Bator ini.

Negara yang masyarakatnya identik dengan kuda ini juga menawarkan wisata etnik yang mengesankan. Wisata alam liar di Mongolio menjadi paket yang menyenangkan jika kamu datang ke negara ini.

Selain itu, mencoba gaya hidup nomaden ala suku Mongolia di masa silam menjadi aktivitas wisata favorit kebanyakan wisatawan yang datang ke sini.

Sementara itu, wisata religi pun tak kalah mengasyikan. Karena banyaknya terdapat kuil-kuil indah yang tersebar hanpir di seluruh negaranya.

Yuk kita kenali seberapa istimewa Mongolia untuk dikunjungi melalui 10 tempat wisata menakjubkan berikut ini.

Baca juga: Intip Eksotisme Kyrgyzstan Melalui 10 Wisata Unggulannya

1. Menjelajahi alam hijau Mongolia, di Gorkhi Terelj National Park

Gorkhi Terelj National Park Mongolia

(foto: instagram/k_rod86)

Mongolia dikelilingi banyak bentangan alam hijau dengan kekayaan flora dan fauna yang ada di dalamnya. Salah satu di antaranya adalah Gorkhi Terelj National Park.

Taman nasional ini terletak sejauh 80 kilometer dari Ulaanbaatar. Letaknya yang dekat dengan pusat kota modern di Mongolia, membuat objek wisata satu ini sering dikunjungi. Panorama alamnya yang indah, membuat banyak pengunjung betah berlama-lama di sini.

Banyak aktivitas wisata yang dapat kamu lakukan di sini. seperti hiking, panjat tebing, arung jeram, berkuda, atau sekadar mengamati burung-burung cantik yang bertebangan hinggap di ranting-ranting pohon.

Saat musim dingin tiba, Taman Nasional Gorki Terelj juga tetap seru untuk kamu kunjungi. Air Sungai Terelj yang mengalir di sini akan membeku dan menyerupai kristal. Biasanya air sungai yang membeku ini digunakan sebagai arena berseluncur es.

Lembahnya yang tertutup salju juga cocok digunakan untuk bermain ski lintas alam. Terelj ini memiliki lokasi yang indah, berada di tebing tinggi granit, sungai, serta hutan lebat yang masih sangat hijau.

Lebih dari 100 tahun yang lalu, tempat ini merupakan lokasi pertambangan. Batu mulia, kristal keruh, dan kristal murni dihasilkan dari lokasi penambangan ini. Pada tahun 1960, di sini ditemukan sebongkah kristal berawan yang memiliki berat 7,5 ton.

Di sini kamu juga bisa melihat sebuah formasi batuan yang bentuknya khas menyerupai kura-kura raksasa, ada juga yang menyerupai seseorang yang sedang membaca buku, dan lain-lain.

Sungai terelj sendiri mengalir melalui Taman Negarael Terelj. Sumber air dari sungai ini berasal dari Gunung Asralt Khaikhan dari pegunungan Khanti. Arus sungai ini terbilang cepat yakni 70 km setelah mengalir ke Sungai Tuul. Lokasi taman nasional ini berada di Taman Khan Khenti.

2. Menikmati indahnya danau tertua di dunia, Danau Khovsgol

Khovsgol Lake

(foto: instagram/Khovsgol Lake)

Mongolia juga punya danau yang diklaim sebagai yang tertua di dunia. Adalah Danau Khovsgol, yang terletak di antara perbatasan Mongolia dan Rusia. Lokasi Danau Khovsgol berada di tempat terpencil.

Danau dikelilingi oleh hutan rimba yang masih hijau asri, yang juga dihuni oleh beberapa satwa seperti para rubah, babi hutan, hingga rusa. Untuk sampai ke danau ini, kamu harus menghabiskan jarak perjalanan sejauh 130 km menuju Taiga Siberia yang berlokasi di utara Ulaanbaator.

Danau Khovsgol ini memiliki panjang 2.620 m2 serta lebar 40 kilometer. Danau ini memiliki titik terdalam sejauh 244 meter. Perairan di Danau Khovsgol begitu cantik, nampak seperti kristal. Membuatnya dijuluki sebagai “Mutiara Biru Mongolia”.

Ketika kamu berkunjung ke danau di pagi hari yang masih tenang, udara di sekitar sini akan dipenuhi dengan suara letupan dan retakan.

Loading...

Saat musim dingin, danau ini menjadi jalan pintas bagi pengendara yang melalui pegunungan. Dimana, permukaan danau ini membeku menjadi es. Es ini berupa undukan tebal. Tak hanya kendaraan kecil saja, bahkan truk besar pun melintasi jalur danau ini.

Namun, untuk dapat melintasi jalur ini dengan aman, pengendara harus memahami bagian jalan mana yang paling aman untuk dilewati. Daerahnya yang terpencil dan jauh dari Ibukota Ulan Bator membuat kamu harus siap melewati waktu tiga hari dari kota tersebut menunju sini.

Tak jauh dari Dana Khovsgol ini, terdapat sebuah desa bernama Khatgal. Letak desa, berada di ujung selatan danau. Di desa ini, kamu akan menemukan sekumpulan rumah kayu serta tenda nyaman berwarna putih yang khas Mongolia.

Tenda berbentuk segitiga ini disebut dengan Gers. Karena tempatnya yang terpencil, fasilitas wisata di sini juga belum lengkap. Jika kamu memutuskan untuk menginap di kawasan ini, biasanya penduduk akan menawari kamu untuk tinggal di rumah pribadi mereka.

Terdapat tradisi unik yang biasa dilakukan oleh masyarakat Mongolia yang berasal dari berbagai provinsi, suku serta kepercayaan. Mereka semua setiap tahunnya berkumpul di atas es Danau Khovsgol untuk merayakan alam mereka.

3. Berburu latar foto etnik di Erdene Zuu

Erdene Zuu Monstery

(foto: instagram/Erdene Zuu)

Mayoritas masyarakat Mongolia adalah beragama Budha. Maka dari itu, kota ini banyak memiliki kuil-kuil keagamaan Budha, yang banyak menyimpan sejarah dan pengetahuan mengenai Budha, khususnya. Erdene Zuu, merupakan baiara tertua yang ada di Mongolia.

Biara ini membuktikan, bahwa bangunannya masih berdiri kokoh dari berbagai tantangan masa ke masa yang pernah dilaluinya. Mulai dari invansi, perubahan politik, serta pembersihan agama yang semua telah dilalui selama berabad-abad.

Diperkirakan bangunan biara ini sudah didirikan pada tahun 1585. Namun, beberapa orang juga percaya bangunan ini sudah ada lebih lama dari tahun tersebut.

Nama pada biara, yakni Erdene Zuu, memiliki arti “100 Harta Karun”. Kuil ini memiliki sebuah stupa (relikui gundukan) yang membentuk dinding luar situs suci ini. Di dinding tersebut, membuktikan terdapatnya kisah sejarah mengenai pertempuran dari berabad-abad lalu.

Sebelumnya, biara ini pernah mengalami kerusakan akibat konflik antarsuku yang terjadi. Namun, bangunan biara ini dibangun kembali pada abad ke-18. Bangunan ini juga pernah mengalami kerusakan ketika Mongolio dipimpin oleh seorang komunis.

Pada masa itu, sejumlah kuil dihancurkan dan Erdene Zuu juga sakah satu yang terdampak, hingga bangunannya pun hanya tersisa tiga kuil dan sebuah ordo kecil. Hampir 100 bangunan yang sebelumnya ada di sini telah hancur.

Bangunan biara ini nampak artistik. Nampak dari kejauhan bangunan ini memiliki dinding dengan 108 stupa yang mengelilingi kompleksnya.

Di dalam bangunan ini, terdapat beberapa kuil serta stupa tambahan, dimana stupa tertua di bagian ini berasal dari tahun 1799. Tiga kuil tersebut bergaya arsitektur Cina, yang disebut Gurvan Zuu.  Bangunan ini dibangun dengan batu bata dan batu yang berasal dari Kota Kharkorin.

Erdene Zoo nerupakan bagian dari Situs Warisan Budaya Lanskap Lembah Orkhon. Biara ini terletak di Mongolia Tengah. Jaraknya, sekitar seperempat mil dari pusat Kharkorin.

4. Berburu latar foto ala timur tengah di Gurun Gobi

Gurun Gobi

(foto: instagram/ thewayfaress)

Mongolia juga menyimpan keindahan dari gurun terbesar ke-5 di dunia, yaitu Gurun Gobi. Gurun ini membentang luas melalui Cina dan sebagian Mangolia. Di asia, gurun ini adalah yang terluas.

Luas keseluruhan gurun ini diperkiran mencapai 1.295.000 km persegi, serta termasuk ke dalam gurun golongan dingin dan kering.  Pada iklim ekstrem yang dimilikinya ini, tidak banyak makhluk hidup yang bisa bertahan menghuninya.

Meskipun begitu, gurun ini tetap memilki beberapa jenis mamalia unik yang justru habitat aslinya adalah di Gurun Gobi ini. Mamalia tersebut di antaranya adalah Snow Leopard, Gobi Bear, Asian Ibex,Wild Bactrian Camel, serta Mongolian Wild Ass.

Kata ‘Gobi’ dalam bahasa Mongolian berarti ‘sangat besar dan kering’. Menurut sejarah, gobi ini merupakan bagian dari Kekaisaran Mongol dan merupakan lokasi berdirinya beberapa kota penting di sepanjang Jalur Sutra.

Meskipun cuaca di gurun ini terbilang ekstrem, namun banyak penggembala nomaden yang meninggali Gurun Gobi.

Kawasan Gurun Gobi ini juga terkenal, karena banyak terdapat fosil dari dinosaurus yang membuatnya begitu berharga bagi para arkeolog dunia. Bahkan, pada tahun 2016 lalu, di Gurun Gobi ditemukan jejak kaki dinosaurus terbesar.

Gurun Gobi juga tujuan wisata lain di kawasannya yang menarik untuk kamu kunjungi. Yaitu, Danau Bulan Sabit dan Gua Mogao. Kedua kenampakan alam ini, telah ditetapkan oleh UNESCO sebagai salah satu warisan dunia.

Selain fosil, di Gurun Gobi kabarnya juga hidup jenis cacing mematikan, yang disebut Cacing Maut Mongolia. Namun, keberadaan cacing tersebut di tempat ini masih misterius.

Gurun Gobi juga menyimpan flora menarik, yang disebut saxaul. Saxaul ini merupakan sejenis semak berkayu yang bisa dimanfaatkan untuk bahan makanan hingga tempat tinggal.

Menariknya, penampilan gunung ini tidak terlalu berpasir, tetapi berkerikil, berbatu, dengan semak-semak tumbuh di beberapa titiknya. Meskipun begitu, nuansa gurun yang eksotis tetap dapat kamu jumpai di sini.

5. Menikmati biru dikelilingi tebing putih dari panorama Danau Khyargas 

Khyargas Lake Mongolia

(foto: instagram/shangrilaulaanbaatar)

Selain Danau Kovsgol, Mongolia juga punya Danau Khargas. Danau ini berada di Distrik Khyarghas, Provinsi Uvs. Danau teretak di atas ketinggian 1025 m dari permukaan laut. Danau ini memiliki panjang 75 km dengan lebar 31 km.

Di bagian barat Momgolia, danau ini termasuk menjadi salah satu dari empat danau di Mongolia yang luas permukaannya melebihi 1000 km2. Dengan kedalaman rata-rata danau adalah 50 m, danau ini memiliki jenis air garam.

Berbeda dengan Danau Kovsgol yang jenis airnya air tawar. Air danau ini, sebagian airnya berasal dari danau kecil bernama Danau Airag.

Danau Khyargas juga termasuk ke dalam klasifikasi Great Lakes Basin oleh World Wiidlife Fund (WWF). Berbagai aktivitas wisata dapat kamu lakukan di sini. Salah satunya, seperti memancing. Memancing di danau ini kamu akan menemukan jenis ikan dengan beberap bentuk yang unik. Ada iklan haring, dari Altai dan Nokhoi.

Panorama kawanan burung juga dapat kamu lihat terbang di alam bebas lalu mendarat di area sekitar danau. Di kawasan ini, memang banyak burung-burung yang bermigrasi atau nomaden. Di belakang danau, terdapat Gunung Khan Khunkii.

Posisi terbaik untuk melihat panorama indah danau ini adalah melalui sebelah selatan. Dari sini, Danau Khyargas nampak menjorok ke batu putih pualam.  Gunung Khan Khukii yang sudah rusak  karena air hujan, membuat areanya memiliki banyak anak sungai dan seluncuran.

Bebatuan dari Gunung Khan Khunki yang rusak ini, berwarna kecoklatan. Sementara itu warna airnya biru dengan rona hijau. Danau ini juga dihuni jenis ikan langka bernama Grayling Mongolia.

Baca juga: 10 Tempat Wisata Uzbekistan, Bangunan Kuno Hingga Pesona Alam Tiada Tara

6. Wisata ke Ibukota Mongolia, Subkhbaatar Square

Sukhbaatar Square Mongolia

(foto: instagram/nocaptionphoto)

Setelah menikmati wisata alamnya, cobalah semakin mengenal Mongolia dengan berkunjung ke alun-alun kotanya, yang dikelilingi banyak bangunan ikonik serta bersejarah. Sukhbaatar Square adalah alun-alun yang namanya diambil dari tokoh berjasa di Mongolia bernama Damdin Subkhbaatar.

Alun-alun Subkhbaatar ini terletak di Ibukota Ulan Bator. Di tengah alun-alunnya, terdapat patung Subkhbaatar yang menunggang kuda.

Di bagian bawah patung ini, terdapat sebuah kalimat yang diucapkan saat Mongolia mendeklarasi kemerdekannya. Yakni, “Jika kita, seluruh rakyat,, bersatu dalam upaya bersama dan kehendak kita bersama, tidak aka nada apa pun di dunia yang tidak bisa kita capai, yang kita tidak akan belajar atau bahwa kita akan gagal melakukannya,”.

Di tahun 2006, alun-alun ini dipulihkan seluruhnya. Momumen yang didirikan sebagai penghormatan pada Subkhbaatar ditutup  dengan perunggu, hasil karya antara pemahat Mongolia dan Korea Utara. Pada bagian utara alun-alun ini, berdiri Gedung Parlemen Negara.

Bangunan besar ini dicat dengan warna abu-abu. Di bagian depan gedungm ada kaca besar yang menutupinya. Membuat kamu masig bisa melihat apa isi museum tersebut.

Di antaranya adalah patung besar Genghis Khan, juga patung-patung penunggang kuda Mongolia. Gedung parlemen ini memiliki bentuk seperti yurt (tenda putih khas Mongolia).

Di depan gedung parlemen ini, berdiri Mausoleum yang sudah dibangun sejak tahun 1921.  Isi mausoleum ini adalah sisa-sisa dari Subkhbaatar serta sebagian mungkin berasal dari choibalsan. Di timur alun-alun ini, terdapat Istana Budaya, yang menarik untuk kamu kunjungi.

Istana Budaya ini berupa Galeri Seni Modern. Sementara itu, di bagian sebelah tenggara alun-alun terdapat gedung State Opera dan Ballet Theatre. Gedung ini menarik perhatian, karena warna catnya yang merah muda. Di sudut utara-barat alun-alun, terdapat sebuah bangunan dengan warna kuning cerah yang memayungib Bank Golomt.

Di belakangnya ini terdapat Museum Sejarah Nasional. Di depan alun-alun juga berdiri menara Langit Biru, yang merupakan bangunan tertinggi di Ulaanbaator.

7. Indahnya lembah di hijau pegunungan, Orkhon Valley

Orkhon Valley

(foto: instagram/melissa_joint_)

Mempelajari sejarah kebudayaan di Mongolia, dapat banyak kamu lakukan di Lembah Orkhon. Lembah Orkhon merupakan area padang rumput yang luas. Lembah ini memiliki luas 121. 966 hektare. Lembah ini, berada di tepi Sungai Orkhon, Mongolia Tengah.

Di sini, kamu dapat menemukan beberapa benda peninggalan dari peradaban Lembah Orkhon yang berasal dari abad ke-6.

Peninggalan benda-benda bersejarah ini, sedikit banyak memberikanmu gambaran mengenai adanya hubungan erat antara perdagangan, keagamaan, serta kehidupan sosial masyarakat yang berkaitan dengan sejrah Asia Tengah.

Masyarakat di Lembah Orkhon, masih terus menjjaga pekerjaan yang diturunkan dari leluhur mereka. Pekerjaan seperti menggembala kuda, kambing, domba, sapi, dan unta menjadi mata pencaharian paling banyak yang dianggap agung bagi masyarakat yang hidup di sini.

Cekungan Sungai Orkhon ini banyak memiliki peninggalan sejarah karena dahulunya banyak pengembara yang secara berturut-turut mendiami lembah ini, bahkan sejak zaman prasejarah. Bukti suku yang hidup pertama di sini dapat kamu temukan di situs Moitlin Am dan Orkhon-7.

Sebagai tujuan wisata, Lembah Orkhon cocok untuk dijadikan tempat berkemah. Bentang akam stepa yang indah di sini, membuatmu akan betah bercengkrama dengan alamnya yang asri ini. Stepa ini dikelilingi oleh Khangai Massif yang hijau. Kekayaan flora dan fauna terseimpan di dalamnya.

Menunggang kuda yang menjadi aktivitas yang sering dilakukan bangsa Mongolia sejak masa siam, menjadi aktivitas wisata andalan yang tak boleh kamu lewatkan. Kamu juga bisa coba jalur pendakian menuju pegunungannya.

Di Lembah Orkhon kamu juga bisa memancing, karena terdapat sungai, yang juga disertai air terjun indah. Berwisata sepeda, melalui di sini juga akan menyenangkan.

8. Wisata religi di area perbukitan, Tuvkhun Monastery

Tuvkhun Monastery Mongolia

(foto: instagram/sshinee957)

Kuil-kuil cantik di Mongolia didukung dengan panorama alam yang juga menagumkan. Salah satunya, kuil yang berada di bukit gunung yang dipenuhi bebatuan serta dikelilingi hutan yang rimbun.

Letak Thovkhon Monastery ini berada di daerah pegunungan yang terpencil. Tuvkhun Monastery ini dahulunya digunakan sebagai tempat meditasi.

Selain itu, kuil ini juga menjadi tempat menyimpan karya seni dari pendirinya. Yakni, salah seorang tokoh besar dalam Buddhisme Zanabar. Ia membuat karya-karya termahsyur di biara ini.  Sempat mengalami ledakan pada tahun 1700-an, kuil ini kemudian dipugar kembali pada tahun 1773.

Di belakang kuil, terdapat sebuah lubang unik.  Yaitu sebuah gua kecil yang disebut dengan ‘Rahim Bunda’. Di sini, orang dapat menyelinap masuk dan keluar.  Proses keluar masuk gua ini, melambangkan kelahiran kembali seseorang yang kembali menjadi murni.

Di dekat bagian atas tangga, di sebelah kanan kuil, terdapat dua sumur. Kedua sumur ini, memiliki jenis air yang berbeda. Yang satunya memiliki air yang segar, sementara yang satunya lagi memiliki air yang agak payau. Keberadaan sumur ini masih dianggap misteri.

Mulai dari perbedaan jenis airnya hingga letak sumur di lokasi yang memiliki batuan padat yang jaraknya dekat dengan puncak gunung.

Kuil Tuvkhun berada di ketinggian, yang jaraknya 2600 meter di atas permukaan laut. Gua unik memiliki nama Gua Pilgrim. Letak Kul Tuvkhun berada di perbatasan Uvurkhangai dan Arkhangai. Kuil berdiri di bagian atas Gunung Shiveet-Ulaan.

Dulu, kompleks biara Tuvkhun ini terdiri dari 14 kuil. Untuk dapat sampai ke lokasi kuil, kamu harus mendaki yang memakan waktu 2 jam atau kamu juga bisa menyewa kuyda milik penduduk. Di bagian barat laut gunung berbatu ini, kamu juga dapat menemukan jejak kaki berukuran 38 cm yang disebut milik dari Bogdan Zanabazar.

Sementara itu, di sebelah utara  kuil-kuil ini terdapat sebuah ovoo atau piramida suci, yang menyuguhkan pemandangan menakjubkan dari Pegunungan Khagai. Namun, berdasarkan aturan agama di sini, perempuan tidak diperkenankan berkunjung ke ovoo.

9. Menginap di ‘hotel’ ala suku asli Mongolia, Khustai Mountains Camp

Khustai Mountains Camp Mongolia

(foto: instagram/Camp: gg_______)

Jika kamu berniat untuk menghabiskan liburan panjang di Mongolia dalam waktu berhari-hari, jangan lewatkan untuk bermalam di rumah tradisional bangsa Mongolian, lengkap dengan kuda-kuda liar, yang juga menjadi hewan yang lekat dengan bangsa Mongolian.

Semua itu bisa kamu dapatkan dengan berkunjung ke Khustai Mountains Camp. Penginapan ala suku Mongolian ini, berada di Taman Nasional Khustai.  Dimana, hanya berjarak 100 meter saja dai Ulaanbaatar. Kuda liar yang biasa ada di kawasan ini adalah jenis Przewalski.

Aktivitas paling seru yang biasa dilakukan pengunjung adalah, menonton kud liar. Selagi kamu juga bisa menjelajahi keayaan flora dan fauna di taman nasional ini.

Sehingga di sini kamu akan disajikan pula penginapan dengan pemandangan mewah dari kenampakan alam berupa gunung, stepa, bukit pasir, daerah lembap, serta sungai.

Penginapa dengan sistem perkemahan ini, membuat kamu akan sekaligus bisa mengenali alam Mongolia yang menakjuban. Penginapan kemah ini dibuka sepanjang tahun pada musim apa pun.

Pada musim dingi, perkemahan ini menyediakan 14 Yurt, yang dapat menampung kurang lebih 40 pengunjung serta dilengkapi dengan perabotan yang lengkap. Kamu juga bisa memilih, ingin disiapkan tenda Mongolia dengan perabotan seperti apa, bisa dengan perabotan mewah ataupun standar.

Sementara itu saat musim panas, pengelolanya yakni Khustai Center akan memberikan penambahan jumlah Yurt. Sehingga, pada musim ini perkemahan dapat menampung hingga 95 tempat tidur.

Meskipun penginapan ini berupa tenda tradisional, namun tenang saja, kamu juga tetap bisa merasakan seperti menginap di hotel. Di sini, penginapan juga dilengkapi dengan air panas serta shower. Terdapat restoran-restoran juga yang menyajikan menu-menu mewah.

Kamu juga bisa, meminta barbeque-an, yakni Barbeque Mongolia (khorkhog atau boodog). Di dalam perkemahan yang terdiri dari beberapa yurt ini juga, kamu bisa menemukan museum kecil, untuk dapat mempelajari lebih jauh mengenai kuda Przewalski.

Khustai mountains Camp memiliki fasilitas yang mumpuni meskipun berupa perkemahan. Kamar mandinya terbuat dari beton. Di sini juga disediaka dapur. Air dan listrik terpasok selama 24 jam. Kamu juga bisa tetap terkoneksi dengan internet.

10. Menikmati musim dingin di pegunungan berselimut salju, Potanin Glacier

Potanin Glacier Mongolia

(foto: instagram/olga.travels)

Mongolia juga memiliki banyak gletser. Gletser terbesarnya adalah Gletser Potanin. Gletser ini berada di taman Nasional Altai Tavan Bogd. Di sini, kamu bisa merasakan sensasi berjalan di atas air sungai yang berubah menjadi es.

Panjang gletsernya mencapai 20 km. Lokasinya berada di Provinsi Bayan-Ulgii. Wisata ke sini memang mengasyikan, namun juga menantang. Kamu akan melalui alu pendakian yang sedang banyak ditutupi es.

Pada bulan Agustus salju mulai turun, hingga pada bulan Mei. Jalur ini, jugas bisa sangat lincir dan berlumpur. Jika kamu menggunakan kendaraan ke sini, akan lebih memacu adrenalin saat menggunakan mobil. Namun, tetap saja, kamu harus meminta pengemudi khusus yang sudah ahli melewati kawasan ini.

Selama perjalanan, kamu akan disambut dengan stepa yang dari kejauhan nampak sangat indah. Melewati sungai berlumpur, menjadi petualangan seru yang akan kamu jelajahi  menujun Taman Nasional Tavan Bogd yang sedang bersalju ini.

Biasanya, mobil favorit yang seringkali digunakan untuk menjelajahi glister ini adalah mobil jip militer rusia. Bagian barat Mongolia yang berbukit-bukit dan terpencil menjadikan bentangan ala mini nampak masih terawat.

Keseluruhan bentangan ala mini serta gunung-gunugnya terbungkus oleh glester. Dimana terbagi oleh lembah yang memiliki sungai berwarna hijau, dengan latar puncak gunung di belakangnya yang menjulang tinggi.

Lokasi ini, selain menjadi destinasi seru untuk dijejahi, juga memiliki pemandangan serba putih yang menakjubkan. Jadi, jangan lupa untuk siapkan kamera terbaik kamu. Sungai-sungai nan jernih yang dicairkan oleh es, jatuh ke lembah-lembah,

Sementara itu pemandangan pelangi nampak sesekali terlihat dari hamparan padang rumput serta taman bunga liarnya. Padang rumput ini menjadi berwarna putih, mendominasi keindahan bentangan alam dari Taman Nasional Altai Tavan Bogd yang sedang diselimuti glister serta salju putih.

Berwisata ke negara Mongolia cocok bagi kamu yang menyukai wisata alam terbuka. Di sana ada banyak objek menarik, selain kuda przewalski, yang menjadi primadonanya.

Beriwisata ke Mongolia menjadi begitu lengkap, tak hanya keindahan alam yang melenakan, jika Kamu berencana untuk berkunjungi ke sini jangan melewatkan untuk mempelajari kebudayaannya mereka yang masih cukup kental.