travel

10 Daya Tarik Wisata Banyuwangi yang Tak Pernah Ada Habisnya

By  | 

Akhir-akhir ini, wilayah bagian timur Jawa, tepatnya Kabupaten Banyuwangi, semakin banyak diperbincangkan akan keelokkan alamnya hingga beragam destinasi wisatanya yang seakan tak pernah ada habisnya. Tidak hanya di dalam negeri, Banyuwangi bahkan sudah banyak memikat wisatawan mancanegara.

Alamnya yang asri menyimpan begitu banyak kekayaan alam yang memanjakan mata sekaligus membuat siapapun ketagihan untuk datang dan datang lagi.

Tak dinyana, Banyuwangi pun terus berbenah diri dan memaksimal berbagai jenis potensi wisatanya. Tak hanya dengan bentang alamnya, kini Banyuwangi pun semakin memantaskan diri sebagai tujuan wisata edukasi hingga wisata selfi yang sedang banyak diincar.

Mari kita cari tahu, wisata mengasyikan apa lagi saja yang bisa kamu temukan di Banyuwangi!

Baca juga: Rekomendasi 10 Wisata di Kota Palembang yang Bisa Kamu Kunjungi

1. Pesona air terjun lembah Kawah Ijen melalui Air Terjun Temcor

Air Terjun Temcor Banyuwangi

(foto: instagram/hendhyhiemawan)

Wisata Banyuwangi, salah satunya kaya akan air terjun. Banyak sekali pilihan air terjun yang bisa kamu nikmati di sini. Salah satunya air terjun yang letaknya masih berada di kawasan Kawah Ijen, yaitu Air Terjun Temcor.

Air terjun Temcor terletak di Dusun Sumber Arum, Desa Sragi, Songgon. Dengan tinggi air terjun yang mencapai 10 meter, daya tarik air terjun ini antara lain airnya yang mengalir membelah persawahan.

Meskipun belum banyak wisatawan yang familiar dengan kawasan wisata ini, nyatanya Air Terjun Temcor tetap menjadi salah satu destinasi favorit wisata penduduk sekitarnya.

Air terjun ini memang tidak terletak di pedalaman hutan belantara, namun perjalanan yang ditempuh tetap cukup melelahkan. Kamu harus bersabar menempuh satu jam perjalanan dari pusat kota.

Letaknya yang berada di wilayah timur Desa Sragi, membuatnya diberi nama Temcor yang merupakan bahasa Madura, yaitu Temor Cora yang berarti Timur Jurang.

Airnya yang masih jernih, akan menyegarkan tubuh. Sementara pepohonan rindang di sekitarnya serta bebatuan alam yang tersusun rapi, membuatnya menjadi panorama alam yang eksotis. Cocok sekali untuk menghilangkan penat.

2. Mengagumi keunikan Pantai Pulau Merah

Pantai Pulau Merah Banyuwangi

(foto: instagram/bang_tora)

Destinasi wisata Banyuwangi selanjutnya, adalah pantai yang terkenal akan keeksotisan dari warna pulau merahnya yang memikat, yaitu Pantai Pulau Merah.

Pantai yang seringkali menjadi tujuan wisatawan mancangera ini, terletak di Dusun Panceng, Sumberagung, Pesanggran, Kabupaten Banyuwangi.

Sebelumnya Pantai Pulau Merah bernama Pantai Ringin Pintu. Namun, menjadi lebih dikenal dengan Pantai Pulau Merah, karena terdapatnya bukit kecil berwarna merah di tengah lautnya.

Pantai Pulau Merah memiliki panjang pantai mencapai 3 km. pantai ini juga dikeliligi oleh hutan mangrove dengan pemandangan nan asri yang terlukis di hadapannya.

Di bagian barat kamu akan dimanjakan dengan wujud sunset yang sangat rupawan. Sementara di bagian timur, terdapat bukit setinggi 200 meter yang seringkali menjadi spot latar foto dari pemandangan di pantai ini.

Berbagai aktivitas seru juga dapat kamu lakukan saat berlibur ke pantai laut merah, antara lain surfing, memancing, dan snorkeling.

Pantai ini juga selalu mengadakan event tahunan surfing, yang mendatangkan peserta dari 20 negara yang ada di seluruh penjuru dunia.

Tenang saja, semua aktivitas kamu tersebut selalu diawasi oleh petugas yang siap siaga berada di atas menara setinggi 5 meter yang berada di tepi pantai.

3. Menapaki jejak sejarah Hindu-Budha melalui Candi Agung Gumuk Kancil

Candi Agung Gumuk Kancil Banyuwangi

(foto: instagram/mertha_jayak)

Selain wisata alam, kamu juga perlu mengunjungi wisata sejarah Banyuwangi. Banyuwangi juga mempunyai beberapa candi peninggalan kerajaan Hindu-Budha, yang salah satunya adalah Candi Agung Gumuk Kancil.

Lokasi Candi ini berada di pinggir hutan milik Kesatuan Pemangku hutan (KPH) Perhutani Banyuwangi Barat, tepatnya di Dusun Bumi Asih, Desa Desa Bumiharjo, Glennmore, Banyuwangi.

Untuk mencapai area candi ini, kamu hanya perlu menempuh jarak 80 km dari Kota Banyuwangi. Tempat ini, dikeramatkan oleh warga sekitarnya karena di percaya sebagai wujud petilasan Maha RSI Markadenya, yang merupakan tokoh Hindu-Budha beprengaruh besar di Pulau Jawa.

Oleh Pemkab Banyuwangi Candi ini ditetapkan sebagai tempat wisata spiritual. Pengunjung yang datang ke sini pun, tak hanya sembahyang, mereka juga berdiskusi untuk dapat memperoleh nasihat spiritual.

Candi Agung Gumuk Kancil berdiri di atas lahan seluas 25 are. Candi dibuat dari batuan andesit, yang disebut-sebut sengaja didatangkan dari Gunung Merapi di Jawa Tengah dan Gunung Agung di Bali.

Masih di area candi, juga terdapat Arca Maha Markadenya, Ciwa, dan Budha. Meskipun dikenal akan aura mistisnya yang kental, namun tetap banyak wisatawan yang berdatangan, salah satunya menuju Mata Air Sumber Beji, yang tak jauh dari Pura Candi Agung Gumuk Kancil. Mata air ini dipercaya mampu menyembuhkan berbagai penyakit.

4.  Sensasi hutan ala Lord of The Rings dari pesona Jawatan Benculuk

Jawatan Benculuk Banyuwangi

(foto: instagram/aditbendoth)

Jawatan Benculuk merupakan destinasi wisata di Banyuwangi, yang menawarkan jalan-jalan di perhutanan ala film Lord of The Rings. Namun, Jawatan Benculuk sebenarnya merupakan nama bangunan tua jaman dulu,  yaitu sebuah tempat pengelolaan kereta api.

Kawasan didirikannya bangunan ini, berada di dalam hutan trembesi yang berjajar rapi dan menawan. Oleh karenanya, kawasan kemudian beralih fungsi menjadi kawasan wisata.

Fungsi dari pohon-pohon trembesi ini antara lain juga sebagi tempat resapan air. Selain itu, di sini juga digunakan sebagai tempat untuk menimbun kayu jati hingga dikelola untuk menjadi kayu yang berkualitas.

Sebagai kawasan wisata, Jawatan Benculuk juga menyuguhkan berbagai pilihan aktivitas berwisata, seperti memancing, bakar ikan, hingga kegiatan menakhlukan air, arum jeram.

Selain pohon trembesi dan pohon jati, beberapa tanaman lain juga dapat kamu temui di sini. antara lain Tumbuhan Wesah, Tumbuhan Santinet, Jamur Kepong, Salak Liar, hingga Pohon Kelengkeng.

Sementara itu, fasilitas wisata yang tersedia di sini sudah cukup lengkap, di antaranya terdapat mushola, toilet, berbagai jenis lapangan olahraga seperti bola, tenis, voli hingga karate. Selain itu, minimarket hingga beragam jenis warung makan juga tersedia di sini.

5. Berfoto ria di Kampung Warna-Warni Kalilo

Kampung Kalilo Banyuwangi

(foto: instagram/unyun149)

Selain di Kota Malang, Banyuwangi juga ternyata punya loh, kampung yang diisi dengan bangunan-bangunan berwarna-warni.

Untuk kamu yang senang berburu wisata selfi, perkampungan yang terletak di Keluragan Singonegaran, Kecamatan Banyuwangi, Banyuwangi ini akan sangat cocok kamu sambangi. Kampun Kalilo, tepatnya berada di pinggiran Sungai Kalilo yang memiliki panjang dari hulu ke hilirnya hingga 7 km.

Ide untuk mempercantik perkampungan ini, dicetuskan oleh ikatan Alumni ITS Surabaya yang bekerja sama dengan Pemkab Banyuwangi.

Selain menjadikan kampung sebagai kampung wisata, proyek ini juga dimaksudkan agar warga di Kampung Kalilo lebih giat lagi dalam menjaga kenyamanan dan kebersihan tempat tinggalnya ini.

Upaya menjadikan kawasan sungai ini menjadi lebih bersih, juga sebagai cara masyarakat untuk tetap dapat menghargai nilai sejarah yang dimiliki Sungai Kalilo.

Apalagi, dahulu sungai ini dikenal sangat jernih. Nama ‘Kalilo’ sendiri diambil dari kata ‘Kali’ yang berarti sungai, dan ‘Elo’ yang merujuk pada nama pohon yang dulu banyak tumbuh di Kelurahan Singonegaran.

Baca juga: Deretan 10 Pesona Wisata Yogyakarta yang Ciamik, Sayang untuk Dilewatkan

6. Telusuri eloknya Taman Baluran yang penuh keistimewaan

Taman Nasional Baluran Banyuwangi

(foto: instagram/pesonaid_travel)

Banyuwangi memang punya banyak kawasan wisata yang sudah terkenal hingga ke mancanegara, salah satunya adalah Taman Nasional Baluran. Keindahan padang rumput di bagian timur jawa ini, bahkan disebut-sebut menyerupai yang ada di Afrika.

Sehingga mendapatkan julukan “Little Afrika in Java”. Luas kawasan ini sekitar 25.000 hektar. Dengan luas tersebut, wilayah ini melindungi beragam jenis fauna dan flora di dalamnya.

Memasuki area taman nasional ini, kamu perlu sedikit bersabar dengan kondisi jalan yang berlubang-lubang. Kondisi ini disebabkan karena statusnya yang disebut sebagai taman nasional. Berwisata ke sini, membuat kamu seakan kembali ke alam bebas. Bahkan, akses listrik di sini pun sulit.

Serunya, kamu bisa menyapa langsung beberapa hewan yang sedang bermain di alam, seperti kerbau, rusa, kera berekor panjang, banteng dan masih banyak lagi.

Daya tarik lainnya dari Taman Nasional Baluran adalah terdapat hutam musim yang akan menyambut kedatangan kamu, sebelum mencapai padang rumput yang luas.

Kamu bisa menyaksikan bagaimana pepohonan yang ada di hutan tersebut berubah-rubah kondisinya sesuai dengan musim yang sedang berjalan. Selain itu, di sini juga ada hutan yang kesuburannya abadi, atau disebut dengan Hutan Evergreen.

7. Bertandang ke Teluk Hijau untuk melepas penat

Teluk Hijau Banyuwangi

(foto: instagram/adindakiran)

Satu lagi, pesona wisata Banyuwangi, yang sayang sekali kalau kamu lewati, yaitu Teluk Hijau! Teluk yang juga terkenal dengan nama Green Bay ini, menawarkan pesona kejernihan air yang berwarna hijau cerah.

Namun, uniknya warna hijau ini hanya dapat dilihat di tepian, sementara semakin ke tengah teluk, warnanya semakin membiru. Lokasi Pantai Teluk Hijau ini, terdapat di Taman Nasional Meru Betiri, Desa Sarongan, Pesanggrahan, Banyuwangi.

Biar lebih menantang, kamu bisa coba akses menuju teluk ini dengan menggunakan jalur air, yaitu menaiki perahu menelusuri Pantai Rajagwesi.

Spot yang tak bolehkan kamu lewatkan di sini salah satunya adalah air terjun setinggi 8 meter yang berada di tepi pantai dan dikelilingi oleh penampakan karang-karang cantik di sekitarnya.

Untuk dapat mengakses Teluk Hijau, memang sedikit sulit, selain jalannya yang terjal, jika melalui jalur darat, letak teluk yang tersembunyi juga menjadi alasannya. Bagian timur dan barat pantai teluk  ini, bahkan ditutupi oleh bebatuan karang yang saling bertumpuk-tumpukkan tinggi.

Untuk dapat melalui jalur darat, kamu bisa mengaksesnya dari Pantai Batu yang berada tak jauh dari Teluk Hijau. Di sana sudah terdapat jalan setapak yang sengaja dibuat untuk dapat sampai ke Teluk Hijau.

Namun, karena berada di kawasan Taman Nasional Meru betiri, kamu juga harus berhati-hati dengan satwa liat di sekitar. Jadi, jangan lupa untuk  ke sini lebih baik berdiskusi dahulu dengan pengelola taman nasional, ya!

8. Belajar mengolah kakao di Dusun Kakao

Dusun Kakao Banyuwangi

(foto: instagram/pramitagaluh)

Siapa yang tidak suka coklat? Rasanya jarang sekali ya, yang tidak suka makanan manis yang satu ini. Tetapi, apakah kamu sudah pernah lihat, bagaimana pengelolaan coklat dari pohon hingga berbentuk coklat kemasan?

Ya! Kamu bisa menyaksikan langsung bagaimana pohon coklat diolah menjadi berbagai penganan nikmat, di Dusun Kakao, Kendenglembu, Karangharjo, Glennmore, Banyuwangi.

Di lokasi wisata edukasi ini, kamu akan diajari bagaimana budidaya pohon kakao dilakukan. Di dalam area wisata ini, ada sebuah pabrik yang berfungsi untuk menghasilkan coklat khas Banyuwangi.

Kamu bisa ikut belajar bagaimana menghasilkan coklat yang nikmat. Lalu, kamu juga bisa berkunjung ke Galeri Coklat yang di dalamnya terdapat cerita sejarah mengenai diproduksinya coklat di Banyuwangi.

Jika lelah mengelilingi dusun dengan berjalan kaki, kamu bisa menggunakan fasilitas Shuttle Car. Selain itu, Dusun Kakao juga menyediakan penginapan. Tentunya, di sini juga terdapat berbagai jenis bentuk olahan coklat menarik yang dijajakan di kafe coklatnya.

Menariknya, kafe ini merupakan bagian dari bangunan peninggalan jaman Belanda yaitu rumah kepala kebun, yang masih tetap dipertahankan kekohannya. Di dinding kafe, lagi-lagi kamu akan melihat papan yang isinya cerita sejarah pekebunan coklat di sini.

9. Abadikan lanskap alam Banyuwangi dari atas Puncak Asmoro

Puncak Asmoro Banyuwangi

(foto: instagram/afifa_imani)

Banyuwangi juga dikenal dengan keindahan panorama gunungnya yang memukau. Jika kamu ingin menikmati lukisan alam Sang Pencipta berupa bentang pegunungan seperti Gunung Raung, Baluran, dan keindahan lautannya, kamu bisa mengunjungi Puncak Asmoro.

Nama unik yang digunakan untuk objek wisata ini, berasal dari mitos warga sekitarnya yang menyebutkan bahwa dahulu kala ada sepasang kekasih yang berpisah di atas puncak ini.

Berada di ketinggian 630 mdpl, puncak yang memiliki luas 1 hektar ini, diberi berbagai oranamen cantik oleh warga sekitar, untuk dijadikan spot foto. Di antaranya seperti gardu pandang dan taman bunga matahari.

Selain itu, di atas puncak ini juga terdapat beberapa gazebo hingga tempat duduk yang berbentuk batang kayu eksotis, yang juga jadi lokasi spot foto incaran pengunjung. Tak hanya latar pegunungan, area ini juga berada dekat pepohonan pinus yang berjajar rapi memikat.

Jarak antara lokasi parkir menunju Puncak Asmoro hanya perlu kamu tempuh selama 5 menit saja. Selama perjalanan pendek tersebut, kamu akan menjumpai persawahan hingga perkebunan jagung milik warga. Namun, akses ke sini lebih cocok untuk menggunakan kendaraan beroda dua.

10. Ikut menari ‘Selamat Datang di ‘ Taman Gandrung Terakota

Taman Gandrung Terakota Banyuwangi

(foto: instagram/gilankdgp)

Wisata unik selanjutnya yang bisa kamu kunjungi ketika bertandang ke Banyuwangi, adalah Taman Gandrung Terakota. Yaitu, objek wisata budaya yang terletak di Krajan, Tamansari. Licin, Kabupaten Banyuwangi. Gandrung merupakan nama tarian khas dari Banyuwangi.

Tarian ini merupakan jenis tarian yang berarti ucapan selamat datang. Tarian Gandrung ini adalah tarian tradisional Banyuwangi yang harus selalu ditampilkan di awal jenis acara apapun yang ada di Banyuwangi.

Di Taman Gandrung Terakota ini, kamu akan melihat ribuan penari wanita yang sedang menarikan Tari Gandrung. Patung-patung penari Gandrung ini tepatnya berada di bawah kaki Gunung Ijen.

Patung tersebar di area persawahan, yang dibagi ke dalam empat sudut persawahan. Dikatakan patung penari di sini bahkan akan terus ditingkatkan hingga mencapai 1000 buah.

Sementara itu, di tengah persawahan dibangun sebuah amfiteater terbuka, yang seringkali dijadikan tempat untuk mementaskan beragam pertunjukan kesenian tradisional.

Panggung tersebut, dibangun dengan bahan-bahan dasar yang berasal dari alam. Selain amfiteater, kamu juga bisa menikmati berbagai jajanan yang terdapat di kafe di sekitar persawahan, sembari menikmati panorama alam Banyuwangi yang mengesankan.

Berwisata menelusuri alam permai, adalah salah satu cara manusia untuk mensyukuri setiap karunia yang diberikan oleh tuhan. Sementara itu, memelihara dan menjaga apa yang menjadikan karunia tuhan tersebut, juga cara manusia dalam berterimakasih atas segala bentuk kasih sayang-Nya.

Oleh karenanya, mari kita lestarikan keindahan alam Indonesia ini dengan tidak mencemarinya. Melainkan merawatnya dengan mengagumi keindahan alam tersebut.

Jadi, jangan lupa! luangkanlah waktumu sejenak untuk sesekali berlibur menghilangkan penat!