travel

Rekomendasi 10 Wisata di Kota Palembang yang Bisa Kamu Kunjungi

By  | 

Palembang adalah kota tertua yang ada di Indonesia. Sebagai kota tertua, Palembang menyimpan banyak sejarah yang perlu kamu gali.

Kota yang banyak dikelilingi sungai ini, memiliki banyak pilihan objek wisata yang mempunyai daya tariknya tersendiri. Mulai dari wisata airnya, wisata sejarah, wisata hutan, hingga wisata selfi yang menggiurkan.

Kota yang beberapa tahun lalu digunakan sebagai salah satu venue ASEAN Games ini, terus berbenah dan bersolek menjadi semakin rupawan.

Nah, ini dia 10 objek wisata seru nan indah, yang bisa kamu masukkan ke daftar destinasi liburan kamu selanjutnya.

Baca juga: Deretan 10 Pesona Wisata Yogyakarta yang Ciamik, Sayang untuk Dilewatkan

1. Melihat langsung sejarah Tionghoa Palembang di Pulau Kemaro

Pulau Kemaro Palembang

(foto: instagram/delta.drone)

Palembang punya sungai yang sudah dikenal seantero negeri. Yaitu, Sungai Musi, yang merupakan sungai terpanjang di Pulau Sumatera. Keunikan dari sungai ini, salah satunya terdapatnya sebuah pulau, yang tepat berada di tengah sungai.

Pulau tersebut bernama Pulau Kemaro yang artinya Pulau Kemarau. Yang artinya, pulau yang tak dialiri air. Pulau Kemarau ini, sebenarnya sebuah delta yang berada di Sungai Musi, yang berjarak sekitar 6 km dari Jembatan Ampera.

Berbagai bukti sejarah, dapat kamu temukan di sini. Selain adapula mitos melegenda terkait kisah dua pasang kekasih yang dimakamkan di sini. Salah satu bangunan bersejarah yang menjadi ikon sungai ini adalah keberadaan Pagoda berlantai 9.

Pagoda ini berwarna-warni dengan warna cerah dan dominan warna merah. Dibuat disesuaikan dengan makna Feng Shui. Pulau Kemaro memang dikenal sebagai Kota Cina atau tempat tinggal suku Tionghoa asli Palembang, dahulu kala.

Selain Pagoda, adapula Makam Putri Sriwijaya  dan Klenteng Hok Tjing Rio. Nah, di depan Klenteng Hok Tjing Rio ini, terdapat dua makam. Yaitu Makam Siti Fatimah dan Tan Bun An, yang merupakan sepasang kekasih.

Konon keduanya meninggal tenggelam di dalam Sungai Musi setelah berusaha mengambil guci berisi emas yang jatuh ke sungai. Namun, sejarah penting yang berada di Pula Kemaro sebenarnya adalah fakta bahwa dahulunya di sini merupakan lokasi benteng pertahanan lapisan pertama yang dinamakan Tambak Bayo.

Di pulau ini juga ada Kuil Budha, Pertunjukan Kesenian, dan ritual keagamaan. Berkunjung ke sini cocok untuk kamu yang ingin lihat kekentalan budaya Palembang, khususnya dari jejak masyarakat Tionghoa yang tinggal di sini.

2. Jelajah taman wisata Hutan Punti Kayu

Taman Wisata Hutan Punti Kayu Padang

(foto: instagram/rifawiyo)

Destinasi selanjutnya, adalah menjelajahi paru-parunya Kota Palembang, di Taman Hutan Wisata Punti Kayu. Hutan wisata ini, terletak di Jl. Kol H Burlian Km 6.5, Palembang.

Dengan luas lahan sekitar 50 hektar, hutan ini sudah sedemikian rupa ditata rapi dengan pohon pinus yang berjajar, untuk lebih banyak mengundang pengunjung. Selain itu, serunya kamu akan banyak menemukan berbagai spot wisata unik nan instagenic. Seperti pintu doraemon, potongan jendela, dan lainnya.

Sekiranya, penetapan hutan ini sebagai Taman Hutan Wisata, sudah sejak tahun 1999 dan terus berkembang hingga sekarang.

Sebelum bernama Punti Kayu, hutan ini pernah bernama Taman Sari atau Syailendra. Datang ke sini, kamu bisa melihat ragam flora dan faunanya yang begitu kaya. Keragaman flora tersebut, di antaranya meranti, pulai, albasia, mahoni, bambu, akasia, bungur, dan masih banyak lagi.

Sementara itu di sini kamu dapat menemui jenis fauna antara lain biawak, burung raja udang, burung perkutut,ular phiton, bajing tanah dan masih banyak lainnya.

Tenang, di sini tempat rekreasinya terbilang sudah semakin lengkap sekaligus seru. Seperti kebun binatang, kesempatan berkuda hingga menaiki gajah, ada juga wahana jembatan gantung, serta bebek-bebekkan.

Menaiki jembatan gantung, selain menantang adreanalin, kamu juga akan betah dengan pepohonan rindang yang menyejukkan, ditemani burung-burung langka yang hinggap di dahan-dahan pohon. Jadi spot foto yang tak boleh dilewatkan.

3. Menapaki sejarah Kesultanan Palembang di Museum Sultan Mahmud Badaruddin II

Museum Sultan Mahmud Baddarudin II Padang

(foto: instagram/davidnakamurah)

Destinasi wisata selanjutnya ini, cocok buat kamu yang ingin melihat salah satu dari sekian bangunan bersejarah di Palembang yakni,Museum Mahmud Badaruddin II. Di museum ini kamu bisa melihat sejarah Palembang dari masa pra sejarah.

Di sinilah kamu akan mengetahui bagaimana jejak kesultanan Palembang, yang salah satu peninggalannya adalah museum yang berlokasi di Jl Sultan Mahmud Badaruddin, 19 llir, Kec. Bukit Kecil, Kota Palembang ini.

Dalam perkembangannya, bangunan yang sebelemunya bekas Keraton Kesultanan Palembang ini, di masa penjajahan Belanda, menjadi kediaman residen Belanda.

Dua bangunan keraton yang runtuh kemudian dibangun ulang oleh Belanda, setelah kekalahan sultan dengan Belanda, di antaranya adalah Keraton Kuto Lama dan Keraton Kuto Kecik.

Ada beberapa ruangan yang akan kamu kunjungi. Di mana pada ruangan pertama, kamu akan melihat prasasti dari masa Sriwijaya. Kemudian, pada ruangan kedua terdapat gambar silsilah kerajaan dan kesultanan di Palembang.

Salah satu yang menarik, di dinding ruangan kedua tersebut ada gambar seorang ratu yang berjasa dalam pembuatan buku ilmu hukum di tanah Sumatera Selatan.

Di ruang tengah ini juga terdapat lambang kesultanan, yang uniknya memiliki elemen bola dunia dalam bentuk kipas angin. Dalam perjalanan tur di museum ini, kamu dapat melihat singgasana kesultanan hingga kamar sultan yang ditata rapi dan bergaya khas melayu.

4. Bermain air dan mencoba berbagai wahana seru di Fantasy Island

Fantasy Island Palembang

(foto: instagram/baka.neko.baka)

Di Kota Palembang, juga banyak tersedia berbabagai objek wisata yang menawarkan beragam wahana permainan air. Salah satunya, adalah Fantasy Island.

Meskipun letaknya sedikit jauh dari pusat kota, namun kamu dan keluaga dijamin akan puas menjajal setiap jenis wahana air yang disuguhkan di sini.

Jika kamu tertarik berkunjung ke sini, kamu bisa datang ke lokasinya yang berada di Jl. Prameswara, Karya Jaya, Kec. Kertapati, Kota Palembang.

Pilihan wahana air di sini, antara lain seperti kolam renang, sky, tsunami-river, menara naga, bun slid, hingga wahana yang wajib ada di wisata air, yaitu waterboom.

Selain permainan air, sarana rekreasi lainnya masih banyak tersedia, seperti arena bermain anak, go kart, kereta gantung,panggung hiburan, sepeda air, dan masih banyak lainnya.

Untuk kamu yang sudah dewasa, bisa coba untuk menantang kolam airnya, menggunakan papan seluncur. Yang akan membuatmu merasakan pengalaman berputar-putar di ketinggian hingga akhirnya tercebur ke kolam.

Daya tarik arsitektur di Fantasy Island ini, terdapatnya gapura besar menyerupai istana. Selain itu, kamu juga tetap bisa aman membawa anak kecil. Karena, terdapat kolam anak yang hanya sedalam 50 cm saja.

Anak-anak juga bisa diajak melihat badut-badut yang akan menjadi penghibur tersendiri bagi mereka. Di dalam area wisata ini juga, terdapat kafetaria yang memilki banyak menu pilihan.

5. Bercengkrama dengan berbagai jenis burung di Palembang Bird Park

Palembang Bird Park

(foto: instagram/egis_sabtilia)

Jika kamu ingin wisata edukasi, di Palembang juga bisa. Yaitu, dengan mendatangi Taman Wisata Palembang Bird Park, yang berlokasi di kawasan OPI Mall Jakabaring Palembang, Jl. Gubernur H.A. Bastari. Jenis burung yang ada di sini mencapai 100 jenis.

Tak hanya burung, di sini kamu juga akan menemui hewan-hewan lainnnya, antara lain kelinci, ayam kate, iguana, ular, kuda dan lain-lain. Nah, kamu juga bisa memberi makan langsung hewan-hewan ini atau memberikan anak pengalaman berkuda.

Bermain ke sini, bisa jadi alternative kamu yang ingin untuk mengajak anak sejenak lebih banyak melihat dunia sesungguhnya. Beberapa area yang bisa kamu jajal di sini seperti Taman Burung dan Kolam Ikan.

Kamu bisa mengajak anak supaya bisa lebih menyayangi hewan. Misalnya, melalui interaksi mereka saat memberikan makan pada ikan.

Selanjutnya area yang tak kalah seru yaitu Kandang Marmut. Di sini kamu dapat melihat marmut,kuda poni, kelinci, rusa dan beberapa jenis binatang lainnya. Kamu juga bisa coba befoto dengan binatang, seperti ular piton.

Selanjutnya yang tak kalah seru, adalah mengunjungi Taman Burung Raksasa. Burung-burung raksasa bewarna-warni ini ada di dalam sebuah ruangan transparan yang dilapisi kaca, bak rumah kaca.

Katanya, dalam ruangan kaca ini jumlahnya hingga ribuan, dengan kicauan berbeda-beda yang saling bersahut-sahutan. Kamu juga bisa, loh! Jika ingin bercengkrama langsung dengan burung-burung ini dengan masuk ke dalam rumah kaca. Tetapi, sebelumnya harus cuci tangan dulu ya.

Baca juga: 10 Objek Wisata Banyuwangi Hingga Pantas Disebut Surga Pulau Jawa

6. Mengunjungi bangunan tertua di kota tertua Indonesia, Klenteng Chandra Nadi

Klenteng Chandra Nadi Palembang

(foto: instagram/harrysusilo88)

Klenteng Chandra Nadi di Palembang, disebut-sebut sebagai bangunan tertua yang ada di Palembang. Ya, bangunan klenteng ini sudah berdiri sejak tahun 1773! Namun, ini dia pesona dari kawasan wisata satu ini, berwarna dominan merah dan kekhasan tionghoa yang kental.

Ornamen-ornamen khas tiongkok tersebut, sudah dapat kamu temukan ketika baru berada di gapura. Di mana, terdapat dua patung naga. Meskipun sudah dijadikan sebagai wisata religius.

Namun klenteng ini masih ramai dijadikan tempat peribadatan hingga salah satu pusat diadakannya pertunjukan dalam rangka ulang tahun dewa hingga acara sosial lainnya. Wisatawan yang datang ke sini, adalah umat Budha dan Konghucu.

Ada dua jalur yang bisa kamu tempuh untuk menuju Kelenteng Chandra Nadi. Yaitu, jalur darat yang menggunakan jembatan ampera atau jalur air dengan menggunakan perahu ketek yang berada di bawah jembatan ampera.

Letak Klengteng ini sendiri, berada di Perkampungan Ulu. Yang mana, di kampung tersebut ada makam seorang Panglima Palembang yang merupakan keturunan Tionghoa. Terdapat tiga keyakinan yang ada di sini yaitu Buddha, Tao, Konghucu.

Memasuki area klenteng, kamu akan langsung menhirup wangi dupa. Di samping itu, kamuu dapat melihat bagaimana altar-altar dewa akan menyapa ketika melangkah kaki ke bagian dalam klenteng.

Jika kamu ingin menyaksikan Klenteng Chandra Nadi yang dipenuhi oleh wisatawan, serta melihat berbagai acara diadakan, waktu yang tepat adalah di tahun baru imlek. Di mana kamu bisa menyaksikan pertunjukkan barongsai.

7. Bertandang ke kampung Cina asli, di Kampung Kapitan

Kampung Kapitan Palembang

(foto: instagram/sandiyanto)

Kampung Kapitan merupakan kawasan cagar budaya di Palembag yang letakya berada di Sungai Musi serta bersisian dengan Jembatan Ampera. Kamu bisa coba menyebrangi sungai, menuju kampung ini dengan menggunakan ketek (perahu kayu) dari dermaga ilir.

Di kampung ini, kamu akan menjumpai 15 rumah etnis Tionghoa yang berdiri sejak jaman kolonial Belanda. Nama kapitan ini sendiri, berasal dari nama putra pemimpin Tiongkok, yaitu Tjoa Han Him. Yang berpangkat Kapten atau Kapitan. Jadi, Kapitan ini adalah sebutan bagi para petinggi di daerah dahulu kala.

Berkunjung ke Kampung Kapitan, kamu juga bisa berjalan di tepian sungai musi, kemudian berbelok ke arah kanan, mengikuti jalan setapak sejauh 200 meter hingga sampai. Di sini, kamu bertemu dengan Mulyadi yang merupakan turunan ke-14 dari silsilah keluarga pemilik bangunan ini.

Kamu akan mendengarkan langsung bagaimana untaian kisah keluarga pemilik Kampung Pacitan, dari keturunan langsungnya tersebut. Salah keunikan dari arsitektur bangunan utama berupa rumah kayu di Kampung Kapitan ini, bisa kamu lihat dari pintu berukir matahari berwana emas.

Ukiran matahari tersebut berupa lambang yang berarti “Melihat luas dan berwawasan luas”. Sementara itu, ujung atapnya dibuat runcing, yang menyimbolkan alis dan memiliki pengertian “Pelindung mata dalam masa ke masa depan”.

Sekain itu, ada benda unik lainya yang akan buat kamu takjub, yaitu sebuah foto tiga dimensi yang jika diperhatikan, pandangan matanya seolah terus mengikuti gerak-gerik kita. Nah, di sini juga kamu bisa melihat kamar Pangeran Tan Bun An dan Putri Siti Fatimah, yang merupakan tempat mereka bertunangan.

8. Berkenalan dengan tokoh-tokoh Sriwijaya di Bukit Siguntang

Taman Bukit Siguntang Palembang

(foto: instagram/kukuhdwi)

Palembang memang punya banyak objek wisata yang disucikan. Salah satunya, adalah Bukit Siguntang. Bukit Siguntang adalah sebuah bukit yang menjulang tinggi, di dekat Sungai Melayu. Di kawasan ini, kamu akan melihat makam-makam dari kerajaan-kerajaan yang dahulu berdiri di Bumi Sriwijaya ini.

Letak bukit ini berada pada ketinggian sekitar 27 meter di atas permukaan laut dengan luas sekitar 12,8 hektar dan berlokasi di Jalan Srijaya Negara, Keluruhan Bukit Lama, Kecamatan Ilir Barat I, Palembang.

Beberapa makam yang dapat kamu kunjungi, di tempat yang desebut-sebut paling indah di Palembang ini, antara lain makam Panglima Tuan Junjungan, Segentar Alam, Putri Kembang Selako, dan lain-lain.

Selain keberadaan makam-makam banyak tokoh dahulu kala tersebut, di sini juga menjadi tempat peribadatan umat Budha dengan bukti keberadaan arca setinghi 22,7 meter yang terbuat dari batu granit.

Ada pula peninggalan-peninggalan sejarah lainnya, yaitu sisa-sisa prasasti dari Dinasti Tang yang berupa pecahan-pecahan tembikar dan keramik.

Berjalan lebih dalam, kamu akan menemukan menara pandang. Di bagian atas menara, terdapat lebih banyak relief-relief yang menjabarkan berbagai kisah, salah satunya adalah tentang penumpasan bajak laut oleh Laksamana Ceng Ho. Menara Pandang ini, tampak menawan berdiri di tengah-tengah Bukit Siguntang.

9. Melihat aktivitas masyarakat Palembang di Taman Kota Kambang Iwak

Taman Kambang Iwak

(foto: instagram/1standriyana)

Taman Kambang Iwak merupakan taman kota kebanggaan masyarakat Palembang. Taman ini, sebenarnya merupakan taman yang didirikan oleh kolonial Belanda pada tahun 1900-an.

Awalnya, pembangunan taman ini dimaksudkan untuk dijadikan tempat olahraga bagi kolonial Belanda. Namun, di sisi lain taman ini juga memiliki fungsi lain yang banyak mendatangkan manfaat. Seperti tempat menampung air hujan dan mencegah terjadinya banjir.

Taman Kambang Iwak hingga kini menjelma menjadi taman yang di dalamnya banyak terjadi aktivitas masyarakat Palembang. Keberadaan danau di tengah taman, justru memperindah wujud taman kota ini.

Berkunjung ke sini, kamu dapat melihat berbagai komunitas kreatif anak muda yang seru untuk disaksikan. Seperti Komunitas Skateboard, Komunitas Sepatu Roda, Komunitas Musik, serta komunitas teater dan tari.

Taman yang berlokasi di Jalan Sutomo, Kota Palembang ini, juga memiliki beragam fasilitas yang membuat kamu nyaman. Seperti taman bermain anak, keran air yang bisa langsung diminum, hingga wifi gratis. Taman ini juga dilengkapi dengan jogging track.

Sementara itu, area taman juga ditumbuhi berbagai pepohonan, di antaranya pohon trembesi dan lainnya. Di tengah danau, ada sebuah jembatan yang menghubungkan Jl. Sutomo dengan Jl. Tasik.

Saat malam tiba, air pancur di tengah danau akan dihiasi dengan lampu-lampu taman yang berpendar, nampak indah dipandang mata.

10. Menikmati Palembang rasa Bali di  Pura Swarnadwipa

Pura Swarnadwipa Palembang

(foto: instagram/baka.neko.baka)

Semenjak menjadi salah satu venue tempat diadakannya ajang olahraga Asean Games beberapa tahun lalu, Palembang berubah menjadi lebih elok sekaligus menyuguhkan berbagai alternatif wisata baru, salah satunya Pura Swarnadwipa.

Pura yang berada di area Jakabaring Sport City ini, berdiri di antara rumah peribatan lainnya, seperti Masjid dan Gereja. Karena keeksotisan nuansa balinya yang kental, para pelancong seringkali berbondong-bondong berfoto di depan pura ini.

Rumah Peribadatan di area Jakabaring Sport City ini sendiri, ada enam, letaknya, tak jauh dari venue bola voli dan olahraga menembak. Sehingga, datang ke area ini kamu juga dapat belajar mengenai bagaimana kerukunan umat beragama yang saling hidup berdampingan.

Adapun rumah ibadah lain yang berada di area ini adalah Masjid Nur Al-Dien, Vihara Satya Dharma, serta Chatolic Church of Saint John Paul. Tujuan dibangunanya keenam tempat peribadatan ini, saat itu untuk mempermudah para atlet untuk beribadah.

Arsitektur Pura yang menyerupai gaya Bali tersebut, tidak lepas dari pendirinya yang memamggil tukang ahli yang langsung dipanggil dari Bali yang biasa membangun pura di pulau dewata tersebut.

Setelah berakhirnya Asean Games, Pura Swarnadwipa menjadi destinasi wisata religi baru bagi para pelancong. Uniknya lagi, dalam upaya menciptakan pura yang serupa dengan di Bali, pendirinya menggunakan 200 personel dalam pengerjaanya tersebut.

Demikian berbagai objek wisata pilihan di Kota Palembang yang dapat membuatmu merasakan pengalaman seru tak terlupakan. Masih banyak destinasi wisata Palembang lainnya yang akan buat terkesima. Yuk! segera siapkan list liburan kamu, untuk jelajah Bumi Sriwijaya.