lifestyle

Anak Lamban Bicara, 5 Langkah Ini Bisa Jadi Solusinya

By  | 

Bagi beberapa orang memiliki anak ketika sudah bisa berbicara, akan menjadi teman bicara yang menyenangkan untuk para orang tua.

Entah itu tentang kehidupan sehari-hari, kegiatannya selama di sekolah, makanan favorit bahkan impiannya ketika dewasa nanti.

Namun, bagaimana jika anak kita ternyata lambat bicara? Tentunya tidak ada satu orangtuapun menginginkan hal itu.

Keadaan ini bukanlah kondisi yang dapat diatasi dengan mudah, bahkan tidak mudah disembuhkan oleh sebuah obat.

Bahkan, bantuan psikiater ataupun psikolog, belum tentu bisa membantu. Kondisi ini tentu saja, membutuhkan peran aktif dari para orangtua.

Jangan menyerah dulu, tulisan ini bisa memberikan inspirasi untuk kamu untuk membuat anak aktif berbicara.

Baca juga: Jaga Pola Makan Anak, Yuk Buat 6 Snack Sehat Berikut

1. Gunakan musik sebagai media terapi

Jangan Takut Ketika Anak Lamban Berbicara

(foto: unsplash/jack)

Musik dan nyanyian dipercaya bisa menjadi media terapi untuk merangsang syaraf dan kemampuan anak dalam hal berbicara.

Hal ini dipercaya bisa membantu karena, nyanyian dan musik dapat menarik perhatian anak-anak, sehingga mereka bisa tertarik untuk menirukan kata-kata, gerakan maupun isyaratnya.

Media ini sangatlah menarik dan terbukti efektif dalam proses penyembuhan. Bahkan ketika musik dimatikan, anak-anak tetap akan bernyanyi sembari menari dalam keadaan sadar.

Tapi ingat, pilihlah musik dan nyanyian yang sesuai dengan usia anak, sehingga bahasa-bahasa yang mereka dengar dan tangkap, dapat menambah perbendaharaan kata mereka.

2. Tingkatkan intensitas bertanya dengan anak

Jangan Takut Ketika Anak Lamban Berbicara

(foto: unsplash/trung)

Ketika kamu jarang untuk berkomunikasi dengan anak-anak, mulailah untuk aktif dan intens berkomunikasi dengan anak-anak.

Rutinitas ini bisa diawali dengan pertanyaan sederhana seperti menanyakan nama anak, usia anak, warna kesukaan, hewan kesukaan bahkan menanyakan siapa nama orangtuanya.

Rutinitas yang dilakukan dengan menanyakan pertanyaan yang menyenangkan, bisa membuat mereka tertarik dengan kegiatannya dan secara tidak langsung, terpancing  untuk berbicara dengan lebih panjang lebar.

3. Ajarkanlah bahasa isyarat

Jangan Takut Ketika Anak Lamban Berbicara

(foto: unsplash/sincerely)

Tidak ada salahnya mengajarkan anak bahasa isyarat yang mewakili sebuah kosakata. Hal ini selain untuk mewakili menyampaikan perasaannya, bahasa isyarat bisa membantu untuk meredam emosi mereka.

Psikis anak yang cenderung lambat berbicara, akan cenderung mudah untuk marah, karena merasa sulit untuk menyampaikan apa yang menjadi keinginan mereka.

Awalnya memang akan terasa sulit untuk mereka memahami bahasa isyarat, namun dengan berjalannya waktu, bahasa isyarat ini bisa memancing dan memotivasi mereka untuk memahami dan mendorong untuk berlatih berbicara.

Namun, selalu gunakan kosakata yang jelas ketika memberikan bahasa isyarat.

Baca juga: Gak Nyangka! Ternyata 3 Hobi Ini Bisa Buat Lebih Bahagia

4. Perlambat kecepatan bicara dengan anak

Jangan Takut Ketika Anak Lamban Berbicara

(foto: unsplash/greg)

Tanpa kalian sadari ketika usia anak masih balita, sebagai orang tua kita mungkin terlalu cepat berbicara kepada anak-anak. Dan tanpa kita sadari, hal ini membuat anak-anak mengalami terlambat bicara.

Tenang saja masih ada solusi untuk memancingnya, mulailah perlambat kecepatan berbicara kamu kepada anak. Tapi jangan terlalu lambat dan berilah sedikit ketegasan.

Hal ini untuk merangsang anak, untuk bisa mengerti akan setiap kata-kata yang kalian ucapkan.

Langkah ini bisa membantu anak untuk melihat bagaimana ekspresi orangtua dan pada akhirnya mereka akan menirukannya.

5. Gunakan metode tiru dan benarkan kosakata anak

Jangan Takut Ketika Anak Lamban Berbicara

(foto: unsplash/jelleke)

Ketika anak-anak mulai menunjuk sesuatu, tugas para orangtua adalah untuk mengatakan serta menjelaskan nama benda yang mereka tunjuk. Kemudian perlahan jelaskan nama benda tersebut dengan bahasa yang mudah mereka pahami.

Ketika anak mulai menirukan, tentu saja pasti ada kesalahan. Jangan terburu marah, tetap tenang dan jelaskan secara lembut nama yang benar untuk benda tersebut.

Sentuhan lembut di wajah anak sambil membenarkan, akan memberikan rasa nyaman dan aman. Siapa tahu, teknik ini bisa membuat mereka merasa aman dan nyaman untuk memulai berkomunikasi.

Langkah awal sebelum melakukan ini semua adalah jangan panik. Tetap tenang, perbanyak mencari referensi dan selamat membangun komunikasi yang rutin dengan anak di rumah.