. ";s:18:"ihaf_insert_footer";s:0:"";s:16:"ihaf_insert_body";s:0:"";s:21:"_transient_doing_cron";s:33:"1596417378.3123149871826171875000";}} Sinopsis Escape the Corset, Perspektif Lain Tentang Kecantikan | Dailysia

film

Sinopsis Escape the Corset, Perspektif Lain Tentang Kecantikan

By  | 

Sudah kehabisan stok film dokumenter dan juga film-film fiksi yang sudah kamu nanti-nanti beberapa waktu lamanya? Tenang saja, jangan panik. Pasalnya, dunia perfilman memang tidak akan pernah kehabisan cara untuk menarik perhatian para penggemar film.

Seperti menjawab keinginan para penggemar film dokumenter yang sudah bosan dengan film-film “biasa”, Korea Selatan meluncurkan film dokumenter terbarunya.

Film dokumenter ini berjudul “Escape the Corset”, yang menjadi andalan Negeri Ginseng tersebut saat ini dalam peluncuran film dokumenter.

Film dokumenter yang spesial ini rupanya akan mengajak kamu untuk menelisik kembali kehidupan dan gaya hidup para wanita di era Dinasti Joseon.

Baca juga: Sinopsis The Speed Cubers, Cerita Pemecah Rekor Rubik Dunia

Seperti yang mungkin sudah kamu ketahui, Dinasti Joseon sangatlah berpengaruh dan membawa peran yang besar di sejarah Korea.

Di masa Dinasti Joseon, rupanya selain terdapat berbagai jenis peninggalan sejarah yang berharga, ada pula standar kecantikan untuk para wanita.

Seperti di belahan dunia lainnya, kecantikan wanita akan dianggap semakin bertambah bila mempunyai mahkota mereka sendiri, yaitu rambut.

Sinopsis Escape the Corset, Perspektif Lain Tentang Kecantikan

(foto: hancinema)

Pada era Dinasti Joseon, terdapat prasyarat kecantikan yang cukup unik. Salah satunya adalah, seorang wanita dianggap mempunyai kualitas kecantikan yang tinggi bila mempunyai rambut hitam yang bentuknya seperti balon.

Sebaliknya, bila seorang wanita memiliki rambut yang pendek, kaku, dan bertekstur kasar, maka wanita itu akan dianggap buruk.

Mereka dianggap tidak mempunyai kualitas yang baik dan dianggap mempunyai rambut yang negatif dan jelek.

Baca juga: Sinopsis Offering to the Storm, Mengungkap Rahasia Tersebunyi Lembah Baztan

Seiring berkembangnya zaman, rupanya wanita semakin lama semakin bebas menentukan standar kecantikannya sendiri-sendiri. Bagaimanapun bentuk dan jenis rambutnya, setiap wanita tersebut cantik dengan caranya masing-masing.

Mulai tahun 1920-an, akhirnya bermunculanlah berbagai trend gaya rambut wanita modern yang stylish. Rambut mereka mayoritas dipotong pendek, yang disimbolkan sebagai rasa tantangan yang kuat terhadap sistem yang ada. Sungguh menarik!

Film berdurasi 52 menit ini disutradarai oleh Lee Mi Hae, seorang sutradara berbakat dari Korea. Rencananya, film ini akan ditayangkan pada 1 Agustus 2020. Jadi, jangan kelewatan ya!