lifestyle

8 Alasan Mengapa Kita harus Memiliki Sikap Empati dan Dampaknya

Penulis:   | 

Dalam kehidupan bersosial, kita harus memiliki sikap empati terhadap seseorang yang sedang mendapatkan musibah. Mengapa kita harus memiliki sikap empati? Karena sikap tersebut merupakan salah satu cara agar kita bisa memahami perasaan orang lain dan memberikan tanggapan yang sesuai.

Sikap empati merupakan salah satu cara untuk membangun hubungan erat dengan orang lain. Dengan adanya sikap ini, maka akan timbul tali persaudaraan sehingga akan terhindar dari sifat tercela.

Sikap ini juga membantu kita menjadi orang lebih baik. Sebab, saat kita ikut merasakan kesedihan seseorang, kita pasti akan segera menolongnya tanpa berpikir panjang. Lantas, apa sebenarnya pengertian dari empati?

Baca juga: 5 Manfaat Tumbuhan bagi Lingkungan Sekitar dan Manusia

Pengertian empati

Mengapa Kita harus Memiliki Sikap Empati?

(foto: pexels)

Empati merupakan sikap yang tidak dimiliki semua orang. Dalam sikap ini, seseorang akan memiliki kemampuan untuk merasakan apa yang dirasakan oleh orang lain.

Kemudian, ia akan memberikan tanggapan berupa tindakan, yakni menolong meringankan beban orang tersebut.

Sikap ini harus kita kenalkan dan ajarkan kepada anak sejak dini. Tujuannya, agar anak bisa menempatka diri, memahami perasaan orang lain, serta tidak melakukan perbuatan tercela terhadap orang lain.

Selain itu, dengan diajarkannya sikap empati sejak dini, diharapkan anak tidak memiliki sikap egois dan terhindar dari tindak bullying.

Jenis-jenis empati

Mengapa Kita harus Memiliki Sikap Empati?

(foto: pexels)

Empati dibagi menjadi tiga jenis, yakni empati kognitif, empati emosional, dan empati welas asih.

1. Empati kognitif

Empati kognitif merupakan kemampuan kita dalam memahami perasaan seseorang dengan cara memberikan respon berupa komunikasi yang baik.

Dalam jenis empati ini, kita bisa memilih kata-kata yang sesuai dan mudah dijangkau sebagai bentuk tanggapan dari permasalah orang lain.

2. Empati emosional 

Empati emosional merupakan sikap yang berhubungan dengan emosional. Ketika ada seseorang yang sedang merasakan sakit di hatinya akibat dikhianati oleh pasangan, maka kita juga akan merasakan emosi yang sama.

Dengan adanya sikap ini, maka akan membantu kita membangun hubungan emosional dengan orang lain.

3. Empati welas asih

Empati welas asih merupakan sikap lebih mengutamakan tindakan dibanding hanya dengan memahami perasaan saja.

Misalkan, ketika ada seseorang mendapat musibah bencana alam, kita langsung segera membantunya dengan memberikan bantuan berupa materi yang memang benar-benar dibutuhkan.

Baca juga: 4 Contoh Energi Alternatif, Kelebihan & Kekuranganya

Manfaat memiliki sikap empati

Mengapa Kita harus Memiliki Sikap Empati?

(foto: istockphoto)

Dengan memiliki sikap empati terhadap orang yang sedang mendapatkan musibah, secara tidak langsung akan membuat hubungan kita dengan orang lain semakin erat, baik secara fisik maupun emosional.

Manfaat lain dari sikap tersebut dalam kehidupan sehari-hari diantaranya:

1. Melatih sikap tolong menolong

Ketika kita memiliki sikap empati, pada saat ada teman atau orang lain yang sedang kesusahan, kita pasti juga akan merasakan hal yang sama.

Rasa itu mendorong kita untuk membantu atau menolong dengan suka rela agar beban masalah orang tersebut berkurang.

Dengan demikian, bisa disimpulkan bahwa manfaat dari sikap empati adalah mampu melatih kita untuk saling tolong menolong, terutama bagi orang yang sedang merasa kesusahan.

Dengan selalu saling tolong menolong, maka akan timbul sikap rukun sehingga bisa membangun persatuan dan kesatuan.

2. Mempererat tali persaudaraan

Sikap empati juga bermanfaat untuk mempererat tali persaudaraan antar orang lain.

Sebab, ketika kita membantu orang yang sedang tertimpa musibah, maka secara tidak langsung kita telah membangun hubungan sosial dengan orang tersebut.

Selain itu, dengan selalu membantu orang lain kita akan lebih peka terhadap lingkungan sekitar, sehingga dapat mempererat tali persaudaraan antar sesama.

3. Mengendalikan emosi diri sendiri

Emosi merupakan bentuk ekspresi ketika sedang marah terhadap seseorang atau sesuatu yang mengganggu hati.

Biasanya, ekspresi ini dikeluarkan secara meluap-luap dan bahkan bisa membuat orang berpikiran pendek.

Manfaat memiliki sikap empati juga berdampak pada emosional kita sendiri. Jika sebelumnya kita tidak bisa mengendalikan emosi dan selalu menumpahkannya secara terus menerus, namun setelah memiliki sikap empati kita bisa mengendalikannya.

Sebab, dengan kita selalu menolong orang lain yang sedang kesusahan, maka secara tidak langsung kita juga mengatur emosi kita agar selalu bagus. Emosi yang bisa dikendalikan mampu menghindarkan kita dari rasa stres.

4. Disukai banyak orang

Siapa sih yang tidak mau disukai oleh banyak orang? Disukai banyak orang artinya kita adalah orang yang selalu bersikap baik terhadap orang lain.

Memiliki sikap yang baik, tentu saja akan membuat orang lain merasa suka terhadap kita.

Apalagi, jika kita selalu menerapkan sikap empati dalam kehidupan sshari-hari, maka aura yang terpancar dari dalam tubuh akan nampak positif dan selalu terlhat bahagia.

Dengan demikian, orang lain yang melihatnya juga akan merasakan kebahagiaan yang sama. Tidak menutup kemungkinan bahwa sebagian besar dari mereka akan menyukai kita.

5. Mendapatkan balasan yang baik

Menolong orang merupakan suatu tindakan yang sangat terpuji, apalagi menolong dengan sukarela tanpa mengharap imbalan. Kemungkinan besar kita juga akan mendapatkan balasan yang baik dari Tuhan.

Sebab, orang baik akan memperoleh kebaikan juga. Kebaikan tersebut bisa berupa kebahagiaan, kesehatan, rejeki melimpah, dan lain sebagainya.

6. Menjauhkan diri dari sikap egois

Egois merupakan sikap mementingkan diri sendiri tanpa peduli dengan perasaan orang lain. Sikap ini termasuk sikap tercela karena dapat menyakiti hati orang lain.

Selain itu, dampak buruk dari sikap egois adalah dapat menyebabkan rasa stres.

Sikap tersebut sebaiknya harus kita hindari karena akan berpengaruh terhadap diri sendiri. Caranya, dengan menumbuhkan sikap empati.

Sebab, dengan kita selalu memahami perasaan orang lain, maka kita tidak akan mementingkan diri sendiri. Sehingga, kita bisa menjauhkan diri dari sikap egois.

7. Menciptakan perdamian

Memiliki sikap empati terhadap orang lain yang sedang terkena musibah, dapat menjalin hubungan interaksi yang baik.

Dengan interaksi yang baik tersebut, maka terciptalah hidup rukun yang akhirna terciptalah perdamaian.

Dalam kehidupan, perdamaian sangatlah penting. Sebab, dengan hidup damai maka tidak akan ada kejahatan dan perbuatan tercela lainnya.

Seperti yang kita tahu bahwa sejatinya manusia adalah makhluk sosial yang juga membutuhkan kehadiran orang lain.

Oleh sebab itu, sangat perlu untuk menciptakan perdamaian agar hidup selalu aman dan tenteram.

8. Menjadi pribadi yang bijak dan dewasa

Tidak semua orang dewasa memiliki sikap bijak dalam menyelesaikan masalah. Bahkan, ada orang usia dewasa namun sikapnya masih sedikit kekanak-kanakan.

Hal tersebut dikarenakan mereka belum bisa memahami orang lain, sehingga selalu mengambil keputusan berdasarkan kesimpulan pribadi tanpa mementingkan perasaan orang lain.

Manfaat memiliki sikap empati adalah kita akan lebih bijak dan dewasa dalam memntukan mana yang salah dan mana yang benar. Sehingga, masalah akan terselesaikan dengan baik tanpa harus ada yang tersakit.

Sebab, dengan memiliki sikap empati, kita bisa memahami bagaimana perasaaan orang lain berdasarkan sudut pandang berbeda.

Dampak negatif tidak memiliki empati

Perlu Diketahui, 7 Cara Menghadapi Orang yang Egois

(foto: pexels/andreapiacquadio)

Berdasarkan penjelasan di atas, dapat dikatakan bahwa empati merupakan sikap yang wajib dimiliki untuk menumbuhkan saling tolong menolong, toleransi, dan mempererat tali persaudaraan, sehingga tercipta hidup yang damai.

Akan tetapi, perlu diketahui pula tentang dampak negative ketika seseorang tidak memiliki rasa empati. Beberapa dampak tersebut, diantaranya:

1. Mempersulit kehidupan

Seseorang yang tidak memiliki rasa empati terhadap sesame, maka akan menciptakan kehidupan yang sulit untuk dirinya sendiri.

Hal ini dikarenakan, manusia diciptakan sebagai makhluk sosial yang artinya selalu membutuhkan orang lain dan tidak bisa hidup sendiri.

Namun, jika tidak memiliki sikap empati terhadap sesama, ia akan menjadi orang yang anti sosial dan bisa dipastikan bahwa ia tidak akan berinteraksi dengan orang lain.

Akibatnya, saat ia membutuhkan pertolongan dari orang lain, ia akan merasa kesulitan sebab tidak punya teman atau orang dekat di sampingnya.

Mau tidak mau, ia harus menyelesaikan masalah dan keluar dari masa sulitnya dengan bantuan diri sendiri. Padahal, bantuan orang lain lebih memudahkan dalam mencari solusi atau menyelesaikan masalah yang cukup berat.

Oleh karenanya, jadilah orang yang memiliki sikap empati agar bisa hidup bersosial dengan orang lain sehingga bisa menjalani kehidupan ddengan mudah.

2. Memicu munculnya permusuhan

Tidak adanya rasa empati dalam diri dapat menimbulkan konflik dan perselisihan yang akhirnya berujung pada permusuhan.

Hal tersebut terjadi karena seseorang yang tidak bisa merasakan perasaan orang lain, ia akan menjadi pribadi yang egois dan mementingkan kepentingan diri sendiri.

Ia tidak akan peduli dengan perasaan sedih ataupun susah yang dirasakan oleh orang lain, yang ada dipikirannya hanyalah rasa senang dan kepuasan diri sendiri.

Dengan demikian, akan timbul rasa ingin menjatuhkan orang lain dan tidak menerima masukan dari mereka. Aibatnya, timbullah perselisihan yang akhirnya berujung pada permusuhan.

Jika tidak segera diselesaikan dengan baik, kemungkinan besar dapat menimbulkan perpecahan atau lebih buruknya lagi terjadi pertengkaran.

Oleh sebab itu, jadilah pribadi yang mau menghargai orang lain dan tidak memntingkan diri sendiri agar hidup terasa damai dan tentram.

3. Tidak terbentuknya lingkungan harmonis

Jika kita hidup bersama dengan orang sekitar, baik teman, tetangga, orang asing, hingga keluarga dalam lingkungan yang harmonis, pasti akan terasa lebih indah dan damai.

Keharmonisan tersebut dapat diperoleh dari sikap dan rasa empati yang tertanam dalam diri. Sebab, dengan adanya sikap tersebut, kita akan menjadi pribadi yang lebih menghargai orang lain dan mengedepankan kepentingan Bersama ketimbang kepentingan pribadi.

Akan tetapi, saat sikap empati tidak dimiliki oleh seseorang yang hidup bersama dengan orang lain, maka lingkungan harmonis yang diinginkan tidak akan pernah tercipta.

Sebagai contoh, dalam sebuah daerah dimana mayoritas masyarakatnya tidak memiliki rasa empati, maka daerah tersebut akan menjadi suram.

Tidak akan ada rasa peduli, rasa tolong menolong antar sesama, sikap gotong royong, dan berbaur dengan masyarakat lainnya.

Hal tersebut bisa dikatakan jauh dari kata harmonis yang pada akhirnya akan membuat masyarakat di dalamnya tidak berkembang dan memiliki rasa egois yang cukup tinggi.

4. Berkurangnya kemanusiaan

Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, tidak adanya rasa empati dapat membuat seseorang menjadi pribadi egosi yang tidak memperdulikan kepentingan orang lain.

Akibatnya, tidak akan ada saling tolong menolong antar sesame dan menjadikan rasa kemanusiaan berkurang.

Bahkan, mereka yang tidak bisa merasakan perasaan orang lain akan menutup mata dan telinga ketika ada orang terdekat mengalami kesusahan.

Jangankan mengulurkan bantuan, mendengarkan keluh kesahnya saja sudah merasa tidak peduli dan merasa masa bodoh.

Akhir kata

Demikianlah penjelasan tentang sikap empati, dan mengapa kita harus memiliki sikap empati. Sejatinya, menumbuhkan sikap empati tidaklah mudah.

Namun, kita bisa melakukannya dengan cara bergaul dengan banyak orang, memperhatikan bahasa tubuh orang lain saat sedang berbicara, berusaha mendengarkan orang lain sebaik mungkin, dan cobalah untuk menempatkan posisi diri kita dengan orang lain yang sedang dalam kesushaha.

Dengan menerapkan cara tersebut, maka kita bisa melatih diri untuk lebih berempati terhadap orang lain.

TULIS KOMENTAR

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.