lifestyle

5 Fakta Insomnia, Gangguan Tidur Berbahaya untuk Kesehatan

Penulis:   | 

Apakah kamu pernah mengalami insomnia? Sebagian manusia memang bisa mengalami kesulitan tidur. Normalnya, manusia butuh tidur kurang lebih 8 jam.

Tidur dibutuhkan untuk mengistirahatkan tubuh dan organ-organ yang ada di dalamnya setelah seharian beraktivitas.

Tapi banyak orang yang tidak punya waktu tidur cukup karena sengaja begadang atau memang mengalami insomnia.

Sebenarnya apa yang dimaksud insomnia itu? Insomnia adalah gangguan tidur yang umumnya diderita seseorang yang membuatnya tidak bisa nyenyak ketika tidur.

Jika terjadi secara terus-menerus akan mempengaruhi aktivitas atau bahkan mental, susah berkonsentrasi, mudah lelah dan sering mengantuk saat melakukan pekerjaan. Beberapa faktanya akan diulas di bawah ini

Baca juga: Mengenal Diet Keto, Tren Populer untuk Melangsingkan Badan

Insomnia bisa saja terjadi karena faktor genetis yang diturunkan orang tua

5 Fakta Insomnia, Gangguan Tidur Berbahaya untuk Kesehatan

(foto: pixabay)

Gangguan tidur bisa berasal dalam satu keluarga. Penelitian sejak tahun 2008 menemukan bahwa remaja yang orangtuanya menderita insomnia juga berisiko tinggi menggunakan obat tidur dan berisiko memiliki masalah mental.

Pada penelitian lain dalam jurnal Sleep, faktor genetik bisa memicu insomnia dengan membuat seseorang sering terbangun di malam hari.

Beragam penemuan menunjukkan bahwa insomnia memiliki karakteristik seperti penyakit genetis.

Gen yang memicu insomnia tidak hanya satu melainkan ratusan. Hal ini ditemukan dalam kumpulan data yang melibatkan lebih dari 1,3 juta orang di Inggris yang hasil penelitiannya terhadap set DNA lengkap responden.

Ternyata hasilnya, yakni terdapat 202 jenis lokus gen dan 956 jenis gen yang selalu ditemukan pada penderita insomnia.

Lokus gen merupakan posisi suatu gen dalam kromosom seseorang. Jika letaknya salah, akibatnya seseorang bisa mengalami kelainan atau penyakit.

Obat tidur atau tidur siang tidak selalu bisa menyembuhkan

5 Fakta Insomnia, Gangguan Tidur Berbahaya untuk Kesehatan

(foto: pixabay)

Peneliti dalam sebuah studi yang dipublikasikan dalam jurnal BMJ Open menemukan bahwa orang yang menggunakan obat tidur yang diresepkan hampir lima kali lebih berpeluang meninggal pada studi selama 2,5 tahun dibandingkan orang-orang yang tidak mengkonsumsi obat tidur.

Setiap obat-obatan, terutama obat tidur pasti memiliki efek samping. Salah satu risiko dari obat tidur adalah efek ketergantungan bagi penggunanya.

Beberapa obat tidur bisa menyembuhkan dari gangguan tidur seperti insomnia walau hanya sementara, namun tidak bisa menyembuhkannya.

Oleh karena itu, lebih dulu konsultasikan kondisi tubuh ke dokter untuk mengetahui resep obat yang sesuai dengan kondisi medis diri masing-masing.

Selain obat, tidur siang pernah dianggap bisa mengganti jam tidur malam. Padahal tidur siang memberikan efek berbeda untuk setiap orang.

Sebagian orang mungkin merasakan jika tidur siang sekitar 15 menit  akan membuat tubuh terasa lebih segar.

Di sisi lain, tidur siang juga bisa membuat seseorang menjadi lebih susah tidur di malam hari. Jika kita kelelahan dan ingin tidur siang sejenak, usahakan tidur selama 10-20 menit sebelum pukul 3 sore.

Kondisi ‘jet lag sosial’ juga bisa menjadi penyebab insomnia

5 Fakta Insomnia, Gangguan Tidur Berbahaya untuk Kesehatan

(foto: pixabay)

Pernahkah kamu merasa kesulitan bangun di hari Senin pagi? Bisa saja kamu mengalami ‘jet lag sosial’ yaitu kebiasaan mengikuti jadwal tidur pada hari kerja dan akhir pekan yang berbeda dari orang-orang pada umumnya.

Kasus gangguan tidur seperti itu biasanya hanya berlangsung sementara waktu dan akan kembali seperti semula jika masalah-masalah terselesaikan dan tubuh kita berhasil beradaptasi.

Jika tidak ingin mengalami ini, lebih baik atur jadwal tidur yang teratur.

Jet lag sosial juga lebih lebih rentan dialami wanita. Hal ini diungkap National Sleep Foundation.

Tidak tidur di malam hari dan mengantuk di siang hari seringkali dikaitkan dengan perubahan hormon dalam kehidupan wanita seperti kehamilan, menopouse ataupun siklus menstruasi.

Baca juga: 5 Fakta Antioksidan, Banyak Manfaatnya Bagi Kesehatan Tubuh

Pada kasus terburuk, seseorang bisa meninggal karena insomnia

5 Fakta bahwa Gangguan Tidur Berbahaya untuk Kesehatan

(foto: pixabay)

Fatal familial insomnia merupakan penyakit genetik langka yang mencegah seseorang dari tertidur karena akhirnya bisa menimbulkan kematian.

Para ahli telah menyebutkan bahwa fatal familial sebagai penyakit yang disebabkan oleh protein abnormal yang berkembang dari mutasi genetik yang mempengaruhi fungsi otak sehingga menyebabkkan hilangnya memori.

Pada tahun 1986, para peneliti melaporkan kasus seorang pria berusia 53 tahun yang menderita kurang tidur dan hanya tidur 2-3 jam setiap malam dalam New England Journal of Medicine.

bulan kemudian, ia hanya bisa tidur satu jam tiap malam dan sering terganggu dengan mimpi yang nyata.

Setelah 3-6 bulan, ia  sama sekali tidak bisa tidur dengan normal sehingga mengalami kelelahan parah, tremor tubuh dan sulit bernafas. Setelah 8 bulan, ia terjatuh dan akhirnya meninggal.

Lebih banyak dialami oleh wanita karena beberapa faktor

5 Fakta bahwa Gangguan Tidur Berbahaya untuk Kesehatan

(foto: pixabay)

Jika kita sering mengalami insomnia, kita harus waspada dan lebih berhati-hati karena akan menyebabkan kematian. Kurang tidur membuat penderita merasa lemah, gemetar, dan kesulitan bernafas.

Memang risiko kematian pernah terjadi pada pria, tapi ternyata menurut National Sleep Foundation lebih dari 65% wanita mengalami masalah dengan tidur beberapa malam setiap minggunya.

Kadar hormon estrogen dan progesteron dinilai menjadi faktor utama yang berpengaruh pada kondisi tidur wanita. Gangguan mood juga bisa memicu gangguan tidur, termasuk kecemasan dan depresi.

Karena insomnia sangat berbahaya, sebaiknya kita semua perlu menjaga kualitas tidur setiap harinya.

Subscribe
Notify of
guest

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.

0 Komentar
Inline Feedbacks
View all comments