travel

10 Destinasi Wisata Wajib di Kota Padang Untuk Liburan Bersama Keluarga

By  | 

Kota Padang merupakan Kota di Indonesia yang cukup kental akan adat istiadatnya. Ibukota Sumatera Barat ini, menyimpan banyak kekayaan alam, budaya, hingga kuliner. Sebut saja rendang, yang disebut sebagai makanan terenak di dunia.

Selain itu, hampir seluruh rakyat Indonesia dari banyak etnis lainnya, juga begitu menggemari masakkan Padang. Kota jam gadang ini, juga memiliki bangunan-bangunan unik yang hampir selalu memasukan unsur tradisonal dari kebudayaanya, seperti bangunan masjidnya misalnya.

Berwisata ke Kota Padang, jangan heran kamu akan dibuat takjub dengan kondisi alamnya yang asri, masih tenang, serta menyuguhkan berbagai aneka ragam wisata.  Seperti wisata-wisata pantainya yang begitu unggul dan banyak pilihan.

Baca juga: 10 Daya Tarik Wisata Banyuwangi yang Tak Pernah Ada Habisnya

Berikut ini destinasi-destinasi wisata wajib, yang harus kamu kunjungi ketika berlibur ke Kota Padang!

1. Menyusuri sejarah beragam etnis di Tanah Minangkabau melalui Kota Tua Padang

Kota Tua Padang

(foto: instagram/infosumbar)

Ibukota provinsi Sumatera Barat ini, menyimpan keindahan alam hingga keksotisan bangunan-bangunan tua yang memukau. Bukti tersebut salah satunya dapat kamu temukan saat berkunjung ke Kota Tua Padang. Keberadaan Kota Tua ini, serupa dengan kondisi objek wisata Kota Tua Jakarta.

Di sini, kamu dapat menapaki jejak-jejak peningalan sejarah kehidupan masyarakat di kota yang dahulunya disebut-sebut yang paling maju di Sumatera, hingga disandingkan dengan kota metropolitan.

Fakta menarik yang dapat kamu lihat di sini adalah keberagaman suku yang tinggal berdampingan. Mulai dari suku India, Melayu, Nias, Tionghoa, Jawa dan tentunya Minangkabau.

Etnis-etnis tersebut terbagi ke dalam  masing-masing kelompok etnis tinggal. Seperti Kampung Keling, yang banyak ditinggali oleh masyarakat keturunan India dan menjadi tempat diadakan Serak Gulu, sebuah upacara untuk menghoramti tokoh-tokoh muslim India yang memiliki jasa besar.

Sementara itu,  di daerah Pondok, kamu akan melihat banyaknya sisa kehidupan etnis Tionghoa, yang semakin ramai dikunjungi ketika perayaan Cap Gomeh.

Daya tarik lainnya dari Kota Tua, tentunya jadi tempat perburuan spot fota instagenic yang seru sekali. Apalagi kalau bukan karena kesan kuno serta kental yang kuat dari masing-masing gedung yang berdiri di sini. Kamu akan menemukan berbagai latar foto bergaya bangunan lawas eropa.

Tak heran, banyak fotografer juga yang berdatangan ke sini. Letak Kota Tua Padang yang berdekatan dengan pelabuhan, juga memungkinkan kamu dapat melihat banyak kapal yang terparkir, selain itu di sini juga terlihat pemandangan Gunuang Padang.

2. Berkunjung ke surga tersembunyi, Pulau Sikuai

Pulau Sikuai Padang

(foto: instagram/karupuakjangek)

Keesotisan wisata Padang lainnya yang dapat membuatmu terkagum-kagum, tentu saja adalah alamnya yang permai. Keberadaan pantai yang memukau dapat dengan mudah kamu jejakki di sini. Seperti halnya pantai dari Pulau Sikuai.

Keindahan Pulau Sikuai, justru dahulu lebih dikenal oleh para wisatawan mancanegara. Bahkan, keberadaan situsnya pun ramai menjadi tempat berbincang para turis asing tersebut.

Meskipun kini, kemirisan fakta pulau ini sebelumnya menjadikannya ditutup sebagai tempat wisata umum khususnya wisatawan asing, keelokkan pantai ini tak boleh dilupakan. Tetapi, tenang saja, wisatawan lokal tetap diperkenankan untuk bertandang ke sini.

Luas Pulau Sikuai sendiri, mencapai 44,4. Oleh karenanya, daya tarik wisatanya sangat besar. Keindahan alam bawah laut dari pulau ini, tentu menjadi incaran para pelancong. Kamu bisa melakukan berbagai pilihan aktivitas air seperti snorkeling, diving, maupun berenang.

Tak hanya itu, untuk kamu yang sedang tidak ingin terlalu basah, kamu bisa juga menikmati pemandangan sunset maupun sunrise saja di pinggir pantai. Selain itu, kamu juga bisa melakukan trakking di perbukitan yang berada tidak jauh dari pantai.

Memang, sangat disayangkan, karena kawasan pulau ini sekarang ditutup, banyak fasilitas-fasilitas hotel maupun resto yang terbengkalai, layaknya kota mati. Namun, keindahan air pantai Pulau Sikuai yang berwarna biru jernih, serta pepohonan kelapa yang berjajar manis di tepian, masih saja memikat.

3. Menapakki kisah legenda Siti Nurbaya di Taman Siti Nurbaya

Taman Siti Nurbaya

(foto: instagram/wijayarga)

Selain kisah legenda Malin Kundang, kisah lain yang juga dikenal di tanah Minang ini adalah kisah Siti Nurbaya. Nah, untuk mengabadikan kisah tersebut, dibuatlah Taman Siti Nurbaya. Taman ini, berlokasi kurang lebih 15 kilometer di sebelah barat Kota Padang.

Berdiri di atas ketinggian, taman ini juga disebut sebagai Taman Gunung Padang, tepatnya berada di puncak Bukit Muara Batang Arau, atau lebih dikenal dengan Bukit Siti Nurbaya.

Taman Siti Nurbaya, memiliki nilai legenda tersendiri bagi masyarakat sekitarnya. Di taman ini pulalah, disebut-sebut terdapat makam Siti Nurbaya yang dahulu dipaksa menikah dengan pria yang sama sekali tak dicintainya.

Makam Siti Nurbaya ini terletak di balik batu besar yang terdapat celah kecil di antaranya. Di celah tersebutlah tempat peristirahatan terakhir Siti Nurbaya. Waktu yang cocok bagi kamu, untuk menyambangi area ini, adalah sore hari yang merupakan waktu terbaik.

Karena letaknya yang berada di ketinggian, kamu bisa melihat rindahnganya pepohonan hutan serta panorama laut ditemani langit senja yang menakjubkan.

Di tempat ini, kamu juga bisa melihat benda peninggalan sejarah. Yaitu sebuah Meriam yang ada di kaki Bukit Siti Nurbaya.

Jika kamu berkunjung dari Kota Padang, akses yang dapat kamu lalui yaitu melewati jembatan panjang dari Kota Padang, melintang di atas batang Arau, yang juga disebut sebagai Jembatan Siti Nurbaya.

4. Menikmati sensasi mandi di Kolam Alam Lubuk Paraku

Lubuk Paraku Padang

(foto: instagram/@beyubaystory)

Lubuk Paraku adalah sungai yang warna airnya sebiru Kristal. Lokasi sungai ini, di Indarung, Kec.Lubuk Kilangan, Kota Padang. Pesona airnya yang amat jernih serta bebatuan cantik di sekitarnya yang menambah kesksotisan sungai ini, membuatnya menjadi destinasi wisata primadona bagi Kota Padang.

Meskipun kini pamornya mulai meredup, namun dahulunya kawasan wisata pemandian alam ini, tak pernah sepi pengunjung. Bertandang ke sini, kamu akan menikmati mandi di alam liar yang airnya mengalir dari Sungai Lubuak Paraku.

Lokasi Lubuk Paraku ini, tidak sulit ditemukan, karena masih berada di kawasan hutan lindung Taman Hutan Raya Bung Hatta. Selain itu, Sungai Lubuk Paraku juga berada di dalam permukiman penduduk. Untuk mencapai jalan raya pun, kamu hanya perlu menempuh jalan 500 kilometer saja.

Lubuak sendiri, memiliki pengertian yaitu kolam yang berasal dari palung di tengah aliran sungai yang terbentuknya akibat adanya aliran air yang mengguyur deras di atasnya. Di mana, kemudian menjadi tempat ikan-ikan berkumpul.

Dikatakan, Lubuak Paraku ditinggali beberapa jenis ikan, antara lain Ikan Gariang, Ikan Mangkuih, hingga Belit berukuran besar. Suasana sekitar lubuk ini, masih benar-benar asri, dengan pepohonan rindang yang membuat udara terasa begitu sejuk dengan air kolam yang dingin menyegarkan.

Kamu juga bisa coba sensasi melompat ke dalam kolam air terjun yang memiliki kedalaman 3-4 meter ini. Begitu cahaya mentari tiba, kamu akan takjub melihat pantulannya mengenai dasar bebatuan sungai, nan indah dan memanjakan mata.

5. Melihat bangunan peninggalan sejarah etnis Tionghoa Klenteng Seen Hien Kiong

Klenteng See Hien Kiong Padang

(foto: instagram/nicky_fandi)

Meskipun mayoritas masyarakat minang adalah muslim, namun Kota Padang juga kerap didatangi banyak perantau di masa lalu. Salah satunya, yang berasal dari etnis tionghoa. Bukti kebudayaan etnis tionghoa di Kota Padang, bisa kamu lihat di Kampung Pondok yang berada di Kota Tua Padang.

Di area Kampung Pondok ini, terdapat sebuah klenteng atau bangunan peribadatan umat konghucu, yang bernama Kelenteng Sien Hien Kiong.

Begitu kamu melihat kelenteng ini, kamu dapat langsung merasakan sensasi seperti berada di Kampung Cina. Warna-warna mencolok, serta oranamen-ornamen Tionghoa terlihat begitu menonjol dan memberikan daya tarik tersendiri.

Hiasan lain yang dapat kamu lihat seperti patung-patung hingga tulisan aksara Tionghoa. Sayangnya, bangunan lama asli dari Klenteng Sien Hien Kiong, sebenarnya sudah rusak pada tahun 2009. Lalu, pada tahun 2010 kembali dibangun bangunan baru serupa yang berdiri tidak jauh dari bangunan lama.

Saat tahun baru cina, area Kampung Pondok biasanya ramai, terutama di Kleteng Sien Hien Kiong ini. Pertunjukkan barongsai akan meramaikan perayaan imlek tersebut. Namun, pengunjung tidak diperkenankan masuk ke dalam Klenteng pada hari biasa.

Kamu cukup bisa berfoto di depan bangunan klenteng tertua di Sumatera Barat yang nampak eksotis ini. Selain itu, setelah berfoto ria, kamu bisa minum kopmil yang juga dijajakan tak jauh dari lokasi Klenteng Sien Hien Kiong.

Baca juga: Rekomendasi 10 Wisata di Kota Palembang yang Bisa Kamu Kunjungi

6. Wisata Padang berupa edukasi sejarah Kerajaan Sriwijaya di Museum Adityawarman

Museum Adityawarman Padang

(foto: instagram/andrian_pamula)

Selanjutnya di Padang kamu juga bisa menyambangi wisata pendidikannya, dengan berkunjung ke Museum Adityawarman yang terletak di Jl. Diponegoro No.10 Kelurahan Belakang Tangsi, Kec,Padang Barat, Kota Padang.

Museum ini berdiri di atas lahan seluas 2,6 hektar dengan luas bangunan 2.885. Arsitektur yang digunakan dalam museum ini, adalah menggunakan rumah tradisional Sumatera Barat yaitu, Rumah Gadang.

Di museum ini kamu bisa melihat berbagai koleksi peninggalan sejarah yang berkaitan dengan kebudayaan Minangkabau dan Sumatera Barat. Koleksi-koleksi tersebut di anatarnya seperti perhiasan tradisional, alat musik tradisional, busana adat, replika sajian kuliner untuk upacara adat, hingga perkakas sehari-hari.

Jenis kebudayaan Minangkabau maupun Sumatera Barat yang dikoleksi di museum ini, lengkap mulai dari jaman prasejarah hingga modern.

Penaaman Adityawarman sendiri, diambil dari salah satu nama raja Minangkabau yang pernah berkuasa. Gaya arsitektur yang terinspirasi dari Rumah Gadang antara lain menyerupai rumah panggung dengan atap seperti tanduk kerbau yang bertumpuk, yang disebut gonjong.

Jumlah Gonjong yang ada di museum ini sebanyak tujuh puncuk. Oleh karenanya, rumah tradisonal Minangkabau disebut juga Rumah Bagonjong.

Selain sebagai cagar budaya Minangkabau, Museum Adityawarman juga menyimpan koleksi cagar budaya Mentawai dan secara umum cagar budaya Nusantara.

7. Menjumpai ragam flora dan fauna Sumbar di Taman Hutan Raya Bung Hatta

Taman Hutan Raya Bung Hatta Padang

(foto: instagram/muharwandi)

Padang, juga punya Taman Hutan Raya. Namanya, Taman Hutan Raya Bung Hatta. Taman ini terletak di pinggir jalan raya yang menghubungkan Kota Padang dengan Kota Solok. Waktu yang perlu kamu habiskan untuk dapat ke kawasan hutan wisata ini, hanya 45 menit dari pusat Kota Padang.

Sesampainya di kawasan ini, udara yang sejuk lagi-lagi dapat kamu hirup bebas. Hutan Raya Bung Hatta ini, berada pada ketinggian 300-700 mdpl dan sejajar dengan Bukit Barisan, yang membentang dari utara ke selatan. Tak hanya alamya yang sejuk, berwisata ke sini kamu bisa melihat bukti kekayaan flora dan fauna di Kota Padang.

Terdapat sekitar 350 lebih jenis flora dan sekitar 170 jenis fauna yang ada di Taman Hutan Raya Bung Hatta. Namun, yang paling menarik dari jenis tumbuhan yang ada di sini adalah keberadaan Bunga Raflesia Arnoldi yang merupakan bunga langka.

Taman ini juga, bisa jadi tempat spot foto alam yang eksotis, salah satunya keberadaan deretan pohon pinus yang berada dekat ikon taman ini, yaitu patung Bung Hatta.

Berbagai wahana dan sarana rekreasi juga bisa menjadi pilihan kamu di sini, antara lain taman tematik, taman kelinci, berbagai wahana outbound seperti flying fox dan jaring spiderman, jembatan tali, airwalk, hingga permainan paintball.

Sebelum hutan lindung  ini dahulunya bernama Kebun Raya Setia Mulya, namun karena pergantian pengelola, maka pada tahun 1986 namanya pun berganti menjadi Taman Hutan Raya Bung Hatta. Yang kini terus bersolek untuk dapat semakin banyan menarik minat wisatawan.

8. Menyaksikan cantiknya air terjun piramida di Air Terjun Sarasah Ulu Gadut

Air Terjun Sarasah Padang

(foto: instagram/refibatiori)

Satu lagi wisata Padang berupa wisata alam yang tak boleh kamu lewatkan, yaitu Air Terjun Sarasah Ulu Gadut. Daya tarik dari air terjun satu ini, adalah bentuk tebing air terjunnnya yang bertingkat-tingkat menyerupai piramida.

Letak air terjun yang berada di pedalaman, membuatnya pantas disebut sebagai surge yang tersebunyi di Kota Padang, karena keindahan penampakan alamnya.

Air Terjun yang berada di pedalaman hutan Bukit Sarasah, Desa Kota Baru, Ulu Gadut, Kota Padang ini, dahulunya ditinggali banyak ikan gariang.

Meskipun berada di pedalaman, akses menuju Air Terjun Ulu gadut masih bisa ditempuh baik menggunakan kendaraan beroda dua maupun empat. Kamu bisa menempuh perjalanan dengan menyusuri jalan raya Ulu Gadut, hingga menemukan jalan berbatu.

Setelah itu, kamu kemudian bisa memarkir kendaraan di posko yang telah disediakan. Lalu lanjut dengan jalan kaki santai, dengan jarak pendek. Sebenarnya, dimanapun air terjunnya, cara utama untuk dapat menemukannya, adalah dengan mengikuti aliran sungai, yang ujungnya pasti air terjun.

Air Terjun Sarasah Ulu Badut, memiliki ketinggian 40 meter. Sesampainya kamu di lokasi air terjun ini, indahnya bebatuan alami yang berundak-undak tersebut telah siap menyambut kamu.

Pesona yang menakjubkan adalah ketika air dari air terjun tersebut jatuh ke sungai di bawahnya, memecah bebatuan, dan menyebar dengan indahnya.

Ada berbagai tingkatan untuk kamu yang ingin coba melompat ke air segar dari air sungai air terjun ini, yaitu dari 7-8 meter. Pilih yang sesuai dengan kemampuan kamu, ya!

9. Menengok pesona Kota Padang dari ketinggian di Bukit Nobita

Bukit Nobita Padang

(foto: instagram/khalifahhakim_)

Jika kamu ingin memandangi lanskap alam dari Kota Padang yang memukau, maka berkunjunglah ke Bukit Nobita. Udara sejuk yang kamu hirup di tempat ini sangat berfungsi untuk menenangkan pikiran serta menyehatkan paru-paru dengan udaranya yang jauh dari polusi.

Latar belakang panorama Kota Padang yang amat jelas nampak sangat menakjubkan. Untuk mencapai kawasan ini, kamu hanya perlu berkendara sejauh 15 km saja dari pusat Kota Padang. Kamu akan merasakan pengalaman menikmati Kota Padang dari ketinggian 900 mdpl di atas permukaan laut.

Jika kamu ingin mencoba menyusuri jalan menuju Bukit Nobita dengan berjalan kaki, kamu bisa mencoba pilihan alternative dua jalur. Yakni, Jalan Kampung Jua dan Jalan Arai Pinang. Namun, kamu harus berhati-hati saat mendaki, kemiringan bukit ini 45 derajat. Di sini, kamu sudah bisa melihat pemandangan kebun teh yang asri.

Meskipun akses jalan dari pusat Kota Padang terbilang dekat, namun waktu yang kamu habiskan untuk mencapai kawasan ini tetap butuh lebih lama. Dikarenakan, kondisi jalannya yang terjal. Pemandangan di Bukit Nobita ini juga akan semakin mempesona ketika malam tiba.

Dengan kelap-kelip lampu perkotaan yang nampak begitu indah. Tak heran, diberi nama Bukit Nobita. Karena, pemandanganyya yang nampak seperti pemandangan di halaman belakang sekolah Nobita yang indah.

10. Melihat keunikan bangunan masjid khas minang di Masjid Raya Sumatera Barat

Masjid Raya Sumatera Barat Padang

(foto: instagram/pegi_pegi)

Selain jam gadang, landmark lainnya dari Kota Padang adalah sebuah masjid yang bergaya arsitektur seperti rumah gadang. Masjid ini bernama Masjid Raya Sumatera Barat.

Arsitekturnya yang menawan ini, memiliki daya tarik tersendiri, yang membuat masjid ini kerap kali menjadi destinasi wisata religi di Kota Padang. Masjid Raya Sumatera Barat ini, juga merupakan masjid terbesar yang berada di Provinsi Sumatera Barat.

Arsitektur masjid yang bergaya rumah gadang ini, dapat kamu lihat dari bentuk atapnya yang berbeda dari masjid kebanyakan. Yaitu, bukan kubah bentuk atapnya, melainkan berbentuk gojong, sebagaimana atap pada rumah gadang.

Dari kejauhan kamu sudah dapat terpukau, dengan betapa terlihat mewahnya masjid ini. Kemegahan masjid disandingkan dengan atap gojong yang terdiri dari empat sudut lancip.

Sementara itu, kaligrafi pada bagian luar masjid, menambah pesonanya. Nah, desain masjid ini sendiri, melambangkan tiga simbolan antara lain sumber mata air, bulan sabit, dan rumah gadang.

Tak hanya itu saja, fakta menarik dari masjid ini, adalah masjid dibuat sebagai bangunan yang tahan gempa. Sehingga, ketika terjadi bencana, masjid ini bisa digunakan sebagai tempat berlindung.

Apalagi, masjid ini mampu menampung jamaah hingga 20.000! Jumlah jamaah tersebut, terbagi ke dalam beberapa ruangan, yakni lantai dasar untuk 15 ribu jamaah, serta laintai dua dan tiga untuk menampung 5 ribu Jemaah.

Meskipun masjid ini baru saja rampung di tahun 2016, namun tak heran, jika keindahan bangunanya sudah langsung banyak menarik minta pelancong. Benar-benar pantas deh, disebut landmark baru Kota Padang!

Destinasi-destinasi wisata Padang di atas, menyimpan keelokkan dan daya tariknya masing-masing. Berwisata ke Kota Padang, kita tidak semata-mata dimanjakan mata oleh alam yang permai, maupun lidah dengan aneka kuliner khasnya.

Tetapi juga, turut menyusuri kedamaaian kota di pulau keenam terbesar di dunia ini. Begitulah kenampakkan alam Kota Padang yang merupakan perpaduan pantai-pantainya yang indah serta alam hijau yang membentang.

Beragam kisah melegenda menjadi pelengkap  daya tariknya tersendiri, yang membuat Kota Padang selalu dirindukan kembali.