Sinopsis Perburuan, Perjuangan Mantan PETA untuk Kemerdekaan Indonesia

film

Sinopsis Perburuan, Perjuangan Mantan PETA untuk Kemerdekaan Indonesia

By  | 

Tahun ini merupakan tahunnya Pramoedya Ananta Toer. Setelah Bumi Manusia dikonfirmasikan akan diangkat ke layar lebar, Perburuan pun mengikuti.

Film Perburuan diangkat dari novel legendaris karya Pram, di mana Pram menggunakan latar belakang zaman pendudukan Jepang. Seperti yang kita ketahui, zaman tersebut adalah zaman di mana seluruh rakyat Indonesia berjuang demi kemerdekaan.

Dikisahkan seorang mantan komandan pleton dari PETA bernama Hardo (Adipati Dolken) kembali ke kampungnya di Blora. Ia baru kembali setelah 6 bulan terhitung sejak PETA gagal melawan Jepang.

Hardo berharap ia akan aman bersembunyi di Blora. Tetapi, tetap saja Jepang senantiasa memburunya, berusaha agar Hardo bisa disingkirkan.

Baca juga: Sinopsis Move On Aja, Ketika Cinta Tidak Memandang Status Sosial

Sayangnya, tepat sehari sebelum diadakan proklamasi kemerdekaan, rahasianya sebagai mantan komandan pleton PETA terbongkar.

Dan yang lebih menyedihkannya lagi, dua orang terdekatnya mengkhianatinya. Mereka adalah ayah dari tunangannya dan sahabatnya yang bernama Karmin.

Sinopsis Perburuan, Perjuangan Mantan PETA untuk Kemerdekaan Indonesia

(foto: imdb)

Dalam film ini kita bisa melihat betapa sulit dan kerasnya perjuangan Hardo untuk meraih kemerdekaan Indonesia. Rasa cinta dan setianya kepada bangsa terlihat berapi-api dan tak dapat dikalahkan.

Film Perburuan merupakan mahakarya dari sutradara Richard Oh. Dalam penulisan naskahnya, ia dibantu oleh Husein M. Atmodjo.

Richard Oh dikenal pernah menyutradarai sejumlah film seperti, Koper (2006), Melancholy is a Moevement (2015), dan Terpana (2016).

Di bawah produksi Falcon Pictures, film ini diramaikan sederetan aktor dan aktris ternama. Sebut saja Adipati Dolken, Kevin Andrean, Ayushita, dan lain-lain.

Baca juga: Sinopsis Bali: Beats of Paradise, Kisah Seniman Gamelan Bali

Adipati Dolken adalah aktor favorit remaja yang sukses membintangi film-film seperti, Malaikat Tanpa Sayap (2012), Perahu Kertas 1 dan 2 (2012), Sang Kiai (2013), Koala Kumal (2016), Posesif (2017), Hujan Bulan Juni (2017), Teman Tapi Menikah (2018), dan lain-lain.

Film ini dijadwalkan tayang 15 Agustus 2019. Jangan lewatkan penampilan dan aksi mereka yang sarat akan sejarah dan semangat nasionalisme.

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.