. Sinopsis Bali: Beats of Paradise, Kisah Seniman Gamelan Bali | Dailysia

film

Sinopsis Bali: Beats of Paradise, Kisah Seniman Gamelan Bali

By  | 

Sebuah film dokumenter yang mengungkap pesona Bali kembali dirilis. Kali ini, Bali: Beats of Paradise besutan sutradara Livi Zheng akan mampu memukau banyak penonton.

Dalam dokumenter ini, diceritakan lika-liku kehidupan seniman asal Bali, I Nyoman Wenten. Ia terkenal sebagai seniman gamelan Bali dan juga penari.

Wenten menekuni gamelan Bali sejak kecil. Selalu berlatih dan memasukkan rasa karsa ke dalam setiap latihannya, membuat dirinya semakin mahir dan menjiwai permainan gamelan Bali.

Ketika sudah beranjak dewasa, Wenten memutuskan untuk pindah ke Los Angeles. Di sana, ia ingin mempopulerkan gamelan Bali ke kancah internasional.

Baca juga: Sinopsis Twivortiare, Pertemuan Kembali Dua Insan yang Berpisah

Oleh karena misinya tersebut, ia pun menjadi pengajar di Departemen Jurusan Etnomusikologi UCLA, Herb Alpert School of Music, dan California Institute of the Arts. Ia berharap kontribusinya dapat membuat gamelan Bali semakin bersinar di mata dunia.

Beruntungnya lagi, ia memiliki istri yang juga memiliki mimpi yang sama dengannya. Nanik Wenten juga menginginkan agar gamelan Bali terkenal di dunia.

Lambat laun, mimpi mereka berdua perlahan terwujud. Hal ini dibuktikan dengan seringnya Wenten untuk berpartisipasi dalam akulturasi antara musik Barat dan gamelan Bali.

Sinopsis Bali: Beats of Paradise, Kisah Seniman Gamelan Bali

(foto: imdb)

Wenten sering berkolaborasi dengan sejumlah musisi seperti, David Rosenboom, Morton Subotnick, Sardono Kusumo, Vinny Golia, William Miranda dan Larry Reed. Hal ini menarik perhatian musisi lain karena bakatnya yang luar biasa.

Lebih mengagetkannya lagi, penyanyi pemenang Grammy Awards bernama Judith Hill sangat tertarik dengan Wenten. Ia ingin mengeksplor gamelan Bali untuk musiknya. Akhirnya, mereka berdua berkolaborasi membuat video klip “Queen of the Hill” dengan nuansa Bali di Gurun Joshua Tree, California Selatan.

Sejumlah prestasi telah diraih oleh dokumenter ini. Livi Zheng bahkan menuai berbagai pujian dan penghargaan seperti, “Tourism Marketeers of The Year 2019” dan bahkan masuk seleksi Oscar 2019 dalam nominasi Best Pictures.

Baca juga: Sinopsis Ritual, Kebangkitan Kembali Anak yang Sudah Meninggal

Selain itu, Bali: Beats of Paradise juga sudah ditayangkan di sejumlah studio besar. Misalnya, dalam Academy of Motion Pictures Arts and Science, Samuel Goldwyn Theater, Beverly Hills, dan Walt Disney Animation Studios.

Di Asia, dokumenter ini juga ramai ditayangkan, misalnya di  Korea Selatan (April 2019), Filipina (November 2018), Manila dalam Program Pride of Southeast Asia.

Di Indonesia sendiri, film dokumenter berdurasi 56 menit ini akan ditayangkan pada 22 Agustus mendatang. Jangan lewatkan penampilan mengharukan Wenten dalam mencapai cita-cita mulianya.

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.