inspirasi

Sejarah Badut, Penghibur di Kerajaan yang Berubah Jadi Sosok Menakutkan

By  | 

Sosok badut yang jenaka dengan rambut warna-warni dan baju kebesaran, mungkin sering kamu lihat di pesta-pesta atau di restoran cepat saji. Wajahnya yang dirias mencolok juga menambah kesan menghibur dalam sebuah acara.

Seringkali bentuk matanya tampak besar, senyumnya aneh, dan bentuk fisiknya tidak biasa. Apakah badut memang diciptakan untuk menghibur?

Beberapa film terkenal pernah menampilkannya sebagai tokoh utama, misalnya Pennywise dan Joker. Sejarahnya dengan segala keunikannya tidak terlepas dari dunia hiburan, lingkungan kerajaan, atau gabungan keduanya.

Ternyata sosoknya mengalami perubahan dari penghibur kerajaan jadi menakutkan.

Baca juga: Perayaan Thanksgiving, Tradisi Syukur di Amerika Serikat Setiap Akhir Nopember

Sosoknya yang dungu pernah muncul di dalam drama William Shakespeare

Sejarah Badut, Penghibur di Kerajaan yang Berubah Jadi Sosok Menakutkan

(foto: cnn)

Di balik penampilannya di pesta anak-anak, ternyata ada fakta yang cukup mengejutkan. Pernah ada penelitian pada tahun 2008 di Inggris yang menyatakan bahwa hanya sedikit dari anak-anak yang suka badut.

Disampaikan juga kesimpulan bahwa hiasan rumah sakit anak dengan gambar-gambar badut akan menciptakan suasana yang kurang nyaman.

Hasil penelitian memang tidak spesifik menunjukkan sisi mengerikannya, tapi menjelaskan beberapa penyebabnya.

Penampilan fisiknya yang aneh bisa memicu rasa ngeri pada seseorang. Perasaan ngeri yang muncul merupakan respons atas kemunculan sesuatu yang terlihat ambigu.

Seringkali badut bertingkah lucu dan menakutkan secara bersamaan. Meski sudah ada sejak ribuan tahun, istilah badut (clown) baru muncul pertama kali di Inggris pada tahun 1500-an ketika William Shakespeare menggunakannya untuk mendeskripsikan tokoh yang dungu pada beberapa drama.

Kemudian pada abad ke-19, penggambaran karakter fisiknya adalah sosok yang berlebihan dalam hal riasan wajah, rambut palsu, dan bajunya yang terlalu besar.

Badut pernah menjadi penghibur sekaligus media untuk mempengaruhi penguasa

Sejarah Badut, Penghibur di Kerajaan yang Berubah Jadi Sosok Menakutkan

(foto: glogster)

Berdasarkan asal usulnya, badut adalah penghibur sekaligus sebuah media untuk mengritik penguasa lebih dari seribu tahun yang lalu. Badut dianggap sebagai media untuk ekspresi diri yang aman dan bebas.

Di masa lalu, kerajaan-kerajaan yang berkembang di dunia menghargai peran seorang penghibur atau seniman yang tampil di pertunjukan. Di Yunani kuno, keberadaan badut sebagai pelawak begitu dibanggakan oleh masyarakat.

Badut yang tampil botak memiliki kemampuan membuat orang tertawa. Begitu juga dengan versi lainnya di India bernama Vidushaka dan pelawak di kerajaan China bernama Yu Szu yang hidup di era pembangunan tembok besar.

Yu Szu bahkan dianggap berjasa di negerinya karena secara tidak langsung menyelamatkan banyak nyawa masyarakat. Kedekatannya dengan penguasa ternyata membuat pendapatnya didengar.

Atas pengaruhnya, kaisar memerintahkan agar pengecatan tembok besar China dihentikan agar tidak lagi memakan korban pekerja.

Baca juga: Asal Usul Kompas, Penunjuk Arah Mata Angin yang Sudah Berumur 2000 Tahun

Pertunjukan opera Pagliacci di Eropa mengubah citra dunia tentang badut

Sejarah Badut, Penghibur di Kerajaan yang Berubah Jadi Sosok Menakutkan

(foto: businessinsider)

Jika dahulu badut adalah sosok penghibur yang juga berperan penting, bagaimana ceritanya sampai menjadi terkesan jahat dan mengerikan?

Reputasinya sebagai sosok yang mengerikan terjadi pada awal abad ke-19 di Eropa. Perangainya yang jahat makin populer setelah ada pertunjukan opera Pagliacci karya sastrawan Ruggero Leoncavallo.

Inti cerita dalam pertunjukan adalah tentang sosok badut yang membunuh istrinya karena selingkuh.

Tokohnya yang sedih dan marah kemudian jadi pembunuh keji. Tapi anehnya penampilannya tetap dilakukan dengan konsep komedi supaya penonton tertawa.

Pemeran tokohnya lucu tapi mengerikan adalah Joseph Grimaldi, aktor drama dan legenda pantomim dari Inggris.

Pada pertunjukannya yang lain, Grimaldi juga membawakan peran badut yang tadinya lucu menjadi melankolis dan tampak putus asa. Sejak saat itu, badut dianggap menakutkan.

Acara hiburan terkenal ikut membentuk imajinasi masyarakat tentangnya

Sejarah Badut, Penghibur di Kerajaan yang Berubah Jadi Sosok Menakutkan

(foto: history)

Citranya yang mengerikan makin kuat sejak tertangkapnya John Wayne Gacy, pembunuh berantai di Amerika Serikat.

Gacy yang pernah membunuh lebih dari 30 orang juga seorang pelukis badut dan sering memenuhi undangan pesta anak-anak dengan membawakan karakter ‘Pogo Si Badut’.

Meski sudah terjadi sejak 1970-an, jejaknya seperti masih membekas. Pada tahun 2016, Benjamin Radford juga menulis buku berjudul Bad Clown yang menceritakan tentang sejarah badut yang berevolusi dari komedian menjadi sosok menyeramkan.

Ditambah dengan acara-acara seperti serial dan film terkenal yang ikut membentuk imajinasi masyarakat tentang badut.

Bertahun-tahun kemudian penggambarannya tidak banyak berubah, yakni identik dengan humor gelap dan segala hal yang mengerikan.