inspirasi

Perayaan Thanksgiving, Tradisi Syukur di Amerika Serikat Setiap Akhir Nopember

By  | 

Setiap akhir bulan Nopember, negeri Paman Sam merayakan hari Thanksgiving. Perayaan ini menjadi momen istimewa yang dirayakan bersama keluarga.

Seperti perayaan Chuseok di Korea Selatan, perayaan ini juga memiliki filosofi rasa syukur atas pencapaian sepanjang tahun.

Selain dirayakan dengan makan-makan bersama, juga diramaikan dengan beberapa festival.

Meskipun sejarah asalnya dari orang-orang Inggris, tapi Thanksgiving pada umumnya dirayakan di Amerika Serikat.

Tanggal perayaannya setiap tahun juga tidak sama, tapi yang pasti bertepatan dengan hari Kamis keempat di bulan Nopember.

Tradisi Thanksgiving yang dimulai sebelum Amerika Serikat merdeka memiliki sejarah yang cukup panjang.

Baca juga: Sejarah High Heels, Awalnya Dipakai Pria untuk Menentukan Status Sosial

Berawal dari kaum Pilgrim dari Inggris yang sedang mencari tempat tinggal baru

Perayaan Thanksgiving, Tradisi Syukur di Amerika Serikat setiap Akhir November

(foto: pixabay)

Tradisi ini berawal sejak kedatangan orang-orang Inggris dengan kapal laut ke Plymouth pada musim gugur tahun 1620.

Mereka adalah kaum Pilgrim atau peziarah dari Inggris sedang mencari tempat tinggal baru dan mempraktikkan keyakinan yang dianut.

Saat itu sempat terjadi wabah menular sehingga tinggal separuh penumpang kapal yang bisa melanjutkan hidup di daratan.

Sesudah menyeberangi lautan yang penuh bahaya selama dua bulan, kaum Pilgrim yang religius melintasi wilayah Massachusetts Bay dan membangun desa di Plymouth.

Awal tahun 1621, seorang penduduk asli memberi penyambutan dan perkenalan.

Melalui anggota suku lokal bernama Squanto, kaum Pilgrim mendapat pengajaran tentang kesehatan, pertanian jagung, perkebunan maple, cara menangkap ikan, dan cara menghindari tumbuhan beracun.

Squanto juga menjadi perantara kaum Pilgrim untuk bersekutu dengan suku Wampanoag, penduduk lokal yang telah bertahan setengah abad dan menjadi contoh suku yang bisa hidup damai dengan pendatang dari Eropa

Setelah masa panen, kaum Pilgrim mengadakan perjamuan bersama penduduk lokal

Perayaan Thanksgiving, Tradisi Syukur di Amerika Serikat setiap Akhir November

(foto: pixabay)

Sebuah momen yang dianggap istimewa adalah pada akhir tahun 1621 setelah panen.

William Bradford, gubernur Plymouth mengundang para anggota suku Wampanoag agar bergabung bersama kaum Pilgrim dari Inggris dalam festival yang diadakan sebagai rasa syukur atas berkah selama setahun.

Saat itu kaum Pilgrim yang sudah menjadi penduduk koloni Plymouth merayakan panen dan melaksanakan perjamuan bersama penduduk asli.

Hidangan utamanya adalah daging kalkun. Tapi, ada pula ikan dan daging rusa.

Daging kalkun yang ukurannya lebih besar daripada ayam biasa diisi bagian dalamnya dengan beberapa bahan pelengkap.

Selain acara makan-makan, ada juga hiburan yang menyenangkan. Tapi sebenarnya ketika orang-orang Inggris dan suku Wampanoag membuat acara perjamuan, konsep acaranya adalah diplomasi antar suku.

Penamaan Thanksgiving secara resmi baru dilakukan pada abad ke-19.

Baca juga: Sun Tzu, Ahli Strategi Perang dari Tiongkok yang Paling Disegani Dunia

Tradisi ini makin banyak dikenal setelah Amerika Serikat merdeka

Perayaan Thanksgiving, Tradisi Syukur di Amerika Serikat setiap Akhir November

(foto: pixabay)

Meskipun suasananya meriah, tapi sebenarnya perjamuan di koloni Plymouth bersifat spiritual.

Waktu perayaan sengaja dilakukan di hari kerja dan dikenal dengan ‘lecture day’ karena sekaligus disampaikan khotbah di gereja.

Beberapa komunitas masyarakat juga melakukan bakti sosial dengan jadi sukarelawan dan kemudian ikut makan malam gratis.

Lebih dari seabad kemudian, perjamuan pasca panen hanya dilaksanakan di Plymouth.

Saat Amerika Serikat merdeka, tradisi seperti itu mulai menyebar ke berbagai negara bagian, bahkan menjadi hari libur.

Pencetusan gagasan Thanksgiving sebagai hari libur dilakukan pada tahun 1789 saat George Washington terpilih menjadi presiden Amerika Serikat yang pertama.

Atas dasar permintaan dari Kongres, bahwa ‘hari syukur nasional’ bertepatan dengan hari Kamis tanggal 26 November 1789.

Tapi, hari libur nasional dalam rangka Thanksgiving baru diresmikan tahun 1863 oleh Presiden Abraham Lincoln.

Di zaman modern, perayaan ini menjadi momen belanja dengan diskon besar

Perayaan Thanksgiving, Tradisi Syukur di Amerika Serikat setiap Akhir November

(foto: pixabay)

Dari tahun ke tahun, tradisi ini masih tetap dirayakan. Tapi di kalangan masyarakat modern, Thanksgiving tidak lagi untuk merayakan panen dan perjamuan yang sakral, melainkan hari yang konsumtif.

Presiden Franklin Delano Roosevelt pada tahun 1930-an memberi dukungan bahwa perayaan ini adalah ajang pertumbuhan ekonomi.

Sekarang Thanksgiving identik dengan berburu diskon besar-besaran, yang kemudian memunculkan istilah Black Friday sebagai hari berbelanja sesudah Thanksgiving dan sebelum Natal.

Hari perayaan ini makin terkenal karena banyaknya acara televisi Amerika Serikat yang membahas tema Thanksgiving.

Selain di Amerika Serikat, ada pula negara lain yang ikut merayakannya, yakni Kanada, Jerman, Liberia, dan Jepang.