travel

10 Objek Wisata Banjarmasin Ini Tak Boleh Kamu Lewatkan

By  | 

Banjarmasin merupakan salah kota besar yang terletak di Provinsi Kalimantan Selatan. Dijuluki sebagai Kota Seribu Sungai, membuat Banjarmasin menjadi kota yang memiliki topografi yang unik dan menarik.

Sama seperti di kota-kota besar Kalimantan lainnya, Kota Banjarmasin juga banyak menyimpan paru-paru alami berupa perhutanan yang masih lebat dan asri.

Kondisi ini, membuat Banjarmasin dihuni oleh ragam satwa hingga kekayaan flora yang selalu menarik untuk dikenali lebih jauh.

Seperti kamu juga tahu, Kalimaantan banyak dihuni oleh primate semacam kera, orangutan, dan sejenisnya. Sementara Banjarmasin, punya mascot satwanya tersendiri, yakni Bekantan.

Dengan berlibur ke Banjarmasin, kamu akan diajak lebih jauh mengenali tradisi unik, sejarah kemerdekaan, hingga wisata selfi dan modern yang juga tak kalah dengan yang ada di kota-kota yang sudah lebih dikelan sebagai kota pariwisata lainnya.

Dari banyaknya pariwisata yang ada di Kota Banjarmasin, berikut 10 destinasi andalan dari Kota Seribu Sungai yang juga identik dengan banyaknya Pasar Terapung ini.

Baca juga: 10 Rekomendasi Objek Wisata Samarinda, Cocok untuk yang Senang Berpetualang

1. Menengok pasar terapung tertua di Kalimantan, Pasar Terapung Muara Kuin

Pasar Terapung Muara Kuin Banjarmasin

(foto: instagram/iddinshah)

Jalan-jalan ke Banjarmasin, rasanya tidak akan lengkap. Jika kamu, tidak coba melihat langsung salah satu aktivitas keseharian unik, ciri khas dari masyarakatnya. Yakni, berjualan di atas perahu atau lokasinya biasa disebut Pasar Terapung.

Pasar Terapung, tidak hanya menjelma menjadi pasar yang banyak didatangi karena keragaman barang dagangannya saja.

Namun, tradisi berjualan di atas perahu ini, menjelma menjadi destinasi wisata unik, yang seringkali mendatangkan banyak wisatawan.

Ya, Pulau Kalimantan yang banyak dianugrahi dengan banyaknya aliran sungai yang mengaliri kota-kotanya, menjadikan sungai seperti tempat berkegiatan yang biasa bagi banyak warga di Kalimantan.

Di Kota Banjarmasin, terdapat Pasar Terapung tertua, yang bernama Pasar Terapung Muara Kuin. Di tempat ini, kamu bisa menyaksikan langsung bagaima interaksi terjadi antara pedagang dan penjual di atas permukaan air.

Pasar Terapung satu ini, tepatnya berada di atas muara Sungai Kuin yang berada di Kecamatan Banjarmasin Utara, Kalimatan Selatan. Diperkirakan, pasar ini sudah beroperasi selama 400 tahun lamanya. Selama beroperasi kurang lebih 4 abad tersebut, pasar ini telah menjadi saksi bisu akan perubahan sistem transaksi jual beli.

Mulai dari sistem barter, hingga sistem uang. Tak heran, berburu spot foto ikonik di lokasi pasar ini, menjadi wisata favorit para pelancong yang datang ke Banjarmasin.

Namun, seiiring perkembangan zaman, saat ini sebagian pedagang sudah menggunakan klotok maupun kapal kecil bermesin. Berbagai pilihan barang dagangan dapat kamu temukan di sini. Biasanya, berasal dari hasil panen masyarakat setempatnya. Seperti buah-buahan dan sayuran.

Ada juga ikan-ikan segar hasil tangkapan warga yang berprofesi sebagai nelayan. Tak hanya itu, di sini juga tersedia berbagai kebutuhan rumah tangga, hingga penganan tradisional. Jika kamu tertarik datang ke sini, siap-siap untuk bangun subuh ya, karena mereka biasanya mulai beroperasi pukul 09.00 WITA.

2. Serunya menjelajahi rumah ratusan kera, di Pulau Kembang

Pulau Kembang Banjarmasin

(foto: instagram/wira_)

Pulau Kembang berjarak 1.5 km dari pusat Kota Banjarmasin. Pulau ini, dapat kamu akses dengan menyewa perahu tradisonal atau yang disebut dengan klotok. Cukup dengan memakan waktu sekitar 15 menit, kamu sudah bisa sampai di pulau yang didalmnya menyimpan destinasi hutan wisata.

Jangan kaget, begitu kamu memasuki area hutan, beberapa kera nan lincah akan menyambutmu. Terdapat cerita legenda yang beredar tentang asal-usul Pulau Kembang ini. Konon katanya, Pulau Kembang muncul dari keberadaan sebuah Kapal Inggris yang atas perintah Sultan Banjar, dihancurkan oleh Biaju.

Oleh karena itu, tersisalah puing-puing kapal yang tersebar di pulau ini. Yang kemudian ditumbuhi banyak pepohonan, hingga akhirnya menjelma menjjadi rumah bagi sekelompok kera. Dimana disebut-sebut, kelompok kera ini dipimpin oleh satu ekor kera besar berwarna putih.

Nah, untuk dapat sedikit menjinakkan kera-kera tersebut, kamu bisa coba membeli kacang-kacangan yang biasanya dijual di area luar sebelum masuk hutan, untuk diberikan kepada kera-kera tersebut.

Berkunjung ke sini, selain merasakan sensasi berada di hutan yang dipenuhi segerombolan kera, keeksotisan pepohona rindang dengan banyak dahan unik yang memanjang serta saling terhubung satu sama lain, seringkali dijadikan latar foto ciamik, bagi kamu yang ingin merasakan bergoto dengan nuansa yang unik nan alami.

Kamu akan melewati altar utama berkelir, yang dicat dengan dominan warna merah dan kuning. Di altar ini, kamu akan disambut oleh sepasang patung kera jantan serta betina putuh hanoman. Di patung ini pulalah, berdasarkan kepercayaan warga setempat, di simpan sesajen untuk dipersembahkan pada penunggu pulau.

Jumlah populasi kera di sini, diperkiran sudah mencapai 50-100 kera. Namun, tenang kera-kera di sini sudah jinak, mereka akan dengan suka ria menyambut makanan yang kalian berikan. Selama berpetualang di hutan, kamu akan berjalan di atas titian beton sehingga terhindar dari tanah yang becek.

3. Menapakki kisah perjuangan rakyat Banjarmasin merebut kemerdekaan RI,  di Museum Wasaka

Museum Wasaka Banjarmasin

(foto: instagram/lathifahedib)

Jika kamu ingin menggali lebih banyak pengetahuan mengenai sejarah perjuangan rakyat Kalimatan Selatan, kamu bisa mendatangi Museum Wasaka yang terletak di Gang H. Andir, Kampung Kenanga Ulu, Kelurahan Sungai Jingah, Kecamatan Banjarmasin Utara.

Museum ini nampak menarik, berdiri di tepian Sungai Martapura, sekaligus berdampingan dengan Jembatan 17 Mei, yang besar dan kokoh.

Museum yang bernama panjang Museum Waja Sampai Kaputing ini, menyimpan banyak koleksi dari benda-benda peninggalan para rakyat pejuang kemerdekaan dari tangan Belanda. Di sinilah, kamu akan melihat bukti-bukti jerih payah pahlawan-pahlawan Banjarmasin.

Museum Wasaka berada di rumah tradisional masyarakat Kalimantan Selatan, yang disebut dengan Rumah Banjar Bubungan Tinggi. Jangan tertipu dengan bentuk bangunanya yang nampak kecil, museum ini justru menyimpan koleksi berbagai benda bersejarah tersebut sebanyak kurang lebih 400 buah.

Di antaranya kamu bisa melihat beberapa koleksi senjatan-senjata tradisional hingga modern khas masyarakat Banjar.

Benda-benda yang dipajang di museum ini, berasal dari peristiwa bersejarah perang kemerdekaan. Beberapa jenis senjata yang bisa kamu liat di sini, seperti senapan angina berbadan kayu, Mandau, hingga tombak.

Di museum ini juga terdapat pakaian barajah, yang sengaja dituliskan beberapa mantra tertentu, guna menghalau serangan dari musuh. Pakaian Barajah ini, terdiri dari susunan kaus dalam, baju luar, ikat kepala, serta babat. Dikatakan, dahuku para pahlawan pemakainya sengaja meminta baju lur mereka diilepaskan.

Benda-benda kuno yang berasal dari masa penjajahan silam, juga nampak dipamerkan di sini. mulai dari tas, radio, hingga mesin ketik, yang masing-masingnya memiliki peran penting dalam membantu para pejuang, dalam merebut kemerdekaan RI.

4. Tenangnya beribadah di masjid tertua di Kalimantan, Masjid Sultan Suriansyah 

Masjid Sultan Suriansyah Banjarmasin

(foto: instagram/fa_amelia)

Jika sebelumnya ada Pasar Terapung tertua di Indonesia, di Banjarmasing juga ada Masjid tertua di Pulau Kalimantan. Namanya, Masjid Sultan Suriansyah. Bertempat di Jl. Atalak Utara RT 5, Kelurahan Kuin Utara, Kecamatan Banjarmasin Utara, masjid ini dibangun sejak pertama kali islam tersebar di Kalimantan Selatan.

Pembangunan masjid ini dimulai ketika pemerintahan Pangeran Samudera yang bernama lain Sultan Suriansyah memeluk agama Islam, yang kemudian diikuti oleh seluruh rakyatnya. Kini, Masjid Sultan Suriansyah banyak dikunjungi karena sarat akan nilai sejarah yang melekat pada masjid berusia kurang lebih 493 tahun ini.

Selain itu, arsitekturnya yang masih banyak menonjolkan budaya Banjar, menjadikannya memiliki daya tarik tersendiri.

Arsitektur masjid ini berbentuk sebuah bangunan yang berundak-undak serta terdiri dari empat lantai. Sementara itu, kubahnya berbentuk kerucut. Kekhasan budaya Banjar, dapat kamu lihat dari terdapatnya semacam tongkat berukir yang berada pada bagia atas kubahnya.

Selain itu, di seluruh bagian atapnya pun, banyak dipenuhi oleh ukiran khas Banjar. Meski Masjid Sultan Suriansyah ini keseluruhannya berbahan kayu ulin, namun kekokohannya nampak masih terjaga. Serta nampak dirawat dan dijaga dengan baik.

Meskipun banyak menunjukan ciri khas budaya Banjar pada arsitekturnya, bangunan Masjid Sultan Suriansyah justru banyak dipengaruhi oleh Masjid Demak, di Jawa Tengah. Sebagaimana, penyebaran Islam ke Kalimantan Selatan berasal dari Demak.

Keempat lantai pada bangunan masjid ini, menyimbolkan berbagai nilai keislaman. Symbol-simbol seperti kaligrafi arab, berpadu dengan symbol-simbol masyrakat Banjar yang menginterprestasikan mengenai karakter-karakter yang dimiliki orang Banjar. Masjid yang bangunannya berbentuk rumah panggung ini, berdiri di tepi Sungai Kuin.

5. Menjelajahi kekayaan satwa Kalimantan di kebun binatang mini, Taman Satwa Banjarmasin

Taman Satwa Banjarmasin

(foto: instagram/bahasa.banjar)

Taman Satwa Banjarmasin, masih menjadi salah satu destinasi wisata favorit di kota ini. Apalagi unkamu para wisatawan yang membawa rombongan anak kecil maupun keluarganya. Tak hanya berwisata untuk bersenang-senang saja, Taman Satwa Banjarmasin mengemas wisata hiburan sekaligus edukasi.

Berbagai jenis satwa, khususnya kahas Kalimantan dapat kamu temukan di sini. Zona hewan primate serta akuarium merupakan area terfavorit pengunjung. Di sini, kamu bisa melihat monyet-monyet serta beberapa jenis ikan.

Koleksi satwa yang ada di Taman Satwa Banjarmasin ini, sebenarnya cukup banyak. Tak hanya ada dua zona tadi saja, Taman Satwa Banjarmasin juga menyimpan jenis hewan seperti burung, kelinci, reptile seperti ular dan buaya, hingga angsa.

Beberapa waktu lalum di tahun 2019 ini, Taman Satwa juga sempat kedatangan maskot Kalimantan Selatan, yakni Bekantan. Tak hanya berkeliling kebun binatang mini, kamu juga beristirahat sejenak di gazebo yang tersedia hingga membiarkan anak-anak bermain di taman bermain.

Terletak di Jl. Jahri Saleh, Kelurahan Surgi Mufti, Kecamatan Banjarmasin Utara, taman kebun binatang mini yang letaknya di jantuk Kota Banjarmasin ini, memiliki beragam jenis unggas. Seperti Ayam Hias, Ayam Bangkok, Enggang, hingga jenis ayam lainnya.

Selain zona primate, ikan, ada juga zona aves yang menghadirkan jenis burung seperti merpati, gagak, elang, dan lainnya. Selain itu ada juga zona buaya, zona satwa air. Selain Bekantan, di zona hewan khas Kalimantan, kamu juga dapat menemukan musang, kasuari, wasik(kera) dan masih banyak lainnya.

Baca juga: Pesona 10 Objek Wisata Balikpapan yang Punya Cuaca Sejuk

6. Melihat keistimewaan seluruh Kota Banjarmasin dari Menara Pandang Banjarmasin

Menara Pandang Banjarmasin

(foto: instagram/mar.hendra)

Berlokasi di Siring, Jl. Kapten Pierre Tendean Banjarmasin, Menara Pandang Banjarmasin menjadi ikon kota yang letaknya berpadu dengan ikon Kota Banjarmasin lainny, yakni Sungai Martapura. Melalui menara ini, kamu bisa melihat keseluruhan Kota Banjarmasin yang ikonik dan sarat akan budaya.

Mulai dari keberadaan Sungai Martapura, hingga Kubah Masjid Raya Sabilam Muttaqin, dapat kamu pandang jelas dari lantai paling atas menara. Perahu hilir mudik di sungai, menambah kemenarikan serta keindahan pemandangan yang ada.

Tenang saja, meskipun terbuka untuk umum, kamu yang membawa anak-anak dijamin akan tetap aman, karena menara dikelililing pembatas berupa pagar yang cukup tinggi.

Menara pandang ini, terdiri dari empat lantai, yang bebas kamu masukki pada jam dibukanya objek wisata satu ini. Semilir angina yang sejuk akan menerpa kamu, selagi menikmati pemandangan. Ketika hari menjelang senja, tempat ini semakin ramai dikunjungi untuk berburu matahari terbenam yang elok.

Tak jarang, beberapa orang mengabadikam momen berada di ketinggian berlatar pemandang Kota Banjarmasin. Keseruan para pedagang dan pembel dari Pasar Terapung buatan pemerintah yang ada di Sungai Martapura, juga menambah keseruan tersendiri saat kamu bertandang ke sini.

Di lokasi ini juga, kamu bisa menikmati beberapa makanan ringan yang dijajakan. Dikeola langsung oleh Dinas Pariwisata, tempat ini juga seringkali dijadikan tempat penyelenggaraan berbagai event besar hingga kecil-kecilan di Banjarmasin.

Seperti Banjarmasin Expo, Lomba maulid, dan lainnya. Lokasi ini selalu dipadati oleh warga Kota Banjarmasin, seakan menjadi destinasi wisata utama bagi para masyarakat setempat yang sedang menghabiskan akhir pekan.

7. Mengunjungi Kelenteng Soetji Nurani, syahdu dan memiliki bangunan yang istimewa

Klenteng Suci Nurani Banjarmasin

(foto: instagram/adhi_md)

Kota Banjarmasin juga menunjukkan kergaman berbagai suku budaya serta agama dari masyaraktnya. Keberagaman tersebut, dapat kamu lihat dari keberadaan beberapa jenis rumah peribadatan. Salah satunya, adalah berdirinya Kleteng Soetji Nurani.

Letanya klenten ini, berada di persimpangan Jalan Merdeka dan Jalan Veteran, di Banjarmasin Tengah. Klenteng ini sudah berusia tua. Bangunannnya berdiri kurang lebih sejak tahun 1898 silam. Di sinilah, kamu akan menjejakki sejarah masuknya masyarakat Tionghoa ke  Banjarmasin.

Masyrakat Tionghoa di Banjarmasin, umumnya datang melalui jalur perdagangan di sungai. Maka dari itu, permukiman masyarakat Tionghoa di Banjarmasin ini, letaknya kebanyakan bersisian dengan sungai. Seperti di sepanjang pinggiran Sungai Mahakam, Veteran, gedangan, serta RK Ilir.

Kehidupan masyarakat Tionghoa yang semakin berkembang di Banjarmasin, membuat mereka akhirnya mendirikan klenteng, yang salah satunya adalah Klenteng Soetji Nurani.Seperti klenteng-klenteng lainnya, Klenteng Soetji Nurani juga akan semakin menarik kamu kunjungi, ketika menjelang perayaan tahun baru Cina.

Ketika kamu masuk ke area dalam klenteng, kamu akan disajikan dengan puluhan tanglong atau lampion dengan corak khas Tionghoa. Lampion-lampion ini menggantung pada seutas tali.

Warna merah dan kuning semakin nampak mencolok begitu kamu menjejakkan kaki di dalam klenteng ini. Aroma dupa yang wangi tercium semerbak memenuhi area ruangan, sekaligus menandakan kesucian tempat ini. Klenteng ini terdiri dari empat pintu.

Dimana disebelah barat terdapat tiga pintu, sedangkan satu pintu lainnya ada di sebelah selatan. Di bagian tiga pintu ini, kamu akan melhat patung dewa yang sedang memegang kapak. Dewa ini disebut dengan Dewa Pintu yang dipercaya bertugan untuk menangkal setiap pengaruh jahat yang akan masuk  ke klenteng.

Di dalam klenteng, kamu masih bisa menemukan puluhan patung-patung dewa lainnya yang diletakkan di setiap sudut ruang ibadah, yang luasnya sekitar 30×20 meter.

8. Serunya menjajal berbagai wahana permainan modern di Trans Studio Mini Banjarmasin

Trans Studio Banjarmasin

(foto: instagram/nikensitompul)

Pada tahun 2018 lalu, Banjarmasin baru saja melengkapi deretan objek wisata di kotanya, dengan wisata wahana permainan modern. Yakni, Trans Studio Mini Banjarmasin. Lokasi transtudio ini, tepatnya berada di kawasan Duta Mall Banjarmasin. Kamu dapat mengakses pintu masuknya melalui Transmart.

Meskipun berukuran lebih mini, ketimbang Trans Studio yang berada di Makassar maupun Bandung, objek wisata satu ini tetap mampu memanjakan para pengunjungnya dengan berbagai jenis wahana permainan modern yang disediakaanya.

Ada 8 wahana yang dapat kamu jajal di sini, diantaranya Sky Rider, Mini Train, Crazy Taxi Coaster, Go Car, Cho Cho Train, Bumper Car, Venture River, serta Paris Swing. Wahana favorit di sini, adalah Crazy Taxi Wing. Wahanaini berupa wahana kereta cepat dengan sensasi jakur kereta yang meliuk-liuk.

Diperkirakan, dalam satu jam, wahana ini bisa mengundang 20 kloter pengunjung yang menaikkinya. Lintasannya yang pendek serta tidak ekstrem, membuat wahana ini juga masih cocok dinaikki anak-anak.

Wahana ini menghabiskan waktu kurang lebih 2 menit dalam sekali putaran permainannya. Tak hanya anak kecil, bahkan orang dewasa pun banyak yang mencoba wahana andalan ini.

Trans Studio Mini Banjarmasin berhasil banyak menarik pengunjung, sejak peresmiannya. Tak hanya wahana permainan modern, Tran Studio ini juga areanya dilengkapi dengan berbagai resto makanan yang dapat kamu pilih variasnya untuk memenuhi kebutuhan perutmu setelah puas menjajal seluruh wahananya.

Di kawasan Trans Studi ini juga, disediakan berbagai tempat untuk beristirahat, mulai dari kursi, hingga yang lesehan.

9. Wisata foto instagrammable ala film animasi Up, di  Up House

Up House Banjarmasin

(foto: instagram/desimegasari)

Banjarmasin, juga punya objek wisata selfie kekinian, yang akan cocok untuk kamu buru, jika kamu pencinta wisata foto instagrammable. Masih ingat, dengan karakter animasi dua pasangan romantic yakni Carl dan Ellie? Ya, dalam animasi berjul “Up” Carl ditinggal oleh istrinya Ellie, yang pergi lebih dahulu darinya.

Diceritakan, Carl begitu mencintai Ellie sehingga, sepeninggalan Elliie, Carl selalu setia untuk menjaga kenangan dengan Ellie di semasa hidupnya. Salah satunya, adalah menjaga rumah cantik mereka, yang bergaya Eropa dengan cat warna-warni yang ikonik.

Untuk memanjakan pencinta swafoto, seorang pemilik rumah bernama Haris, menyulap sebuah rumah menjadi sama persis dengan rumah milik Carl dan Ellie tersebut.

Up House ini, langsung kebanjiran pengunjung serta mendadak viral begitu foto-fotonya tersebar di media sosial. Kamu bisa mengunjunginya, di Jl. Agatis II, Cemara Raya, Kayutangi.

Untuk dapat menyerupai tokoh “kakek” romantisa dalam film itu, pengunjug biasa membawa balon warna-warni, kemudia memegang balon tersebut dengan latar Up House. Di samping rumah, juga terdapat pohon yang sudah mengering, yang nampak eksotis menambah kecantikan tampilan rumah wisata ini.

Awalnya, rumah milik Haris ini bagian dalamnya tidak terbuka untuk umum. Sehingga, pengunjung cukup bisa befoto di bagian depannya saja. Namun, sejak tahun 2018 Up House telah dibuka untuk umum.

Haris sendiri terus berusaha untuk menghias rumah tersebut agar semirip mungkin dengan Up House yang asli. Salah satu spot foto paling serupa dengan yang ada di filmnya, adalah dua kursi bunga vintage yang berada di dekat jendela.

Kedua kursi ini, adalah kursi tempat duduk santai Calr dengan Ellie. Pemilik juga menyediakan jasa foto profesional yang bisa kamu sewa di sini. Jika kamu ingin hasil foto yang lebih baik.

Ukuran Up House memang tidak besar, namun sudah mampu banyak menyihir banyak pengunjung yang datang bukan hanya yang tinggal di sekitarnya, tetapi juga yang berdatangan dari wilayah lain.

Meskipun sebenarnya rumah ini rumah milik pribadi, namun pemiliknya sedari awal tidak keberatan bahwa rumahnya justru bisa membuat banyak orang berdatangan.

10. Berkunjung ke taman penuh ikon Banjarmasin, Taman Maskot

Taman Maskot Banjarmasin

(foto: instagram/tabarakakeshia)

Banjarmasin dikenal memiliki hewan yang keberadaanya ini menjadi ciri khas daerah ini, yakni Bekantan. Hewan yang identik dengan Kota Banjarmasin ini, menjadi maskot dari Kota Banjarmasin. Olah karenanya Banjarmasin puny ataman kota yang di dalamnya memajang du patung hewan bekantan tersebut.

Patung Bekantan yang berada di taman ini adalah Patung Bekantan Hitam. Selain itu, masih ada patung yang merupakan ikon jenis tumbuhan khas dari wilayah ini, yaitu Pohon Kesturi. Pohon Kesturi ini berupa pahatan, pohon ini adalah manga kecil.

Ke Taman Maskot, kamu bisa memanjakan anak-anakmu dengan beberapa pilihan permainan rekreasi. Di sini tersedia ayunan, bianglala, mobil-mobilan, serta beberapa lainnya. Kamu juga bisa coba wisata perahu ayun, dengan menyewanya untuk meneluri Sunga Kecil Khas Banjarmasin.

Meskipun berada di perkotaan, Taman Maskot masih nampak seduh. Karena, taman ini dikelilingi oleh banyaknya pohon-pohon khas Kalimantan, yang memiliki daun-daun yang masih cukup rimbun.

Taman ini berada di lokasi yang strategis, dimana dekat dengan Masjid Raya Sabilal Muhtadin. Tepatnya, berada di Jl. AS Mustafa, Kecamatan Banjarmasin Tengah.