inspirasi

Sosok Shah Jahan, Raja yang Membangun Taj Mahal untuk Mengenang Istrinya

Penulis:   | 

Bangunan Taj Mahal di kota Agra adalah salah satu landmark yang terkenal di India.

Orang yang datang ke India seolah dianggap belum ke India kalau tidak ke Taj Mahal. Jadi ada perasaan wajib untuk mengabadikan momen di depan bangunannya.

Sekilas bangunan ini terlihat seperti masjid, tapi sebenarnya bukan. Konon Taj Mahal juga disebut sebagai lambang untuk cinta sejati.

Sosok penting yang ada di balik pembangunannya adalah Shah Jahan yang merupakan salah satu pemimpin Dinasti Mughal.

Baca juga: Maulana Jalaludin Rumi, Penyair Besar yang Mengenalkan Tarian Sufi ‘The Whirling Dervish’

Shah Jahan berhasil menikahi wanita impiannya dan jadi raja ke-5 di Mughal

Sosok Shah Jahan, Raja yang Membangun Taj Mahal untuk Mengenang Istrinya

(foto: pixabay)

Shah Jahan adalah sosok yang punya kekuasaan besar di Dinasti Mughal (1627-1658) . Tapi ia juga manusia biasa yang membutuhkan pendamping hidup.

Ia ingin pada saat memegang kekuasaan, sudah memiliki sosok yang akan menemani, termasuk dalam ekspedisi ke beberapa penjuru negeri.

Tahun 1607 ia masih berumur 14 tahun dan sudah menemukan sosok pujaan hati.

Ia tertarik pada seorang gadis muslim dari Persia yang bernama Arjumand Banu Begum. Lima tahun kemudian, keduanya pun menikah dan istrinya diberi gelar baru, yaitu Mumtaz Mahal.

Mumtaz Mahal artinya mahkota dari istana. Tahun 1627 ia mulai naik tahta sebagai raja ke-5 di Mughal. Ia merasa bahagia di awal pernikahan karena berhasil mendapat apa yang diinginkan.

Apalagi keluarganya dikaruniai empat belas anak yang lahir dari rahim Mumtaz Mahal. Walau ternyata hanya tujuh yang berhasil  tumbuh besar untuk dapat melanjutkan tahta.

Shah Jahan merasa sangat terpukul karena istrinya meninggal lebih dahulu

Sosok Shah Jahan, Raja yang Membangun Taj Mahal untuk Mengenang Istrinya

(foto: pixabay)

Sebuah fakta menyedihkan harus diterimanya. Tahun 1631, saat Mumtaz Mahal masih berusia 38 ternyata sudah menemui ajal. Tepatnya meninggal setelah anak ke-14 lahir.

Ia betul-betul bersedih setelah ditinggal istrinya. Seolah tidak ada harapan hidup, ia mengurung diri di kamar kurang lebih setahun dan meratapi takdir kepergian istrinya.

Ia berpikir untuk mengenang kepergian sang istri dalam sebuah monumen yang besar.

Meski cukup lama mengurung diri dalam kondisi sedih, ia mengutus orang-orang untuk membangun Taj Mahal tak lama selepas kematian Mumtaz Mahal.

Ratusan tahun kemudian, Taj mahal dikenang sebagai bangunan yang mengabadikan kisah cinta Shah Jahan dan istrinya yang mengharukan.

Baca juga: Fenomena Hikikomori, Kebiasaan Orang Jepang yang Terlalu Lama Mengurung Diri

Difitnah oleh anaknya sendiri dengan tuduhan menghamburkan uang rakyat

Sosok Shah Jahan, Raja yang Membangun Taj Mahal untuk Mengenang Istrinya

(foto: pixabay)

Sayang sekali, ia yang sudah mulai merelakan kepergian sang istri harus menghadapi konflik baru di Kekaisaran Mughal.

Bahkan ia difitnah oleh anaknya sendiri dengan tuduhan menghambur-hamburkan uang rakyat demi membangun Taj Mahal.

Oleh anaknya yang bernama Aurangzeb, ia diseret jadi tahanan rumah di Agra Fort atau kediaman untuk keluarga kekaisaran.

Aurangzeb memang sangat berambisi pada kekuasaan, dan kemudian berhasil jadi penerus tahta berikutnya.

Agra Fort sendiri lokasinya bersebelahan dengan bangunan Taj Mahal, dan hanya terpisah oleh Sungai Yamuna.

Selama jadi tahanan, ia masih ditemani puterinya, Jahanara Begum. Sampai menjelang kematian, ia masih memantau proses pembangunan Taj Mahal.

Kisah di balik pembangunan Taj Mahal juga menjadi penarik minat wisatawan  

 Raja yang Membangun Taj Mahal untuk Mengenang Istrinya

(foto: theeconomicstimes)

Memang cerita seputar Taj Mahal ada beberapa versi yang detail. Selain faktor masalah percintaan, juga ada sejarah tentang intrik politik, pengkhianatan, dan nilai-nilai persaudaraan.

Kesannya memang sangat dramatis, dan menjadi daya tarik tersendiri bagi penyuka cerita dan India. Tentunya kisah di balik pembangunannya juga menjadi penarik minat wisatawan ke kota Agra.

Yang jelas, sampai saat ini, bangunan Taj Mahal tetap kokoh berdiri dan sangat terawat. Pemerintah Agra selalu menjaga suasana kompleks Taj Mahal.

Nilai-nilai sejarahnya pun tetap terjaga dan orang-orang pun nyaman saat berkunjung.

TULIS KOMENTAR

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.