inspirasi

Mengenal Fatima Al Fihri, Wanita Pendiri Universitas Tertua di Dunia

By  | 

Universitas tertua di dunia sudah berdiri sejak lebih dari 1.000 tahun yang lalu. Bukan di negara Eropa atau Amerika, tapi di Maroko.

Nama universitasnya adalah Universitas Al Qarawiyyin di Kota Fez. Sementara itu Kota Fez dianggap sebagai kota metropolis dan kosmopolitan yang ramai menurut standar waktu itu. Fez ditakdirkan untuk menjadi ‘Athena versi Islam’.

Sudah tahukah kamu orang yang berjasa mendirikan universitas tertua di dunia? Dialah Fatima binti Muhammad Al Fihriya Al Qurashiya atau lebih dikenal sebagai Fatima Al Fihri.

Baca juga: Mirip Planet Mars, Sungai Rio Tinto di Spanyol Jadi ‘Laboratorium Alami’

Membangun pusat pendidikan dari harta warisan sang ayah

Mengenal Fatima Al Fihri, Wanita Pendiri Universitas Tertua di Dunia

(foto: alexixreid)

Fatima Al Fihri adalah seorang wanita Muslim asal Tunisia yang dermawan. Seiring waktu, banyak informasi tentang kehidupan awalnya yang hilang.

Tapi yang jelas ia lahir dari keluarga pedagang kaya yang menghargai pendidikan tanpa memandang gender.

Sejak kecil, ia terdidik dengan baik dan sangat taat agama. Pada awal abad ke-9, keluarganya meninggalkan Tunisia dan migrasi ke Fez bersama dengan orang Arab lainnya.

Ia mewarisi kekayaan sang ayah yang jumlahnya sangat besar. Meski ia bisa hidup dengan berkecukupan, tapi ia memilih jalan yang tidak biasa. Ia meminta izin pemerintah setempat untuk membangun pusat pendidikan Islam dengan harta warisannya.

Pusat pendidikan tersebut memiliki standar tinggi dan memberi gelar kepada setiap siswanya yang lulus. Itulah cikal bakal model universitas modern di seluruh dunia.

Membangun universitas terbesar di Afrika Utara untuk menghormati leluhurnya

Mengenal Fatima Al Fihri, Wanita Pendiri Universitas Tertua di Dunia

(foto: theculturetrip)

Pusat pendidikan yang pertama dibangun adalah masjid. Pada tahun 859 Masehi, tepatnya di bulan Ramadhan 245 Hijriah, ia mulai mengarahkan pembangunan masjid yang diberi nama Al Quaraouiyine atau Al Qarawiyyin sebagai penghormatan kota Al Qayrawan di mana leluhurnya berasal.

Ia mengawasi pembangunan gedung yang panjangnya 30 meter dengan halaman, ruang belajar, ruang salat, dan perpustakaan.

Dari abad ke-10, masjid Al Qarawiyyin terkenal sebagai lembaga keagamaan pertama dan universitas terbesar di Afrika Utara yang menarik minat banyak siswa dan ilmuwan terkenal.

Awalnya, pendidikan di Al Qarawiyyin menyediakan kursus-kursus agama dan belajar Alquran, tetapi kurikulumnya berkembang menjadi tata bahasa Arab, matematika, musik, kedokteran, astronomi, dan kemudian mulai memberikan gelar kepada lulusannya.

Baca juga: Terkenal sebagai Ikon Kota Brussel, Patung Manneken Pis Punya Sejarah yang Unik

Menjadi tempat lahirnya para cendekiawan dari berbagai penjuru dunia

Mengenal Fatima Al Fihri, Wanita Pendiri Universitas Tertua di Dunia

(foto: atlasobscura)

Dengan cepat, Universitas Al Qarawiyyin menjadi pusat pendidikan dan spiritual yang terkenal, didatangi para cendekiawan dari berbagai penjuru dunia.

Jika Cambridge punya Newton yang mengubah dunia, Al Qarawiyyin juga memiliki Ibn Rusyd atau Averroes yang menerjemahkan dan menafsirkan filsafat Aristoteles.

Mengingat pendirinya seorang wanita, ini juga menjadi tonggak sejarah yang penting untuk kebangkitan dan pembebasan kaum wanita pada masanya untuk meraih pendidikan.

Hasilnya tidak main-main. Ada Lubna dari Córdoba (abad ke-10) seorang budak yang menjadi ahli matematika dan penyair.

Ada Zaynab Bint Ahmad (abad ke-14) dari Damaskus yang menjadi guru dari musafir terkenal, Ibn Battuta.

Ada Maryam Al Asturlabi dari Aleppo (abad ke-10) yang jadi seorang astronom terkenal, dan masih banyak lagi.

Gagasannya menginspirasi negara lain untuk turut membangun universitas

Mengenal Fatima Al Fihri, Wanita Pendiri Universitas Tertua di Dunia

(foto: hipwallpaper)

Setelah Universitas Al Qarawiyyin mulai meluluskan banyak cendekiawan, beberapa negara di dunia juga mulai membangun universitas.

Misalnya Universitas Al-Azhar di Mesir yang dibangun 100 tahun setelah Universitas Al Qarawiyyin.

Disusul dengan Universitas Bologna di Italia (sekitar 1088 Masehi), dan Universitas Oxford di Inggris (1096 Masehi). Tujuh abad kemudian baru dibangun Universitas Cambridge (1722 Masehi).

Meski nama Fatima Al Fihri kurang begitu populer dibanding ilmuwan dari Eropa yang kebanyakan laki-laki, ia tetap berkontribusi besar dalam perkembangan ilmu pada abad pertengahan.

Gagasannya tentang konsep pendidikan universitas seperti yang dikenal dunia sekarang memang sesuatu yang mengubah dunia.

Ia pun seorang pembelajar sepanjang hayat. Sampai tahun-tahun terakhirnya ia masih menghadiri kuliah.