inspirasi

Menelusuri Danau Blautof, Mata Air Berwarna Biru yang Terdapat Gua di Bawahya

By  | 

Bisakah kamu bayangkan sebuah negeri dongeng yang berada di bawah danau? Apalagi negeri dongengnya berbentuk gua yang belum terjamah manusia biasa.

Imajinasi ini bukan sekadar cerita fantasi melainkan tentang sebuah danau kecil Blautopf, sebuah perairan di pedalaman Jerman dengan permukaannya yang biru.

Bukan danau biasa, di bawah kedalaman Blautopf ada sebuah gua misterius yang belum sepenuhnya terungkap oleh manusia. Keberadaannya pun tidak terlepas dari cerita mitos yang masih dipercaya sebagian orang.

Banyak peneliti yang penasaran dengan gua di bawahnya, meskipun proses menuju ke sana harus bertaruh nyawa.

Baca juga: Menelusuri Desa Hallstatt, Surga Tersembunyi Bekas Tambang Garam

Banyak penyelam yang tidak kembali lagi, sehingga disebut lubang neraka

Menelusuri Danau Blautof, Mata Air Berwarna Biru yang Terdapat Gua di Bawahya

(foto: pixabay)

Blautopf adalah salah satu danau yang memiliki pemandangan indah dan suasana yang tenang. Lokasinya di Blaubeuren, wilayah yang masih menjadi satu bagian dari kota Stuttgart.

Masih banyak hal yang belum terungkap di sekitar permukaan airnya yang biru. Warna biru kehijauan disebabkan karena kandungan partikel kapur yang menyebar ke dalam air.

Selain terkenal karena pemandangannya, di sekitar danau Blautopf disebut-sebut menyimpan nuansa mistis sejak abad pertengahan.

Sebagian orang yang pernah mengunjunginya percayai bahwa Blautopf adalah lubang neraka karena banyak yang menyelam, tapi tidak bisa kembali.

Tapi seiring waktu, pemahaman masyarakat berubah karena memang danau Blautopf belum banyak diteliti ilmuwan.

Pernah ada sebuah kisah legenda putri duyung yang meminta persembahan

Menelusuri Danau Blautof, Mata Air Berwarna Biru yang Terdapat Gua di Bawahya

(foto: pixabay)

Saat menuju ke wilayah danau Blautopf, pengunjung akan melihat sebuah rumah tua yang sudah ada sejak tahun 1085.

Tidak jauh dari rumah tua ada patung putri duyung. Patung ini dikenal dengan sebutan Die schöne Lau atau Si Cantik Lau.

Konon, Lau dikisahkan dalam legenda lokal sebagai perempuan cantik berambut panjang, bermata biru, dan berselaput di antara jari-jari kaki dan tangan.

Lau menampilkan wajah murung karena semua anaknya meninggal saat dilahirkan. Suaminya juga malah membuangnya ke mata air Blautopf.

Di zaman dahulu masyarakat di sekitarnya sempat menganggap patung Lau sakral sehingga berbagai persembahan berharga diberikan secara berkala.

Masyarakat percaya bahwa ada kalanya Lau marah jika tidak diberi persembahan. Cerita legenda tentang patung Lau juga pelan-pelan dilupakan.

Belum banyak yang meneliti karena butuh keberanian untuk melewati medannya

Menelusuri Danau Blautof, Mata Air Berwarna Biru yang Terdapat Gua di Bawahya

(foto: pixabay)

Dari sudut pandang sains, danau Blautopf juga masih misterius. Jauh di dalam permukaan airnya, ada sesuatu yang besar dan mungkin tidak terbayangkan sebelumnya.

Blautopf relatif baru dan asing bagi para peneliti dari Jerman. Satu tim penyelam dan peneliti independen pernah diliput oleh media Deutche Welle.

Gua di bawah danau ini ternyata belum tersentuh penelitian ilmiah di zaman dahulu.

Penelitian yang dilakukan pada tahun 2017 memberikan informasi penting seperti kondisi alam di gua dan seberapa menantangnya proses untuk menuju ke sana.

Untuk menyelami danau Blautopf sampai ke dasarnya, memang perlu keberanian tersendiri karena medannya sulit.

Baca juga: Brondby Haveby, Pemukiman dengan Konsep Lingkaran Unik

Butuh waktu satu jam menyelami danau untuk mencapai gua

Menelusuri Danau Blautof, Mata Air Berwarna Biru yang Terdapat Gua di Bawahya

(foto: wikipedia)

Selama proses menyelam, para peneliti harus memastikan pengaturan tekanan dan keseimbangan diri. Jika ada masalah yang mengancam, harus segera kembali ke atas permukaan dengan cepat.

Meski kenyataannya waktu menyelam dari permukaan danau sampai tiba di mulut gua butuh waktu satu jam. Masuk ke kedalaman 20 m, mulut gua mulai terlihat, arusnya begitu kuat dan bergerak dari arah berlawanan.

Ternyata guanya berupa banyak ruang gelap yang memanjang. Melalui celah sempit yang penuh lumpur dan permukaan terjal, peneliti memperhatikan saksama segala sesuatu yang bisa dilihat di sekitarnya.

Di atas dinding gua terlihat ada stalaktit berwarna putih yang bentuknya mengagumkan.

Peneliti membuat jalur baru untuk menuju ke gua tanpa harus menyelam

Menelusuri Danau Blautof, Mata Air Berwarna Biru yang Terdapat Gua di Bawahya

(foto: pixabay)

Penelitian singkat yang dilakukan tahun 2017 masih disertai aksi lanjutan. Sebagai langkah penelitian lanjutan, peneliti mencoba menggali tanah yang menembus sampai ke gua dengan bor khusus.

Dengan adanya jalur baru yang dibor, maka tidak lagi perlu menyelami danau. Meskipun untuk menuju ke gua tidak perlu menyelam lagi, setidaknya kedalaman danau bisa diukur dan sudah dipahami cara menyelam yang aman.

Jadi masyarakat tidak lagi menyebutnya sebagai lubang neraka. Yang pasti dengan jalur baru melalui terowongan, akses masuk dan keluar gua lebih singkat. Tentu saja tidak sembarang orang bisa memasukinya.

Beberapa peneliti lain kemudian menyusul untuk menemukan fakta-fakta baru lainnya di dalam gua di bawah danau Blautopf.