inspirasi

Manchineel, Pohon Mirip Apel yang Beracun dan Bisa Sebabkan Luka Bakar

By  | 

Dari beberapa tanaman di sekitarmu, ada kemungkinan salah satunya mengandung racun. Jika tidak hati-hati, mungkin akan menimbulkan bahaya yang mengancam,

Contoh tanaman yang paling berbahaya adalah pohon manchineel (Hippomane mancinella).

Meskipun dari luar wujudnya tidak tampak menyeramkan, tapi bahayanya tidak tanggung-tanggung.

Jika buahnya dimakan sedikit saja, orang yang makan akan keracunan. Jika getah putihnya mengenai mata, kemungkinan akan merusak penglihatan.

Bahkan jika pohonnya disentuh, kulit akan terasa panas seperti kena luka bakar.

Baca juga: Hedy Lamarr, Aktris Jenius yang Berjasa di Balik Penemuan Teknologi Wi-Fi

Mengeluarkan getah beracun yang bisa mengalir ke seluruh bagian pohon

Manchineel, Pohon Mirip Apel yang Beracun dan Bisa Sebabkan Luka Bakar

(foto: treehugger)

Pohon manchineel biasa tumbuh di pantai-pantai tropis di Amerika, khususnya di Karibia.

Sesuai dengan tempatnya biasa tumbuh, pohon ini juga disebut sebagai apel pantai tapi tidak bisa dimakan seperti apel pada umumnya.

Nama lainnya adalah arbol de la muerte yang dalam bahasa Spanyol artinya pohon kematian.

Florida Institute of Food and Agricultural Sciences menyatakan bahwa seluruh bagian dari pohon ini mengandung racun yang sangat membahayakan.

Pohon yang memiliki buah seperti apel ini bisa mengeluarkan getah putih yang mirip susu. Getahnya dapat mengalir ke seluruh bagian, mulai dari daun, kulit pohon, sampai buahnya.

Getah inilah yang menyebabkan kulit seperti terkena luka bakar setelah menyentuhnya. Menyentuh saja sangat bahaya, apalagi memakan buahnya.

Buahnya berasa manis tapi bisa menyebabkan keracunan yang parah

Manchineel, Pohon Mirip Apel yang Beracun dan Bisa Sebabkan Luka Bakar

(foto: itotd)

Pada tahun 1999, seorang pakar radiologi, Nicola Strickland berada di pulau Karibia untuk liburan.

Pulau Karibia memang terkenal dengan pantainya yang luas, indah, dan tidak begitu ramai. Sebagian turis menyebutnya kepingan surga di daerah tropis.

Di pantai ada beberapa pohon yang sedang berbuah, misalnya manga, kelapa, dan satu lagi pohon mirip apel.

Strickland tampaknya penasaran dengan satu jenis buah yang warnanya hijau, beraroma manis, dan terlihat menyegarkan.

Setelah digigit sedikit ternyata memang manis rasanya. Hanya saja, rasa manisnya tidak bertahan lama dan dengan cepat berubah jadi perih, panas, dan seperti terbakar.

Setelah mendapatkan pertolongan, untungnya ia selamat karena baru memakannya sedikit.

Sejak waktu itu diketahui bahwa buah yang mirip apel di pantai adalah buah beracun, yang dihasilkan oleh pohon manchineel yang juga beracun.

Baca juga: Telusuri Chefchaouen, Kota Kuno Maroko yang Semua Bangunannya Berwarna Biru

Mengandung zat yang sangat mudah bereaksi jika terkena air atau api

Manchineel, Pohon Mirip Apel yang Beracun dan Bisa Sebabkan Luka Bakar

(foto: atlasobscura)

Pada tahun 2000, Strickland yang selamat dari insiden keracunan buah manchineel menerbitkan laporan yang dimuat di The British Medical Journal, dengan penjelasan detail.

Getah putih dari pohon ini memiliki kandungan banyak racun, tapi yang bereaksi terparah adalah forbol.

Zat forbol cukup mudah terlarut di dalam air. Jika saat hujan ada orang yang berteduh di bawah pohon ini, tetes-tetes air yang bercampur dengan getah dapat melukai kulit.

Karena bahaya yang mengancam, beberapa daerah sampai menandai pohon ini dengan garis pembatas, papan peringatan, atau cat berwarna merah.

Bagaimana kalau dibakar saja? Ternyata asap pembakaran dari batang pohon ini juga memicu peradangan di area mata sampai buta sementara.

Di balik segala bahayanya, masih ada beberapa manfaat yang diberikan

Manchineel, Pohon Mirip Apel yang Beracun dan Bisa Sebabkan Luka Bakar

(foto: repeatingisland)

Pohon yang tumbuh di pesisir pantai ini memang terkenal dengan bahayanya. Lalu mengapa tetap dilestarikan? Ternyata ada nilai historisnya.

Ada sebuah legenda setempat yang menyebutkan bahwa racun pada pohon ini dahulu berhasil membunuh para penjajah Spanyol.

Alhasil penduduk setempat bisa memenangkan pertempuran dengan penjajah. Para penjajah yang tercelup ke dalam larutan getah pohon pelan-pelan bisa mati.

Di balik segala bahayanya, pohon ini juga memiliki peran penting untuk ekosistem. Pohon ini bisa menjadi penahan angin dan melindungi daerah pantai dari erosi.