inspirasi

Kisah Nyata Dina Sanichar, Bocah India yang Hidup di Hutan Bersama Serigala

By  | 

Ingatkah kamu dengan film Tarzan yang menceritakan bocah yang dibesarkan di hutan bersama binatang gorila?

Karena tumbuh di hutan, Tarzan tidak menjalani hidup layaknya manusia pada umumnya.

Ada lagi sebuah film berujudul Mowgli: The Legend of The Jungle yang juga menceritakan seorang anak yang dibesarkan di hutan.

Film yang diadaptasi dari sebuah novel best seller karya dari Rudy Kipling ternyata terinspirasi dari kisah nyata.

Inspirasi untuk Mowgli adalah Dina Sanichar, seorang anak dari India yang sejak kecil diasuh oleh sekawanan serigala di hutan.

Baca juga: Berambisi Menaklukkan Dunia, Alexander Agung Dirikan Banyak Kota dengan Namanya

Ditemukan oleh para pemburu pada tahun 1872 saat sedang berjalan bersama serigala

Kisah Nyata Dina Sanichar, Bocah India yang Hidup di Hutan Bersama Serigala

(foto: indiatimes)

Dina Sanichar, si ‘bocah serigala’ dari India hidup pada abad ke-19. Tinggal jauh dari peradaban manusia, tingkah lakunya mengejutkan.

Pada tahun 1872, ia ditemukan oleh sekelompok pemburu di Uttar Pradesh saat sedang berjalan dengan kaki dan tangan mengikuti para serigala.

Melihat ada manusia, ia bersama dengan serigala yang sudah jadi teman-temannya menyingkir ke sarang persembunyian.

Para pemburu berusaha untuk menariknya keluar untuk bisa hidup bersama manusia. Tidak hanya itu, sarangnya dibakar dan serigala-serigala dibunuh.

Pemandangan saat itu menarik sekaligus mengenaskan. Di kemudian hari ditemukan beberapa anak lain yang dibesarkan di hutan.

Ternyata fenomena seperti ini terkait dengan sejarah panjang di pedalaman India.

Meskipun sudah di panti asuhan, cara hidupnya masih seperti saat di hutan

Kisah Nyata Dina Sanichar, Bocah India yang Hidup di Hutan Bersama Serigala

(foto: boredpanda)

Begitu berhasil keluar, ia dibawa ke panti asuhan oleh para pemburu. Nama Dina Sanichar adalah pemberian dari kepala panti asuhan.

Sebelumnya namanya Dina saja, lalu ditambah Sanichar yang berarti hari Sabtu dalam bahasa Urdu, karena hari ketika ia tiba di panti asuhan adalah bertepatan dengan hari Sabtu.

Saat itu diperkirakan umurnya enam tahun. Setelah melewati tahun-tahun pertama kehidupannya, tidak mudah untuk mengajarinya berbahasa seperti anak-anak lain.

Kemungkinan karena memang kemampuan kognitifnya yang belum tumbuh dengan baik atau sudah terlanjur memiliki bahasa ibu, yakni bahasa serigala.

Meskipun sudah di panti asuhan, ia tetap bertingkah laku seperti saat di hutan. Saat terancam, ia akan menggonggong atau melolong.

Baca juga: Codex Gigas, Kitab Raksasa Misterius yang Memuat Potret Iblis

Hanya sedikit kebiasaan manusia yang bisa dilakukannya dengan baik

Kisah Nyata Dina Sanichar, Bocah India yang Hidup di Hutan Bersama Serigala

(foto: encenasaudemental)

Ia memang cenderung aktif tapi caranya berkomunikasi masih dengan bahasa-bahasa binatang, terus berjalan dengan kaki dan tangan, makan daging mentah, dan mengendus sebelum makan.

Akhirnya dengan kesabaran pengurus panti, ia bisa diajak berjalan dengan dua kaki, hanya saja tetap jarang mau berpakaian.

Selain tidak memiliki rasa malu seperti manusia, ia pun tidak peka dengan panas dan dingin. Sesekali ia mengasah giginya agar lebih tajam untuk menggigit daging kesukaannya.

Bertahun-tahun, ia tidak menunjukkan ciri-ciri manusia sepenuhnya. Salah satu dari sedikit ‘kebiasaan manusiawi’ yang bisa dilakukannya dengan baik adalah merokok.

Di kemudian hari, kebiasaan inilah yang menjadikannya terkena penyakit.

Hanya bisa bersahabat dengan anak yang pernah tumbuh bersama hewan di hutan

Kisah Nyata Dina Sanichar, Bocah India yang Hidup di Hutan Bersama Serigala

(foto: naukrinama)

Perkembangannya secara keseluruhan tidak normal. Bahkan setelah 10 tahun hidup diantara manusia, ia sering terlihat gelisah.

Setelah menghabiskan sebagian besar masa kecilnya dengan serigala, ia merasa bingung karena terpaksa berpisah dari ‘keluarganya’ sendiri di hutan.

Meskipun tidak mudah untuk menjalani hidup sebagai manusia normal, ternyata ia juga punya sahabat di panti asuhan.

Ia bahkan bisa gantian mengajari untuk minum dari cangkir. Siapakah anak yang jadi sahabatnya? Ada satu lagi anak panti yang baru datang dan sebelumnya juga tumbuh bersama hewan hutan.

Karena sama-sama dibesarkan di alam liar, justru ada semacam ikatan emosional sehingga keduanya bisa berkomunikasi dengan bahasa yang tidak dipahami orang lain.

Kepala panti asuhan menyebutkan adanya ikatan simpati aneh yang menyatukan keduanya.