inspirasi

Ketoprak Truthuk, Kesenian Asli Jawa Tengah Yang Hampir Punah

Penulis:   | 

Ketoprak truthuk adalah sebuah kesenian Jawa Tengah yang menampilkan kisah penuh nilai moral kehidupan untuk masyarakat. Sayangnya kini sudah hampir punah.

Padahal dahulu, pertunjukannya cukup populer dan mengalami perkembangan yang pesat di sejumlah daerah di pesisir utara Jawa sampai ke Yogyakarta.

Di dalam pertunjukan ketoprak truthuk banyak bercerita tentang kisah legenda ataupun kisah dari leluhur yang bermuatan nilai sejarah Nusantara, khususnya di zaman kerajaan.

Dahulu masyarakat biasa mementaskannya ketika malam bulan purnama. Lebih dari sekadar hiburan, pertunjukan truthuk juga menjadi momen spesial bagi warga agar bisa lebih dekat.

Khususnya di daerah Semarang, truthuk pernah menjadi sebuah kesenian drama atau teater tradisional yang menghibur dan bisa dinikmati. Sayangnya generasi saat ini kurang mengenalnya.

Baca juga: Suku Sakai Riau, Hidup Nomaden dan Berdampingan dengan Alam

Pertunjukan ketoprak truthuk diiringi suara musik tradisional dan kentongan

Ketoprak Truthuk, Kesenian Asli Jawa Tengah Yang Hampir Punah

(foto: indonesiakaya)

Beberapa abad yang lalu, masyarakat Jawa mengenal dan menggemari tradisi pertunjukan tradisional seperti ketoprak, ludruk, atau teater tradisional yang disampaikan dengan bahasa lokal.

Salah satu jenis ketroprak yang dikenal masyarakat pesisir Jawa Tengah adalah ketoprak truthuk.

Ketoprak menjadi salah satu yang disukai di Semarang. Konsep acaranya tetap menarik walau tata panggungnya tidak begitu mewah.

Para pemainnya tampil sesuai karakter yang dibawakan. Saat penampilan, juga ada musik pengiring yang menambah keseruan suasana.

Seperti pertunjukan ketoprak pada umumnya yang diiringin musik tradisional, begitu juga ketoprak truthuk yang diiringi suara kentongan yang dipukul sampai berbunyi ‘truthuk… truthuk’. 

Terkait dengan tradisi lisan dan diturunkan dari generasi ke generasi

Ketoprak Truthuk, Kesenian Asli Jawa Tengah Yang Hampir Punah

(foto: indonesiakaya)

Ketoprak truthuk sebenarnya adalah bentuk warisan budaya dalam bentuk tradisi lisan. Tradisi lisan sendiri terkait dengan pengetahuan nenek moyang yang diturunkan dari generasi ke generasi.

Di dalamnya terdapat kearifan lokal, nilai-nilai, adat, hukum, sejarah, kepercayaan, ramalan nasib, dan beragam kesenian. Dalam hal ini, ketoprak adalah salah satu kesenian.

Bukan hanya dialog, di dalamnya juga ada seperti pidato, pantun, nyanyian, cerita rakyat, atau nasihat.

Dengan penampilan cerita yang disukai masyarakat, nasihatnya akan tetap tersampaikan tanpa menggurui.

Memang tidak ada satu nama yang secara khusus diabadikan sebagai pelopor penampilan dari ketoprak yang satu ini.

Yang lebih banyak diketahui masyarakat tentang ketoprak adalah penontonnya didominasi oleh orang dewasa dan lanjut usia.

Baca juga: Sejarah Pencak Silat, Beladiri yang Sudah Dikenal Ratusan Tahun

Belum lama ini pernah ditampilkan di sekitar tempat wisata

Ketoprak Truthuk, Kesenian Asli Jawa Tengah Yang Hampir Punah

(foto: halosemarang)

Tidak sedikit yang menyayangkan karena generasi muda, khususnya di Jawa Tengah yang tidak mengenal kesenian ini. Jangankan suka, mengenal maknanya pun tidak.

Daerah di Jawa yang mengembangkan pertunjukan ketoprak kebanyakan adalah daerah pesisir utara Jawa atau sebagian Yogyakarta.

Kini di Semarang ada perkumpulan seperti Komunitas Tirang yang pernah menampilkan truthuk di wilayah objek wisata Goa Kreo.

Hal itu juga menjadi semacam pengenalan kembali ketoprak sebagai kesenian yang menghibur dan mungkin menginspirasi karena banyak nilai budaya masa lalu yang dituturkan pemainnya.

Terlepas dari soal selera, kenyataannya sempat ada pendapat yang sepertinya kurang menyenangkan terkait pertunjukan ketoprak yang juga ikut mempengaruhi penurunan minat masyarakat terhadap ketoprak.

Ada yang harus diupayakan agar ketoprak truthuk lebih menarik bagi generasi muda

Ketoprak Truthuk, Kesenian Asli Jawa Tengah Yang Hampir Punah

(foto: indonesiakaya)

Bahwa kesenian yang satu ini dianggap lebih cocok untuk dinikmati orang tua karena tema ceritanya dirasa kurang relevan dengan apa yang disukai generasi muda.

Terkait segmen penonton itulah yang membuat beberapa pihak merasa ‘terpanggil’.

Mulai dari pemerintah daerah sampai komunitas masyarakat sudah mulai menunjukkan kepedulian pada pertunjukan ketoprak truthuk.

Kenyataannya, sekarang teknologi sudah memudahkan masyarakat mengakses hiburannya sendiri.

Ketika banyak pilihan hiburan yang bisa dinikmati melalui perangkat gadget, hal itu menandakan bahwa tren untuk menikmati hiburan tidak sama seperti dulu lagi.

Sebenarnya ada banyak hal yang bisa diupayakan agar ketoprak truthuk sebagai salah satu warisan budaya bisa dikenal generasi muda, misalnya membuatnya dengan konsep seni kontemporer seperti yang sudah pernah dilakukan beberapa musisi zaman sekarang yang mengenalkan gamelan dengan konsep modern.

Dengan konsep penampilan yang relevan dengan generasi muda, mudah-mudahan kesenian tradisional seperti ketoprak truthuk bisa dikenal kembali oleh masyarakat tanpa harus menunggu bulan purnama,

TULIS KOMENTAR

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.