inspirasi

Kerbau Tana Toraja, Berharga Ratusan Juta dan Dianggap Sakral

Penulis:   | 

Tana Toraja merupakan salah satu kabuaten di Sulawesi Selatan. Nama daerah yang masih sangat menjaga warisan budayanya ini tentu sudah tidak asing lagi di telinga masyarakat Indonesia.

Salah satu tradisi Tana Toraja yang cukup terkenal karena keunikannya adalah upacara pemakaman secara adat yang disebut Rambu Solo.

Keunikan upacara pemakaman ini bukan hanya karena kemeriahannya, melainkan juga karena terdapat satu hewan berharga ratusan juta yang dianggap suci dan dijadikan hewan kurban saat pelaksanaan ritual.

Hewan yang dimaksud adalah kerbau Tana Toraja. Hewan bertanduk ini bukan sembarang kerbau, karena harganya sangat fantastis.

Baca juga: Fenomena Pareidolia, Ketika Benda Mati Terlihat seperti Wajah

Jadi lambang kesejahteraan dan hanya ada di Tana Toraja

Kerbau Tana Toraja, Berharga Ratusan Juta dan Dianggap Sakral

(foto: tirto)

Kerbau merupakan heran ternak yang sejak dulu hingga hari ini tidak bisa dipisahkan dari keseharian masyarakat Tana Toraja.

Selain secara fisik berbeda dengan kerbau di daerah lain, bagi masyarakat Tana Toraja hewan bertubuh tambun ini juga melambangkan kesejahteraan, tingkat kekayaan, hingga status sosial pemiliknya.

Lalu, apa saja keunikan lainnya yang membuatnya istimewa? Salah satunya karena hewan ini hanya ada di Tana Toraja.

Tana Toraja memiliki berbagai jenis kerbau, salah satunya adalah kerbau belang. Bahkan, kerbau jenis ini dikenal sebagai plasma nutfah, alias secara genetik hewan ini hanya ada di Tana Toraja.

Ciri fisik kerbau belang ini begitu khas, terlebih pada warna kulitnya yang belang dan setengah albino menyerupai sapi. Masyarakat Toraja biasa menyebut kerbau jenis ini tedong bonga.

Tedong bonga inilah yang memiliki arti penting dalam setiap ritual pemakaman atau Rambu Solo.

Orang Toraja akan memperlakukannya secara khusus, salah satunya dengan mengebiri hewan ini sejak kecil sehingga dianggap suci sebagai hewan kurban.

Dijual di Pasar Kerbau yang terbesar di seluruh dunia

Kerbau Tana Toraja, Berharga Ratusan Juta dan Dianggap Sakral

(foto: kompas)

Kerbau Tana Toraja tidak hanya berperan penting sebagai takaran status sosial dan bersifat sakral dalam setiap ritual maupun kepercayaan tradisional, namun juga bernilai tinggi dan berfungsi sebagai alat transaksi masyarakat Tana Toraja.

Bahkan, pasar kerbau terbesar di dunia ada di sana. Pasarnya berlokasi di Poros Rantepao, Bolu Toraja Utara, pasar ini merupakan tempat transaksi jual beli khusus kerbau. Terdapat sekitar 500 kerbau yang setiap harinya dijual di sana.

Tidak heran jika Bolu Toraja menjadi pasar kerbau terbesar di dunia. Ratusan kerbau yang diperdagangkan setiap harinya membuat pasar ini menjadi pusat ekonomi yang sangat potensial untuk Kabupaten Tana Toraja.

Baca juga: Tari Balumpa, Kesenian Sulawesi Tenggara untuk Menyambut Tamu

Salah satu kerbau termahal, harganya hampir mencapai miliar Rupiah

Kerbau Tana Toraja, Berharga Ratusan Juta dan Dianggap Sakral

(foto: pinterest)

Selain adat istiadat yang sangat berharga, latar budaya yang masih sangat kental membuat kerbau ini membawa keuntungan dan nilai jual tersendiri.

Bagi masyarakat Tana Toraja, aktivitas tawar menawar kerbau tidak jauh berbeda dengan membeli mobil Alphard di show room. Pasalnya, harga kerbau di pasar Bolu dapat mencapai harga setengah miliar rupiah.

Bahkan demi upacara pemakaman adat, keluarga bangsawan Toraja rela merogoh kocek yang sangat dalam. Tidak tanggung-tanggung, kerbau yang khusus dibeli untuk kurban itu senilai 670 juta rupiah.

Kerbau Tana Toraja juga rutin dimandikan dengan shampo

Kerbau Tana Toraja, Berharga Ratusan Juta dan Dianggap Sakral

(foto: pulsk)

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, tedong bonga merupakan kerbau primadona di Tana Toraja hingga sering disebut dengan kerbau raja. Oleh karena itu, perawatannya pun tidak dilakukan dengan asal-asalan.

Para peternak memperlakukan tedong bonga dengan istimewa, salah satunya yaitu rutin dibersihkan dan diberi shampo agar bulu kerbau tidak rontok dan berkutu.

Hal ini menjadi unik karena hanya di Toraja kerbau-kerbau dibersihkan dengan shampo, saat kebanyakan kerbau di daerah lain justru bermandi lumpur.

Bagaimana menurut kamu? Barangkali kapan-kapan bisa sempat berkunjung ke Toraja dan menyaksikan langsung kerbau mahal tersebut beserta tradisinya.

TULIS KOMENTAR

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.