inspirasi

James Cook, Pelaut Inggris yang Menemukan Jalur ke Samudera Pasifik

By  | 

James Cook adalah seorang navigator, angkatan laut, dan juga penjelajah ulung yang sudah mengarungi lautan luas.

Pelayarannya sudah melalui pantai Kanada, Selat Bering, Amerika Utara, Samudera Pasifik, Australia hingga Selandia Baru.

Hasil dari pemetaan jalur Samudera Pasifik dalam ekspedisinya dianggap sebagai yang paling akurat dan terpercaya.

Catatan perjalanannya juga banyak membantu misi penjelajahan berbagai negara setelahnya.

Baca juga: Fenomena Bledug Kuwu, Semburan Lumpur dengan Legenda yang Unik

Mulai tertarik dunia pelayaran dan bergabung di angkatan laut Kerajaan Inggris

James Cook, Pelaut Inggris yang Menemukan Jalur ke Samudera Pasifik

(foto: ilkleygazette)

James Cook yang lahir di Yorkshire, Inggris pada 27 Oktober 1728 adalah keturunan buruh tani asal Skotlandia.

Sebagai anak kedua dari delapan bersaudara, ia ikut keluarganya pindah ke wilayah Great Ayton, sebuah desa di Yorkshire.

Di sanalah majikan ayahnya membiayai sekolahnya. Sampai usia ke-16, ia membantu pekerjaan sang ayah di bidang pertanian. Sebelum pada akhirnya ia pindah ke kampung nelayan.

Saat itulah ia tidak hanya jadi nelayan, tapi juga mengenal dunia pelayaran dan segera tertarik untuk menekuni lebih dalam.

Pada tahun 1746 ia bekerja dengan John Walker, pemilik kapal yang terkenal di Whitby, masih di wilayah Yorkshire.

Untuk mendukung pekerjaannya, ia juga sempat mempelajari ilmu navigasi, geometri, trigonometri, astronomi, hingga aljabar.

Dengan bekal pengalaman di Whitby, ia menjadi relawan angkatan laut di Kerajaan Inggris pada usia ke-29 tahun.

Pernah singgah di wilayah Batavia dalam ekspedisi ilmiah ke Samudera Pasifik

James Cook, Pelaut Inggris yang Menemukan Jalur ke Samudera Pasifik

(foto: heraldsun)

Setelah bergabung ke Kerajaan Inggris, ia menunjukkan potensi. Karena itu ia dipercaya mengikuti beberapa ekspedisi, mulai dari militer di masa perang antara Inggris dan Perancis sampai ekspedisi ilmiah.

Tahun 1768, ia mendapat kepercayaan memimpin ekspedisi ilmiah pertama ke wilayah Samudera Pasifik.

Dua tahun berikutnya ia kembali memimpin ekspedisi kapal HMB Endeavour. Saat itulah ia memetakan sepanjang garis pantai di Selandia Baru dan juga Great Barrier Reef, Australia.

Sekembali dari Australia ke Inggris 10 Oktober 1770, ia sempat melintasi lautan selatan Jawa, lalu berbelok ke Selat Sunda dan melakukan pendaratan di Batavia.

Batavia (sekarang Jakarta) waktu itu memiliki kastil megah karena menjadi kantor pusat perusahaan VOC.

Baca juga: Sisi Lain Isaac Newton, Penemu Hukum Gravitasi yang Hidupnya Kesepian

Menetapkan beberapa standar ketelitian yang baru dalam pelayaran

James Cook, Pelaut Inggris yang Menemukan Jalur ke Samudera Pasifik

(foto: sydneybarani)

Semasa hidup memang seolah-olah penuh dengan pelayaran ke berbagai penjuru dunia.

Ambisinya yang sejalan didukung pihak Royal Society memang mebuahkan pencapaian luar biasa.

Terlahir sebagai anak buruh tani dan memulai karier sebagai nelayan, ia terpilih jadi kapten dan menjadi anggota Royal Society di Kerajaan Inggris.

Ia tidak hanya menjelajah dan menemukan misteri di muka bumi melalui ekspedisinya. Ia pun menetapkan beberapa standar ketelitian yang baru dalam pelayaran, kartografi, navigasi, dan metode pengobatan saat di laut.

Catatan tentang cara berinteraksi dengan masyarakat adat pun dicatat dan dipublikasikan dalam beberapa catatan seperti The Journals Of Captain Cook (1999) dan The Endeavour Journal of James Cook (2001), dua abad setelah kematiannya.

Berhasil menemukan jalur ke Samudera Pasifik dan membantu banyak pelayaran setelahnya  

James Cook, Pelaut Inggris yang Menemukan Jalur ke Samudera Pasifik

(foto: britannica)

Pada tanggal 26 Agustus 1768, ia berangkat dari Inggris dengan dukungan dari Royal Society.

Tujuan penjelajahannya adalah observasi Tahiti di wilayah Samudra pasifik dan mencari fakta Transit Venus, yakni sebuah peristiwa yang bisa dilihat dari bumi ketika planet Venus melewati Matahari.

Sementara itu, ia punya misi rahasia untuk eksplorasi ‘tanah tidak bertuan’ yang ada di sisi selatan Samudera Hindia. Daerah yang dimaksud adalah Benua Antartika di Kutub Selatan.

Ia dan tim ekspedisi hampir sampai di 71 derajat lintang selatan, tapi kemudian menyerah dan mengatakan tidak mungkin ada lagi daratan di ujung bumi.

Sampai akhirnya pernyataannya dipatahkan oleh Fabian Gottlieb dari Rusia yang berhasil menjelajahi kutub selatan. Gottlieb merupakan penjelajah Rusia yang sejak awal terinspirasi dan ingin mengikuti jejaknya.

Meski demikian, ekspedisinya berhasil menemukan jalur ke Samudera Pasifik yang membantu banyak penjelajah dari berbagai negara setelahnya.