inspirasi

Dulunya Bukan Alat Makan, Inilah Sejarah Sendok yang Jarang Orang Tahu

By  | 

Sendok menjadi salah satu peralatan sehari-hari yang dibutuhkan semua orang. Sudah jelas kalau fungsinya adalah untuk mengambil makanan dan menyuapkan ke mulut.

Membahas soal sendok mungkin terkesan sudah terlalu biasa karena memang jadi bagian dari kebutuhan pokok dan bukan barang mewah.

Tapi tahukah kamu sejak kapan sendok diciptakan manusia? Menurut sejarah, sendok sudah ada sejak zaman Paleolitikum atau kurang lebih 50.000 hingga 100.000 tahun yang lalu.

Akan tetapi, sendok pertama kali dibuat bukan untuk makan. Nah, lalu untuk apa?

Baca juga: Kisah Narcissus, Legenda Yunani Kuno yang Jadi Asal Usul Istilah ‘Narsis’

Awalnya terbaut beberapa bahan alam yang gampang dibentuk

Dulunya Bukan Alat Makan, Inilah Sejarah Sendok yang Jarang Orang Tahu

(foto: pintrest)

Cerita tentang pemanfaatan sendok juga terdapat diberbagai naskah kuno yang menyebut bahwa sendok mulai digunakan oleh bangsa Mesir, India, Yunani, Romawi, dan China.

Dahulu alat ini diciptakan dari bahan alam, misalnya cangkang dari kerang laut, kayu, atau batu yang gampang dibentuk.

Pada mulanya masyarakat Mesir memakai sendok berbahan kayu yang cenderung lebih murah dan mudah didapatkan.

Beda lagi dengan kekaisaran Romawi dan Yunani yang memakai bahan cangkang hewan siput. Tapi, seiring perubahan zaman, bahannya mengalami banyak perkembangan.

Di kemudian hari sendok lebih banyak yang dibuat dari perak atau perunggu. Bahannya juga menjadi penanda kasta tertentu. Sendok perak dan perunggu pada umumnya dipakai hanya oleh orang kaya dan punya kekuasaan.

Sendok kuno sebelumnya dibuat untuk dekorasi dan ritual keagamaan

Dulunya Bukan Alat Makan, Inilah Sejarah Sendok yang Jarang Orang Tahu

(foto: greatfood)

Sendok zaman dulu tidak berbentuk seperti yang biasa dipakai manusia sekarang. Seiring waktu berjalan, mulai ada sedikit modifikasi pada zaman prasejarah.

Masyarakat Mesir di tahun 1000 SM menambahkan pegangan. Meski bentuknya juga tidak sama dengan sendok modern dan fungsinya bukan untuk makan.

Sendok kuno yang memiliki pegangan dibuat untuk kepentingan ritual agama Mesir kuno saat itu. Bahannya bukan berupa logam, tapi kayu, gading, atau batu tulis.

Karena dipakai untuk ritual keagamaan dan persembahan, sendok Mesir kuno ditambah hiasan hieroglif yang artistik. Seperti Mesir di masa lalu, di Inggris sendok bukanlah alat makan tapi dekorasi.

Baca juga: Bukan Mayat Hidup, Zombie Ternyata Seorang Pejuang Islam

Bahan sendok menunjukkan tingkatan kekayaan dan kekuasaan

Dulunya Bukan Alat Makan, Inilah Sejarah Sendok yang Jarang Orang Tahu

(foto: flamingsteel)

Menurut temua arkeolog, sendok logam dibuat di negara Inggris pada tahun 1259. Sama halnya seperti di Romawi dan Yunani, sendok menjadi penunjuk atas kekayaan dan kekuasaan.

Pada saat ada ritual penobatan raja baru, ia akan disuapi dengan menggunakan ‘sendok upacara’. Momen pembaptisan pun menggunakan sendok sebagai hadiah.

Praktik seperti itu memunculkan tradisi untuk membaptis dengan sendok jadi sangat penting di setiap kelas sosial. Beda bahan sendok bisa menunjukkan kelasnya.

Emas dan perak dipakai untuk membaptis kelas atas, lalu kuningan dan tembaga untuk kelas di bawahnya.

Industri modern memperkenalkan sendok dengan lebih beragam

Dulunya Bukan Alat Makan, Inilah Sejarah Sendok yang Jarang Orang Tahu

(foto: veasoon)

Sejarawan Bee Wilson dalam karyanya Consider the Fork: A History of How We Cook And Eat menyebutkan bahwa sendok merupakan bagian teknologi yang mengubah cara manusia mengonsumsi makanannya.

Bukan hanya tentang makan, ini juga berkaitan dengan kreativitas manusia di setiap zaman.

Sejarah sendok juga melewati masa revolusi industri. Saat orang-orang kelas menengah mendapat peningkatan kemampuan ekonomi, mereka membelanjakan uang demi koleksi sendok.

Mengamati tren yang seperti itu, industri pun memperkenalkan sendok dengan lebih beragam. Ada yang digunakan untuk makan, mnyajika makanan, dan minum teh.

Di zaman yang lebih modern, berbagai inovasi sendok baru dibuat. Mulai dari dari yang bisa dimakan sampai yang bisa mengubah rasa makanan.