inspirasi

Asal Usul Nyi Roro Kidul, Sang Ratu Penguasa Pantai Selatan

By  | 

Buat masyarakat Indonesia, Nyi Roro Kidul begitu disegani sekaligus ditakuti. Mitosnya yang terkenal adalah tentang larangan untuk memakai pakaian warna hijau saat mengunjungi Pantai Selatan.

Meskipun keberadaannya menjadi misteri, tapi sosoknya diyakini sebagai penguasa laut selatan Jawa.

Dari generasi ke generasi, cerita Nyi Roro Kidul tidak pernah usang untuk diperbincangkan sampai ada beragam versi cerita tentangnya.

Baca juga: KCatacombs, Pemakaman Bawah Tanah yang Unik Tapi Mengerikan di Balik Keindahan Kota Paris

Ceritanya berkembang secara turun temurun dan menyebar melalui banyak literatur

Asal Usul Nyi Roro Kidul, Sang Ratu Penguasa Pantai Selatan

(foto: pinterest)

Dari berbagai cerita turun temurun yang menyebar dengan tradisi lisan, Nyi Roro Kidul dikisahkah sebagai keturunan raja di Kerajaan Kahuripan.

Versi lain meyakini bahwa ia dari Kerajaan Jayabaya. Pada sumber lainnya lagi, ia juga dicatat berasal dari Kerajaan Padjajaran.

Salah satu sumber yang populer tentang Nyi Roro Kidul adalah buku Cerita Rakyat dari Yogyakarta (1992). Cerita tentang Nyi Roro Kidul sudah sangat populer di mana-mana.

Bukan hanya bagi orang Indonesia, bahkan turis asing juga ada yang sengaja berkunjung ke wilayah pantai selatan Pulau Jawa karena penasaran pada sosoknya.

Sejauh ini, literatur dari M.C. Ricklefs, yaitu buku Sejarah Indonesia Modern 1200-2008 (2008) terbilang paling meyakinkan.

Ricklefs menuliskan bahwa Nyi Roro Kidul seorang putri dari Raja Pajajaran yang juga dikenal dengan nama Dewi Retno Suwodo.

Diusir dari istana karena menolak perjodohan sesuai kehendak orangtua

Asal Usul Nyi Roro Kidul, Sang Ratu Penguasa Pantai Selatan

(foto: pinterest)

Menurut Ricklefs, ia adalah putri Kerajaan Pajajaran diusir ayahnya untuk keluar istana, lantaran menolak perjodohan sesuai kehendak orangtua.

Setelah dikutuk, ia berubah wujud dan tidak lagi boleh di istana. Setelah terusir, ia dijadikan sebagai ratu dari roh-roh halus yang istananya berada di bawah lautan yang dikenal dengan Samudera Hindia.

Jangka waktunya sangat panjang, karena baru kembali jadi perempuan biasa pada akhir dunia atau hari kiamat.

Tidak hanya selesai di situ, sebagai ratu yang terusir, ia juga diramal untuk tidak akan punya suami. Kecuali kalau ada yang datang dari kalangan kerajaan Islam di Tanah Jawa.

Di kemudian hari ia dianggap sebagai seorang dewi pelindung bagi Kerajaan Mataram Islam sekaligus menjadi ‘istri gaib’ untuk para raja di Jawa.

Baca juga: Muda dan Kaya Raya, Oei Tambah Sia Jadi Playboy Batavia dan Bernasib Tragis

Dikisahkan ada hubungan dengan raja-raja Jawa demi memperkuat kekuasaan

Asal Usul Nyi Roro Kidul, Sang Ratu Penguasa Pantai Selatan

(foto: dongengceritarakyat)

Peter Carey dan Vincent Houben juga mengungkapkan dalam buku berjudul Perempuan-Perempuan Perkasa di Jawa Abad XVIII-XIX (2016) bahwa Nyi Roro Kidul memang banyak dihubungkan dengan raja-raja Mataram di tanah Jawa.

Tertulis dalam Babad Tanah Jawi (1917), dikisahkan raja-raja Mataram pergi ke Pantai Selatan.

Dari Parangtritis terus ke selatan sampai ke istana roh halus di bawah laut dengan maksud akan melaksanakan hubungan dengannya.

Hubungan istimewa di antara raja Mataram dengannya konon mempermudah kerajaan pada puncak kejayaan di awal abad 17 di bawah pemerintahan Sultan Agung.

Dianggap sebagai penjelmaan sosok yang melindungi sekaligus merusak

Asal Usul Nyi Roro Kidul, Sang Ratu Penguasa Pantai Selatan

(foto: pinterest)

Sejarawan Soemardaid Moertono dalam bukunya Negara dan Kekuasaan di Jawa Abad XVI-XIX (2017) menuliskan bahwa ia berhubungan denga seluruh raja dari Kerajaan Mataram demi keamanan kerajaan.

Selain dipandang sebagai istri gaib dari raja-raja Jawa, ia juga digambarkan sebagai sosok yang melindungi sekaligus merusak.

“…dalam masa bahaya ia akan datang membantu raja dengan tentara jin yang ternilai banyaknya.

Namun kadang hatinya yang tidak terselami juga merenggut nyawa banyak rakyat melalui bermacam-macam wabah penyakit.”

Terkait karakternya yang dianggap melindungi sekaligus merusak, kemudian memunculkan sebuah tradisi tahunan upacara labuhan ke pantai selatan.

Terlepas dari eksistensinya yang diungkap dalam beragam literatur, legenda Nyi Roro Kidul tetap menjadi kekayaan tersendiri bagi khazanah budaya Indonesia.