inspirasi

Vlad The Impaler, Drakula di Dunia Nyata yang Juga Dianggap Pahlawan

By  | 

Cerita Drakula yang haus darah sepertinya sudah terkenal sejak lama karena diangkat ke berbagai tayangan hiburan populer.

Tokoh Drakula awalnya dimunculkan penulis Bram Stoker tahun 1897 dalam novel dengan judul yang sama.

Banyak film horor, serial televisi, dan cerita vampir mengerikan yang kemudian terinspirasi darinya.

Meski menyeramkan, tapi Drakula adalah fiktif belaka. Benarkah demikian? Padahal pada abad ke-15 juga sempat ada tokoh pemimpin kejam bernama Vlad Dracul dan Vlad Tepes dari Rumania.

Keduanya adalah ayah dan anak yang mengalami pergulatan panjang peperangan.

Baca juga: James Cook, Pelaut Inggris yang Menemukan Jalur ke Samudera Pasifik

Berawal pada abad ke-15, Drakula bagi masyarakat Rumania bukan mitos belaka

Vlad The Impaler, Drakula di Dunia Nyata yang Juga Dianggap Pahlawan

(foto: ancient-origins)

Kisah Drakula yang melegenda memang sudah tersebar ke seluruh dunia dan menjadi sesuatu yang menakutkan.

Image ngeri saat menghisap darah tentu saja tidak terbayangkan kalau sosok seperti itu ada di dunia nyata.

Meskipun ternyata Drakula bagi masyarakat Rumania bukan mitos belaka. Pada abad ke-15 ada sosok bersejarah yang juga kontroversial bernama Vlad Tepes (1431-1476 M) atau Vlad III.

Vlad Tepes merupakan anak dari Vlad Dracul (1392-1447) atau Vlad II, satu-satunya petinggi Wallachia, di Rumania kuno yang menerima Ordo Naga (Order of the Dragon).

Nama Dracul diasosiasikan kepada naga atau iblis. Drac adalah istilah Rumania kuno untuk naga, sedangkan dalam Istilah Rumania modern, drac adalah iblis atau makhluk lain yang ditakuti.

Ordo Naga sendiri adalah organisasi yang bertujuan mempertahankan gereja Ortodoks timur dan menolak invasi Kesultanan Ottoman.

Vlad ‘putra Dracul’ menunjukkan sisi kejamnya saat memegang kekuasaan

Vlad The Impaler, Drakula di Dunia Nyata yang Juga Dianggap Pahlawan

(foto: balkaninside)

Vlad Tepes ‘putra Dracul’ lahir pada 1431 di wilayah tengah Rumania, di tempat yang sekarang disebut Transylvania. Ayahnya adalah ahli strategi militer yang diplomatis.

Ia dan adik laki-lakinya sempat disandera Sultan Murad II dari Kekaisaran Ottoman karena sebuah perjanjian politik dengan pembesar Wallachia.

Saat itu Wallachia di Rumania kuno menjadi bagian dari Kerajaan Hongaria. Kerajaan Hongaria sendiri sedang terlibat peperangan dengan Kekaisaran Turki Ottoman.

Walau disandera sampai usia remaja, ia mendapat pendidikan dari Sultan Murad II.

Saat ia masih dalam masa penyanderaan, ayah dan kakak laki-lakinya dibunuh dengan sadis oleh bangsawan Targoviste, pengkhianat di Wallachia yang merebut kekuasaan ayahnya.

Sesudah ayahnya meninggal, ia tidak lagi disandera dan diberi pasukan oleh Kekaisaran Ottoman disaat usianya baru 17 tahun.

Didukung kavaleri Turki, ia dapat menaklukkan tahta Wallachia. Sembilan tahun kemudian ia membalas dendam kepada orang yang membunuh ayahnya. Sejak saat itulah sisi kejamnya mulai terlihat.

Baca juga: Jarang Dibahas, Inilah Sosok Mileva Maric di Balik Kesuksesan Albert Einstein

Terkenal dengan hukuman penyulaan dan dijuluki Vlad The Impaler

Vlad The Impaler, Drakula di Dunia Nyata yang Juga Dianggap Pahlawan

(foto: sickchirpse)

Meski saat kecil diberi pendidikan dan pelatihan di Ottoman, ia tetap berpihak pada Wallachia ketika konflik dengan Kekaisaran Ottoman kembali memanas.

Tidak hanya kejam kepada pengkhianat ayahnya, ia pun mengerahkan pasukan untuk memerangi Kekaisaran Ottoman.

Masih didasari dendam dengan bangsawan yang menghabisi nyawa ayahnya, suatu hari di tahun 1959 ia mengundang ribuan orang yang terdiri atas bangsawan, pedagang, dan masyarakat yang bersekutu. Bukan undangan pesta perayaan, melainkan pembantaian.

Pembantaian yang menjadikannya terkenal dengan kekejamannya adalah hukuman penyulaan (impalement). Itulah yang kemudian menjadikannya dijuluki Vlad The Impaler.

Penyulaan sendiri merupakan penyiksaan dengan kayu seukuran lengan yang pada ujungnya dibuat lancip. Kayu yang lancip digunakan untuk menusuk korban dari anus sampai tembus kepala.

Ribuan korban penyulaan dipamerkan di pinggir Kota Targoviste, kampung halaman bangsawan yang pernah menyiksa dan membunuh di rawa-rawa.

Hal tersebut juga menjadi semacam perlawanan pada Sultan Ottoman agar mundur sebelum menyerang. Atau mau bertaruh sehingga nasibnya sama seperti korban penyulaan.

Banyak orang penasaran ingin berwisata sejarah di tanah Drakula

Vlad The Impaler, Drakula di Dunia Nyata yang Juga Dianggap Pahlawan

(foto: the-line-up)

Aksi brutalnya juga diarahkan kepada para pedagang Transylvania yang melanggar hukum perdagangan. Akan tetapi, ia tidak dikenang sebagai penjahat perang di negaranya.

Ia adalah seorang pemimpin yang melindungi wilayah dari serangan asing sambil menghadapi konflik internal pada saat sama.

Reputasinya sebagai ‘putra Dracula’ menjadi magnet tersendiri bagi pengunjung yang penasaran.

Saat ini ada banyak Tur di tanah Drakula yang menawarkan wisata sejarah yang akan membuka mata dan wawasan pengunjung.

Untuk memahami bahwa Vlad Tepes adalah contoh pemimpin dalam posisi sulit dan tidak punya banyak pilihan.

Bukan sekadar Drakula yang haus darah, tapi ia melakukan segala cara agar tidak ada yang mengganggu kelompok yang harus dilindunginya.