inspirasi

Tassili N’Ajjer, Situs di Gurun Sahara yang Punya Peninggalan Lukisan Menakjubkan

By  | 

Terletak di sebelah tenggara Gurun Sahara Aljazair, situs Tassili n’Ajjer bukan sekadar Taman Nasional di gurun pasir.

Tempat ini menarik perhatian banyak orang karena kekayaan nilai warisan budayanya, bahkan sudah dilindungi UNESCO.

Banyak karya seni lukisan kuno ditemukan dan usianya yang sudah ribuan tahun.

Tidak main-main, lukisan yang ditemukan mencapai lebih dari 15.000 dan masih ada  yang belum teridentifikasi.

Karya seni kuno tersebut berasal dari periode Neolitikum, ketika wilayah Gurun Sahara masih menjadi sabana. Banyak satwa liar seperti antelop, jerapah, dan buaya diukir atau dilukis di bebatuan.

Para ilmuwan masih berusaha menguak sejumlah rahasia peradaban di sepanjang Gurun Sahara itu.

Baca juga: Keunikan Suku Lingon, Orang Pedalaman Halmahera yang Bermata Biru

Ribuan tahun lalu, Gurun Sahara masih subur dan hijau

Tassili N'Ajjer, Situs di Gurun Sahara dengan Peninggalan Lukisan Menakjubkan

(foto: nextbigfuture)

Luas wilayah Tasili n’Ajjer mencapai 72.000 km2 dan ada di ketinggian 1500 m di atas permukaan air laut.

Konon di sana pernah hidup suku Ajjer Tuareg, para pengembara di dataran gersang itu untuk mencari penghidupan di sekitar Gurun Sahara.

Perlu kita pahami bahwa zaman dahulu Gurun Sahara adalah tempat yang subur dan hijau. Perubahan proses dari subur menjadi gersang tidak terjadi begitu saja.

Ada rentang waktu antara 5000 sampai 7000 tahun untuk mejadikannya berubah seperti yang kita lihat hari ini.

Saat masih hijau, Gurun ini memiliki berbagai jenis tanaman, banyak danau dan sungai yang mengalir.

Karena itu manusia zaman kuno bisa bertahan. Tidak hanya hidup sehari-hari, membuat peralatan, tapi juga menciptakan ekspresi seni yang kreatif, khususnya lukisan yang dipahat pada batu

Lukisan kuno di Tassili n’Ajjer menggambarkan macam-macam hal

Tassili N'Ajjer, Situs di Gurun Sahara dengan Peninggalan Lukisan Menakjubkan

(foto: sciencesource)

Pertama ditemukan pada tahun 1910, lukisan kuno di Tassili n’Ajjer menggambarkan macam-macam hal. Berbagai bentuk lukisan dan ukiran batu di situsnya tampak seperti galeri terbuka.

Bentuk-bentuk lukisannya menjelaskan soal dampak lingkungan, perubahan iklim, dan migrasi hewan liar.

Cerita perubahan gaya hidup orang-orang yang telah menduduki daerah tersebut selama ribuan tahun juga bisa tergambarkan.

Lukisan kuno yang telah teridentifikasi bisa dibagai ke dalam beberapa periode, yang mana tiap periodenya dibedakan berdasarkan keberadaan hewan buruan pada masanya.

Baca juga: Ketam Kenari, Kepiting Darat Terbesar di Dunia yang Suka Makan Kelapa

Jejak kehidupan di Gurun Sahara melampaui imajinasi manusia di zamannya

Tassili N'Ajjer, Situs di Gurun Sahara dengan Peninggalan Lukisan Menakjubkan

(foto: atlas-obscura)

Rentang waktu 5000 sampai 7000 SM sampai abad ke-1 Masehi, peradaban di daerah Gurun Sahara sedang bertumbuh pesat.

Mereka mewariskan beberapa jejak kehidupan, seperti pemukiman, peralatan dari batu atau perunggu, dan juga kerajian dari keramik yang melimpah.

Lalu bagaimana mungkin pada zaman kuno manusia sudah mengenal seni melukis dengan objek dan jumlahnya yang menakjubkan? Hasilnya pun bisa dibilang melampaui imajinasi manusia.

Yuval Noah Harari dalam buku Sapiens: A Brief History of Humankind (2014) menyebutkan bahwa pergerakan peradaban kuno juga terkait dengan kemampuan manusia untuk berimajinasi atau mengkhayal soal berbagai hal.

Bahkan khayalan yang sama membuat manusia dapat bekerjasama menciptakan sesuatu yang lebih besar.

Masih ada banyak kemungkinan munculnya sesuatu yang tersembunyi

Tassili N'Ajjer, Situs di Gurun Sahara dengan Peninggalan Lukisan Menakjubkan

(foto: pinterest)

Karena luasnya wilayah Gurun Sahara, masih ada banyak sekali kemungkinan munculnya sesuatu yang tersembunyi. Sisa peradaban dan keajaiban lain di situs Tassili n’Ajjer ke depannya akan terkuak.

Kita mungkin masih ada banyak menemukan gambar manusia yang berperan sebagai cuplikan sejarah kehidupan sehari-hari di zaman ribuan tahun lalu.

Dalam hal ini, akan terlihat orang-orang yang melakukan berbagai aktivitas seperti menari, berburu, atau menangani ternak mereka.

Yang pasti, dibutuhkan langkah yang efektif untuk dapat melindungi pahatan dan lukisan tersebut, agar terhindar dari eksploitasi dan perusakan dari pihak tertentu.