inspirasi

Seluncur Es: Sejarah, Luas Arena, Aturan Pertandingan, dan Istilah Penting

Penulis:   | 

Olahraga seluncur es (ice skating) dilakukan di atas lapisan es. Olahraga ini dilakukan sebagai olahraga resmi maupun rekreasi.

Olahraga yang satu ini membutuhkan keseimbangan, kecepatan, sekaligus keindahan. Asalnya adalah negara-negara yang iklimnya dingin yang permukaan danau, kanal, atau sungainya bisa membeku.

Sementara itu, di negara-negara deng iklim tropis, seluncur dilakukan pada permukaan es buatan, misalnya di arena atau lapangan dengan ukuran tertentu.

Baca juga: Sumo: Sejarah, Teknik Dasar, Aturan Pertandingan, dan Istilah Penting

Daftar isi

Sejarah olahraga seluncur es awalnya dari negeri Belanda

Seluncur Es: Sejarah, Luas Arena, Aturan Pertandingan, dan Istilah Penting

(foto: flickr)

Olahraga seluncur es (ice skating) mulai ditemukan pada abad ke-10 di negeri Belanda. Namanya juga berasal dari bahasa Belanda schenkel yang artinya tulang kaki.

Dahulu, alat untuk meluncur dibuat dari tulang kaki hewan besar yang dilubangi dan diikatkan ke alas kaki.

Baru pada abad ke-14, ada perkembangan alat yang digunakan, yaitu dengan plat besi yang dipertajam di bagian bawah lalu diberi alas kayu di atasnya untuk menopang gerakannya.

Pada tahun 1742 klub seluncur pertama kali dibentuk di kota Edinburg. Pelopor seluncur es modern adalah Jackson Haines yang pada tahun 1964 memenangkan kejuaraan di New York.

Haines terkenal sebagai seorang atlet seluncur pertama yang menambahkan gerakan tarian dalam meluncur. Gaya tarian menyatukan teknik yang ekspresif dan gaya bebas, kemudian dikenal menjadi gaya internasional.

Sejak tahun 1990-an, olahraga seluncur es mulai berkembang di Indonesia. Bukan hanya sebagai olahraga resmi, tapi juga dibangun wahana seluncur mall yang ada di kota besar.

Luas arena olahraga seluncur es

Seluncur Es: Sejarah, Luas Arena, Aturan Pertandingan, dan Istilah Penting

(foto: latimes)

Tempat bermain seluncur es adalah arena khusus dengan lapisan es buatan yang memenuhi standar internasional.

Luas arena:

  • Panjang: 60 m
  • Lebar: 30 m

Keterangan:

  • Tebal lapisan es: 2-3 cm.
  • Sistem pipa: 2,5-5 cm di bawah lapisan es.
  • Tinggi pagar pembatas lintasan: 80 cm di semua sisi.

Baca juga: Kendo: Sejarah, Teknik Dasar, Aturan Pertandingan, dan Istilah Penting

Aturan pertandingan 

Seluncur Es: Sejarah, Luas Arena, Aturan Pertandingan, dan Istilah Penting

(foto: britannica)

Berikut ini adalah aturan pertandingan seluncur es yang wajib dipatuhi pemain.

  • Atlet harus menggunakan kostum yang telah ditentukan.
  • Kostumnya tidak boleh terlalu mencolok atau kebanyakan aksesoris.
  • Tidak boleh ada musik dalam pertandingan
  • Gerakan termasuk lompatan dan spiral di udara, putaran di atas es dan sejumlah urutan langkah yang berbeda.
  • Sepatunya dirancang khusus dengan bilah baja tebal pada bagian dasarnya dan lekukan bergerigi di bagian depan yang dikenal sebagai toe picks.
  • Dinilai menurut Sistem Penjurian ISU (International Skating Union) oleh panel juri (biasanya sembilan juri termasuk inspektur teknis, dan juga wasit.
  • Seringkali, manuver yang lebih kompleks akan mendapat skor tertinggi asalkan dilakukan dengan benar. Misalnya, semakin banyak rotasi dalam lompatan akan menghasilkan nilai yang lebih tinggi.

Selain aturan pertandingan yang perlu dipatuhi, ada juga beberapa hal yang dilarang dalam seluncur es;

  • Meluncur dengan menyelap-nyelip (waving) di antara peseluncur lain karena mengganggu lintasan.
  • Melakukan start atau stop mendadak.
  • Meluncur mundur dengan sembarangan.
  • Memasuki arena dengan sepatu biasa.
  • Meluncur berdampingan/sejajar lebih dari 2 orang.
  • Melempar barang-barang ke area es.

Istilah penting yang ada pada olahraga seluncur es

Sejarah, Luas Arena, Aturan Pertandingan, dan Istilah Penting

(foto: thekoreatimes)

Inilah beberapa istilah penting dalam seluncur es.

  • Approach: langkah atau gerakan melintasi es yang mengarah ke lompatan, putaran, atau gerakan lainnya.
  • Back spin: setiap putaran satu kaki di mana pemintal berlawanan arah jarum jam berputar di kaki kanan dan pemintal searah jarum jam di sebelah kiri.
  • Camel spin: putaran yang dilakukan dengan satu kaki dengan kaki non-skating, atau kaki bebas, diperpanjang di udara dalam posisi sejajar dengan es. Tubuh tetap dalam posisi ‘spiral’ ini sambil berputar.
  • Check: gerakan mengontrol rotasi, bahu berputar berlawanan dengan pinggul.
  • Combination spin: kombinasi beberapa putaran di mana skater mengubah kaki dan posisi sambil mempertahankan kecepatan di seluruh putaran.
  • Entry: paling sering digunakan untuk merujuk ke tepi tepat sebelum putaran atau lompatan.
  • Footwork: urutan manuver langkah yang membawa pemainnya melintasi es dalam pola yang umumnya lurus, melingkar, atau berkelok-kelok.
  • Glide: gerakan satu atau dua kaki melintasi es, baik maju atau mundur.
  • Lobe: pola yang dibuat di atas es dengan tepi atau anak tangga, membentuk busur lingkaran yang dimulai dan berakhir pada sumbu.
  • Loop jump: sebuah lompatan tepi, diambil dari tepi belakang luar dan mendarat di tepi belakang luar yang sama.

Sekian penjelaan tentang seluncur es, semoga bisa bermanfaat.

TULIS KOMENTAR

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.