inspirasi

Punya Bentuk Unik, Tumbuhan Venus Flytrap Hidup dengan Memakan Serangga

Penulis:   | 

Apakah kamu sudah pernah melihat tumbuhan pemakan hewan? Jika biasanya hewan herbivora yang memakan tumbuhan, kali ini berbeda.

Ada satu jenis tumbuhan karnivora yang namanya Venus flytrap. Bagian daun di luarnya berwarna hijau, dan di bagian dalam berwarna merah mencolok.

Di antara lebih dari 500 spesies tumbuhan karnivora di muka bumi, Venus flytrap adalah salah satunya. Berdasarkan namanya, tumbuhan ini adalah jebakan lalat.

Baca juga: Naegleria Fowleri, Amuba Pemakan Otak yang Sebabkan Infeksi Langka pada Manusia

Bentuk Venus flytrap terlihat unik dengan gigi tajam di sekeliling daunnya

Jadi Pemakan Serangga, Tumbuhan Karnivora Venus Flytrap Bisa Kurangi Lalat di Rumah

(foto: carnivorousplantresources)

Memang beda dari tumbuhan pada umumnya, nutrisi makanan untuk tumbuhan ini tidak cukup dari pupuk atau air.

Tak hanya itu, tumbuhan yang memiliki nama Latin Dionaea muscipula juga unik bentuknya. Daunnya berwarna hijau bercampur merah dengan gigi tajam di sekelilingnya.

Gigi tajamnya terlihat agak aneh bagi yang belum terbiasa melihatnya. Tapi ternyata gigi tajamnya tidak berbahaya, karena itu hanya bulu yang lentur. Tangkainya berukuran 20-35 cm sedangkan daunnya berukuran 8-16 cm.

Kedua sisi daunnya serupa mulut atau capit yang terbuka, dan akan tertutup jika ada serangga yang terperangkap. Daunnya memang sensitif terhadap sentuhan sebagaimana halnya tumbuhan putri malu (Mimosa pudica).

Bisa bertahan hidup di tanah asam dan air tergenang sehingga butuh nutrisi tambahan

Jadi Pemakan Serangga, Tumbuhan Karnivora Venus Flytrap Bisa Kurangi Lalat di Rumah

(foto: newscientist)

Venus flytrap bukan tumbuhan asli Indonesia. Biasanya hidup di sekitar daerah beriklim subtropis seperti di Amerika Serikat. Bisakah hidup di Indonesia?

Tenyata tumbuhan pemakan lalat ini juga dapat hidup di Indonesia yang beriklim tropis tapi dengan perawatan khusus. Ada beberapa akun e-commerce yang menjual tanaman Venus flytrap.

Tumbuhan ini bisa bertahan hidup di tanah asam dan air tergenang yang memiliki sedikit nutrisi. Jadi butuh nutrisi tambahan yang didapat dari serangga.

Selain lalat, semut dan laba-laba juga biasa dimangsa. Yang diserap sebagai nutrisi adalah gas nitrogen di dalam tubuh serangga. Venus flytrap juga melakukan fotosintesis untuk menghasilkan energi.

Baca juga: Kisah Hanako san, si Penunggu Toilet Sekolah yang Ditakuti Anak-anak Jepang

Menarik mangsa dengan cara mengeluarkan aroma yang khas

Jadi Pemakan Serangga, Tumbuhan Karnivora Venus Flytrap Bisa Kurangi Lalat di Rumah

(foto: tomscarnivore)

Berdasarkan rantai makanan, umumnya tumbuhan akan dimangsa hewan herbivora.  Lalu hewan herbivora akan dimangsa hewan karnivora.

Begitulah seterusnya hingga ke puncak atau ujung rantai makanan. Sebagai pemangsa serangga, Venus flytrap memiliki cara-cara tertentu untuk menarik serangga datang.

Untuk dapat menarik serangga di sekitarnya, Venus flytrap mengeluarkan aroma yang khas. Ketika serangga sudah menyentuh bagian bulu atau gigi, daun-daun pun langsung menutup dan menelan serangga.

Daunnya mengandung sejenis cairan yang dapat berfungsi sebagai pelumat dan pencernaan khusus tumbuhan karnivora. Dalam waktu satu minggu, di dalam perangkap tersisa kerangka serangga bagian luar.

Venus flytrap bisa tumbuh jika disiram dengan air yang rendah mineral

Jadi Pemakan Serangga, Tumbuhan Karnivora  Bisa Kurangi Lalat di Rumah

(foto: flytrapcare)

Buat yang gemar mengoleksi tanaman karnivora, mungkin sudah familiar dengan kantong semar (Nepenthes) atau tanaman embun pagi (Drosera sessilifolia).

Tidak hanya menarik sebagai tanaman hias, tanaman ini pun dapat mengurangi lalat di rumah. Untuk menanam dan merawat Venus flytrap gampang-gampang susah.

Meskipun bukan tumbuhan asli Indonesia, tapi sebenarnya bisa juga dikembangbiakkan di negara tropis. Selain tanah yang lembap dan berlumut, Venus flytrap membutuhkan air bermineral rendah, misalnya air hujan atau air tetesan AC.

Sebaiknya tidak menyiramkan air minum kemasan karena justru bisa mematikan. Tidak hanya air dan tanah, hal lain yang mesti diperhatikan adalah pencahayaan matahari.

TULIS KOMENTAR

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.