inspirasi

Pernah Jadi Medan Perang, Situs Bersejarah Plain of Jars Laos Penuh Ranjau

By  | 

Plain of Jars adalah salah satu objek wisata sejarah yang dimiliki Asia Tenggara.

Meskipun sudah lama menjadi magnet wisata andalan di Laos, tapi masih banyak yang belum mengeksplorasi. Entah karena lokasinya ataupun faktor lain, termasuk keamanan.

Popularitasnya belum sebesar situs prasejarah yang ada di negara lain seperti Stonehenge di Inggris atau Chichen Itza di Meksiko.

Sejauh ini belum dipastikan peradaban kuno dari mana yang berjasa di balik pebuatan guci-guci raksasa Plain of Jars.

Sebagai peninggalan sejarah, Plain of Jars juga tak lepas dari cerita turun temurun dari masyarakatnya.

Baca juga: Sejarah Perang Yarmuk, Ketika Bizantium Takluk pada Pasukan Muslim

Ada ribuan guci purba yang posisinya sebagian tertimbun di tanah

Pernah Jadi Medan Perang, Situs Bersejarah Plain of Jars Laos Penuh Ranjau

(foto: shutterstock)

Sama seperti namanya, situs Plain of Jars penuh dengan ribuan guci atau bejana dari batu dalam berbagai ukuran yang posisinya sebagian tertimbun di tanah.

Terletak di Dataran Xieng Khouang, Phonsavan yang cukup jauh dari ibukota Laos, Ventiane.

Dilansir atlasobscura, ada lebih dari 90 titik di Xieng Khouang yang berisi guci batu purba dan masing-masing bisa memuat sampai 400 guci.

Guci-guci yang ada di sana kebanyakan tingginya 1 meter dan diameternya 3 meter. Untuk menuju ke tempat ini bisa ditempuh dari Vientiane, waktu tempuhnya adalah 7 jam perjalanan.

Menurut legenda setempat, pernah dijadikan untuk perayaan sekaligus pemakaman

Pernah Jadi Medan Perang, Situs Bersejarah Plain of Jars Laos Penuh Ranjau

(foto: pinterest)

Sampai sekarang masih belum dapat diketahui dengan pasti apa fungsi guci-guci di Plain of Jars pada masa lalu. Dikutip dari lonelyplanet, satu sumber informasi yang paling banyak tersebar adalah berdasarkan legenda setempat.

Masyarakat menuturkan berdasarkan legenda setempat bahwa hamparan guci-guci dulunya adalah tempat untuk menyimpan arak beras dari penduduk untuk sebuah perayaan.

Perayaan disiapkan penduduk dalam rangka kejatuhan pemimpin kejam yang pernah menguasai wilayah negerinya.

Berkembang pula kepercayaan bahwa situs ini dimanfaatkan sebagai sarana untuk ritual pemakaman di zaman dulu, lantaran pernah ditemukan kerangka tulang manusia di dalamnya.

Baca juga: Kisah Nabi Daud, Bisa Melunakkan Besi dan Memiliki Suara yang Merdu

Dilihat dari motifnya, ada kesamaan dengan sebuah dinding batu di China

Pernah Jadi Medan Perang, Situs Bersejarah Plain of Jars Laos Penuh Ranjau

(foto: jonistravelling)

Hampir semuanya tidak memiliki hiasan atau ornamen. Hanya satu saja guci yang terlihat memiliki hiasan di dalam guci berbentuk manusia.

Gambar berbentuk manusia berlutut memiliki kemiripan dengan lukisan prasejarah pada dinding batu yang ditemukan di Huashan, China.

Kemungkinan besar keduanya diciptakan pada waktu yang sama, antara 500 SM-200 Masehi.

Sempat terbengkalai  ratusan tahun, tempat ini juga pernah jadi medan peperangan saat terjadinya Perang Indochina. Sekarang Plain of Jars sudah ditetapkan menjadi salah satu Situs Warisan Dunia UNESCO.

Pernah menjadi medan perang dan banyak ditemukan ranjau di tanahnya

Pernah Jadi Medan Perang, Situs Bersejarah Plain of Jars Laos Penuh Ranjau

(foto: unimelb)

Memang masih ada keraguan tentang kebenaran dari cerita legenda dan kepastian soal peradaban mana yang menciptakan. Tapi kalau soal lokasinya yang menyimpan sisa-sisa perang, hal tersebut bisa dipastikan benar.

Lokasinya juga pernah beberapa kali dijatuhi bom di masa perang Indochina. Tapi beruntungnya, sebagian besar guci tidak hancur oleh ledakan ranjau.

Keselamatan guci pun tak lepas dari keyakinan pada mitos. Penduduk setempat memiliki keyakinan bahwa situs Plain of Jars selamat lantaran dindungi pasukan jin yang mendiami tempat itu.

Meski banyak yang selamat dari kerusakan, kabarnya masih ada sisa-sisa ranjau yang terkubur tanah. Tapi tenang saja saat mengunjunginya, karena ranjau perang kini sudah tidak aktif dan tidak akan meledak lagi.