inspirasi

Nan Madol, Kota Hantu yang Berada di atas Terumbu Karang Jadi Warisan Dunia

By  | 

Tidak sedikit kota yang masih menjadi rahasia di dunia, misalnya kota Nan Madol yang terletak  di Samudera Pasifik.

Nan Madol dibangun ribuan tahun yang lalu dan sempat menjadi yang sangat canggih pada masanya.

Dilihat dari bahan pembangunnya dan di mana posisinya berada, sepertinya terlalu maju melampaui zamannya. Apalagi waktu dibangun abad ke-8, teknologi belum modern seperti sekarang.

Penduduk setempat justru menyebutnya kota hantu. Jadi, mereka tidak ingin mendekati.

Baca juga: Mirip Planet Mars, Sungai Rio Tinto di Spanyol Jadi ‘Laboratorium Alami’

Kota Nan Madol dibangun di atas terumbu karang lepas pantai

Dibangun di Atas Terumbu Karang, Kota Nan Madol Berjuluk Venesia dari Pasifik

(foto: smithsonianmags)

Luas Nan Madol kira-kira 80 hektar, dan ada 90 pulau buatan di dalamnya. Setiap pulaunya memiliki fungsi sendiri. Ada pulau yang untuk permukiman, tempat untuk penampungan orang sakit, tempat memasak, dan tempat pemakaman.

Setiap pulau pun terpisah dari aliran air yang diatur mirip kanal beserta terowongan di bawah tanahnya. Secara geografis, Kota ini terletak di Micronesia, tepatnya di Pulau Pohnpei.

Berada di Samudera Pasifik, posisinya termasuk sulit diakses. Dari Australia, jaraknya sekitar 25.750 km dan dari Los Angeles 40.233 km.

Nan Madol, seperti dilansir Mirror Daily, artinya ‘di antara ruang’. Sedangkan nama aslinya adalah Soun Nan-leng, yang artinya ‘surga karang’. Tidak heran, sebab kota ini dibangun di atas terumbu karang lepas pantai.

Cara memindah dan menyusun batu-batunya masih jadi misteri

Dibangun di Atas Terumbu Karang, Kota Nan Madol Berjuluk Venesia dari Pasifik

(foto: ancient-origins)

Uniknya, pulau-pulau di sana dibuat dengan batu basal, yakni batu yang tercipta dari pembekuan magma.

Kalau dihitung, kira-kira batu basalnya bisa sampai 200 juta lebih. Batunya menjadi dinding setiap bangunan yang masih kuat sampai hari ini.

Ada satu yang agak susah dicerna logika manusia. Seperti apa caranya untuk memindah batu basal yang besar dan banyak dari Pulau Pohnpei menuju Nan Madol?

Banyak peneliti yang melakukan eksperimen pemindahan batu dan menyusun seperti di sini, tapi sangat sulit. Secara logika, pemindahan batu hanya bisa dilakukan dengan alat canggih.

Ada mitos dan legenda yang berkembang bahwa dahulu ada raksasa dan penyihir yang turut memindahkan batu.

Baca juga: Mengenal Fatima Al Fihri, Wanita Pendiri Universitas Tertua di Dunia

Nan Madol dipercaya telah dibangun oleh makhluk raksasa

Dibangun di Atas Terumbu Karang, Kota Nan Madol Berjuluk Venesia dari Pasifik

(foto: csrmfoundation)

Selain misteri soal batu, lokasi pembangunannya pun jadi bahan pertanyaan tersendiri. tempat ini dipercaya menjadi tempat tinggal kerabat kerajaan Nan Madol (Dinasti Saudeleur) pada abad ke-8 hingga 17.

Berdasarkan legenda setempat, kota ini didirikan oleh dua raksasa dan penyihir yang datang dari negeri antah berantah.

Datang dengan perahu, raksasa pun ingin mencari lokasi untuk dijadikan altar pemujaan dewa-dewa.

Konon, berkat bantuan naga terbang yang lebih sakti, mereka bisa membangun  kota dan bermukim di sana hingga berusia senja.

Sebelum meninggal, si penyihir menikah dengan wanita setempat. Itulah yang menjadi cikal bakal Dinasti Saudeleur.

Apakah orang-orang zaman kuno tempat ini juga tergolong raksasa, sehingga mampu membangun kota sedemikian rupa?

Ada sebuah penemuan yang bisa mengungkap fakta. Pernah ada penemuan arkeologi  berupa makam para raja Saudeleur. Banyak kerangka yang tingginya mencapai 2-3 meter.

Menjadi tempat wisata dan Situs Warisan Dunia yang dilindungi UNESCO

Dibangun di Atas Terumbu Karang, Kota Nan Madol Berjuluk Venesia dari Pasifik

(foto: okeanos-foundation)

Nan Madol tampak mengapung di atas permukaan air. Di sekeliling kotanya ada koral dan batu-batu basal. Meski aksesnya sulit, wisata menuju ke tempat ini memiliki kesan tersendiri.

Para turis mancanegara menyebutnya Venesia dari Pasifik. Tak hanya itu, reruntuhan kota kuno ini juga banyak menginspirasi penulis untuk membuat cerita fiksi.

Sekarang, reruntuhan kota terapung itu menjadi sebuah cagar budaya Pulau Pohnpei. Sejumlah bangunannya tinggal jadi puing-puing yang penuh semak belukar.

Sempat disebutkan bahwa kondisinya dalam bahaya. UNESCO kini sudah mencatat Nan Madol sebagai salah satu Situs Warisan Dunia.