inspirasi

Menelusuri Gunung Judi, Lokasi Terdamparnya Kapal Nabi Nuh

By  | 

Nabi Nuh adalah seorang nabi ketiga yang diciptakan sesudah Nabi Adam dan Nabi Idris. Allah mengutusnya untuk mengajarkan tauhid pada umat, Bani Rasib yang terkenal ingkar dan menjadi penyembah berhala.

Di dalam Alquran, nama Nabi Nuh disebut sebanyak 43 kali. Salah satu kisahnya yang terkenal adalah tentang perintah membangun kapal besar untuk menyelamatkan kaumnya yang beriman dari banjir besar.

Sempat diterjang banjir beberapa waktu, banyak pertanyaan tentang lokasi pendaratannya. Alquran menyebut bahwa kapal Nabi Nuh mendarat di Gunung Judi yang berada di Turki.

Baca juga: Fine Dining, Konsep Makan Mewah dengan Layanan Berkelas

Banyak teori dan dugaan tentang fakta pendaratan kapal Nabi Nuh di Gunung Judi

Menelusuri Gunung Judi, Lokasi Terdamparnya Kapal Nabi Nuh

(foto: cnn)

Keberadaan kapal Nabi Nuh (Noah’s Ark) sudah jadi bahan penelitian sejak lama. Banyak teori dan dugaan muncul tentang berapa lamanya kapal Nabi Nuh diterjang banjir. Ada yang menyebutnya 150 hari, ada juga yang 6 bulan.

Yang banyak menjadi pertanyaan sekaligus perdebatan adalah di mana lokasi pendaratannya. Dari sebuah ayat berikut ini, disebut bahwa bahtera Nabi Nuh berlabuh di Gunung Judi.

Dan difirmankan: “Hai bumi telanlah airmu, dan hai langit (hujan) berhentilah,” dan airpun disurutkan. Perintah pun diselesaikan dan bahtera itu pun berlabuh di atas Gunung Judi, dan dikatakan: “Binasalah orang-orang yang zalim”. (QS Huud: 44)

Menurut beberapa riwayat, Gunung Judi berada di dekat Maushil, yakni sebuah kota di Irak yang sering disebut dengan Hadaba.

Saat ini wilayahnya meliputi distrik Bohtan di Turki sampai ke Armenia, dan perbatasan negara-negara Turki, Irak dan Suriah.

Sudah banyak pencarian bertahun-tahun oleh peneliti dari Amerika dan Timur Tengah

Menelusuri Gunung Judi, Lokasi Terdamparnya Kapal Nabi Nuh

(foto: noahsarksearch)

Menurut Ats Tsa’labi, kapal Nabi Nuh berlabuh di atas bukit Judi saat hari Asyura, yaitu hari ke-10 bulan hijriyah Muharram.

Dahulu Nabi Nuh dan kaumnya yang beriman berpuasa untuk mensyukuri nikmat Allah karena pendaratan kapal setelah banjir.

Gunung Judi juga disebut dengan Al Judiyy dalam bahasa Arab atau Cudi dalam bahasa Turki.

Dalam bahasa Turki, huruf ‘c’ diucapkan sebagai ‘j, sehingga Cudi diucapkan dengan Judi. Judi dalam bahasa Arab juga berarti ketinggian.

Dilansir dari noahsarksearch, sejumlah peneliti bahtera dari Amerika dan Timur Tengah sudah fokus selama bertahun-tahun untuk mencari kapal Nabi Nuh di Mount Cudi yang jaraknya sekitar 175 mil di barat daya Gunung Ararat atau di perbatasan Turki dan Iran.

Baca juga: Beda Traveler dan Backpacker, Wajib Tahu Sebelum Liburan

Punya banyak nama lain dan lokasinya sering diperdebatkan dengan Gunung Ararat

Menelusuri Gunung Judi, Lokasi Terdamparnya Kapal Nabi Nuh

(foto: answeringenesis)

Namanya memang ada banyak versi, mulai dari Gunung Judi, Gunung Cardu, Gunung Quardu, Pegunungan Gordyene, atau Pegunungan Karduchian.

Beberapa peta modern menunjukkan posisinya di selatan pegunungan Ararat di Turki. Posisinya searah dengan jarak pandang perbatasan Suriah dan Irak.

Lokasinya menghadap daratan Mesopotamia yang terkenal karena banyaknya reruntuhan arkeologi di dalam dan sekitar gunung. Di bawahnya mengalir sungai Tigris. Keberadaannya sering diperdebatkan dengan Gunung Ararat.

Sejak ratusan tahun, Mount Cudi telah menjadi nama puncak yang tinggi di Gunung Ararat. Bukan hanya satu, tapi ada juga Mount Cudi lainnya di Turki Selatan dekat Sanli Urfa dan Harran.

Sudah dilakukan identifikasi pada batu-batu besar yang ada di situs Gunung Judi

Menelusuri Gunung Judi, Lokasi Terdamparnya Kapal Nabi Nuh

(foto: gettyimages)

Salah satu alasan utama mengapa Gunung Judi menjadi populer beberapa tahun terakhir adalah karena Dr. Friedrich Bender, ahli geologi dari Jerman menemukan potongan kayu yang mengandung aspal di puncaknya dengan kedalaman 0,8-1,0 m.

Fragmen-fragmen potongan kayu sudah diberi tanggal karbon di sekitarnya, antara tahun 1971 sampai 6.500 tahun yang lalu. Tim peneliti kemudian melakukan identifikasi pada batu-batu besar di sekitar situs Gunung Judi.

Ada sebuah batu berlubang pada salah satu ujungnya  yakni sebagai batu drogue yang berfungsi hampir sama seperti jangkar.

Pakar geologi Universitas Ataturk Turki memperkirakan usia kapal sudah lebih dari 100 ribu tahun dan tergolong struktur yang dibuat manusia.

Semakin banyak temuan yang membuktikan bahwa rangka kapal yang sudah membatu di Gunung Judi adalah kapal Nabi Nuh sesuai dengan sebutan di Alquran.