inspirasi

Kisah Raja Namrud, Mengaku Tuhan & Mati Konyol Karena Nyamuk

Penulis:   | 

Sepanjang lereng Gunung Hermon di perbatasan Lebanon dan Suriah terbentang Nimrod Fortress atau Benteng Raja Namrud.

Benteng tersebut adalah peninggalan Raja Namrud dan merupakan satu kastel paling besar dari abad pertengahan yang masih ada di kawasan tersebut.

Memang pernah menjadi sangat kuat, tapi di kemudian hari terlantar selama berabad-abad. Akan tetapi, posisi Benteng yang strategis itu tetaplah menyimpan sejarah yang panjang.

Ini tidak lepas dari sejarah dan kisah Raja Namrud itu sendiri. Terkenal dengan kezaliman, Raja Namrud pun memproklamirkan diri sebagai Tuhan dan berharap dipuja rakyatnya.

Hidup sekitar tahun 2275 SM-1943 SM, satu zaman dengan Nabi Ibrahim. Seperti apa perjalanan kehidupannya hingga mengaku Tuhan dan kisahnya yang pernah membakar Nabi Ibrahim?

Baca juga: Socotra, Pulau Alien di Yaman yang Ditumbuhi Flora Unik

Dianggap membawa sial, sejak lahir dibuang orang tuanya

Kisah Raja Namrud yang Mengaku Tuhan Tapi Mati Digigit Nyamuk

(foto: theguardian)

Seorang seorang raja Mesopotamia, Namrud dikenal sebagai laki-laki yang cerdas dan pemburu hebat.

Tapi sebenarnya ia pernah dianggap sebagai bayi pembawa sial oleh orang tuanya sendiri, khususnya ayahnya, yakni Kan’aan bin Kush bin Ham bin Nuh.

Dianggap terlahir membawa kejelekan, orang tuanya berencana membunuh atau membuang saja sosok bayi Namrud ke tanah lapang agar dia mati.

Dilemparlah ia ke tanah lapang yang berada di antara sekumpulan ternak sapi yang merumput. Aneh, hewan sapi itu menjauhi. Kemudian setiap ada binatang lain yang melihat, binatang itu juga kabur menjauh.

Setelah itu ibunya membawanya ke tempat lain dan melemparkan ke sungai. Disangka bayi itu sudah mati tenggelam, ternyata ia terseret arus hingga ke sumur dalam kondisi selamat.

Tumbuh dewasa dan membunuh ayahnya

Kisah Raja Namrud yang Mengaku Tuhan Tapi Mati Digigit Nyamuk

(foto: azator)

Seperti yang dikisahkan oleh sejarawan Mesir Syaikh Muhammad bin Ahmad bin Iyas (1448-1522) dalam karya yang berjudul Kisah Penciptaan dan Tokoh-tokoh Sepanjang Zaman, sewaktu kecil ia disusui oleh seekor macan tutul.

Peristiwa langka itu disaksikan oleh penduduk kampung. Mereka pun merawatnya sampai tumbuh dewasa. Bahkan nama Namrud itu juga diberikan oleh warga setempat.

Ketika remaja sering berbuat onar dengan orang di jalan, tapi dia memiliki kemampuan menghimpun orang banyak untuk jadi pengikut.

Berita tentang anak tersebut didengar oleh Kan’an. Tapi Kan’an tidak mengetahui kalau itu adalah anaknya yang sudah dibuang dahulu. Kan’an pun mengumpulkan pasukannya untuk bertemu Namrud.

Namrud pun tidak diam saja saat ada gelagat orang akan menyerang. Situasi cepat menegang, maka terjadilah sebuah pertempuran. Di situlah Namrud menghancurkan pasukan Kan’an sekaligus membunuhnya.

Tapi dalam hal ini Namrud tidak tahu siapa Kan’an itu. Begitu juga Kan’an sampai akhir hayat tidak mengetahui kalau pembunuhnya tak lain adalah anaknya.

Halaman :