profil

Habib Husein Ja’far

Penulis:   | 
Tanggal Lahir:

Di kalangan para pemuda muslim, nama Habib Husein Ja’far mungkin bisa dibilang sudah tidak asing lagi.

Ia merupakan Da’i Islam Cinta atau habib muda yang selalu berdakwah melalui akun media sosialnya sehingga membuat sosoknya cukup dekat dengan anak muda.

Habib Husein Ja’far merupakan ustadz berdarah Madura yang memiliki garis keturunan sampai ke Nabi Muhammad SAW.

Tidak hanya via media sosial, ia juga berdakwah melalui berbagai macam karya tulisan, seperti Anakku Dibunuh Israel, Islam Mahzab Fadlullah, dan Tuhan Ada di Hatimu.

Selain itu, ia juga aktif sebagai seorang konten kreator yang mengembangkan kanal YouTube bernama Jeda Nulis.

Ia semakin dikenal masyarakat luas setelah aktif menjadi pembicara seputar keislaman di beberapa TV nasional, seperti Metro TV, CNN Indonesia, dan lain sebagainya.

Baca juga: Biodata, Profil, dan Fakta Betari Ayu

Biodata, Profil, dan Fakta Habib Husein Ja’far

(foto: instagram/husein_hadar)

Daftar isi

Biodata & Profil

  • Nama Lengkap: Husein Ja’far Al Hadar
  • Nama Panggung: Habib Husein Ja’far
  • Nama Panggilan: Habib Husein
  • Tempat Tanggal Lahir: Bondowoso, Jawa Timur, 21 Juni 1988
  • Kewarganegaraan: Indonesia
  • Pendidikan: YAPI Bangil; UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Jurusan Akidah dan Filsafat Islam.
  • Agama: Islam
  • Tinggi: –
  • Orang Tua: –
  • Saudara: –
  • Istri: –
  • Profesi: Pendakwah, Youtuber
  • Hobi: –
  • Facebook: –
  • Twitter: –
  • Instagram: @husein_hadar
  • TikTok: –
  • YouTube: Jeda Nulis

Fakta Menarik

  • Berdarah Madura yang memiliki garis keturunan sampai ke Nabi Muhammad SAW.
  • Sudahmerintis karier melalui dunia literasi di media nasional sejak kuliah.
  • Membuat konten Pemuda Tersesat di YouTube bersama Coki Pardede dan Tretan Muslim.
  • Pernah menempuh pendidikan di Pondok Pesantren Bangil, Jawa Timur dan merupakan Sarjana Filsafat Islam di Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta mengambil jurusan Akidah dan Filsafat Islam.
  • Sedang melanjutkan program magister Tafsir Qur’an di Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah.

Baca juga: Biodata, Profil, dan Fakta Marsha Risdasari

Acara TV

  • Sahur Lebih Segerr (Trans7 | 2022)
  • Amanah Islam (NET | 2021)
  • Kapsul Ramadhan (SEA Today | 2021)
  • Hikmah Podcast (RTV | 2021)

Quotes

  • Yang paling aku takutkan adalah ketakutanku pada diri sendiri: kepentinganku, nafsuku, dan golonganku. Karena itu, dalam tasawuf, yang harus pertama kau urus dan kendalikan adalah egomu.

  • Guru adalah siapa saja yang mengajariku walau sehuruf. Maka, berakhlaklah pada siapapun, karena bisa jadi ia gurumu yang tidak kamu sadari.

  • Yang perlu kau dengar hanya dua jenis orang, yakni yang mencintaimu karena dia bicara dengan ketulusan dan yang pintar karena dia bicara dengan keilmuan.

  • Pembenci memikirkan yang dibenci. Maka hidupnya selalu suram. Pecinta memikirkan yang dicinta, maka hidupnya selalu cerah.

  • Yang perlu kau dengar hanya dua jenis orang, yakni yang mencintaimu karena dia bicara dengan ketulusan dan yang pintar karena dia bicara dengan keilmuan.

  • Meninggalkan kesan yang baik lebih penting dalam dakwah ketimbang menyampaikan pesan yang baik.

  • Seorang ibu rela malu demi anaknya. Anak BAB di tempat umum, nangis di pesawatm dan lain-lain. Dia tak peduli pada orang demi anaknya. Namun, anak, dia kadang tidak rela malu atas ibunya yang bertingkah memalukan, misalnya karena ketinggalan zaman: pakaian yang tidak sesuai tren di pesta anaknya.

  • Ibadah adalah seni merayu Tuhan untuk mengetuk pintu hati-Nya.

  • Ibadah yang langsung kepada Allah adalah memasukkan rasa bahagia ke hati orang lain.

  • Sejatinya menghadap ke mana pun, kita melihat kebesaran Allah yang membuat kita menyebut nama-Nya. Bukan hanya di Ka’bah, tapi juga di gubuk-gubuk orang miskin, di rumah-rumah yatim, bahkan di lembaga pemasyarakatan.

  • Dokter dan Obat itu adalah perantara untuk mengetuk pintu ksembuhan yang diberikan oleh Allah SWT.

  • Ibarat kata dalam satu taman, semua bunga layu dan masih ada satu yang masih hidup. Ingin fokus kembangkan ke satu yang masih hidup, ketimbang meratapi dan menghakimi yang mati.

  • Jangan sampai setelah berhijrah, ibadah kita menjadi lebih semangat, namun kita menjadi tidak murah senyum kepada orang lain.

  • Jika seseorang itu bukan saudaramu dalam agama, maka dia saudaramu dalam kemanusiaan.

  • Masjid bisa roboh, Ka’bah bisa sepi, tapi hati manusia yang beriman akan abadi dalam ketaatan dan kecintaan pada-Nya.

  • Kita bisa berbeda dalam hal kebenaran, namun kita memiliki visi yang sama dalam hal kebaikan.

  • Muslim belum tentu Islam. Karena bisa jadi umat Islam tidak merepresentasikan nilai-nilai Islam itu sendiri.

  • Karena Islam seperti gelas bening yang saat diisi kopi ia seolah hitam dan saat diisi jeruk seolah kuning, padahal ia tetap bening.

  • Kalau Nabi sabdakan bahwa: ‘Bumi ini semuanya masjid’. Yang terpikir dalam benak saya bukan keberadaan Tuhan di bangunan kubah yang kita sebut masjid itu. Tapi di mana saya melihat Tuhan dan menyebabkan saya bersujud pada-Nya, di sanalah masjid.

  • Jika kita ingin menjadi manusia yang mulia, maka tak ada cara lain kecuali menyandingkan diri kita dengan Al-Quran.

  • Semakin mengaji, semakin kita paham betapa tak terbatasnya medan makna AlQuran dan betapa kerdilnya pikiran kita, sehingga kita terus semakin rendah hati. Bukan justru semakin sok.

  • Nikmat terbesar Tuhan kepada kita adalah kemerdekaan. Kita diciptakan merdeka. Syukuri dengan mau menjadi diri sendiri.

  • Jika ada pendakwah Islam yang justru mencerai-beraikan sesama muslim atas nama perbedaan pandangan, ia berarti telah mengkhianati Nabi. Karena Nabi mempersatukan, tapi ia mencerai-beraikan.

  • Matematika Allah bukan dihitung dari seberapa langkah kita (ke masjid). Tapi seberapa besar kemauan kita.

  • Kalau diperintah atau dilarang atas sesuatu yang tak ada alasan rasionalnya, maka di sanalah ketaatan kita diuji oleh Allah.

  • Bagi saya, bentuk penistaan atas Tuhan adalah jika ada orang yang menghina orang miskin atau apa pun ciptaan-Nya.

  • Dalam kepedihan apa pun hikmah yang lebih besar terkandung dibanding kepedihan itu sendiri.

  • Pembelaan atas nama Tuhan sebenarnya hanyalah pembelaan atas ego suatu kelompok saja.

  • Mengalah bukan berarti kalah, tapi justru puncak kemenangan.

  • Pendapat kita benar, tapi bisa jadi mengandung kesalahan. Sedangkan pendapat orang lain salah, tapi bisa jadi mengandung kebenaran.

  • Pertanyaannya, dulu agama turun untuk mendamaikan, sekarang kok justru agama menjadi sumber kegaduhan.

  • Melukai dengan lisan lebih buruk daripada melukai menggunakan pedang.

  • Banyak orang yang hanya berislam secara simbolik. Tapi tidak berislam secara substansi.

  • Begitu seseorang merasa pintar, maka saat itu ia berarti bodoh. Sebagaimana begitu seseorang merasa suci, saat itu ia sedang kotor.

  • Kita bisa berbeda dalam hal kebenaran, namun kita memiliki visi yang sama dalam hal kebaikan.

  • Peperangan itu bukan hanya tidak selaras dengan ajaran Islam tapi mengkhianati fitrah manusia yang pada dasarnya membenci peperangan.

  • Semua musik yang mengajak kepada nilai-nilai luhur: kemanusiaan, perdamaian, ketulusan, cinta, kesetiaan, dan lain-lain itu termasuk musik yang baik.

  • Sering kali kita mengkambinghitamkan orang lain atau sesuatu di luar diri kita. Padahal yang bermasalah adalah diri kita sendiri. Begitu pula kadang kita mencari solusi di luar diri. Padahal solusi itu sebenarnya ada dalam diri.

  • Terlihat buruk di mata manusia padahal baik di mata-Nya, itu cobaan yang akan jadi pahala besar.

  • Terorisme itu nyata. Ia membunuh, ia membakar rumah ibadah. Sesedikit apapun teroris itu, mereka mengerikan. Karena jelas kata Qur’an, satu nyawa dibunuh tanpa alasan benar, seperti membunuh seluruh umat manusia. Mari bersama rapatkan shaf (barisan) melawan mereka.

  • Tugasmu dari Tuhan itu jadi baik, bukan terlihat baik di mata manusia.

  • Mari kita selalu berakhlak dan mempersatukan, seperti Nabi SAW yang terbaik akhlaknya dan mempersatukan para nabi dan kaumnya di akhirat.

  • Tiap golongan itu punya pahlawannya, seperti tiap kaum punya nabinya. Saling hormati para pahlawan, seperti tiap umat harus hormati dari kaum lain.

  • Beda itu nada! Maka, saya tak heran ada yang tak suka beda juga sekaligus tak suka nada, Saya memilih suka keduanya, karena keduanya sama-sama indah.

Habib Husein Ja’far merupakan ustadz muda yang berhasil menggaet para pemuda muslim agar semakin mendekatkan diri pada Allah. Ia juga membuktikan bahwa dakwah itu bisa dilakukan melalui jalur apa saja, termasuk media sosial.

TULIS KOMENTAR

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.