inspirasi

Fenomena Halo Matahari, Cincin Cahaya di Langit yang Menakjubkan

Penulis:   | 

Dari waktu ke waktu, di alam ini sering bermunculan fenomena yang mengagumkan. Salah satunya adalah fenomena alam berbentuk cincin cahaya di langit yang yang disebut halo matahari.

Fenomena ini terlihat sangat jelas di atas langit beberapa kota di Indonesia pada akhir tahun 2020. Warga pun tertarik dengan fenomena yang langka tersebut.

Bukan hanya menyaksikan langsung, tapi juga membagikan fotonya di media sosial agar bisa dilihat orang banyak. Respon masyarakat pun beragam, ada yang menganggapnya normal, tapi juga ada yang khawatir.

Kenyataannya, belum semua orang memahami apa sebenarnya penyebab munculnya fenomena ini. Ada baiknya coba kita simak penjelasan berikut ini.

Baca juga: Keunikan Victoria Amazonica, Teratai Raksasa Bisa Tahan Beban 50 kg

Sempat membuat masyarakat khawatir karena dikaitkan dengan datangnya bencana

Fenomena Halo Matahari, Cincin Cahaya di Langit yang Menakjubkan

(foto: ilmugeografi)

Bagi yang baru pertama kali melihatnya, mungkin akan kagum dengan wujudnya. Tidak sedikit juga yang langsung merasa khawatir dan berspekulasi tentang sebuah pertanda tidak baik di alam.

Untuk orang awam, fenomena ini memang agak meresahkan karena beberapa alasan.

Masyarakat Indonesia yang sempat melihatnya akan langsung beranjak ke luar rumah untuk memotret.

Walaupun beberapa orang sempat mengeluh silau dan pusing saat harus memandangnya secara langsung tanpa kacamata hitam.

Cincin yang melingkari matahari menurut orang Jawa disebut dengan kluwung.

Menurut nenek moyang terdahulu, kemunculan kluwung berarti waktunya untuk datangnya cobaan umat manusia, mulai dari bencana alam, konflik daerah, dan juga pagebluk atau rupa-rupa bencana. Hal tersebut juga di Ramalan Joyoboyo (1130-1157).

Merupakan hasil dari pembelokan sinar matahari oleh partikel uap air yang ada di atmosfer

Fenomena Halo Matahari, Cincin Cahaya di Langit yang Menakjubkan

(foto: tirto)

Jadi sebenarnya halo matahari itu apa? Menurut Prof. Sudibyakto, pengamat iklim dari Universitas Gadjah Mada, halo matahari merupakan fenomena alam yang cukup umum terjadi.

Meskipun sempat membuat masyarakat khawatir, tapi sebenarnya fenomena seperti ini tidak terkait dengan bencana alam seperti peristiwa gempa bumi atau bahkan kejadian gaib.

Bentuk cincin atau halo yang melingkari matahari adalah hasil dari pembelokan sinar matahari oleh partikel uap air yang ada di atmosfer.

Pembentukan halo adalah karena pergerakan butiran es atau air di awan cirrus oleh sinar UV (ultraviolet).

Lebih lanjut lagi, Prof. Sudibyakto mengatakan bahwa saat memasuki musim hujan, maka banyak partikel uap air naik sangat tinggi ke lapisan atmosfer.

Baca juga: Sejarah Suku Asmat, Dianggap Titisan Dewa di Tanah Papua

Proses pembentukannya juga sama seperti proses terjadinya pelangi sehabis hujan

Fenomena Halo Matahari, Cincin Cahaya di Langit yang Menakjubkan

(foto: liputan6)

Partikel air sendiri mempunyai kemampuan untuk membelokkan atau membiaskan sinar matahari.

Karena peristiwanya terjadi di siang hari ketika posisi matahari tegak lurus dengan bumi, maka cahaya yang dibiaskan juga lebih kecil.

Itulah mengapa yang terlihat oleh masyarakat adalah bentuk lingkaran yang mengelilingi matahari. Sebenarnya pembentukannya juga sama seperti proses terjadinya pelangi di sore hari sehabis hujan.

Pelangi yang melengkung juga sering tampak di bawah cakrawala, lantaran partikel uap air berkumpul di bawah atmosfer. Waktu terjadinya juga bisa muncul di sore hari ketika matahari berada ada sudut rendah.

Saat siang hari, posisi matahari tegak lurus dengan bumi, pembelokan cahaya jadi lebih rendah. Jadi warna yang muncul pun terbatas. Pandangan menuju matahari terhalang debu, jadi warnanya tampak gelap.

Tidak hanya matahari, tapi juga bisa terjadi di sekeliling bulan atau lampu jalan

Fenomena Halo Matahari, Cincin Cahaya di Langit yang Menakjubkan

(foto: infopublik)

Dari tahun ke tahun, fenomena ini muncul beberapa kali di beberapa daerah. Meskipun sudah ada penjelasan dari pakar, tapi spekulasi di masyarakat tetap saja muncul.

Pihak BMKG pun menegaskan bahwa fenomena alam ini tidak berbahaya dan juga tidak ada hubungannya dengan pertanda cuaca ekstrem yang di musim penghujan.

Apakah fenomena halo atau cincin cahaya ini hanya terjadi pada matahari? Tenyata tidak. Seperti dilansir laman ilmugeografi, fenomena halo juga bisa terjadi di sekeliling bulan atau lampu jalan, atau malah di permukaan bumi.

Sebenarnya memang tidak ada dampak negatif atau bahaya setelah terjadinya fenomena ini, selain efek keindahan di langit yang terlihat mengagumkan.

TULIS KOMENTAR

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.