inspirasi

Fakta Unik Gamelan, Instrumen Khas Nusantara yang Terkenal Sampai Mancanegara

Penulis:   | 

Gamelan adalah alat musik tradisional yang terkenal di Indonesia. Bukan hanya dikenal oleh bangsa Indonesia sendiri, tapi alat musik tradisional yang satu ini sudah mendunia.

Sebagai karya seni, gamelan mendapat banyak pengaruh dari budaya asing yang ada di luar Nusantara. Keberadaannya begitu melegenda di tengah-tengah masyarakat.

Di dinding candi Borobudur pun ditemukan reliefnya. Agar lebih mengenal lebih banyak soal gamelan, simak ulasannya di bawah ini.

Baca juga: Keunikan Laut Merah, Perairan yang Pernah Terbelah oleh Tongkat Nabi Musa

Berkembang bersamaan dengan penyebaran agama Hindu dan Buddha di Nusantara

Fakta Unik Gamelan, Instrumen Khas Nusantara yang Terkenal sampai Mancanegara

(foto: roulett)

Gamelan di Jawa sudah diciptakan sejak tahun 404 M. Menurut pujangga Ronggowarsito, waktu itu masyarakat di Jawa banyak melalui transformasi dalam hal sosial budaya dan agama.

Perkembangannya juga bersamaan dengan penyebaran agama Hindu dan Buddha di Nusantara pada zaman dahulu.

Sementara itu, menurut kisah legenda, gamelan Jawa pertama kali diciptakan oleh Batara Guru, nenek moyang orang Jawa yang dianggap memiliki kesaktian.

Alat yang diciptakan pertama kali adalah berupa membranofon, semacam alat musik yang dibuat dari kulit sapi dan dimainkan dengan cara dipukul. Secara harfiah, istilah gamelan asalnya dari kat gamel yang artinya memukul.

Masing-masing alat memiliki filosofi khusus yang bermakna bagi kehidupan

Fakta Unik Gamelan, Instrumen Khas Nusantara yang Terkenal sampai Mancanegara

(foto: indonesiakaya)

Masyarakat Jawa zaman dahulu memang suka memperhatikan ragam bunyi seperti hewan-hewan dan nada pukulan. Karena itulah yang tercipta lebih awal adalah alat-alat yang dipukul seperti kendang dan ketipung.

Suara-suara dari alam menginspirasi seniman untuk menciptakan lebih banyak instrumen. Masing-masing instrumennya mempunyai makna atau filosofi terkait kehidupan manusia.

Contohnya adalah kendang yang memiliki filosofi seperti pemimpin dalam kehidupan. Pemain kendang dalam sebuah permainan gamelan berperan mengendalikan cepat atau lambatnya sebuah instrumen.

Kendang sendiri juga dihubungkan dengan anjuran untuk bersegera (ndang) untuk menjalankan perintah Tuhan yang Maha Kuasa atau bersegera melaksanakan kebaikan.

Contoh lainnya adalah gambang yang berarti jelas atau seimbang, yakni tentang cara manusia menjalani kehidupan dunia dan akhirat yang seimbang dan penuh kejelasan tentang hal apa yang ingin dikerjakan selama hidup.

Baca juga: Mitos Bunga Wijaya Kusuma, Pembawa Keberuntungan yang Hanya Mekar di Malam Hari

Dipercaya bisa memberi efek terapi dan memberi ketenangan batin manusia

Fakta Unik Gamelan, Instrumen Khas Nusantara yang Terkenal sampai Mancanegara

(foto: letterf)

Sebagai instrumen musik yang dimainkan bersama-sama, tidak ada yang paling menonjol dalam sebuah permainan gamelan. Masing-masing pemain menjadi setara dan saling memberi harmonisasi.

Justru kalau terdengar nada yang lebih menonjol, tandanya ada sesuatu belum tepat dalam permainannya. Saat memainkan gamelan, berarti sedang berusaha mengendalikan emosi atau ego untuk terlihat lebih mahir.

Bukan sebuah momen untuk berkompetisi, melainkan bekerjasama untuk menghasilkan instrumen yang nyaman didengar.

Karena itulah, gamelan dipercaya bisa memberi efek terapi untuk memperbaiki kondisi batin. Meskipun tidak memainkannya langsung, mendengar suaranya juga bisa membuat orang lebih tenang.

Bunyinya yang indah dan menenangkan mampu menarik minat masyarakat mancanegara

Fakta Unik Gamelan, Instrumen Khas Nusantara yang Terkenal sampai Mancanegara

(foto: pixabay)

Meskipun asli dari nenek moyang Indonesia, tapi ternyata nilai-nilai luhur dan keindahan suaranya mampu menyentuh hati masyarakat mancanegara.

Film The Hobbit adalah salah satu tayangan hiburan populer yang memanfaatkan gamelan dalam efek suaranya.

Sekarang seni gamelan sudah dijadikan mata kuliah di sejumlah kampus di luar negeri, misalnya; University of California Barkeley dan Tokyo University of Fine Art and Music.

Di New Zealand School of Music, gamelan dari Jawa telah tercatat sebagai bagian dari kursus yang sangat diminati.

Lain lagi dengan di Inggris yang menjadikan musik gamelan sebagai pertunjukan untuk terapi mental para narapidana.

Sudah sepantasnya bagi kita untuk melestarikannya sebagai salah satu warisan berharga dari nenek moyang bangsa Indonesia.