inspirasi

Chasqui, Si Pelari Cepat yang Menjadi Pengantar Pesan Bangsa Inca

By  | 

Suku Inca yang hidup pada abad ke-14 dikenal sebagai bangsa kuno yang paling beradab.

Mampu merancang infrastruktur kota yang berkelanjutan, bangunan yang kokoh, dan prasasti yang menandakan tingginya peradaban mereka.

Kerajaan Inca di abad ke-14memiliki sekitar 10 hingga 12 juta penduduk. Dalam mencapai kejayaan, tentu masyarakat di dalamnya saling bekerjasama.

Wilayah mereka yang terstruktur dan kini membentang dari Peru, Brasil, Cile, Ekuador, sampai Bolivia tentunya membutuhkan komunikasi di kalangan masyarakatnya.

Untuk mengontrol seluruh wilayah, bangsa ini tidak hanya membuat jaringan jalan tapi juga sistem komunikasi untuk membawa informasi maupun barang-barang.

Bangsa ini memiliki orang-orang pilihan untuk menjadi pengantar pesan. Orang-orang pilihan itu disebut chasqui.

Baca juga: Ditemukan Lumiere Brothers, Ini Awal Mula Bioskop Pertama di Dunia

Aliran informasi dan jual beli di kerajaan bergantung pada para Chasqui

Chasqui, Si Pelari Cepat yang Menjadi Pengantar Pesan Bangsa Inca

(foto: ancientpages)

Chasqui adalah sebuah kata dari bahasa Quechua yang berarti surat atau orang yang menyampaikan pesan.

Chasqui menjadi profesi khusus di masa kejayan kerajaannya. Ia adalah seorang pelari muda yang berperan sebagai pembawa pesan suku Inca , baik pesan pribadi maupun pesan umum.

Mereka berlari cepat melalui jaringan jalan untuk menyampaikan pesan atau objek melewati sistem pos Tahuantinsuyo.

Mereka sebaiknya mengetahui semua rute jalan, termasuk jalan pintas. Bisa dikatakan kalau aliran informasi di kerajaan Inca bergantung pada mereka.

Sejak masih kecil sudah dipilih dan dipersiapkan fisiknya dengan baik

Chasqui, Si Pelari Cepat yang Menjadi Pengantar Pesan Bangsa Inca

(foto: flickr)

Mereka orang-orang yang percaya diri dan sejak mereka masih kecil dipilih dan dipersiapkan secara fisik. Kemudian saat sudah berusia 18-25 tahun, mereka bekerja sebagai chasqui.

Mereka dilatih untuk memiliki kualitas khusus di luar kemampuan berlarinya yang sangat cepat, harus memiliki bentuk fisik yang atletis, paru-paru yang sehat, dan menjadi perenang yang baik.

Kaki mereka harus kuat dan jari kaki mereka sedikit terbuka untuk bisa terbiasa tersentuh permukaan jalan yang tidak beraturan.

Untuk dapat menahan dingin, haus, dan kelelahan mereka mengunyah daun koka. Mereka termasuk salah satu dari sedikit orang yang diizinkan mengunyah koka yang dianggap sebagai daun suci.

Baca juga: Thariq bin Ziyad, Panglima Muslim yang Pernah Membebaskan Andalusia

Mampu menempuh jarak jauh dalam waktu yang singkat

Chasqui, Si Pelari Cepat yang Menjadi Pengantar Pesan Bangsa Inca

(foto: howstuffworks)

Mereka biasa berlari sekitar 2,4 kilometer per jam dalam bentangan antar tampu atau stasiun tujuan.

Setelah mencapai tampu baru, mereka menyampaikan pesan kepada Chasqui lain yang kemudian berlari ke tampu berikutnya. Mereka bekerja seperti lari estafet jarak jauh.

Melalui sistem relay, Chasqui dapat menempuh jarak yang sangat jauh dalam waktu yang relatif singkat. Sebuah pesan dapat menempuh jarak hingga 320 kilometer hanya dalam satu hari.

Pembangunan jalan-jalan Kerajaan Inca juga mendukung untuk gerakan para Chasqui membawa pesan, paket, dan juga makanan seperti ikan dan buah-buahan.

Setiap desa memiliki Chasqui yang melayani shift harian 6 sampai 12 jam yang ditugaskan kepada mereka.

Dahulu Chasqui juga berfungsi sebagai sistem peringatan

Chasqui, Si Pelari Cepat yang Menjadi Pengantar Pesan Bangsa Inca

(foto: pinterest)

Mereka dapat menyeberangi pegunungan Andes, hutan hujan Amazon, atau padang pasir yang luas di pantai Peru kuno dengan kecepatan penuh.

Bagaimana teknis kerja mereka? Setiap bertugas, ada dua barang di badan mereka. Salah satunya adalah quipu, yaitu sistem tali temali yang diikat dan dapat menampung pesan.

Quipu dibedakan melalui jenis simpul, jumlah benang, warna, dll. Selain itu, mereka juga membawa pututu, atau cangkang keong yang digunakan sebagai terompet untuk memberi sinyal kepada sesama pelari estafet bahwa mereka sedang mendekat.

Dahulu, mereka juga berfungsi sebagai sistem peringatan jika ada ancaman dari luar. Tapi di zaman sekarang karena kemajuan teknologi, mereka tinggal cerita.

Tapi saat ini, banyak keturunan Inca masih menggunakan cangkang keong sebagai instrumennya.