inspirasi

Adansonia gregorii, Pohon Baobab Raksasa yang Batangnya Jadi Penjara

Penulis:   | 

Pohon baobab atau Adansonia gregorii adalah salah satu jenis pohon besar yang batangnya bisa membengkak.

Sebagaimana pohon baobab pada umumnya yang biasa tumbuh sekian lama di benua Afrika, Adansonia gregorii mampu bertahan puluhan tahun di Australia.

Konon pohon yang begitu besar di Australia sampai bisa dimasuki beberapa orang dan sempat berfungsi sebagai penjara.

Baca juga: Dipakai Ilmuwan Muslim, Begini Sejarah Kamera Pertama di Dunia

Batangnya mirip sebuah botol raksasa dan memiliki satu pintu masuk

Adansonia gregorii, Pohon Baobab Raksasa di Australia yang Batangnya jadi Penjara

(foto: wikiwand)

Pohon baobab ini awalnya tumbuh di Madagaskar dan Afrika kemudian dibawa ke Australia.

Ketika besar, batangnya tumbuh mirip seperti botol raksasa. Itulah mengapa masyarakat setempat juga menyebutnya sebagai pohon botol.

Di Australia Barat, pohon raksasa yang populer ini berada di King River Road di South Wyndham selatan. Diameternya berukuran sekitar 15 m dan batangnya di bagian tengah terdapat rongga.

Di satu bagian batang pohon yang besar bisa diberi lubang untuk kemudian jadi pintu masuk. Ruangan di dalam pohonnya bisa menampung sampai 30 orang.

Pada tahun 1990-an pernah dihuni oleh para tahanan di malam hari

Adansonia gregorii, Pohon Baobab Raksasa di Australia yang Batangnya jadi Penjara

(foto: conversation)

Karena bentuknya yang unik, pohon ini bisa menarik minat kunjungan banyak orang untuk datang ke sana.

Cerita sejarahnya di Australia juga memiliki nilai tersendiri yang menjadi daya tarik. Pada tahun 1990-an petugas kepolisian akan membawa para tahanan Suku Aborigin.

Tahanan yang akan menerima hukuman di kota Derby, harus melalui Wyndham terlebih dahulu. Tapi ternyata pada malam hari, situasi sedang tidak mendukung untuk melanjutkan perjalanan.

Polisi dan para tahanan memilih bermalam di kota Wyndham. Saat polisi melihat sebuah pohon besar berongga, muncullah sebuah inisiatif.

Begitu diperiksa, ternyata ada sebuah pintu untuk masuk ke dalam pohon. Para tahanan pun dimasukkan ke dalam pohon agar tidak kabur.

Baca juga: Terdampar di Tengah Laut, Jembatan Belhaven Skotlandia Terlihat Tanpa Tujuan

Ada dua lokasi berbeda yang ditumbuhi oleh pohon Adansonia gregorii

Adansonia gregorii, Pohon Baobab Raksasa di Australia yang Batangnya jadi Penjara

(foto: australiasnorthwest)

Konon kebiasaan untuk memenjarakan tahanan di dalam pohon, terus dilakukan bertahun-tahun. Di kemudian hari, masyarakat pun menyebut pohon ini sebagai penjara Hillgrove.

Tapi tidak jarang, polisi membawa tahanan dalam kelompok yang besar sampai tidak cukup ruang untuk memuat seluruh tahanan di dalam. Sebagian tahanan dirantai pada bagian luar pohon.

Tidak hanya di kota Wyndham, pohon Adansonia gregorii lainnya juga dijadikan penjara terdapat di kota Derby, dan tingginya sekitar 6 meter.

Jika yang sebelumnya hanya ada satu ruang, pohon yang satu ini memiliki dua lubang yang secara alami berfungsi sebagai ventilasi.

Jadi tahanan yang berada di dalam tidak merasa sesak napas karena kurangnya ruang gerak dan oksigen.

Ada kaitan sejarah ketika masih terlibat sengketa dengan Suku Aborigin

Adansonia gregorii, Pohon Baobab Raksasa di Australia yang Batangnya jadi Penjara

(foto: amusingplanet)

Walaupun pohon ini cukup terkenal luas sebagai pohon penjara, namun sebenarnya para sejarawan memiliki pendapat yang lain.

Berdasarkan sejarahnya, agak sulit dipercaya kalau pohon baobab raksasa di Australia pernah dipakai untuk ruang penjara yang resmi.

Tidak pernah ditemukan laporan dari pemerintah tentang catatan narapidana yang pernah ditempatkan di pohon baobab raksasa, baik di Wyndham maupun di Derby.

Besar kemungkinan bahwa cerita soal penjara adalah sebuah strategi untuk mengintimidasi Suku Aborigin di zaman dahulu ketika masih terlibat banyak sengketa.

Jadi bukan sebuah tempat yang secara resmi dijadikan ruang tahanan oleh kepolisian.

Apapun itu, yang jelas keberadaannya menjadi salah satu penyejuk untuk iklim Australia Barat yang gersang.