. ";s:18:"ihaf_insert_footer";s:0:"";s:16:"ihaf_insert_body";s:0:"";s:21:"_transient_doing_cron";s:33:"1596417378.3123149871826171875000";}}

inspirasi

Viral Gerombolan Pesut Mahakam, Berikut Fakta Si Lumba-lumba Air Tawar yang Terancam Punah

By  | 

Beberapa hari lalu di media sosial dihebohkan dengan kemunculan segerombolan pesut yang terekam di Sungai Mahakam, Kalimantan Timur.

Kemunculan satwa yang mulai langka ini awalnya diunggah oleh pengguna Twitter @BahriBpp pada Senin (20/7/2020) lalu.

Dalam video berdurasi 54 detik itu, Syaiful Bahri menuliskan bahwa ia sempat merekam kejadian yang sudah sangat langka.

“Kejadian yg skrg sangat langka di sungai Mahakam,” tulisnya dalam unggahan yang sudah diretweet dan disukai lebih dari 20 ribu pengguna Twitter tersebut.

Pesut Mahakam merupakan mamalia air yang masuk dalam ordo Cetacea dan family Delphinadae. Terlihat dari kemiripan fisiknya hewan ini juga termasuk satu ordo dengan lumba-lumba.

Nah, berikut penjelasan mengenai Pesut Mahakam yang kini disebut mulai langka.

Baca juga: Dikenal Sosok Kontroversial, Berikut Fakta Donald Trump yang Gurita Bisnisnya Ada di Indonesia

Ditemukan di Sungai Mahakam dan juga negara tetangga

Viral Gerombolan Pesut Mahakam Tiba-tiba Muncul, Berikut Fakta Si Lumba-lumba Air Tawar yang Terancam Punah

(foto: borneo24)

Seperti namanya, lumba-lumba air tawar ini ditemukan hidup secara bergerombol di Sungai Mahakam, Kalimantan Timur. Sungai Mahakam merupakan sungai terbesar yang ada di Kaltim dan bermuara di Selat Makassar.

Tidak hanya di Sungai Mahakam, pesut juga bisa ditemukan di Danau Jempang, Danau Semayang dan Danau Melintang yang ada di Kabupaten Kutai Kartanegara.

Bukan di Indonesia saja, pesut juga ditemukan di daerah pantai di Kawasan Asia Selatan dan Tenggara. Di luar negeri, mereka disebut dengan Irrawaddy Dolphin. Pesut ditemukan di Sungai Ayeyarwady di Myanmar dan Sungai Mekong di Kamboja dan Laos.

Seperti hewan lainnya, pesut Mahakam juga memiliki kerabat dekat yaitu pesut Australia. Hewan bernama latin Orcaella heinsohni ini ditemukan di lepas pesisir utara Australia.

Tentu ada perbedaan pada keduanya, ykni pesut Mahakam memiliki dua warna sedangkan pesut Australia tiga warna. Perbedaan lainnya terletak pada bentuk tengkorak dan sirip.

Ciri-ciri pesut Mahakam dan berat hewan ini sewaktu bayi

Viral Gerombolan Pesut Mahakam Tiba-tiba Muncul, Berikut Fakta Si Lumba-lumba Air Tawar yang Terancam Punah

(foto: worldwildlife)

Pesut Mahakam dapat dibedakan dengan hewan lainnya terutama lumba-lumba dengan identifikasi ciri-ciri fisiknya. Bentuk kepalanya seperti umbi dan memiliki mata yang kecil. Warnanya abu-abu muda hingga tua.

Tubuhnya juga polos tanpa motif dengan sirip punggng kecil. Sirip dadanya lebar, dahinya bulat dan tak memiliki moncong layaknya lumba-lumba.

Dilansir dari Animal Diversity, panjangnya sekitar 1,5 hingga 2,8 meter dengan berat 114 kg sampai 133 kg ketika dewasa. ketika baru lahir, anakan pesut memiliki panjang 96 cm dengan berat 12,3 kg.

Pesut betina hamil dalam rentang waktu 9-14 bulan dan hanya melahirkan satu ekor bayi pesut. Inilah yang membuat jumlah pesut makin langka.

Pesut Mahakam adalah hewan karnivora yang memakan ikan, moluska hingga hewan-hewan krustasea. Mereka mampu bertahan hingga 30 tahun.

Baca juga: Bukan Sekedar Karangan, Karakter Animasi Disney Ini Terinspirasi dari Tokoh Nyata

Kemunculan pesut Mahakam bukan fenomena langka dan prakiraan populasi

Viral Gerombolan Pesut Mahakam Tiba-tiba Muncul, Berikut Fakta Si Lumba-lumba Air Tawar yang Terancam Punah

(foto: dream)

“Sebenarnya pesut ini memang familiar di daerah pesisir dan daerah sungai. Jadi sangat wajar melihatnya karena masih di pesisir, bukan wilayah yang aneh,” ucap peneliti mamalia laut di Pusat Penelitian Oseanografi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Rr Sekar Mira CH SSi Mapp Sc. dilansir dari Kompas,.

Lebih lanjut  pesut Mahakam juga merupakan hewan yang masuk dalam status Critically Endangered yang artinya sangat kritis dan hampir punah.

Bahkan populasinya sendiri di Sungai Mahakam dikeahui hanya tinggal 80 ekor. Salah satu penyebabnya adalah habitat alami yang terganggu. Hal ini lantaran tingginya lalu lintas perairan sungai dan pendangkalan sungai.

Pesut Mahakam tak memiliki predator alami yang bisa mengancam nyawa. Namun manusia menjadi pihak yang paling bertanggung jawab atas kematian dan status terancam punah mereka. Pesut biasanya mati lantaran terkena jaring nelayan atau penangkapan ikan yang menggunakan dinamit.