inspirasi

8 Spesies Langka di Dunia, Berpotensi Mengalami Kepunahan

Penulis:   | 

Spesies langka di dunia merupakan jenis hewan yang keberadaannya sudah tidak banyak, bahkan hampir punah. Ada banyak faktor yang menyebabkan kelangkaan pada spesies tersebut.

Selain karena waktu berkembang biak yang cukup lama, spesies langka juga disebabkan oleh pemburuan liar.

Biasanya, banyak dari mereka memburu hewan langka tersebut untuk dimanfaatkan beberapa anggota tubuhnya.

Jika terus dibiarkan, maka beberapa hewan tersebut tidak hanya akan menjadi langka, namun akan mengalami kepunahan. Artinya, kita tidak akan bisa melihat hewan tersebut untuk selamanya. Bahkan, anak cucu kita nanti hanya tahu nama dan gambarnya saja.

Nah, beberapa spesies langka di dunia yang wajib kamu ketahui adalah sebagai berikut.

Baca juga: 10 Jenis Mangga, Dari Kweni hingga Golek

1. Badak Jawa

8 Spesies Langka di Dunia, Penyebab Utamanya Pemburuan Bebas

(foto: istockphoto)

Badak Jawa atau yang biasa disebut dengan badak bercula satu merupakan spesies yang saat ini cukup langka keberadaannya.

Hewan yang hidup di hutan tropis dan sudah ada sejak jaman kolonial ini, banyak diburu untuk dimanfaatkan culanya. Konon, cula badak ini berharga cukup mahal sehingga banyak orang memburunya.

Saat ini, badak bercula satu dilindungi di Taman Nasional Ujung Kulon yang terletak di pulau Jawa. Untuk jumlahnya, hanya ada sekitar 58 ekor badak Jawa yang berhasil dilindungi.

Dengan jumlah yang sedikit tersebut membuat badak bercula satu menjadi hewan yang cukup langka.

Hewan ini juga rentan terhadap kepunahan yang diakibatkan oleh bencana alam, penyakiy, perburuan, dan keragaman genetic yang rendah.

2. Saola

8 Spesies Langka di Dunia, Penyebab Utamanya Pemburuan Bebas

(foto: pinterest)

Saola merupakan spesies yang saat ini sangat sulit untuk dijumpai, baik di alam liar maupun di penangkaran. Hal tersebut dikarenakan, jumlahnya pun diperkirakan hanya tersisa sekitar puluhan ekor saja.

Jumlah saola yang terbilang langka ini diakibatkan oleh pemburuan liar yang dilakukan oleh masyarakat.

Mereka menjadikan hewan ini sebagai bahan baku pembuatan obat tradisional di Cina yang nantinya dikirim ke Vietnam dan Laos. Sebab, sebagian masyarakat dari kedua negara tersebut mengonsumsi obat tradisional ini.

Tidak hanya sebagai bahan baku obat tradisional, banyak masyarakat memburu hewan ini hanya untuk diambil tanduknya. Biasanya mereka menggunakannya sebagai hiasan rumah karena memiliki nilai jual yang tinggi.

Saola merupakan hewan yang jinak dan ramah kepada manusia. Itulah mengapa hewn ini mudah diburu sehingga jumlahnya menjadi langka dan berpotensi mengalami kepunahan.

3. Gorilla dataran rendah

8 Spesies Langka di Dunia, Penyebab Utamanya Pemburuan Bebas

(foto: istockphoto)

Memiliki ukuran tubuh dan wajah yang cukup menyeramkan, tak membuat gorilla dataran rendah terbebas dari ancaman pemburuan liar, sehingga membuat jumlahnya menjadi langka.

Hewan yang kerap disebut dengan kera liar ini, diburu untuk diambil dagingnya. Sebab, sebagian besar dari mereka menganggap bahwa gorilla dataran rendah memiliki daging yang sangat lezat jika diolah dengan benar.

Semantara, untuk anak gorilla yang masih bayi, mereka jadikan sebagai hewan peliharaan di rumah.

Kelangkaan gorilla dataran rendah tidak hanya disebabkan oleh pemburuan liar saja, melainkan juga akibat terserang virus Ebola yang mematikan.

4. Gajah Sumatera

8 Spesies Langka di Dunia, Penyebab Utamanya Pemburuan Bebas

(foto: istockphoto)

Jika ditanya, hewan apa yang paling besar? Jawabannya pasti gajah. Ya, gajah merupakan salah satu spesies yang memiliki tubuh berukuran sangat besar.

Salah satu spesies gajah yang keberadaannya hampir punah dna mengalami kelangkaan adalah gajah Sumatera.

Akibat terjadinya deforestasi dan konfilk manusia di pulau Sumatera, mengakibatkan hilangnya habitat hewan besar ini, sehingga menyebabkan turunnya popilasi secara drastic.

Walaupun gajah Sumatera jantan memiliki gading yang berukuran lebih kecil, namun masih banyak pemburu yang membunuhnya dan mengambil gadingnya.

Gading gajah tersebut selanjutnya dijual di pasar gelap sehingga menyebabkan perbedan jumlah antara gajah jantan dan betina tidak seimbang.

Diperkirakan, hanya terdapat sekitar 2.400 hingga 2.800 ekor gajah yang hidup di alam liar. Jika pemburuan terus dilakukan, maka dipastikan hewan ini tidak akan bisa dilihat lagi karena mengalami kepunahan.

Baca juga: 10 Festival Unik yang Ada di Dunia, Cocok Dikunjungi Saat Liburan

5. Gorilla gunung

8 Spesies Langka di Dunia, Penyebab Utamanya Pemburuan Bebas

(foto: istockphoto)

Selain gorilla dataran rendah, ada spesies gorilla lainnya yang juga tengah mengalami kelangkann, ialah gorilla gunung.

Hewan ini ditemukan di pegunungan perbatasan Uganda, Rwanda, dan Republik Demokrati Kongo. Tidak hanya itu, mereka juga ditemukan di Taman Nasional Bwindi.

Kelangkaan pada hewan ini disebabkan oleh adanya perburuan liar, perusakan habitat, dan juga produksi arang.

Selain itu, juga disebabkan oleh penyakit mematikan yang menyeran sehingg membuat spesies hewan ini menjadi sangat sedikit, tepatnya hanya sekitar 880 ekor.

6. Orangutan Sumatera

Orangutan Sumatera

(foto: istockphoto)

Tidak hanya gajah Sumatera, Orangutan Sumatera juga mengalami kelangkaan. Hal tersebut diarenakan adanya peristiwa kebakaran hutan yang mayoritas dilakukan dengan sengaja oleh oknum tidak bertanggung jawa.

Tujuannya adalah hanya untuk membuka lahan untuk perkebunan kelapa sawit, pembangunan pertanian, pembalakan liar, dan lain sebagainya.

Selain itu, hewan ini juga sengaja diburu dan ditangkap hidup-hidup untuk dijadikan sebagai hewan peliharaan atau hewan sirkus.

Saat ini, keberadaan orangutan Sumatera diperkirakan hanya sekitar 7.300 ekor yang mencoba bertahan hidup di alam liar.

7. Harimau Siberia

Harimau Siberia

(foto: istockphoto)

Harimau merupakan salah satu hewan liar yang cukup mengerikan. Bahkan, hewan ini kerpa dianggap sebagai raja hutan karena memiliki kekuatan yang luar biasa.

Salah satu spesies harimau yang kini cukup sulit dijumpai adalah harimau Siberia atau yang biasa disebut dengan harimau amur.

Kelangkaan pada hewan ini disebabkan oleh pemburuan liar. Sama dengan saola, hewan ini juga diburu untuk dijadikan sebagai bahan baku pembuatan obat tradisional Cina.

Tidak hanya itu, jumlah harimau Siberia yang terus berkurang juga dipengaruhi oleh kebakaran hutan, pertambangan, kerusakan hutan, dan masih banyak lainnya.

Akibat perbuatan yang tidak bertanggung jawab tersebut, membuat jumlah harimau Siberia yang tersisa saat ini diperkirakan sekitar 400 hingga 500 ekor di alam liar.

8. Penyu belimbing

Penyu belimbing

(foto: istockphoto)

Penyu belimbing adalah salah satu spesies penyu yag memiliki ukuran terbesar di dunia. Penyu ini juga merupakan spesies yang paling sering bermigrasi.

Perlu diketahui bahwa keberadaan penyu belimbing saat ini sudah mengalami penurunan drastii, atau bisa dibilang mengalami kelangkaan.

Kelangkaan tersebut disebabkan oleh adanya pemburuan liar, memakan sampah plastic, tidak sengaja terkena jarring nelayan, perluasan pembangunan Kawasan pesisir, yang mana menjadi tempat hewan ini bertelur, dan terakhir adalah akibat perburuan telurnya.

Hingga kini, masih banyak orang yang memburu telur penyu untuk dikonsumsi karena dianggap memiliki kandungan nutrisi tinggi.

Padahal, dari sekian banyak telur penyu yang menetas, hanya sedikit yang bisa bertahan hidup dan berenang dengan selamat menuju laut.

Oleh sebab itu, dengan banyaknya pemburuan telur maka jumlah penyu belimbing yang hidup di laut akan berkurang dan bisa saja akan mengalami kepunahan.

Akhir kata

Nah, itulah beberapa spesies langka di dunia yang bisa saja keberadaannya akan mengalami kepunahan.

Jika hewan tersebut punah, maka bisa dipastikan kita dan generasi selanjutnya tidak akan pernah melihatnya lagi.

Oleh sebab itu, mulai dari sekarang hentikan perburuan liar dan aktivitas pembakaran hutan yang dilakukan dengan sengaja agar populasi dari beberapa spesies tersebut tidak mengalami kelangkaan, hingga kepunahan.

TULIS KOMENTAR

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.