film

Sinopsis Nyanyian Akar Rumput, Cerita Tentang Sastrawan dan Hak Asasinya

Penulis:   | 

Pernahkah kamu mendengar cerita-cerita zaman pemerintahan Soeharto dulu tentang para sastrawan dan para aktivis Hak Asasi Manusia? Mereka pada masa itu ketika berhasil menyuarakan pendapatnya, malah dibungkam oleh pemerintah dan tiba-tiba saja hilang.

Oleh karena itu, untuk memperingati HAM, tahun 2018 lalu dibuatlah sebuah film dokumenter berjudul “Nyanyian Akar Rumput”. Dalam film dokumenter ini, diceritakan kehidupan seseorang bernama Wiji Thukul, ayah dari Fajar Merah.

Wiji Thukul adalah seorang penyair. Ia juga gemar memberikan pendapat dan pandangannya yang luas dalam bidang HAM. Kala itu, ia nasib naas menimpanya saat rezim Soeharto ditegakkan pada tahun 1998.

Baca juga: Sinopsis Semesta, Film Dokumenter yang Menyajikan Diversitas Indonesia

Ia dihilangkan pada tahun tersebut. Waktu pun berjalan sedemikian cepatnya, hingga pada tahun 2010 ia berusaha untuk membentuk sebuah band bernama Merah Bercerita.

Dengan mendapatkan dukungan penuh dari keluarganya, ia ingin sekali menyuarakan kembali sejumlah syair-syair dan puisi ayahnya. Ia kemudian menjadikan puisi-puisi ayahnya tersebut menjadi lagu, yang penuh dengan alunan nada nan indah.

Sinopsis Nyanyian Akar Rumput, Cerita Tentang Sastrawan dan Hak Asasinya

(foto: instagram/rekam.docs)

Setelah itu, bersama bandnya, ia pun membuatnya menjadi album. Ketika Pemilihan Presiden 2014 membuat suatu gejolak dalam masyarakat, Fajar Merah merasakan adanya secercah harapan setelah tragedi 1998 tersebut sudah terlewat enam belas tahun lamanya.

Keluarga Fajar Merah serta merta menaruh harapannya kepada calon Presiden Joko Widodo. Mereka berharap supaya capres tersebut akan mampu memberikan penyelesaian konkret terhadap permasalahan kasus pelanggaran HAM. Mereka juga berharap agar bisa menemukan kembali Wiji Thukul dan para korban rezim Soeharto.

Baca juga: Sinopsis Akhir Kisah Cinta Si Doel, Tiba Waktunya Bagi Doel untuk Memilih

Film dokumenter ini merupakan sebuah film dokumenter yang disutradarai oleh Yuda Kurniawan. Film ini juga pernah mendapatkan penghargaan “Piala Citra untuk Film Dokumenter Panjang Terbaik” dan juga “Piala Maya untuk Film Dokumenter Panjang Terpilih”.

Film ini dijadwalkan tayang pada 16 Januari 2020. Nantikan kisah indahnya keadilan Hak Asasi Manusia di bioskop-bioskop kesayangan kamu!