inspirasi

Rumah Batu Olak Kemang, Warisan Sejarah Kesultanan Jambi

Penulis:   | 

Hampir sebagian besar wilayah di Indonesia memiliki situs bersejarah. Selain peninggalan Belanda dan Jepang, ada juga warisan sejarah kerajaan atau kesultanan.

Karena memang Indonesia sempat terdiri dari beberapa wilayah kesultanan sebelum masa penjajahan dimulai. Salah satu kesultanan yang sempat eksis di Sumatera adalah Kesultanan Jambi.

Meski namanya saat ini tidak seterkenal Kesultanan Samudra Pasai di Aceh atau Kesultanan Yogyakarta, masyarakat

Indonesia yang berkunjung ke Kota Jambi masih bisa melihat warisan sejarah yang ditinggalkan oleh kesultanan Jambi.

Salah satu yang cukup terkenal dan menjadi perbincangan adalah Rumah Batu Olak Kemang.

Baca juga: Sejarah Petak Umpet, Permainan Tradisional yang Terkenal di Dunia

Rumah Batu Olak Kemang adalah satu-satunya bangunan yang terbuat dari batu

Rumah Batu Olak Kemang, Warisan Sejarah Kesultanan Jambi

(foto: liputan6)

Terletak di Kelurahan Omak Kemang, Kecamatan Danau Teluk, Kota Jambi, Rumah Batu peninggalan kesultanan Jambi ini memiliki desain bangunan bergaya klasik.

Ukiran-ukiran yang menunjukkan perpaduan ciri khas China, Arab, dan Eropa semakin menambah nilai estetika rumah bersejarah ini.

Alasan disebut sebagai rumah batu adalah karena Rumah Batu Olak Kemang terbuat dari material batu, sementara pada saat itu rumah-rumah dan bangunan di sekelilingnya terbuat dari kayu.

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, Olak Kemang tidak lain adalah nama daerah tempat rumah batu ini berdiri. Sejak dulu, kawasan ini terkenal dengan budaya Islamnya yang kental.

Perpaduan beragam budaya yang terlihat pada bangunan ini menjadi ciri khas yang menarik perhatian banyak orang.

Ornamen kaligrafi yang indah dan rumit menggambarkan budaya Arab, sementara budaya China terlihat jelas dari ukiran-ukiran berbentuk naga, arca singa, awan, dan bunga.

Sempat menjadi rumah seorang yang berpengaruh besar pada zamannya

Rumah Batu Olak Kemang, Warisan Sejarah Kesultanan Jambi

(foto: radarcirebon)

Gaya Eropa abad ke-18 yang terdapat pada tembok bagian luar rumah ini menjukkan adanya pengaruh masuknya pemerintahan kolonial Belanda ke Jambi.

Bangunannya merupakan peninggalan Sayyid Idrus bin Hasan Al Jufri, seorang penyebar Islam di Kota Jambi pada abad 18.

Pada saat itu ia bergelar Pangeran Wiro Kusumo, yang menunjukkan bahwa pria keturunan Arab ini adalah salah satu orang yang memiliki kedudukan penting di Kesultanan Jambi.

Rumah Batu Olak Kemang tidak hanya menjadi tempat tinggal, namun juga merupakan tonggak berdirinya Kesultanan Jambi.

Karena pada awalnya, tujuan bangunan ini didirkan adalah untuk menjadi tempat belajar dan syiar Agama Islam.

Baca juga: Perbedaan Robusta, Arabika, dan Liberika, Pencinta Kopi Wajib Tahu

Terdapat sosok Sayyid Idrus bin Hasan Al Jufri yang menyebarkan Islam

Rumah Batu Olak Kemang, Warisan Sejarah Kesultanan Jambi

(foto: instagram/rahm_ts)

Pada tahun 1800-an, banyak saudagar Arab yang datang ke Sumatera dengan tujuan menyebarkan agama Islam. Salah satu yang masuk ke Jambi adalah Sayyid Idrus bin Hasan Al Jufri.

Ayahnya diketahui memiliki istri seorang perempuan Melayu dari keluarga kesultanan Jambi, sehingga Sayyid Idrus atau Pangeran Wiro Kusumo disebut memiliki darah Jambi.

Sejak kolonial Belanda masuk ke Jambi dan sering menimbulkan konflik dengan masyarakat, Sayyid Idrus tidak hanya dikenal sebagai penyiar Islam, namun juga sebagai mediator ulung.

Ketenangan, sifat bijaksana, dan kefasihan lidahnya sering membuat Sayyid Idrus hadir sebagai penengah.

Sementara itu, gelar Pangeran Wiro Kusumo ia dapatkan dari keluarga Kesultanan Jambi karena ia diizinkan menikahi salah satu putri sultan saat itu.

Lalu bagaimana kondisi Rumah Batu Olak Kemang kini?

Rumah Batu Olak Kemang, Warisan Sejarah Kesultanan Jambi

(foto: wikipedia)

Nilai sejarah dan estetika pada Rumah Batu Olak Kemang tidak hanya mengundang kehadiran turis lokal, tapi juga mahasiswa, jurnalis, bahkan peneliti dari dalam dan luar negeri.

Sayangnya, kondisinya kini sangat memprihatinkan. Sebagai salah satu warisan Kesultanan Jambi dan cagar budaya Jambi, rumah batu tampak tidak terawat terlihat dari banyaknya kerusakan fisik bangunan di sana sini. Bahkan, bangunan bersejarah ini terlihat hampir roboh.

Meskipun begitu, sebenarnya perawatan rumah masih terus dilakukan oleh pihak keluarga keturunan Pangeran Wiro Kusumo meskipun seadanya.

Itulah ulasan tentang Rumah Batu Olak Kemang yang menjadi salah satu warisan sejarah, semoga kelak bisa diperbaiki dan menjadi tempat wisata yang menarik.

TULIS KOMENTAR

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.